Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yanti Diastiningsih; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Yeni Dwi Lestari
Abstrak:
Latar belakang: Data global, terdapat 2,2 milyar penduduk di seluruh dunia memiliki gangguan penglihatan jauh dan dekat. Setengah dari kasus atau sekitar 1 milyar memiliki gangguan penglihatan yang dapat dicegah atau belum ditangani, dan berpotensi kejadian low vision. Seorang dengan low vision berakibat kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seperti putus sekolah, dan kehilangan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian low vision di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Metode: Desain studi yang digunakan adalah desain studi potong lintang (cross sectional). Data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari rekam medis. Sampel penelitian ini adalah 281 responden pasien kontrol rawat jalan Poli Anugerah IPKMT RSCM Kirana. Hasil: Proporsi kejadian low vision di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo adalah sebesar 16,8%. Adanya hubungan signifikan secara statistik dengan kejadian low vision pada faktor klinik yaitu katarak nilai-p=<0,001dan PR=6,03 (95%CI;2,21 ? 16,5) dan retinopati diabetik dengan nilai-p=0,005 dan PR=3,20 (95%CI;1,69 ? 6,06). Kesimpulan: Katarak dan retinopati diabetik memiliki hubungan secara signifikan dengan kejadian low vision. Meningkatkan pelayanan kesehatan mata dan deteksi dini diharapkan dapat mencegah gangguan penglihatan yang berakibat low vision.

Background: Global data reported that 2.2 billion of worldwide population suffer from far and near vision impairment. Half of the cases, or approximately 1 billion people, exhibits the visual impairment which can be prevented but has not been addressed, leading to the occurrence of low vision. A person with a low vision would be susceptible to the risk of the difficulty in performing their daily activity and affects their quality of life such as school dropout and loosing their job. Objective: This study aims to determine the factors associated of low vision incidence in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Method: This study performs a cross sectional study design, using secondary data obtained from medical records. As many as 281 respondents were collected from outpatient control in Poliklinik Anugerah IPKMT RSCM Kirana. Results: The propotion of low vision incidence in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo was estimated 16.8%. There is a statistically significant relationship with the incidence of low vision between clinical factor, i.e. cataract with p-value=<0,001 and PR=6,03(95%CI;2,21 ? 16,5) and diabetic retinopathy with p-value=0,005 and PR=3,20 (95%CI;1,69 ? 6,06). Conclusion: Cataract and diabetic retinopathy were identified to have a significant relationship with the incidence of low vision. Improving eye health services and early detection is expected to prevent visual impairment which result in low vision.
Read More
S-11185
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agoesti Novalentina; Pembimbing: Hendra; Penguji: Abdul Kadir, Yulian Marstianto
Abstrak:
Komputer merupakan salah satu alat kerja perkantoran yang digunakan untuk menunjang kebutuhan pekerjaan. Dampak dari penggunaan komputer yang berlebihan adalah Computer Vision Syndrome (CVS). Karyawan Head Office PT X berisiko untuk terkena CVS karena sehari-hari bekerja menggunakan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian CVS dan faktor risiko yang berhubungan pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan pengukuran langsung kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75% responden mengalami kejadian CVS. Gejala CVS yang paling banyak dirasakan oleh responden adalah mata tegang (72%), mata gatal (68%), dan mata kering (67%). Gejala CVS lebih banyak ditemukan pada karyawan perempuan (79,3%), karyawan yang istirahat dengan durasi 15 menit (75,6%), karyawan yang bekerja menggunakan laptop (76%), karyawan yang menggunakan komputer tanpa lapisan anti glare (75,8%), serta karyawan yang menggunakan komputer mode terang (78,1%). Analisis hubungan dengan menggunakan uji chi square, didapatkan hubungan yang signifikan antara penggunaan alat bantu penglihatan (p=0,019, OR=3,35), jarak pandang (p=0,047, OR=3,08), dan intensitas pencahayaan (p=0,047, OR=3,08) dengan kejadian CVS. Semua faktor risiko CVS berkontribusi terhadap kejadian CVS pada karyawan, tetapi tidak semua variabel berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan yang mencakup ketiga faktor tersebut dalam rangka menurunkan gejala CVS pada karyawan Head Office PT X.

The computer is one of the office work tools used to support work needs. The impact of excessive computer use is Computer Vision Syndrome (CVS). Head Office employees of PT X are at risk of developing CVS because they work daily using computers. This study aims to determine the incidence of CVS and associated risk factors in PT X employees. This study used a quantitative method with a cross sectional approach. Data collection used questionnaires, observation, and direct measurement to 100 respondents. The results showed that 75% of respondents experienced CVS. The most common CVS symptoms felt by respondents were eye strain (72%), itchy eyes (68%), and dry eyes (67%). CVS symptoms were more common among female employees (79,3%), employees who took breaks with a duration of 15 minutes (75,6%), employees who worked on laptops (76%), employees who used computers without anti glare coating (75,8%), and employees who used bright mode computers (78.1%). Relationship analysis using the chi square test showed a significant relationship between the use of visual aids (p=0,019, OR=3.35), visibility (p=0,047, OR=3.08), and lighting intensity (p=0,047, OR=3.08) with the incidence of CVS. All CVS risk factors contributed to the incidence of CVS in employees, but not all variables were significantly associated. Therefore, it is necessary to make improvement efforts that include all three factors in order to reduce CVS symptoms in PT X Head Office employees.
Read More
S-11686
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive