Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Andhika Stevianingrum; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Astrid Wina Lestari, Siti Rahmatia Pratiwi
Abstrak:
Tesis ini membahas terkait gambaran tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Safety Culture Maturity Level) serta kinerja keselamatan di PT. X, sebuah perusahaan jasa pertambangan batubara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada pekerja di jobsite A,B,C,D pada bulan April - Juni 2022. Variabel kematangan budaya K3 nantinya dilihat keterkaitannya terhadap kinerja keselamatan di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan hasil tingkat kematangan budaya keselamatan di PT X pada level Proaktif dengan kinerja keselamatan berdasarkan tingkat kejadian kecelakaan yang dinilai baik, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kematangan budaya keselamatan dengan kinerja keselamatan di PT.X
Read More
T-6395
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astien Setianingrum; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Alwahono, Lana Saria
Abstrak:
Manajemen risiko merupakan proses mengelola risiko agar organisasi dapat mencapai tujuan. Dibutuhkan pondasi yang kuat tentang konsep manajemen risiko sebelum menerapkannya. Penelitian ini akan menganalisis manajemen risiko keselamatan pertambangan di PT HPU site PDU, DMI, KMO, dan MGA berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dengan triangulasi sumber yaitu, sumber data dari pengawas tingkat Project Manager, Superintendent, dan Foreman. Hasil wawancara dilakukan analisis konten dan dibandingkan dengan dokumen PT HPU berdasarkan SMKP Minerba dilengkapi referensi lain tentang standar manjemen risiko (ISO 31000:2009, AS/NZS 4360:2004, dan ISO 45001:2018). Berdasarkan analisis konten, didapati bahwa interpretasi pengawas di PT HPU tentang manajemen risiko belum sepenuhnya sesuai dengan standar manajemen risiko karena prosedur perusahaan belum mengakomodir seluruh proses manajemen risiko. Oleh karena itu perlu adanya penyusunan prosedur tentang manajemen risiko yang terintegrasi dengan sistem manajemen keselamatan pertambangan perusahaan dan dipahami oleh setiap lini manajemen.
Read More
T-5694
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Herna Rosalin Manullang; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Lana Saria, Lydia Hardiani
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: The World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Untuk mengendalikan penyebaran virus SAR-CoV-2, pemerintah telah membuat berbagai kebijakan. Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang berpotensi menyebabkan penularan virus SAR-COV-2, salah satunya di sektor pertambangan. Di masa pandemi COVID-19, pengelolaan keselamatan pertambangan dihadapkan pada bahaya baru yaitu virus SARS-COV-2 dengan risiko penularan yang sangat cepat, yang memerlukan peningkatan pengelolaan keselamatan pertambangan dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 terjadi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengelolaan keselamatan pertambangan di perusahaan batubara sebelum dan saat pandemi COVID-19. Metode: Menggunakan desain cross sectional, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada perusahaan batubara pada periode Oktober hingga Desember 2021. Sampel sebanyak 35 perusahaan dianalisis dengan menggunakan data kuantitatif yaitu telaah dokumen laporan RKAB 2017 hingga 2021. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh gambaran pengelolaan keselamatan pertambangan dengan capaian pengelolaan keselamatan pertambangan saat pandemi COVID-19 (2020-2021) lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 (2017-2019 Kesimpulan: Dalam hal ini terbukti pandemi COVID-19 mempengaruhi pengelolaan keselamatan pertambangan, bahkan perusahaan yang tidak melakukan kegiatan penambangan karena kasus terpapar COVID-19.
Background: The World Health Organization (WHO) has declared Corona Disease 2019 (COVID-19) as a pandemic. To control the spread of the SAR-CoV-2 virus, the government has made various policies. The workplace is one of the locations that has the potential to cause the transmission of the SAR-COV-2 virus, one of which is in the mining sector. During the COVID-19 pandemic, mining safety management was faced with a new danger, namely the SARS-COV-2 virus with a very rapid risk of transmission, which required improved management compared to before the COVID-19 pandemic occurred. Objective: This research is aimed to see how mining safety management in coal companies before and during the COVID-19 pandemic. Methods: Using a cross sectional design, with quantitative and qualitative approaches. The study was conducted on coal companies in the period from October to December 2021. A sample of 35 companies was analyzed using quantitative data, namely document review from the 2017 to 2021 RKAB reports. Result: Based on the research that has been done, an overview of mining safety management in the process of mining activities is obtained. Mining safety management achievement data during the COVID-19 (2020-2021) pandemic is lower than before the COVID-19 pandemic (2017-2019 Conclusion: In this case it is proven that the COVID-19 pandemic affects mining safety management, even companies that do not perform mining activities due to cases of being exposed to COVID-19.
T-6493
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Osaegi Restu Amrulloh; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, Supandi, Rozzaq Alhanif Islamudin
Abstrak:
Read More
Partisipasi pekerja merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). Tingkat partisipasi pekerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah safety leadership yang diterapkan oleh pimpinan unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya safety leadership terhadap partisipasi pekerja dalam implementasi keselamatan pertambangan di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods. Tahap kuantitatif dilakukan dengan rancangan cross-sectional terhadap 699 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear berganda. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, focus group discussion, dan telaah dokumen untuk menjelaskan dan memperdalam hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi safety leadership memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi pekerja, dengan hubungan terkuat pada task-centred leadership (r=0,673; p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa democratic leadership dan task-centred leadership merupakan dua dimensi yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pekerja (masing-masing β=0,318 dan β=0,292; p<0,001), diikuti relationship-centred leadership (β=0,187; p=0,004), sedangkan authoritarian leadership tidak berpengaruh signifikan (p=0,168). Model penelitian mampu menjelaskan 48,7% variasi partisipasi pekerja (Adjusted R²=0,487). Hasil pendalaman kualitatif menunjukkan bahwa kejelasan arahan kerja, konsistensi pengawasan keselamatan, komunikasi dua arah, keterlibatan pekerja dalam pengambilan keputusan, dan tindak lanjut terhadap masukan pekerja merupakan faktor yang mendukung peningkatan partisipasi pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa safety leadership berperan penting dalam meningkatkan partisipasi pekerja dalam implementasi keselamatan pertambangan, dengan democratic dan task-centred leadership sebagai dua dimensi yang paling dominan memengaruhi partisipasi pekerja.
Worker participation is a critical factor in the successful implementation of the Mining Safety Management System. The level of worker participation is influenced by various factors, one of which is the safety leadership practiced by supervisors and managers. This study aimed to analyze the influence of safety leadership styles on worker participation in the implementation of mining safety at PT XYZ. An explanatory sequential mixed-methods design was employed. The quantitative phase used a cross-sectional approach involving 699 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using Spearman correlation and multiple linear regression. The qualitative phase was conducted through in-depth interviews, observations, focus group discussions, and document review to explain and enrich the quantitative findings. The results showed that all dimensions of safety leadership were positively and significantly associated with worker participation, with the strongest relationship observed in task-centred leadership (r = 0.673; p < 0.001). Multivariate analysis revealed that democratic leadership and task-centred leadership were the two most influential dimensions affecting worker participation (β = 0.318 and β = 0.292, respectively; p < 0.001), followed by relationship-centred leadership (β = 0.187; p = 0.004), while authoritarian leadership was not significantly associated with worker participation (p = 0.168). The regression model explained 48.7% of the variance in worker participation (Adjusted R² = 0.487). Qualitative findings indicated that clear work instructions, consistent safety supervision, two-way communication, worker involvement in decision-making, and follow-up on worker feedback were key factors supporting increased worker participation. This study concludes that safety leadership plays an important role in enhancing worker participation in mining safety implementation, with democratic and task-centred leadership being the two most dominant dimensions influencing worker participation.
T-7666
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hadiyan; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Robiana Modjo, Lana Saria, Dean Andreas Simorangkir
Abstrak:
Read More
Negara Indonesia dikenal karena memiliki kekayaan akan sumber daya alam dan energi, diantaranya adalah batubara. Kecelakaan kerja di pertambangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan kecelakaan tambang yang dapat menyebabkan munculnya kerugian kepada individu dan peralatan seperti yang luka atau cidera, serta kerugian secara finansial atau ekonomi akibat dari terhambatnya atau terhentinya kegiatan produksi akibat kecelakaan pertambangan yang terjadi. PT H sebagai perusahaan jasa pertambangan memiliki risiko dalam kegiatan operasionalnya. Risiko ini menjadi lebih besar dikarenakan aktivitas bisnis PT H yang berkaitan langsung dengan produksi dan pendistribusian batubara. Hal ini menjadikan manajemen risiko menjadi isu penting dalam upaya mengantisipasi kejadian atau kerugian yang mungkin muncul. Proses manajemen risiko diawali dengan menentukan/ menetapkan konteks, kegiatan identifikasi risiko, yang dilanjutkan dengan analisis terhadap risiko, pengelolaan risiko, evaluasi risiko, melaksanakan monitoring dan review, dan juga komunikasi dan konsultasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi PT H sebagai upaya melaksanakan manajemen risiko. Pada penelitian ini penulis melakukan telaah dokumen serta wawancara mendalam dengan beberapa informan yang berperan penting dan mengerti serta terlibat dalam penerapan proses manajemen risiko di PT H. Informan yang dipilih adalah Superintendent dan Supervisor.
Indonesia is known for having a wealth of natural and energy resources, including coal. Work accidents in mining or commonly known as mining accidents which can cause losses to individuals and equipment such as injuries or injuries, as well as financial or economic losses due to obstruction or cessation of production activities due to mining accidents that occur. PT H as a mining service company has risks in its operational activities. This risk becomes bigger because PT H's business activities are directly related to the production and distribution of coal. This makes risk management an important issue in an effort to anticipate events or losses that may arise. The risk management process begins with determining/determining the context, risk identification activities, followed by risk analysis, risk management, risk evaluation, carrying out monitoring and review, as well as communication and consultation. With this research, it is hoped that it can become input for PT H as an effort to implement risk management. In this study, the authors conducted a document review and in-depth interviews with several informants who played an important role and understood and were involved in the implementation of the risk management process at PT H. The selected informants were Superintendents and Supervisors.
T-6780
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Patmasari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Tigowati, Fauzi Jatmiko
Abstrak:
Read More
Fenomena Microsleep pada operator Dump Truck di industri pertambangan merupakan salah satu tantangan keselamatan kerja krusial yang dipicu oleh karakteristik pekerjaan monoton, durasi kerja panjang, dan sistem kerja shift. Pengawasan manual dan pendekatan administratif konvensional memiliki keterbatasan dalam mendeteksi penurunan kewaspadaan secara Real-Time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian Microsleep sebelum dan setelah penerapan sistem Defender berbasis AI serta mengevaluasi tingkat efektivitas teknologi tersebut dalam menurunkan angka kejadian Microsleep operator Dump Truck di PT X. Metodologi yang digunakan adalah metode campuran sekuensial eksplanatori (Mixed Methods Sequential Explanatory Design). Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada 201 operator Dump Truck (HD) dan dianalisis menggunakan program SPSS, serta dilengkapi data sekunder laporan Fatigue Incident Record periode 2020–2025. Data kualitatif dieksplorasi melalui wawancara mendalam bersama 8 pengawas lapangan dan 5 personel Safety, Health, and Environment (SHE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum implementasi sistem Defender (periode 2020–2023), angka kejadian Microsleep tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 1.262 kejadian per tahun. Setelah penerapan sistem Defender berbasis AI, jumlah kejadian Microsleep turun drastis menjadi 415 kejadian pada tahun 2024 dan mencapai titik terendah sebesar 207 kejadian pada tahun 2025 (rata-rata 311 kejadian). Hasil analisis data sekunder membuktikan tingkat efektivitas sistem sebesar 75,36% dalam menekan kejadian Microsleep. Diskusi menekankan bahwa alarm visual dan audio Real-Time dari Defender secara signifikan mempercepat deteksi dini dan memicu respons pengawasan proaktif, meskipun tantangan teknis seperti False Alarm akibat debu atau APD masih ditemukan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi monitoring fatigue Defender berbasis AI terbukti sangat efektif menurunkan angka kejadian Microsleep operator Dump Truck di PT X dan memperkuat implementasi Fatigue Risk Management System (FRMS).
The phenomenon of Microsleep among Dump Truck operators in the mining sector presents a critical occupational safety challenge, primarily driven by monotonous tasks, extended working hours, and shift work schedules. Conventional manual supervision and administrative controls have proved inadequate for detecting alertness degradation in Real-Time. This study aims to analyze the Microsleep incidence rates before and after the implementation of the AI-based Defender system and to evaluate the effectiveness of this technology in reducing Microsleep among Dump Truck operators at PT X. The methodology employed a Mixed Methods Sequential Explanatory Design. Quantitative data were gathered through Likert-scale questionnaires distributed to 201 Dump Truck (HD) operators, analyzed via SPSS software, and supplemented by secondary corporate Fatigue Incident Records from 2020 to 2025. Qualitative insights were extracted from in-depth interviews involving 8 field supervisors and 5 Safety, Health, and Environment (SHE) personnel. The findings indicate that prior to the system's integration (2020–2023), the frequency of Microsleep was notably high, averaging 1,262 incidents per year. Following the deployment of the AI Defender system, Microsleep occurrences fell sharply to 415 in 2024 and reached an all-time low of 207 incidents in 2025 (averaging 311 events). Secondary data analytics revealed a 75.36% effectiveness rate in mitigating Microsleep occurrences. The discussion highlights that Defender’s Real-Time audio-visual alerts substantially expedited early detection and triggered proactive supervisory interventions, despite enduring technical constraints like dust-induced or PPE-induced False Alarms. In conclusion, this study demonstrates that the implementation of the AI-powered Defender fatigue monitoring system is highly effective, reducing Microsleep incidence among Dump Truck operators at PT X by 75.36% and bolstering the corporate Fatigue Risk Management System (FRMS).
T-7661
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farhansyah Pratama; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Baiduri Widanarko, Mufti Wirawan, Propana Okionomus Ali, Herna Rosalin Manullang
Abstrak:
Read More
Industri pertambangan mineral dan batubara merupakan sektor berisiko tinggi yang masih mencatat kecelakaan fatal meskipun telah memiliki regulasi dan sistem manajemen keselamatan. Investigasi kecelakaan yang terlalu berfokus pada tindakan tidak aman pekerja berisiko mengabaikan faktor laten pada tingkat organisasi, pengawasan, kondisi kerja, dan sistem pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi accident archetypes atau pola kegagalan sistemik berulang pada kecelakaan fatal pertambangan mineral dan batubara di Indonesia melalui pendekatan Human Factors Analysis and Classification System for Mining Industry (HFACS-MI). Penelitian menggunakan desain kualitatif studi multi-kasus berbasis data sekunder berupa laporan investigasi kecelakaan tambang fatal tahun 2025 dari Kementerian ESDM. Dari 44 kasus fatalitas, tujuh kasus di regional Sumatera dan Kalimantan dipilih secara purposive berdasarkan kelengkapan data, keragaman aktivitas operasional, dan kompleksitas sistemik. Analisis dilakukan melalui directed content analysis, coding HFACS-MI, causal pathways, cross-case matrix, causal loop diagram, dan validasi expert judgement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational process, inadequate supervision, personnel factors, dan physical/technological environment muncul secara konsisten pada seluruh kasus yang dianalisis. Unsafe acts tidak berdiri sebagai penyebab tunggal, melainkan sebagai manifestasi akhir dari kondisi laten organisasi, pengawasan, kompetensi, dan lingkungan kerja. Penelitian ini mengidentifikasi empat accident archetypes, yaitu Cost-Driven Operational Normalization, Defense-in-Depth Collapse, Competence Illusion in High-Risk Engineering Tasks, dan Reactive Compliance Trap. Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan kecelakaan fatal perlu bergeser dari event-based intervention menuju structure-based intervention melalui penguatan pengawasan, critical control verification, preventive maintenance, verifikasi kompetensi, dan evaluasi efektivitas prosedur keselamatan di lapangan.
The mineral and coal mining industry is a high-risk sector that continues to experience fatal accidents despite the existence of safety regulations and management systems. Accident investigations that focus primarily on workers’ unsafe acts may overlook latent factors at the organizational, supervisory, working condition, and control-system levels. This study aimed to explore accident archetypes, or recurring patterns of systemic failure, in fatal mineral and coal mining accidents in Indonesia using the Human Factors Analysis and Classification System for Mining Industry (HFACS-MI). This research employed a qualitative multi-case study design based on secondary data from fatal mining accident investigation reports issued by the Ministry of Energy and Mineral Resources in 2025. Of 44 fatal accident cases, seven cases from the Sumatra and Kalimantan regions were purposively selected based on data completeness, operational diversity, and systemic complexity. Data were analyzed using directed content analysis, HFACS-MI coding, causal pathways, cross-case matrix, causal loop diagram, and expert judgement validation. The findings showed that organizational process, inadequate supervision, personnel factors, and physical/technological environment consistently appeared across all analyzed cases. Unsafe acts did not stand as single causes of accidents, but rather as final manifestations of latent organizational conditions, supervision, competence, and work environment. Four accident archetypes were identified: Cost-Driven Operational Normalization, Defense-in-Depth Collapse, Competence Illusion in High-Risk Engineering Tasks, and Reactive Compliance Trap. These findings suggest that fatal accident prevention should shift from event-based intervention toward structure-based intervention by strengthening supervision, critical control verification, preventive maintenance, competence verification, and evaluation of the actual effectiveness of safety procedures in the field.
T-7588
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Naim Fathoni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastitia, Fauzi Jatmiko, Mulyadi Alwi
Abstrak:
Read More
Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Salah satu program yang diterapkan oleh PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur adalah Safety Friendly Program, yang terdiri atas kegiatan observasi keselamatan, inspeksi keselamatan, dan manajemen menyapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Safety Friendly Program terhadap penurunan nilai Accident Frequency Rate (AFR) sebagai indikator kinerja keselamatan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain time series comparative. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan pelaksanaan Safety Friendly Program dan data statistik kecelakaan kerja periode Kuartal III Tahun 2025 hingga Kuartal I Tahun 2026. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan perangkat lunak statistik. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk sebelum pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety Friendly Program dilaksanakan secara konsisten selama periode penelitian. Aktivitas observasi, inspeksi, dan manajemen menyapa menunjukkan keterlibatan aktif manajemen dan pekerja dalam upaya peningkatan keselamatan kerja. Pada periode yang sama, nilai AFR menunjukkan tren penurunan dari 10,57 pada Kuartal III Tahun 2025 menjadi 8,02 pada Kuartal IV Tahun 2025 dan 3,07 pada Kuartal I Tahun 2026. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Safety Friendly Program berkontribusi terhadap penurunan frekuensi kecelakaan kerja selama periode intervensi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Safety Friendly Program efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kinerja keselamatan dan menurunkan nilai Accident Frequency Rate (AFR) pada PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur. Program ini dapat dijadikan strategi berkelanjutan dalam memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan partisipasi pekerja, dan mendukung pencapaian target zero accident.
The mining industry is recognized as a high-risk sector with significant occupational accident potential, requiring effective risk control measures to improve safety performance. One of the initiatives implemented by PT X, a coal mining contractor in East Kalimantan, is the Safety Friendly Program, which consists of safety observations, safety inspections, and management engagement activities (management walk-around). This study aims to analyze the effectiveness of the Safety Friendly Program in reducing the Accident Frequency Rate (AFR) as an indicator of organizational safety performance. This study employed a quantitative approach using a comparative time-series design. Secondary data were collected from Safety Friendly Program implementation reports and occupational accident statistics covering the period from the third quarter of 2025 to the first quarter of 2026. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate statistical methods. A Shapiro-Wilk normality test was performed prior to hypothesis testing. The results indicate that the Safety Friendly Program was implemented consistently throughout the study period. Safety observation activities, inspections, and management engagement demonstrated active participation from both management and workers in promoting workplace safety. During the same period, the AFR showed a declining trend, decreasing from 10.57 in the third quarter of 2025 to 8.02 in the fourth quarter of 2025 and further to 3.07 in the first quarter of 2026. These finding indicates that the implementation of the Safety Friendly Program contributed to a reduction in the frequency of work-related accidents during the intervention period. The study concludes that the Safety Friendly Program is an effective preventive strategy for improving safety performance and reducing the Accident Frequency Rate (AFR) at PT X. The program can serve as a sustainable approach to strengthening safety culture, increasing worker participation, and supporting the achievement of a zero-accident objective.
T-7671
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
