Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Charles Surjadi
JEK Vol.11, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herry Yogaswara
JKI Vol.IV, No.1
Jakarta : LIPI, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Irfandi; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ema Hermawati, Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono, Erliana Setiani
Abstrak: Demam berdarah dengue masih menjadi masalah penyakit menular hingga saat inidi Indonesia maupun dunia bahkan telah meningkat 30 kali lipat selama 50 tahunterakhir. Untuk itu diperlukan metode pengendalian yang tepat untuk mengatasimasalah penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampakWolbachia terhadap nyamuk Aedes aegypti, virus Dengue, dan ekologi denganmenggunakan studi literatur dan studi kasus pemanfaatan Wolbachia diYogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain systematic review. Databersumber pada 5 database jurnal dan laporan perkembangan kegiatan penelitianEliminate Dengue Project Yogyakarta ditemukan 22 jurnal penelitian yang sesuaikriteria inklusi. Studi ini menemukan dampak Wolbachia pada nyamuk Aedesaegypti mengakibatkan perubahan sifat pada nyamuk. Terhadap virus dengue,Wolbachia mampu memblok virus sehingga virus tertahan di tubuh nyamuk.Sedangkan terhadap ekologi Wolbachia menyebabkan ketidakcocokan sitoplasmasehingga nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia hanya mampu menghasilkanketurunan dengan strain Wolbachia yang sama dan terjadinya perubahanekosistem. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Wolbachia berdampak positifterhadap penurunan jumlah virus dalam tubuh nyamuk namun untuk melanjutkanpenyebaran Wolbachia di lokasi lain sebaiknya diteliti dampak perubahan ekologidari lokasi yang telah dilakukannya penyebaran Wolbachia.Kata kunci; Wolbachia, Systematic Review, DBD, Ekologi.
Read More
T-4617
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selfi Octaviani Lestari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Laila Fitria, Agus Setyo Widodo, Kuat Prabowo
Abstrak: Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara-negara berkemban. Diare ditandai dengan terjadinya tiga atau lebih episode buang air besar yang encer dari biasanya, umumnya disertai kram perut dalam waktu 24 jam. Insiden diare di Asia Tenggara cenderung lebih tinggi di bandingkan di Afrika. Berbagai negara telah memiliki program dalam rangka menurunkan diare yaitu Community Led Total Sanitation. Di Indonesia juga memiliki program untuk menurunkan kejadian diare yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui korelasi STBM yaitu stop buang air besar sembarangan (Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABs)), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMMRT), pengelolaan sampah rumah tangga (PSRT) dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLCRT) dengan kejadian diare di Kota Metro Provinsi Lampung Tahun 2020-2022. Disain studi ekologi dan analisis spasial sebanyak 22 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima pilar hanya 2 pilar yang berhubungan dengan kejadian diare di Kota Metro tahun 2020-2022 yaitu PSRT (p=0,012, B=0,557) dan PLCRT (p= 0,017, B=-0,529).
Diarrheal disease is a major public health problem in developing countries. Diarrhea is characterized by the occurrence of three or more episodes of loose stools than usual, generally accompanied by abdominal cramps within 24 hours. The incidence of diarrhea in Southeast Asia tends to be higher than in Africa. Various countries already have programs to reduce diarrhea, namely Community Led Total Sanitation. Indonesia also has a program to reduce the incidence of diarrhea, namely Community-Based Total Sanitation. The aim of this study was to determine the correlation between STBM, namely Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABs), hand washing with soap (CTPS), and management of drinking water and household food. (PAMMRT), household waste management (PSRT) and household liquid waste management (PLCRT) with the incidence of diarrhea in Metro City, Lampung Province, 2020-2022. Ecological studies and spatial analysis studies of 22 sub-districts. The results showed that of the five pillars, only 2 pillars were related to the incidence of diarrhea in Metro City in 2020-2022, namely PSRT (p=0,012, B=0,557) and PLCRT (p= 0,017, B=-0,529).
Read More
T-6760
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riezky Febiola; Pembimbing: Tri yunis Miko Wahyono; Penguji: Nuning M. Kiptiyah, Syafiyal
Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif namun dapat menimbulkan efek simpang dari reaksi vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran KIPI dan korelasinya terhadap cakupan imunisasi di enam wilayah di propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dari data surveilans KIPI tahun 2012. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara KIPI dengan cakupan imunisasi BCG (p= 0,397), cakupan DPT/HB (p=0,704), cakupan polio (p=0,787), dan cakupan campak (p=957). Surveilans KIPI yang sudah ditingkatkan dan dikembangkan untuk memonitor kualitas vaksin dimasyarakat sangat dibutuhkan.
 

 
Immunization is one of public health efforts which is most effective but can cause adverse events from vaccine reactions. This purpose of this study is to description adverse events following immunization and its correlation to immunization coverage in six districts in West Java in 2012. The design of this study is ecology using AEFI Surveillance data in 2012. Data were analyzed with the spearman correlation test. The result of this study indicate that there is no significant relationship between AEFI with BCG immunization covarage (p=0,397), DPT/HB covarage (p=0,704), polio covarage (p=0,787), and measles coverage (p=0,957). Improved and well-developed AEFI seuveillance to monitor the quality of vaccines in the community is highly needed.
Read More
S-8127
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vika Budi Riandini; Pembimbing : Zakianis; Penguji: A. Rahman, Esrom Hamonangan
Abstrak: Ozon merupakan salah satu polutan yang dapat pemicu penyakit asma. Konsentrasi ozon di Kecamatan Jagakarsa tinggi dan terjadi peningkatan penyakit asma selama tahun 2010 sampai 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi ozon di udara ambien dan penyakit asma di Kecamatan Jagakarsa. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi time trend. Data yang digunakan adalah data harian pemantauan udara oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta dan laporan harian penyakit asma di puskesmas. Data yang berhasil dikumpulkan sejumlah 377 data kasus harian asma dan 377 data konsentrasi ozon. Variabel lain yang diteliti adalah konsentrasi NO2 dan faktor iklim. Analisis dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ozon berhubungan secara signifikan dengan konsentrasi NO2, suhu, dan kelembaban udara. konsentrasi ozon pengukuran 1 jam maksimum, dan 8 jam sudah melebihi baku mutu. Hasil ini mengindikasikan konsentrasi ozon di Kecamatan Jagakarsa sudah tidak sehat bagi masyarakat terutama untuk kelompok rentan, termasuk penderita asma. Akan tetapi hasil uji statistik antara konsentrasi ozon tidak berhubungan secara signifikan dengan jumlah kasus maupun prevalensi asma. Hal ini dapat dikarenakan data asma keterbatasan data asma dan minimnya titik sampling ozon. Konsentrasi ozon di Kecamatan Jagakarsa sudah tidak sehat bagi masyarakat khususnya kelompok rentan, termasuk orang-orang yang mempunyai riwayat penyakit asma.
 

 
Ozone is a pollutant which can trigger asthma. Ozone concentration in Kecamatan Jagakarsa is beyond threshold and asthma cases increase during 2010 to 2011.This research is aimed to identify association between ozone concentration and asthma in Jagakarsa. This research is time trend ecological study. Data was collected from daily air quality monitoring from Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah of DKI Jakarta Province and from daily report of asthma in Puskesmas. Total data is 377 consists of 377 data of daily asthma cases, and 277 data of daily ozoe concentration. Rresearcher also collected data of NO2 concentration and climate components. To analyse we used simple linear regression model. The result shows that concentration of ozone is related significantly with concentration of NO2, temperature, and humidity. 1-hour maximum and 8-hour ozone was exceed the treshhold. It indicates concentration of ozone in Jagakarsa was not healthy for population notably for susceptible population include people who suffering asthma. However, there is no significant relation between concentration of ozone and asthma (both total cases and prevalence). It can be caused by lack of accurate data of asthma and lack of the number of sampling site. Concentration ozone of asthma in Jagakarsa was not healthy for population especially among susceptible group, include people who suffers asthma.
Read More
S-7774
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andre Aldino; Pembimbing: Helda; Penguji: Yovsyah, Rian Hermana
Abstrak:
Terapi ARV merupakan hal yang penting bagi ODHA, di Indonesia cakupan ODHA yang menerima ART masih rendah, hal tersebut dapat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya demografi(jumlah dan kepadatan penduduk) serta sosioekonomi(rata lama sekolah, angka melek huruf, persen penduduk miskin, PDRB per kapita, tingkat partisipasi angkatan kerja, dan tingkat pengangguran terbuka). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara faktor demografi dan sosioekonomi yang terdapat di setiap provinsi di Indonesia dengan cakupan ODHA yang menerima ART pada tahun 2022. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi ekologi dengan uji statistic uji korelasi. Terdapat faktor yang berhubungan dengan cakupan ODHA yang menerima ART diantaranya Jumlah penduduk (p-value = 0,001 , R. = 0,736), kepadatan penduduk (p-value = 0,000 , R. = 0,566), PDRB per kapita (p-value = 0,014 , R. = 0,417), dan tingkat pengangguran terbuka (p-value = 0,001 , R. = 0,547).

ARV therapy is important for PLWHA, in Indonesia the coverage of PLWHA receiving ART is still low, this can be influenced by several factors including demographics (number and population density) and socioeconomic (average length of schooling, literacy rate, percent of poor population, GDRP per capita, labor force participation rate, and unemployment rate). The purpose of this study was to identify the relationship between demographic and socioeconomic factors in each province in Indonesia with the coverage of PLWHA receiving ART in 2022. The study design used in this study was an ecological study design with a statistical correlation test. There are factors related to the coverage of PLWHA receiving ART including population (p-value = 0.001 , R = 0.736), population density (p-value = 0.000 , R. = 0.566), GDRP per capita (p-value = 0.014 , R. = 0.417), and unemployment rate (p-value = 0.001 , R. = 0.547).
Read More
S-11245
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deddy Maulana Hasyim; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Renti Mahkota, Syahrizal Syarif,Yoan Hotnida Naomi Hutabarat, Yuliana Kusaeri
Abstrak: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atautekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg yang berlangsung lama. Sering tidakmenunjukkan gejala dan tidak terdeteksi dini, baru disadari apabila telahmenyebabkan gangguan organ. Prevalensi hipertensi Provinsi Lampung cukuptinggi dan meningkat.Tujuan penelitian diketahuinya hubungan penuaan populasi,dukungan sosial, populasi menikah, kualitas SDM, produktivitas SDM, kepadatanpenduduk terhadap terjadinya hipertensi pada masyarakat Provinsi Lampungtahun 2013 setelah dikontrol kovariat umur, jenis kelamin, status pernikahan,status pekerjaan, tingkat pendidikan, daerah tempat tinggal. Desain penelitian inistudy ekologi yang dilaksanakan bulan Januari-Juni tahun 2016 pada 21898sampel. Variabel independen menggunakan data BPS 2013 dan variabel kovariatRiskesdas 2013. Data dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitianmenunjukkan penuaan populasi (POR=1,45,95%CI=1,32-160), kualitas SDM(POR=1,54, 95%CI=1,41-1,68), kepadatan populasi (POR=1,29,95%CI= 1,19-1,40) berhubungan dengan peningkatan hipertensi, sedangkan populasi menikah(POR=0,83, 95%CI= 0,76-0,91), produktivitas SDM (POR= 0,69, 95%CI=0,63-0,76) berhubungan manurunkan terjadinya hipertensi. Dibutuhkan kerjasamalintas sektor terkait, advokasi, KIE, screening kelompok risiko tinggi,meningkatkan dan mengaktifkan Posbindu penyakit tidak menular.Kata Kunci : Ekologi, Hipertensi, RiskesdasRefrensi : 93 (1995-2015).
Hypertension is increase systolic blood pressure ≥ 140 mmHg or diastolic bloodpressure ≥ 90 mmHg which lasted for long time. Often has no symptoms so it isnot detected early, it was realized when causes disruption organ. Prevalence inLampung Province is quite high and likely increase. Purpose this study knownrelationship aging population, social support, population married, quality humanresources, productivity human resources, population density at society LampungProvince in 2013 after controled covariate variable age, type of sex, marital status,job, education, area residence. Research design ecology study carried out January-June 2016 at 21898 sample, using data from Central Bureau Statistics asindependent variables and covariate variables Riskesdas 2013. Analyzed usinglogistic regression. Results showed relationship increases hypertension atpopulation aging (POR=1,45,95%CI=1,32-160), quality human resources(POR=1,54, 95%CI=1,41-1,68), population density (POR=1,29,95%CI=1,19-1,40), while population married (POR=0,83, 95%CI= 0,76-0,91), productivityhuman resources (POR= 0,69, 95%CI=0,63-0,76) related to lower hypertension. Ittakes cooperation among relevant sectors, advocacy, IEC, screening high-riskgroups, to improve and enable Posbindu non communicable disease.Kata Kunci : Ecologi, Hypertension, RiskesdasRefrensi : 93 (1995-2015)
Read More
T-4668
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariefanny Nabila; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis, Aria Kusuma
Abstrak:
Kondisi temperatur pesisir Jakarta yang terus meningkat akibat dampak dari perubahan iklim akan mempengaruhi penularan dan perkembangan penyakit, termasuk Tuberkulosis Paru. Kota Administrasi Jakarta Timur memiliki jumlah kasus TB Paru tertinggi di Provinsi DKI Jakarta dan terus mengalami kenaikan kasus. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi untuk menganalisis hubungan signifikan antara faktor mikro iklim dengan insiden TB Paru BTA (+). Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan antara temperatur udara (lag 1: r= 0,1,93; lag 2: r= 0,289), kecepatan angin (lag 1: r= -0,139) dan curah hujan (lag 2: r= -0,173) dengan insiden TB Paru. Hasil analisis per bulan dan per tahun menunjukan hubungan antara faktor mikro iklim dengan insiden TB Paru BTA (+) pada periode musim basah. Faktor variabilitas mikro iklim dapat menggambarkan 0,8% dari insiden TB Paru BTA (+) yang sebenarnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan searah antara temperatur udara, kecepatan angin, tekanan udara dan curah hujan tinggi terhadap insiden TB Paru. Sementara itu curah hujan yang rendah dan kelembaban relatif memiliki hubungan berlawanan arah dengan insiden TB Paru. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan deteksi dini potensi peningkatan kasus TB Paru dengan indikator mikro iklim, serta memfokuskan pencegahan dan pengendalian TB Paru di musim basah.

The condition of Jakarta's coastal temperature which continues to increase due to the impact of climate change will affect the transmission and development of diseases, including Pulmonary Tuberculosis. East Jakarta Administrative City has the highest number of pulmonary TB cases in DKI Jakarta Province and continues to experience an increase in cases. This study used an ecological study design to analyze the significant relationship between microclimatic factors and the incidence of AFB (+) pulmonary TB. The results of the correlation test showed that there was a relationship between air temperature (lag 1: r= 0.1.93; lag 2: r= 0.289), wind speed (lag 1: r= -0.139) and rainfall (lag 2: r= - 0.173) with the incidence of pulmonary TB. The results of analysis per month and per year show the relationship between microclimatic factors and the incidence of AFB (+) pulmonary TB in the wet season period. The microclimate variability factor can describe 0.8% of the actual incident (+) Lung TB. The conclusion of this study is that there is a unidirectional relationship between air temperature, wind speed, air pressure and high rainfall on the incidence of pulmonary TB. Meanwhile, low rainfall and relative humidity have an opposite relationship with the incidence of pulmonary TB. Suggestions from this study are to develop early detection of the potential increase in pulmonary TB cases with microclimate indicators, and focus on prevention and control of pulmonary TB in the wet season.
Read More
S-11424
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Diyanna; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Fitri Kurniasari, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak: Kejadian hipertensi terus meningkat di Provinsi Jakarta dimana pada tahun 2021 terjadi 365.901 kejadian hipertensi. Kemudian, meningkat di tahun 2022 menjadi 469.921 kejadian serta meningkat kembali pada tahun 2023 hingga mencapai 580.393 kejadian. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah konsentrasi polutan udara. Provinsi Jakarta sendiri diketahui sebagai wilayah ke-4 sebagai wilayah paling berpolusi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor polutan udara (PM10, PM2.5, SO2, CO, O3, dan NO2) dengan kejadian hipertensi di Provinsi Jakarta Tahun 2021 – 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi ekologi dengan unit analisis lima kota administrasi di Provinsi Jakarta menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan uji korelasi dan ditampilkan dalam tabel serta grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 memiliki hubungan yang signifikan negatif dengan kejadian hipertensi. Sedangkan untuk konsentrasi PM10, SO2, CO, O3, dan NO2 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi di Provinsi Jakarta tahun 2021 – 2023.
The incidence of hypertension continues to increase in Jakarta Province where in 2021 there were 365,901 incidents of hypertension. Then, it increased in 2022 to 469,921 incidents and increased again in 2023 to reach 580,393 incidents. One of the risk factors for hypertension is the concentration of air pollutants. Jakarta Province itself is known as the 4th most polluted area in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between air pollutant factors (PM10, PM2.5, SO2, CO, O3, and NO2) with the incidence of hypertension in Jakarta Province in 2021 - 2023. This study used an ecological study research design with an analysis unit of five administrative cities in Jakarta Province using secondary data. Data analysis uses a correlation test, which is displayed in tables and graphs. The results showed that PM2.5 concentration had a significant negative relationship with the incidence of hypertension. Meanwhile, the concentrations of PM10, SO2, CO, O3, and NO2 show no significant relationship with the incidence of hypertension in Jakarta Province in 2021-2023.
Read More
S-11868
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive