Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Melanie Vandauli; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Prasna Pramitha, Navin Sonathalia
Abstrak:
Tesis ini membahas Perencanaan pembangunan Pelayanan Geriatri di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Menganalisa faktor faktor Kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman ,sebagai positioning untuk berdirinya pelayanan geriatri.Setelah itu menyusun Strategi dan pemetaan strategi, sampai pada perumusan KPI unit agar pelayanan Geriatri dapat terlaksana
Read More
B-2117
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Strategi Pemasaran Klinik Nyeri Dengan Pendekatan Komunitas Geriatri di Rumah Sakit Mandaya Karawang
Farida Apriani Utami; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Imas Rahmi Wisdiani
Abstrak:
Read More
Pelayanan klinik nyeri adalah pelayanan kesehatan di poliklinik yang berfokus pada manajemen nyeri akut dan kronis. Klinik nyeri dibuka akhir September 2019, dan hanya ada satu-satunya di Karawang. Dari data pasien poliklinik tahun 2018, pasien dengan keluhan nyeri sekitar 50% total pasien dari poliklinik yang dapat menjadi potensi klinik nyeri. Dari data kunjungan klinik nyeri diketahui usia terbanyak yang berkonsultasi adalah usia produktif dan usia lanjut (geriatri). Di RS Mandaya sudah terbentuk komunitas geriatri yang diberi nama Golden Club. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dimulai pada bulan Oktober 2019 sampai Mei 2020. Informan penelitian, yaitu Direktur Utama, Kepala Divisi Pemasaran, Dokter penanggung jawab klinik nyeri, Sub unit pemasaran bagian community office, perawat klinik nyeri, pasien dan atau keluarga pasien klinik nyeri, anggota komunitas golden club. Data diambil dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah segmentasi dan target klinik nyeri yaitu pasien yang mempunyai keluhan nyeri kronis baik yang sudah ataupun belum mendapatkan pengobatan sebelumnya, perempuan, usia produktif (³20-64 tahun) dan usia lanjut (³65 tahun), tempat tinggal di kecamatan karawang Barat dan Telukjambe Timur, jenis pembayaran dengan jaminan pribadi. Dengan spesialisasi produk intervensi nyeri menggunakan penuntun C-Arm atau Ultrasonografi. Posisi pasar klinik nyeri sebagai market leader pelayanan klinik nyeri untuk rujukan dari internal maupun eksternal RS Mandaya. Bauran pemasaran Co-creation ingin mengembangkan intratechal analgesia, Currency yang ditawarkan di klinik nyeri masih perlu evaluasi dari manajemen untuk penentuan tarif, Communal activation dan Coversation dilakukan secara online melalui sosial media, grup whatsapp, dan telekonsultasi. Strategi pemasaran klinik nyeri melalui pendekatan komunitas geriatri saat ini belum seperti yang diharapkan dan tercapai
Pain clinic services are health services in polyclinics that focus on acute and chronic pain management. This pain clinic was opened at the end of September 2019, and there is in only one in Karawang. From polyclinic patient data in 2018, patients with pain complains were about 50% of the total patients from polyclinic which could be a potential pain clinic. From the pain clinic visit data of patients, it is known that the most consulted are the productive age and old age (geriatrics). At Mandaya Hospital, a geriatric community has been formed, which is called The Golden Club. This research is a case study research with a qualitative approach, begins in October 2019 to May 2020. Research informants including the President Director, Head of Marketing Division, Doctor in charge of Pain Clinic, Marketing sub-unit of the community office section, Pain clinic nurse, Patient and or family of pain clinic patients, Members of the golden club community. Data taken from primary and secondary data. The results of this study are segmentation and targets of pain clinic, namely patients who have complaints of chronic pain whether or not they have received prior treatment, women, productive age (³20-64 years old) and old age (³65 years old), living in West Karawang and East Telukjambe districs, types of payment with personal guarantee. Specialized in pain intervention products using C-Arm or USG guide. Pain clinic market position as the market leader in pain clinic services for internal and external referrals of Mandaya Hospital. The marketing mix of Co-creation wants to develop intratechal analgesia, Currency offered in pain clinics need evaluation from management for determining rates, Communal activation and Conversation are carried out online through social media, WhatsApp groups, and teleconsultation. The pain clinic marketing strategy with the geriatric community approach is currently not as expected and achieved
B-2180
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edy Rizal Wahyudi; Promotor: Sudarto Ronoatmodjo; Kopromotor: Besral, Siti Setiati; Penguji: Hadi Pratomo, Ratna Djuwita, Czeresna Heriawan Soejono, R.A. Tuty Kuswardhani, Soewarta Kosen
Abstrak:
Read More
Pendahuluan: Penduduk usia lanjut global secara cepat meningkat, hingga dapat mencapai 1,5-2 miliar pada tahun 2050, yang membawa masalah kesehatan termasuk peningkatan angka rawat inap dan rehospitalisasi pada geriatri. Hal tersebut akan menyebabkan penurunan kualitas perawatan geriatri di RS. Untuk mengatasi masalah ini, strategi perencanaan pulang khusus geriatri harus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perencanaan pulang terintegrasi terhadap kualitas perawatan RS bagi geriatri. Metode: Dilakukan penelitian mixed method di fasilitas perawatan akut dan rawat inap geriatri RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, penelitian kuantitatif melibatkan 259 geriatri, dengan 130 dalam kelompok kontrol dan 129 dalam kelompok intervensi. Perhitungan besar sampel mengikuti formula uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis meliputi analisis univariat, Chi-Square, Mantel-Haenszel, serta regresi logistik dengan luaran yaitu rehospitalisasi dan perawatan akut dalam 30 hari. Penelitian kualitatif dikerjakan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku rawat dan tenaga kesehatan untuk mencapai saturasi informasi. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan perencanaan pulang terintegrasi secara signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi dalam 30 hari (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0,657; IK 95% 0,445-0,971; p 0,045), namun tidak signifikan mengurangi tingkat penggunaan perawatan akut (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0,717; IK 95% 0,508-1,012; p 0,074) pada geriatri. Pada analisis stratifikasi dan multivariat, tidak ditemukan adanya confounding maupun interaksi antar confounding. Temuan kualitatif dari wawancara mendalam mendukung manfaat perencanaan pulang, dengan tercapainya kejenuhan informasi tentang perlunya implementasi dan saran untuk memanfaatkan media dalam edukasi perencanaan pulang. Dari observasi didapati bahwa implementasi perencanaan pulang di RS belum sesuai dengan pemahaman dan harapan informan. Simpulan: perencanaan pulang terintegrasi meningkatkan kualitas perawatan rumah sakit pada geriatri, dengan signifikan mengurangi tingkat rehospitalisasi. Penelitian lebih lanjut sangat dianjurkan.
Introduction: The global elderly population is rapidly increasing, with projections indicating it could reach 1.5-2 billion by 2050, leading to various health challenges including increased hospitalization and rehospitalization rates which marked the decline in hospital care quality. To address these issues, specific discharge planning strategies must be developed for geriatric population. This study establishes an integrated discharge planning model for geriatric post-discharge care and aims to elaborate on its influence on hospital care quality. Methods: Mixed method research was conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital's geriatric acute care and inpatient facilities. Quantitative research involved 259 hospitalized geriatrics, with 130 in the control group and 129 in the intervention group. Sample size calculation followed a hypothesis testing formula for two-proportion difference. Analyses included univariate, Chi-Square, Mantel-Haenszel stratification analyses, and logistic regression multivariate analyses, focusing on rehospitalization and acute care utilization rates within 30 days post-discharge. Qualitative research was done by conducting in-depth interviews and observations upon caregivers and healthcare professionals to achieve information saturation. Results & Discussion: Results showed integrated discharge planning significantly reduced rehospitalization rates within 30 days (ARR 12,1%; RRR 34,3%; RR 0.657; 95% CI 0.445-0.971; p 0.045), but did not significantly reduce acute care utilization rates (ARR 11,4%; RRR 28,3%; RR 0.717; 95% CI 0.508-1.012; p 0.074) in geriatrics. In stratification and multivariate analyses, both confounding and confounding interactions were not found. Qualitative findings from in-depth interviews supported the benefits of discharge planning, with information saturation on the need for its implementation and suggestions for media utilization in discharge planning education. Observation revealed that discharge planning implementations in routine hospital geriatric care were not yet satisfactory, according to the informants understanding and expectations. Conclusion: In conclusion, integrated discharge planning improved hospital care quality in geriatrics, significantly reducing rehospitalization rates. Further research is recommended.
D-544
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nabila; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Lia Gardenia Partakusuma, Nindya Savitri
Abstrak:
Read More
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut layanan kesehatan yang mampu mendukung terwujudnya active ageing, yaitu penuaan yang mengoptimalkan aspek kesehatan, partisipasi, dan keamanan. Namun, penerapan konsep ini di fasilitas kesehatan primer masih belum dievaluasi secara komprehensif, terutama dalam konteks hubungan antara kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta peran layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lansia di Klinik Pertamina IHC menjalani proses penuaan, menghadapi perubahan fisik dan psikologis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat mereka dalam mencapai active ageing. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci dan informan utama, serta observasi fasilitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya promotif-preventif di Kinik masih bersifat sporadis dan belum terstandardisasi, sementara pelayanan kuratif menjadi fokus utama karena tingginya beban penyakit kronis. Dari sisi psikologis, dukungan keluarga dan hubungan sosial berperan dalam menjaga motivasi, adaptasi, dan kesejahteraan emosional lansia. Faktor perilaku seperti aktivitas fisik, pola makan, dan kepatuhan pengobatan menunjukkan variasi antar kelompok usia, dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, dukungan keluarga, dan pemahaman terhadap penyakit. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas ramah lansia, belum adanya SPO khusus geriatri, keterbatasan edukasi yang konsisten, serta hambatan fisik dan psikologis pada beberapa lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian active ageing memerlukan integrasi pelayanan yang lebih sistematis, edukasi yang terstruktur, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pelibatan keluarga dalam proses perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan desain layanan kesehatan lansia yang lebih holistik dan berkelanjutan di Klinik Pertamina IHC.
The growing proportion of older adults in Indonesia necessitates health services that effectively support active ageing, defines as the process of optimising health, participation, and security in later life. However, the implementation of this concept within primary health care settings has not been comprehensively evaluated, particularly regarding the interaction between physical health, psychological well-being, and the role of health services in enabling older adults to age actively. This study aims to explore how older adults at Klinik Pertamina IHC experience ageing, interpret physical and psychological changes, and identify the factors that facilitate or hinder their ability to acheive active ageing. Using a qualitative phenomenological design, in-depth interviews were conducted with key informants and primary informants, complemented by observations of clinis facilities. Data were analysed using thematic analysis. The findings indicate that promotive and preventive activities within the clinic remain sporadic and lack standardization, while curative services dominate due to high burden of chronic diseases. Psychologically, family support and social relationships play a crucial role in sustaining motivation, emotional well-being, and adaptive coping among older adults. Behavioral determinants, such as physical activity, dietary patternts, and medication adherence vary across age groups and are influenced by health status, family involvement, and health literacy. Key challenges include limited age-friendly facilityes, the absence of standard operationg procedures for geriatric care, inconsistent health education delivery, and physical psychological constrants experienced by some older adults. This study concludes that achieving active ageing requires more systematic service integration, structured health education, enhanced competency among health professionals, and stronger family engangement. The findings provide an evidence base for developing more holistic and sustainable older adult health services at Klinik Pertamina IHC.
T-7474
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
