Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shela Rachmayanti; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sukwan Handali, Sukamto Koesnoe, Ngabila Salama
Abstrak: Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit yang dinamis dan mudah bermutasi, varian Delta yang menyebabkan lonjakan kasus dan mortalitas signifikan di Indonesia pada Mei ? September 2021. Berdampak pada tingginya beban fasilitas kesehatan dan isolasi mandiri. Studi ini spesifik mempelajari dampak komorbid terhadap mortalitas pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri pada periode tersebut. Metode: Desain studi kohort retrospektif menggunakan data surveilans Dinkes DKI Jakarta, dengan total sampling pada eligible population. Dilakukan analisis kesintasan menggunakan kurva Kaplan Meier dan dilakukan evaluasi proportional hazard. Analisis multivariat dilakukan menggunakan Cox-Extended jika ditemukan pelanggaran proportional hazard Hasil: Analisis melibatkan 15.088 kasus konfirmasi dengan tingkat kesintasan keseluruhan 96,31%. Kesintasan lebih rendah pada kelompok dengan komorbid, ≥60 tahun, laki laki dan memiliki gejala (p<0.00). Cox-extended menunjukan risiko kematian pada kelompok yang memiliki komorbid pada <7hari sebesar aHR3,78(IK95%2,94-4,87) dan pada ≥7hari sebesar aHR1,78(IK95%1,412-2,954). Gangguan imunologi [aHR13,13(IK95%2,79-91,76)] merupakan komorbid yang paling berperan meningkatkan mortalitas. Kesimpulan: Risiko mortalitas selama masa pengamatan (30 hari) lebih tinggi pada kelompok yang memiliki komorbid, variabel lain yang berperan diantaranya usia lanjut, laki laki dan bergejala.
Background: COVID-19 is a very dynamic disease. Recently, a new Delta variant caused a significant spike in morbidity and mortality in Indonesia from May to September 2021, inflicting a high burden on healthcare facilities and self-isolation services. This study aims to analyze the impact of comorbidities on the mortality of COVID-19 patients who underwent self-isolation during the stipulated period. Methods: The study was a retrospective cohort, using surveillance data from the DKI Jakarta Health Office. The data was sampled through a total sampling method for the eligible population. A survival analysis was performed using the Kaplan Meier curve and a proportional hazard evaluation was carried out. Multivariate analysis was assessed using Cox-Extended, if violation of proportional hazard assumption is found. Results: The analysis included 15,088 confirmed cases with overall survival of 96.31%. Survival was lower in the group with comorbid, aged ≥60 years, male, and symptomatic (p<0.00). Cox-extended showed a higher risk of mortality in the group with comorbidities at <7th days [aHR3.78(95% CI 2.94-4.87)] and at ≥7th days aHR1,78(IK95%1,412-2,954). Immunological disorder [aHR13,13(IK95%2,79-91,76)] was the most impactful comorbid towards mortality. Conclusion: This study concludes that the risk of mortality during the observational period (30 days) was higher in the comorbid group. Other contributing variables include old age, male gender, and exhibiting symptoms.
Read More
T-6457
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Evariyana Bangun; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah, Dian Ayubi, Wida Guslianti, Dian Larasati
Abstrak:
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi manajemen mutu paripurna untuk mempertahankan kualitas pelayanan serta kepuasan. Penanganan kasus COVID-19 dengan isolasi mandiri merupakan metode utama bagi sebagian besar pasien. Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru merupakan puskesmas pertama yang terlibat dalam penanganan COVID-19 di provinsi DKI Jakarta etodologi: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru pada Juni sampai Juli 2020. Pengumpulan data dilakukan melalui survei elektronik pada pasien yang pernah menjalani isolasi mandiri COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru. Hasil: Penelitian menunjukkan, response rate sebesar 84%. Indeks kepuasan pasien isolasi mandiri COVID-19 adalah 3,51. Dimensi dengan indeks kepuasan pasien tertinggi ada pada dimensi empati dan jaminan dengan nilai 3,61. Dimensi dengan indeks kepuasan pasien terendah adalah dimensi penampilan fisik dengan nilai 3,33. Pelayanan kesehatan pada pasien isolasi mandiri puskesmas termasuk dalam kelompok mutu pelayanan dengan kategori baik. Determinan kepuasan pelayanan isolasi mandiri COVID-19 konsisten dengan kondisi sebelum pandemi pada variabel pendidikan, kondisi psikososial dan kondisi situasional

Background: Self-isolation is a new approach for asymptomatic mild symtoms for COVID-19 patients.  Complaints from as much as 5% of COVID-19 self-isolating patients at Puskesmas Kecamatan  Kebayoran Baru should be followed up by analyzing the level of patient satisfaction and the determinant  factors, as part of continuous improvement in handling COVID-19. Methodology: This research is a  quantitative with cross sectional design, conducted at the Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru starting  from June to July 2020. Data was collected by electronic survey on COVID-19 self-isolating patients.  Results: The satisfaction index for self-isolating patients was 3.51. The dimensions of empathy and  assurance have the highest satisfaction index (3.61), while the physical dimension is the lowest  satisfaction index (3.33). Determinants of patient satisfaction include education (p value=0.018:  OR=2.277), income (p value=0.000: OR=0.192), psychosocial conditions (p value=0,000: OR=3.054),  and situational conditions (p value=0,000: OR=4,225). The dominant factor that affects patient  satisfaction is the situational condition. Conclusion: COVID-19 sef-isolation patients satisfaction in  Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru is categorized in the category of good quality services. The  determinants of service satisfaction for COVID-19 self-isolation patients are consistent with pre-  pandemic conditions on income, psychosocial, and situational variables. 

Read More
T-5948
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febriyana Mustika Dewi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Inswiasri, Mitta Ratna
Abstrak: Sampah menjadi masalah beberapa negara yang sedang berkembang salah satunya Indonesia. Pada bulan Desember 2019, terjadi wabah penyakit yang disebabkan oleh koronavirus atau biasa disebut COVID-19, kota Cimahi adalah salah satu kota yang padat di Provinsi Jawa Barat dengan kasus isolasi mandiri sebanyak 10.323 Tujuan untuk mengetahui seberapa jauh penularan COVID- 19 klaster keluarga berdasarkan penanganan sampah spesifik rumah tangga yang dihasilkan pasien penyintas COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di Kota Cimahi 2022. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. sampel penelitian ini adalah 237 Orang penyintas COVID-19 yang melakukan Isolasi mandiri di rumah. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kouisoner yang telah dilakukan iji validitas dan realibilitas. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga (p=0,025), terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penularan klaster keluarga (p= 0,014), terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan penularan setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu pendidikan dan terdapat hubungan yang signifikan sikap dengan penularan setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu usia pada penyintas COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dengan kejadian COVID-19 klaster keluarga di Kota Cimahi 2022 Kesimpulan tidak terdapat penyebaran COVID-19 yang masif di klaster keluarga, Pengetahuan baik dan sikap buruk pada pasien survivor COVID-19, Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga, Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan kejadian penularan klaster. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian penularan klaster keluarga yang dikendalikan oleh variabel pengganggu pendidikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga yang dikendalikan oleh variabel pengganggu yaitu usia. Saran bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan PEMKOT Kota Cimahi perlunya memberikan penyuluhan mengenai penanganan sampah yang perlu dilakukan selama melakukan isolasi mandiri dalam upaya menekan kasus penyebaran kasus COVID-19 di klaster keluarga.
Factors on the Household Specific Waste Handling Characteristics of COVID-19 Survivors Patients Self-Isolating (Isoman) at Home With Family Cluster COVID-19 Incidences in Cimahi City 2022 Counsellor : Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr.PH. Waste is a problem in several developing countries, one of which is Indonesia.In December 2019, there was an outbreak of a disease caused by the corona virus or commonly called COVID-19, the city of Cimahi is one of the densest cities in West Java Province with 10,323 cases of self-isolation.Household-specific waste generated by COVID-19 survivor patients who are self-isolating (isoman) in Cimahi City 2022. This research method is a quantitative research with a cross sectional design. The sample of this study 237 respondent COVID-19 survivors who were self-isolating at home. The data collected in this study is primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results showed that there was a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission (p = 0.025), there was a significant relationship between education and family cluster transmission (p = 0.014), there was a significant relationship between knowledge and transmission after being controlled by the confounding variable, namely education. and there is a significant relationship between attitudes and transmission after being controlled by the confounding variable, namely the age of COVID-19 survivors who are self-isolating at home with the incidence of family cluster COVID-19 in Cimahi City 2022. The conclusion is that there is no massive spread of COVID-19 in family clusters, Good knowledge and bad attitudes in patients who survive COVID-19, There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission, There is a significant relationship between education and the incidence of cluster transmission. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of family cluster transmission which is controlled by the educational confounding variable. There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission controlled by the confounding variable, namely age.Suggestions for Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi of PEMKOT Cimahi City need to provide counseling regarding waste management that needs to be done during self-isolation in order to suppress the spread of COVID-19 cases in family clusters
Read More
T-6477
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fortuna Dewi Cahyo; Pembimbing: Haryoto; Penguji: Ririn Arminsih, Cucu Cakrawati Kosim
Abstrak: Tempat isolasi mandiri terpusat merupakan fasilitas yang disediakan bagi pasien positif COVID-19 yang memerlukan isolasi mandiri, dalam aktivitasnya tempat isolasi mandiri terpusat menghasilkan limbah, salah satunya limbah B3 medis. Penelitian ini membahas mengenai pengelolaan limbah B3 medis di tempat isolasi mandiri terpusat pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah pasien positif COVID-19, mengetahui kesiapsiagaan dan respon dari pemangku kepentingan, mengidentifikasi aspek-aspek pengelolaan limbah B3 medis, dan menganalisis perbedaan pengelolaan limbah sebelum dan sesudah menjadi tempat isolasi. Metode penelitian ini adalah campuran atau mixed methods, kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. data dan informasi yang diperoleh berasal dari wawancara dan observasi data sekunder, pedoman dan peraturan, serta dokumen dari tempat isolasi mandiri terpusat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada pengelolaan limbah B3 medis di Guest House PSJ UI sebelum dan sesudah menjadi tempat isolasi mandiri terpusat. Jenis dan sumber limbah yang dihasilkan sebagian besar adalah limbah infeksius, seperti APD dan alat bekas rapid test. Regulasi yang digunakan mengacu pada PP RI Nomor 22 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/537/2020. Perbedaan pengelolaan limbah di Guest House PSJ UI sebelum dan sesudah menjadi tempat isolasi sebagian besar terdapat pada karakteristik limbah yang dihasilkan.
A centralized self-isolation place is a facility provided for COVID-19 patients who require self-isolation. In their activities, a centralized self-isolation place produces waste, one of which is medical B3 waste. This study discusses the management of medical B3 waste in a centralized self-isolation area during the COVID-19 pandemic. This study aimed to determine the number of positive COVID-19 patients, determine preparedness and response from stakeholders, identify aspects of medical B3 waste management, and analyze differences in waste management before and after becoming a centralized self-isolation place. This research method is mixed, quantitative, and qualitative with descriptive analysis. Interviews and observations of secondary data, guidelines, and regulations, as well as documents from a centralized self-isolation place, obtain data and information. This study's results indicate differences in the management of medical B3 waste at the Guest House PSJ UI before and after becoming a centralized self-isolation place. The types and sources of waste generated are mostly infectious, such as PPE and used rapid test equipment. The regulations refer to PP RI Number 22 of 2021 and the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01.07/MENKES/537/2020. The difference in waste management at the Guest House PSJ UI before and after becoming a centralized self-isolation place is mainly in the characteristics of the waste produced.
Read More
S-10969
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive