Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dewi Mutia Rahayu; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Nur Huda Salasa Majid
Abstrak:
Read More
Pertalite merupakan produk minyak yang diidentifikasi sebagai cairan yang dapat menyala lalu memicu kilatan api (flash fire) atau ledakan. PT X, sebuah perusahaan distribusi, menggunakan jalur maritim dan kapal tanker untuk mendistribusikan produk minyak ini. Salah satu jenis kapal tanker yang digunakan adalah Self Propelled Oil Barge (SPOB). Risiko tinggi bahaya kebakaran dan ledakan pada kapal tanker berasal dari produk minyak yang tergolong extremely flammable liquid. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemodelan kuantitatif yang menggunakan data sekunder perusahaan, studi literatur, serta wawancara pekerja. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Areal Locations Of Hazadous Atmosphere (ALOHA) berdasarkan skenario terburuk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsekuensi kebakaran dan ledakan dari kebocoran tangki berupa jangkauan radiasi termal dari skenario kebakaran pool fire dan overpressure threat zone atau blast area dari skenario ledakan vapor cloud explosion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jangkauan konsekuensi kebakaran pool fire mencapai 95 meter, sementara ledakan vapor cloud explosion mencapai 558 meter. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhitungkan konsekuensi kebakaran dan ledakan ini, mempertahankan sistem keselamatan kebakaran dan tanggap darurat yang sudah ada, serta melakukan sosialisasi mengenai konsekuensi kebakaran dan ledakan kepada pekerja, masyarakat, serta pihak dermaga.
Pertalite is an oil product identified as a flammable liquid that can ignite and cause flash fires or explosions. PT X, a company involved in oil distribution, employs maritime routes and tankers to transport this oil product. One of the tanker types used is the Self Propelled Oil Barge (SPOB). The high risk of fire and explosion hazards on tankers arises from the presence of extremely flammable liquids onboard. This research is a descriptive study that utilizes quantitative modeling, including company secondary data, literature reviews, and employee interviews. The data are then analyzed using the Areal Locations Of Hazardous Atmosphere (ALOHA) software based on worst-case scenarios. The aim of this study is to analyze the consequences of fire and explosion resulting from tank leaks, focusing on the thermal radiation coverage from pool fire scenarios and the overpressure threat zones or blast areas from vapor cloud explosion scenarios. The results of this study indicate that the range of consequences for pool fires reaches up to 95 meters, while vapor cloud explosions can extend up to 558 meters. Therefore, it is crucial for the company to consider the consequences of fire and explosion, maintain the existing fire safety and emergency response systems, and raise awareness among employees, the local community, and the dockyard about the potential risks of fire and explosion.
S-11286
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febrina Yolanda; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Aulia Akbar, Angga Andhika
Abstrak:
Read More
Pertalite dan B40 merupakan produk minyak yang diidentifikasi sebagai cairan yang dapat menyala lalu memicu kilatan api (flash fire) atau ledakan. PT XYZ, sebuah perusahaan distribusi, menggunakan jalur maritim dan kapal tanker untuk mendistribusikan produk BBM ini. Salah satu jenis kapal tanker yang digunakan adalah Self Propelled Oil Barge (SPOB) dan Oil Barge (OB). Risiko tinggi bahaya kebakaran dan ledakan pada kapal tanker berasal dari produk minyak yang tergolong extremely flammable liquid. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemodelan kuantitatif yang menggunakan data sekunder perusahaan, studi literatur, serta wawancara pekerja. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Areal Locations Of Hazardous Atmosphere (ALOHA) berdasarkan skenario terburuk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsekuensi kebakaran dan ledakan dari kebocoran tangki berupa jangkauan radiasi termal dari skenario kebakaran pool fire dan overpressure threat zone atau blast area dari skenario ledakan vapor cloud explosion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsekuensi kebakaran dan ledakan pada kapal pengangkut bahan bakar dipengaruhi secara signifikan oleh jenis bahan bakar, luas puddle area, serta karakteristik penguapan bahan mudah terbakar. Pemodelan menggunakan perangkat lunak ALOHA pada skenario pool fire menunjukkan bahwa surrogate Pertalite (Isooctane) menghasilkan intensitas kebakaran dan jangkauan radiasi termal yang lebih besar dibandingkan surrogate HSD B40 (N-Dodecane) pada kedua kapal. Pada SPOB, jangkauan Radiasi Termal Pool fire mencapai 145 meter pada yellow zone, sedangkan pada OB. mencapai 228 meter sebagai jarak konsekuensi terbesar dari seluruh skenario. Sementara itu, skenario Vapor Cloud Explosion (VCE) hanya terjadi pada surrogate Pertalite karena konsentrasi uap N-Dodecane tidak mampu mencapai Lower Explosive Limit (LEL) di area perairan terbuka. Hasil pemodelan VCE menunjukkan bahwa overpressure maksimum tidak mencapai tingkat destruktif struktural (>8 psi), namun masih berpotensi menyebabkan cedera serius hingga jarak 98 meter dan pecahnya kaca hingga 114 meter pada OB. Secara keseluruhan, OB menghasilkan threat zone lebih besar dibandingkan SPOB akibat puddle area yang lebih luas. Dengan demikian, yellow zone pool fire OB sebesar 228 meter direkomendasikan sebagai acuan minimum safety buffer zone dalam operasi bongkar muat bahan bakar di area perairan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhitungkan konsekuensi kebakaran dan ledakan ini, mempertahankan sistem keselamatan kebakaran dan tanggap darurat yang sudah ada, serta melakukan sosialisasi mengenai konsekuensi kebakaran dan ledakan kepada pekerja, masyarakat, serta pihak dermaga.
The results of this study indicate that the consequences of fire and explosion on fuel transport vessels are significantly influenced by the type of fuel, puddle area, and evaporation characteristics of flammable substances. Modeling using the ALOHA software in pool fire scenarios demonstrated that the Pertalite surrogate (Isooctane) produced higher fire intensity and wider thermal radiation threat zones compared to the HSD B40 surrogate (N-Dodecane) on both vessels. On SPOB, the thermal radiation distance from the pool fire scenario reached 145 meters in the yellow zone, while on OB it reached 228 meters, representing the largest consequence distance among all modeled scenarios. Meanwhile, the vapor cloud explosion (VCE) scenario only occurred for the Pertalite surrogate because the vapor concentration of N-Dodecane was unable to reach the Lower Explosive Limit (LEL) under open-water conditions. The VCE modeling results showed that the maximum overpressure did not reach the destructive structural level (>8 psi); however, it still had the potential to cause serious injuries up to 98 meters and glass breakage up to 114 meters on OB. Overall, OB consistently produced larger threat zones than SPOB due to its larger puddle area. Therefore, the 228-meter yellow zone from the pool fire scenario on OB is recommended as the minimum safety buffer zone reference for fuel loading and unloading operations in marine areas.
T-7659
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
