Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anggela Pradiva Putri; Pembimbing: Kemal N. Siregar, Toha Muhaimin; Penguji: Indang Trihandini, Husein Habsyi
Abstrak: HIV dan AIDS sampai saat ini masih menjadi kasus yang mendapat perhatian di duniadan Indonesia. Diantara kelmpok rentan penularan HIV, LSL merupakan salah satupopulasi kunci penyumbang jumlah kasus baru HIV pada tahun 2015 yaitu 12%. Terdapatberbagai faktor peyebaran HIV pada LSL, salah satunya yaitu penggunaan kondomkonsisten.

Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi hubungan penggunaan kondomdengan pencegahan HIV pada LSL di 6 kota di Indonesia dengan menggunakan dataSurvey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP 2015). Penelitian ini menggunakan studicross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Juni 2018. Populasi pada penelitian iniyaitu LSL yang memiliki pasangan tetap wanita, pria, atau waria. Jumlah sampelsebanyak 773 responden dengan melakukan pembersihan data.

Hasil penelitianmenunjukkan bahwa hubungan penggunaan kondom dengan status HIV memberikannilai p= 0,059 Terdapat hubungan yang signifikan antara seks anal dengan status HIVdengan nilai p= 0,027. Perlu dilakukan penyuluhan dan intervensi yang lebih agarpemakaian kondom dapat lebih efektif sebagai metode pencegahan HIVKata kunci: AIDS, HIV, LSL, Condom
HIV and AIDS is still a case of attention in the world and Indonesia. Among thevulnerable groups of HIV transmission, MSM is one of the key populations contributingto the number of new HIV cases by 2015 at 12%. There are various factors in the spreadof HIV in MSM, one of which is consistent condom use.

This study aims to identifycondom use relationships with HIV prevention in MSM in 6 cities in Indonesia usingBiological Integrated Survey and Behavioral Survey data (STBP 2015). This study usesa cross-sectional study conducted in March-June 2018. The population in this study isMSM who have a permanent partner of women, men, or waria. The number of samplesis 773 respondents by performing data cleaning.

The results showed that the relationshipof condom use with HIV status gave p value = 0.059 There was a significant correlationbetween anal sex with HIV status with p value = 0,027. More counseling andinterventions are needed to make condom use more effective as a method of HIVprevention.

Keywords: AIDS,HIV, MSM, Condom.
Read More
T-5399
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Fitrianti; Pembimbing: Indang Trihandini; Kemal N. Siregar; Penguji: Toha Muhaimin; Victoria Indrawati, Yuliandi
Abstrak: ABSTRAK Infeksi menular seksual dapat menimbulkan beban morbiditas dan mortalitas terutama di negara sedang berkembang. Berdasarkan data STBP di Indonesia, kelompok LSL memiliki prevalensi HIV meningkat tajam 2,5 kali dibandingkan hasil STBP sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis pasangan seksual dengan konsistensi penggunaan kondom pada LSL di 6 kota di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 827 orang. Hasilnya LSL yang mempunyai pasangan waria (44%) paling konsisten dalam menggunakan kondom, LSL yang mempunyai pasangan lakilaki (39,5%) merupakan kelompok LSL yang tidak konsisten dalam penggunaan kondom, dan LSL yang mempunyai pasangan wanita paling banyak yang tidak pernah menggunakan kondom (51,5%). LSL yang mempunyai pasangan laki-laki 8,06 kali lebih konsisten dalam penggunaan kondom dibandingkan pasangan wanita.LSL yang mempunyai pasangan waria 8,58 kali lebih konsisten dalam penggunaan kondom dibandingkan pasangan wanita. Variable confounding pengetahuan, penggunaan pelumas, akses, dan sumber informasi (teman sebaya, konselor, pertunjukan, media social, dan internet) memiliki hubungan yang bermakna terhadap penggunaan kondom secara konsisten. Saran dari penelitian inii yaitu memaksimalkan pelaksanaan program pencegahan HIV yang sudah ada dan penggunaan media massa dan pendekatan yang inovatif. Kata Kunci: LSL, Konsistensi penggunaan kondom ABSTRACT Sexually transmitted infections can cause a burden of morbidity and mortality, especially in developing countries. Based on STBP data in Indonesia, MSM have a HIV prevalence that has risen sharply 2.5 times compared to the previous STBP results. The purpose of this study was to analyze the types of sexual partners with the consistency of condom use in MSM in 6 cities in Indonesia. This study uses the Cross Sectional research method. The number of samples studied was 827 people. The result is MSM who have a transgender partner (44%) are most consistent in using condoms, MSM who have male partners (39.5%) are MSM groups who are inconsistent in condom use, and MSM who have the most female partners who have never use condoms (51.5%). MSM who had male partners 8.06 times were more consistent in condom use than female partners. LSL who have a transgender partner were 8.58 times more consistent in condom use than female partners. Variable confounding knowledge, use of lubricants, access, and sources of information (peers, counselors, shows, social media, and the internet) have a significant relationship to consistent condom use. Suggestions from this research are maximizing the implementation of existing HIV prevention programs and the use of mass media and innovative approaches. Keywords: MSM, Consistency of condom use
Read More
T-5478
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma AH Siahaan; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Nurjannah, Zulmely
Abstrak: Secara global, setiap tahun diperkirakan ada 6 juta kasus baru sifilis pada orang berusia 15 hingga 49 tahun. Sifilis menjadi faktor risiko diantara lelaki seks dengan lelaki (LSL) dan kelompok lain yang cenderung memiliki banyak pasangan seks. Seperti diketahui, orang yang menderita sifilis memiliki risiko tertular dan menularkan HIV lebih besar kepada orang lain. Ini karena cara penularan sifilis dan HIV memiliki kesamaan. Sebuah studi cross sectional: Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) pada tahun 2018-2019 dilakukan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari evaluasi program HIV AIDS di Indonesia. Penelitian dilakukan di 24 kabupaten/kota terpilih dengan jumlah sampel 3.941 LSL, pengumpulan data perilaku dilakukan dengan wawancara sementara data biologis sifilis dan HIV dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium sampel darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifilis adalah faktor risiko HIV dengan PR = 4.1 (95% CI: 3.4-4.9) Responden dengan sifilis mengalami kejadian HIV 4.5 kali lebih besar dibanding dengan responden tanpa siflis. Kombinasi sifilis, pekerjaan utama dan penggunaan kondom saat membeli seks meningkatkan risiko menjadi 4.5 (95% CI: 2.0310.03). Ada hubungan antara sifilis dan HIV. Sifilis meningkatkan risiko HIV hingga 4 kali diantara LSL. Pelibatan dan penguatan kapasitas teknis Organisasi Berbasis Komunitas (OBK) GWL dalam melakukan promosi seks aman dan pemanfaatan layanan bagi komunitas LSL serta akselerasi program IMS yang ramah populasi kunci (petugas dan alat) akan menjadi pendorong LSL untuk akses layanan secara rutin. Pencegahan sebagai pendekatan yang lebih efektif dapat dilakukan secara bersamaan mengingat bahwa Sifilis dan HIV dapat dicegah dengan cara yang sama. Sifilis diantara LSL perlu mendapatkan perhatian khusus karena jika tidak segera ditangani dampaknya akan masuk kepada populasi heteroseksual yang lebih besar.
Globally, every year there are 6 million new cases of syphilis estimated in people aged 15 to 49 years. Syphilis is a risk factor among men who have sex with men (MSM) and other groups that tend to have multiple sex partners. As is known, people who suffer from syphilis have a greater risk of contracting and transmitting HIV to others. This is because the mode of transmission of syphilis and HIV have in common. A cross sectional study: The Integrated Biological and Behavioral Survey (STBP) in 2018-2019 was conducted by the Ministry of Health as part of an evaluation of the HIV AIDS program in Indonesia. The study was conducted in 24 selected city/district with a total sample of 3,941 MSM, behavioral data collection was carried out by interview while syphilis and HIV biological data were carried out by laboratory examination of blood samples. Study showed that syphilis was a risk factor for HIV with PR = 4.1 (95% CI: 3.4-4.9). Respondents with syphilis have an incidence of HIV 4.5 times greater than respondents without syphilis. The combination of syphilis, primary occupation and the use of condoms when buying sex increases the risk to 4.5 (95% CI: 2.03-10.03). There is association between syphilis and HIV. Syphilis increases the risk of HIV up to 4 times among MSM. The involvement and strengthening of the technical capacity of the GWL Community Based Organization (CBO) in promoting safe sex and the utilization of services for MSM communities and the acceleration of STI-friendly programs for key populations (officers and tools) will be a driven of MSM for regular service access. Prevention as a more effective approach can be done simultaneously considering that both syphilis and HIV can be prevented in the same way. Syphilis among MSM needs special attention because if not treated immediately the impact will go to a larger heterosexual population.
Read More
T-5983
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Hasby; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri yunis Miko Wahyono, Nurjannah, Lely Wahyuniar
Abstrak: Epidemi HIV di Indonesia terkonsentrasi pada beberapa kelompok tertentu yang berisiko tinggi terhadap HIV dan salah satunya adalah kelompok LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki). Berdasarkan beberapa penelitian di negara lain, tindakan sirkumsisi (sunat) merupakan salah satu upaya pencegahan penularan HIV pada lelaki, dan sirkumsisi telah dilakukan oleh sebagian besar penduduk Indonesia yang mayoritas beragama islam. Namun di Indonesia, sirkumsisi belum masuk dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS serta masih minimnya penelitian terkait sirkumsisi terhadap HIV pada kelompok LSL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sirkumsisi terhadap status HIV pada LSL di Indonesia Tahun 2018/2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) HIV AIDS tahun 2018/2019 dengan desain penelitian potong lintang dan jumlah sampel sebesar 4.284 LSL di 19 Kabupaten/Kota terpilih STBP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSL yang tidak pernah melakukan sirkumsisi berisiko 1,27 kali lebih tinggi untuk positif HIV dibandingkan dengan LSL yang pernah melakukan sirkumsisi setelah dikontrol dengan variabel konsistensi penggunaan kondom dan pendidikan. Kerja sama antara pemerintah dan CSO (Civil Society Organization) menjadikan sirkumsisi yang mudah, murah, dan aman; sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan HIV diharapkan dapat melengkapi program upaya pencegahan lainnya yang sudah berjalan.
The HIV epidemic in Indonesia is concentrated in certain groups that are at high risk of HIV and one of them is the MSM (Men Sex with Men) group. Based on several studies in other countries, circumcision (sunat) is an effort to prevent HIV transmission in men, and circumcision has been carried out by the majority of Indonesia's population who are predominantly Muslim. However, in Indonesia, circumcision has not been included in the HIV AIDS prevention and control program and there is still a lack of research related to circumcision on HIV in the MSM group. The purpose of this study was to determine the relationship between circumcision and HIV status in MSM in Indonesia 2018/2019. This study used secondary data from the Integrated Biological and Behavioral Survey (IBBS) for HIV AIDS 2018/2019 with a cross-sectional design study and a sample size of 4,284 MSM in 19 selected IBBS districts/cities. The results showed that MSM who never performed circumcision had a 1.27 times higher risk of being HIV positive compared to MSM who had circumcised after being controlled with the consistency of condom use and education variables. The collaboration between the government and CSOs (Civil Society Organizations) to make circumcision easy, cheap, and safe as part of efforts to prevent HIV transmission is expected to complement other existing prevention programs
Read More
T-5988
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debi Puspa Indasasi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Yovsyah, Pranindya Meta Soraya
Abstrak: HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan utama dalam kesehatan masyarakat yangmemerlukan pencegahan dan penanggulangan secara berkesinambungan dalam upayamenurunkan angka infeksi HIV. Pola penularan HIV berdasarkan faktor risiko tidakmengalami perubahan, bahkan cenderung meningkat pada populasi kunci salah satunyaadalah kelompok LSL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan status HIV pada LSL di Klinik VCT RS Sentra Medika Kota Depoktahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectionaldan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data klien LSL di Klinik VCT yang telahteregistrasi di SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS) pada bulan Januari hingga Desember 2018.Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih luas berkaitan dengan perilaku berisiko,digunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner. Penelitian ini dilakukan padabulan September-Oktober 2019 dengan jumlah populasi 161 dan jumlah sampel 114. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proporsi LSL dengan status HIV (+) sebesar 12,3%. Hasil ujistatistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara variabel riwayat gejala IMS danpenggunaan kondom terhadap status HIV pada LSL.
Kata kunci:Status HIV/AIDS, LSL.
Read More
S-10231
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roslina Susilawati; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Besral, Anwar Hassan, Sri Pinantari, Eli Winardi
Abstrak:

Angka HIV meningkat di Indonesia terutama di kalangan LSL, salah satu cara efektif menurunkan infeksi HIV adalah melalui perubahan perilaku dengan meningkatkan pengetahuan tentang HIV-AIDS. Pada data tahun 2007 persentase LSL yang pernah melakukan tes HIV sebanyak 37 % di Jakarta, Medan, Batam, Bandung, Malang dan Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya testing HIV pada LSL dan setelah dianalisis, variabel-variabel yang berhubungan dengan testing HIV pada LSL adalah umur, starus pernikahan, pendidikan, persepsi, pengetahuan, dukungan petugas, keterpaparan informasi. Hasil analisis 34,9% LSL yang melakukan praktik Testing HIV, faktor yang paling berhubungan dengan testing HIV adalah keterpaparan informasi dengan p value 0,000 dan OR= 13,8.


The HIV rates increasing in Indonesia, especially among MSM. One effective way of lowering HIV infection is through a change in behavior by increasing knowledge about HIV-AIDS. In the 2007, the percentage of MSM who had an HIV test as much as 37% in Jakarta, Medan, Batam, Bandung, Malang and Surabaya. The purpose of this study was to determine the factors associated with low HIV testing in MSM and after analysis, the variables associated with HIV testing in MSM were age, infection status of marriage, education, perception, knowledge, support personnel, exposure information. Results of analysis MSM who practice HIV Testing is 34.9% , the most associated factor with HIV testing is exposure information with p value of 0.000 and OR = 13.8.

Read More
T-3784
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Purwaningsih; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Tiur Febrina Pohan
Abstrak:
Tren infeksi HIV di Indonesia memperlihatkan adanya peningkatan jumlah infeksi baru terutama di kalangan LSL. Tingginya laju epidemi HIV dapat ditekan dengan menerapkan perilaku seks aman yaitu dengan menggunakan kondom. Efektivitas kondom mencapai 95% jika digunakan secara konsisten. UNAIDS (2016) menyebutkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten terbukti sulit dicapai di semua populasi. Penggunaan kondom pada kalangan LSL secara global tidak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kondom pada LSL dilihat berdasarkan teori perilaku Green (faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat). Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan sumber data sekunder dari hasil STBP tahun 2018. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Total jumlah sampel penelitian adalah 3.399 LSL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kondom adalah umur, pendidikan, pekerjaan, persepsi risiko tertular HIV/AIDS, pengetahuan tentang HIV/AIDS, ketersediaan kondom, akses sumber informasi, program pencegahan HIV/AIDS, dan program tes HIV. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan intervensi HIV/AIDS berbasis internet, memperkuat kerjasama dengan OMS dan tokoh yang dekat dengan LSL (mami/mucikari, komunitas LSL), dan mengembangkan model layanan kesehatan ramah LSL.

HIV infection trends in Indonesia show an increasing number of new infections, especially among MSM. The high rate of the HIV epidemic can be suppressed by implementing safe sex behaviors, especially by using condoms. The effectiveness of condoms reaches 95% if used consistently. UNAIDS (2016) stated that the use of condoms consistently was difficult to achieve in all populations. Condom use among MSM globally has not increased in recent years. This study aims to determine the factors associated with condom use behavior among MSM based on Green's behavioral theory (predisposing, enabling, and reinforcing factors). This cross-sectional study was conducted among 3.399 MSM selected from IBBS 2018. Univariate and bivariate (chi square) analyses were performed to identify factors associated with condom use behavior. The results showed that the factors associated with condom use behavior were age, education, occupation, perceived risk of contracting HIV/AIDS, knowledge about HIV/AIDS, condom availability, access to information sources, HIV/AIDS prevention programs, and HIV testing programs. Therefore, it is necessary to develop internet-based HIV/AIDS interventions, strengthen collaboration with CSOs and figures close to MSM (mothers/pimps, MSM communities), and develop MSM-friendly health service models
Read More
S-11120
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ririn Febriana Anggraeni; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Muhammad Noor Farid, Ratna Djuwita, Nurhalina Afriana
Abstrak: Latar belakang: Hubungan seks yang berisiko menularkan HIV adalah hubunganseks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti pasangan yang sebagian besardidominasi dengan hubungan seks komersial, baik pada kelompok heteroseksualmaupun pada kelompok homoseksual atau sejenis. Kelompok yang palingberisiko tertular HIV adalah kelompok homoseksual dan biseksual yang biasadikategorikan sebagai lelaki seks lelaki atau disebut LSL. Di banyak bagianwilayah, HIV di kalangan LSL muncul dengan penularan HIV yang sangat cepat.

Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tahu status HIVterhadap penggunaan kondom konsisten pada LSL di Yogyakarta dan Makassardan melihat adakah perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan non RDS terhadap indikator program. Penelitian ini menggunakan data STBP2013.

Hasil: Dari hasil analisis diperoleh bahwa di Yogyakarta ada pengaruh tahu statusHIV terhadap penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 6,6 dan 95% CI2,1-20,9, sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIVdengan penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 1,6 dan 95% CI 0,6 -4,4. Ada perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan nonRDS terhadap indikator program.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh tahu status HIV dengan penggunaan kondomkonsisten pada lelaki yang seks dengan lelaki di Yogyakarta sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIV dengan penggunaankondom konsisten. Terdapat perbedaan hasil analisis dengan menggunakanmetode RDS dan non RDS terhadap indikator program

Kata kunci: LSL, status HIV, kondom konsisten
Introduction : Sex which higher risk of spreading HIV is sex with multiplepartners and change partners that is largely dominated by commercial sex, eitheron the heterosexual and homosexual group, or similar sexual behaviour. Groupsmost at risk of contracting HIV is a group of homosexual and bisexual men arecommonly categorized as men sex with men, or so-called MSM. In many parts ofthe region, HIV among MSM appears with HIV infection very quickly.

Methods: This study aimed to determine the effect knowing their HIV statustoward consistency condom use in MSM in Yogyakarta and Makassar and to seethe differences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.This study uses data IBBS 2013.

Summary: From the results of the analysis showed that in Yogyakarta there wasan effect Yogyakarta of knowing HIV status toward consistency condom use withan OR of 6,6 and 95%CI 2,1-20,9. while in Makassar unclear knowing HIV statustoward consistent condom use with an OR of 1.6 and 95% CI 0,6 - 4,1. There isdifferences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.

Conclusion: There is Influence of knowing HIV Status to consistent Condom usein Yogyakarta while in Makassar unclear knowing HIV status toward consistentcondom use. There is differences between analysis using RDS and non RDS toindicator of program.

Kata kunci: MSM, HIV status, condom consistent
Read More
T-4406
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yatinawati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah; F. Jeanne Uktolseja, Sarikasih Harefa
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Yatinawati Program Studi :  Epidemiologi Judul : “Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV  Pada LSL Di 6 Kota Indonesia Tahun 2015 (Analisis Data Surveilans Terpadu Biologis Dan Perilaku Tahun 2015)” Pembimbing : dr. Syachrizal Syarif, MPH, PhD HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang data menginfeksi sel pada system kekebalan tubuh yang dapat menghancurkan atau merusak fungsinya. Infeksi dari virus ini berkaitan pada kerusakan progresif dari sistem kekebalan tubuh yang dapat mengarah pada defisiensi imun. Kasus HIV pada LSL mengalami peningkatan dari tahun 2007 yaitu 5,35% tahun 2013 menjadi 17,29%. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian HIV pada LSL di Indonesia Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan analisis cox regression yang mana untuk melihat seberapa besar dampak yang ditimbulkan pada faktor risiko HIV. Sampel minimal dalam penelitian ini adalah 690 sampel. Hasil dari penelitian ini adalah  status Sifilis, Gonore atau Klamidia berhubungan dengan kejadian HIV p-value < 0,05. Hal ini dapat diharapkan pada LSL terkait risiko perilaku seks rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terutama yang memiliki gejala penyakit sifilis, gonorre dan klamidia. Kata kunci: HIV, LSL, Sifiis, Gonore, Klamidia


ABSTRACT Name :Yatinawati Program Studi : Epidemiology Title :“Determinants Associated With HIV Occurrence In Men who have Sex with Men (MSM) At 6 Cities Indonesia Year 2015 (Integrated Data Surveillance Analysis Biological And Behavior Year 2015" Counselor : dr. Syachrizal Syarif, MPH, PhD HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that data infects cells in the immune system that can destroy or menggukan its function. Infection of this virus issued a disturbance of the immune system that can lead to immune deficiency. HIV cases in MSM compared to the year 2007 that is 5 , 35% in 2013 to 17.29%. The purpose of this study was to determine what is related to the incidence of HIV in MSM in Indonesia Year 2015. This study used a cross sectional design with regression analysis which is to see the determinant factors. The minimum sample in this study was 690 samples. The results of this study were history sifilis, gonorrhea or chlamydia disease associated with p-value HIV incidence <0.05. This can be done on MSM who are associated with routine health checks that have a history history sifilis, gonorrhea or clamidya disease. Keywords: HIV, MSM, Sifilis, Gonorrhea or Chlamydia

Read More
T-5153
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Dwifa Sari; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Kemal N. Siregar, Sugeng Wiyana
S-10449
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive