Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Dinuna; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Dicky Luvenus Tahapary
S-10089
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Cempaka Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yulianto S Nugroho, Alfajri Ismail, Deni Indrias
Abstrak: Kasus kebakaran merupakan kasus yang menelan kerugian material yang tidak sedikit baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. The Geneva Association pada tahun 2014 mencatat kerugian akibat kebakaran adalah 1 % dari GDP (Gross Domestic Product). Kebakaran tersebut terjadi di area perumahan, apartemen dan gedung-gedung perkantoran bertingkat tinggi. Semakin tinggi sebuah gedung, maka bahaya kebakaran dalam gedung tersebut semakin tinggi, baik kerusakan aset, kehilangan surat berharga, kematian dan cidera akibat kebakaran. Penulis melakukan penelitian deskriptif analitik dengan desain studi kroseksional untuk melakukan analisis risiko kebakaran di salah satu gedung tinggi di Jakarta, dimana penelitian ini mengindetifikasi faktor risiko kebakaran baik itu faktor yang berpotensi untuk menyebabkan kebakaran, faktor kegagalan dalam menangani kebakaran, dan faktor yang mempersulit evakuasi penghuni gedung yang dilihat dari sudut pandang man, material, method, machine dan environment. Kemudian hasil identifikasi risiko dianalisis dari frekuensi dan konsekuensinya melalui analisis semi kuantitatif dan dihasilkan bahwa faktor risiko utama kebakaran di gedung X adalah kurangnya pengawasan dari pihak manajemen gedung terhadap tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman yang dapat menyebabkan kebakaran di gedung X. Meskipun demikian gedung X dikategorikan sebagai gedung dengan tingkat kebakaran yang rendah. Kata kunci : GDP, Kebakaran, Man, Material, Method, Machine, Environment, Risiko
Read More
T-4435
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Cempaka Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yulianto S Nugroho, Alfajri Ismail, Deni Indrias
Abstrak: Kasus kebakaran merupakan kasus yang menelan kerugian material yang tidak sedikit baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. The Geneva Association pada tahun 2014 mencatat kerugian akibat kebakaran adalah 1 % dari GDP (Gross Domestic Product). Kebakaran tersebut terjadi di area perumahan, apartemen dan gedung-gedung perkantoran bertingkat tinggi. Semakin tinggi sebuah gedung, maka bahaya kebakaran dalam gedung tersebut semakin tinggi, baik kerusakan aset, kehilangan surat berharga, kematian dan cidera akibat kebakaran. Penulis melakukan penelitian deskriptif analitik dengan desain studi kroseksional untuk melakukan analisis risiko kebakaran di salah satu gedung tinggi di Jakarta, dimana penelitian ini mengindetifikasi faktor risiko kebakaran baik itu faktor yang berpotensi untuk menyebabkan kebakaran, faktor kegagalan dalam menangani kebakaran, dan faktor yang mempersulit evakuasi penghuni gedung yang dilihat dari sudut pandang man, material, method, machine dan environment. Kemudian hasil identifikasi risiko dianalisis dari frekuensi dan konsekuensinya melalui analisis semi kuantitatif dan dihasilkan bahwa faktor risiko utama kebakaran di gedung X adalah kurangnya pengawasan dari pihak manajemen gedung terhadap tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman yang dapat menyebabkan kebakaran di gedung X. Meskipun demikian gedung X dikategorikan sebagai gedung dengan tingkat kebakaran yang rendah. Kata kunci : GDP, Kebakaran, Man, Material, Method, Machine, Environment, Risiko
Read More
T-4435
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teti Hastati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: R. Sutiawan, Ebo Widarisman, Eka Pernamasari
Abstrak: Pedagang Besar Farmasi (PBF) harus menerapkan Cara Distribusi Obat yangBaik (CDOB) dalam semua aktivitas pengelolaan obatnya sebagai upayajaminan kualitas obat di rantai distribusi. PBF yang telah menerapkan CDOBdiberikan Sertifikat CDOB oleh Badan POM melalui proses Sertifikasi CDOB. Sebagai bentuk pelayanan publik di lingkungan Badan POM, pelaksanaan Sertifikasi CDOB masih belum optimal dalam memberikan pelayanan kepadaPBF. Hal tersebut dikarenakan tidak ada sistem pengawasan timeline padapelaksanaan sertifikasi, petugas di Badan POM terbebani untuk membuatlaporan di setiap tahapan sertifikasi, kurangnya integritas data dan informasiyang dihasilkan, ketidakpastian status dan waktu penyelesaian proses sertifikasiCDOB yang dialami oleh PBF pemohon, serta kurangya informasi kepadamasyarakat mengenai sertifikasi CDOB. Oleh karena itu peneliti mengembangkan Sistem Informasi Sertifikasi CDOB dengan menerapkan konsep pengembangan indikator pengawasan timeline, sistem manajemen basisdata dan sistem informasi berbasis web. Dari hasil penelitian, sistem informasiyang dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL database inidapat menghasilkan tabel pengawasan timeline yang memberikan informasi status sertifikasi serta waktu yang tersisa untuk pelaksanaan setiap tahapansertifikasi sehingga dapat membantu perencanaan sertifikasi dan timelinepelayanan publik dapat terpantau. Selain itu, sistem informasi ini dapatmenyimpan data base hasil setiap tahapan sertifikasi serta otomatisasi penentuan bahwa PBF memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat untuk diberikan Sertifikat CDOB. Dengan sistem informasi berbasis web akan mempermudah komunikasi antara petugas di Badan POM dan PBF karena sistem dirancang secara online serta bentuk publikasi hasil sertifikasi ini dapat dimanfaatkan olehinstansi lain dan pelaku usaha kefarmasian sebagai sumber data pemilihan distributor. Kata kunci:Sertifikasi, CDOB, sistem informasi
Drug wholesaler must implement Good Distribution Practices (GDP) in all theirdrugs handling in an effort to guarantee drugs quality in their distribution chain.Those who already implement GDP will be awarded certificate by BPOM,through GDP certification process. As a public service in BPOM, thiscertification procedure is still not optimal in providing service to the drugwholesaler. That is because there is no timeline monitoring on the certificationimplementation, the officer in BPOM burdened to create reports in every step ofthe certification, there are lack of data and information integrity in the outcome,the uncertainty for the status and time GDP certification process will be donefor the applicant, also lack of information for public about GDP certificationresults. Therefore, researcher developed the GDP certified information systemby implement timeline monitoring indicators development concept , databasemanagement system and web-based information system. From the research, theinformation system developed with the PHP programming language and Mysqldatabase will create timeline monitoring tables that will give certification statusinformation, also time remaining for each stage of the certification so it can helpcertification plan, and public service timeline can be monitored. In addition thesystem can store every phase of the certification as well as automationdetermination whether a drug wholesaler eligible or not to be GDP certified.With a web-based information system, will ease communication betweenofficers in BPOM and drug wholesaler due to its online naturality, and thepublication of the results can be utilized by other agencies and pharmaciesindustry as a source for distributors selection to deal with.Key Words:Certification, GDP, information system
Read More
T-4123
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lili Damayanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Murti Komala Dewi, Teti Hastati
Abstrak:
Dalam rangka kemudahan berusaha dan percepatan proses perizinan, pemerintah telah melakukan simplifikasi regulasi terkait perizinan berusaha termasuk dalam bidang distribusi obat dengan menerbitkan PP No. 5 Tahun 2021 dan PerBPOM No. 10 Tahun 2021. Berdasarkan regulasi tersebut, terdapat perubahan persyaratan dalam proses sertifikasi CDOB diantaranya pemangkasan timeline proses sertifikasi CDOB baik dari pihak BPOM maupun pelaku usaha, serta simplifikasi jenis sertifikat CDOB. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi kebijakan sertifikasi CDOB sebagai standar perizinan berusaha di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian menggunakan teori analisis kebijakan Van Meter dan Van Horn dengan variabel ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik badan pelaksana, komunikasi, disposisi pelaksana, serta lingkungan ekonomi, sosial dan politik yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Hasil penelitian adalah ukuran dan tujuan kebijakan serta disposisi pelaksana telah jelas dan dipahami namun masih terkendala pada aspek sumber daya (anggaran), komunikasi, dan karakteristik badan pelaksana dalam hal keterbatasan SDM dan fasilitas khususnya di instansi pemerintah, serta lingkungan ekonomi, sosial dan politik turut berpengaruh pada implementasi kebijakan sertifikasi CDOB sebagai standar perizinan berusaha. Kesimpulan: implementasi kebijakan sertifikasi CDOB sebagai standar perizinan berusaha belum berjalan secara optimal karena masih terdapat perubahan kebijakan yang belum diimplementasikan terkait simplifikasi jenis sertifikat CDOB.

In the context of facilitating doing business and accelerating the licensing process, the government has simplified regulations related to business licensing, including in the field of drug distribution by issuing Government Regulation Number 5 of 2021 and BPOM Regulation Number 10 of 2021. Based on these regulations, there are changes to the requirements in the GDP certification process included trimming the timeline for the GDP certification process both from the BPOM and business actors, as well as simplification of the types of GDP certificates. The research objective is to determine the implementation of the CDOB certification policy as a business licensing standard in Indonesia. The research uses a qualitative approach with in-depth interviews and document review. This study uses the theory of policy analysis by Van Meter and Van Horn with the variables of policy size and objectives, resources, characteristics of implementing agencies, communication, disposition of implementers, as well as the economic, social and political environment that influences policy implementation. The results of the research are that the size and objectives of the policy as well as the disposition of the executors are clear and understood but are still constrained in the aspects of resources (budget), communication, and the characteristics of the implementing agency in terms of limited human resources and facilities, especially in government agencies, as well as the economic, social and political environment. influence on the implementation of the GDP certification policy as a business licensing standard. Conclusion: the implementation of the GDP certification policy as a business licensing standard has not run optimally because there are still policy changes that have not been implemented regarding the simplification of the GDP certificate type.
Read More
T-6650
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive