Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Miftahul Arsyi; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi, Nida Rohmawati
Abstrak: Negara-negara ASEAN merupakan penyumbang prevalensi kejadian BBLR tertinggi kedua di Benua Asia yaitu sebesar 12,3%. Antenatal Care (ANC) menjadi salah satu mitigasi dalam menurunkan kejadian BBLR. Pengaruh K1 murni dan kualitas pelayanan ANC terhadap kejadian BBLR penting untuk diketahui. Analisis menggunakan data Demographic Health Survey (20142017) di Empat Negara ASEAN. Desain penelitian cross-sectional dengan analisis regresi logistik ganda. Proporsi kejadian BBLR di Negara Indonesia (6,7%), Kamboja (6,7%), Myanmar (7,5%), dan Filipina (13,8%). K1 murni tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR (aOR = 1,0; CI 95%: 0,91,1). Namun, kualitas pelayanan ANC dengan kunjungan < 4 kali dan 6 komponen tidak lengkap didapatkan Odds kejadian BBLR 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan kunjungan ≥ 4 kali dan 6 komponen lengkap (aOR=1,3; CI 95%: 1,11,5). Negara Myanmar didapatkan Odds kejadian BBLR tertinggi, ibu hamil kunjungan < 4 kali dan 6 komponen tidak lengkap 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan kunjungan ≥ 4 kali dan 6 komponen lengkap (aOR = 1,7; CI 95%: 1,02,7). K1 murni belum cukup dalam menurunkan kejadian BBLR, hasil yang kosisten disetiap negara bahwa peningkatan pelayanan ANC yang berkualitas yaitu kunjungan lebih dari 4 kali dan komponen pelayanan ANC lengkap dapat menurunkan kejadian BBLR
ASEAN countries is the second highest incidence of low birth weight (LBW) in Asia, accounting for approximately 12.3% of LBW cases in Asia. Antenatal Care (ANC) is one of the most important preventive measures in reducing the incidence of LBW. The study aimed to analysis the association of the early Antenatal Care visit and quality of ANC services, towards LBW incidence. This study used Demographic and Health Survey data (20142017) in four ASEAN countries. This study used a cross-sectional design with multiple logistic regression analysis. The proportion of LBW in Indonesia, Cambodia, Myanmar, and Philippines was (6,7%), (6,7%), (7,5%), and (13,8%), respectively. The results showed that early visit did no effect on the incidence of LBW (aOR = 1,0; CI 95%: 0,91,1). However, quality of ANC services had an association with LBW incidence (aOR=1,3; CI 95%:1,11,5). Myanmar had the highest odds ratio of LBW, in which the odds of LBW for mothers that received < 4 visits, 6 incomplete components was 1.7 times higher compared with mothers that received ≥ 4 visits, 6 complete components (OR = 1.7; 95% CI:1.0-2.7). Early antenatal care visit is not enough to reduce the risk of LBW, however consistent results in each county that the improvement of quality of ANC services for reducing the risk of LBW.
Read More
T-6273
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Muazaroh; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Mieke Savitri, Nurwirah Verliyanti
Abstrak: Peningkatan perilaku berisiko pada pria dengan status menikah yang membeli seks dapat meningkatkan risiko penularan HIV pada ibu hamil dan anak. Meski fasilitas kesehatan primer dan beberapa rumah sakit di Jakarta Selatan telah menyediakan layanan PPIA, namun tidak semua ibu hamil menjalani tes HIV sehingga angka penularan HIV pada anak masih terjadi. Fenomena ibu hamil yang saat ini lebih banyak mengunjungi fasyankes swasta dan lemahnya sistem integrasi antara Puskesmas dengan fasyankes swasta mempengaruhi cakupan skrining HIV pada K1 ibu hamil.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis implementasi PPIA, serta variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PPIA pada 4 Puskesmas Kecamatan di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara mendalam kepada tiga kelompok informan yakni 5 orang pemangku kepentingan, 1 orang bidan dari BPM, serta 9 ibu hamil. Data PPIA yang dianalisis berlangsung pada rentang waktu Januari hingga Agustus 2019.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PPIA di Jakarta Selatan tahun 2019 tidak tercapai. Adapun variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi PPIA di Jakarta Selatan ialah rendahnya cakupan skrining HIV pada K1 ibu hamil pada ibu yang berkunjung di luar FKTP Publik, lemahnya pencatatan dan pelaporan, serta rendahnya dukungan pemerintah terhadap sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Perlu dilakukan lebih banyak sosialisasi dan peningkatan strategi cakupan PPIA agar penularan HIV pada pasangan berisiko tinggi dan penularan HIV dari ibu terinfeksi ke anak dapat tereliminasi.
Read More
S-10250
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kirana Anggraini; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sandra Fikawati, Agung Sugihantono, Asangga Guyansyah
T-4269
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kirana Anggraini; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sandra Fikawati, Agung Sugihantono, Asangga Guyansyah
T-4269
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive