Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Putri Wina Syahira; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Read More
Diare merupakan gangguan gastrointestinal yang setiap tahunnya terdapat sekitar 1 juta orang meninggal melalui air minum dan sanitasi tidak aman. Rumah tangga dengan akses sumber air minum layak pada 2025 hanya 93,22% dari target nasional 100% pada 2024. Diare konsisten berada dalam 10 penyakit tertinggi di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (kualitas mikrobiologi E. coli, jenis sumber air minum, lokasi sumber air minum, jarak sumber air minum dengan sumber pencemar, dan jenis tempat penyimpanan air minum), faktor perilaku (pengolahan air minum), dan faktor sosiodemografi (pendidikan, usia, dan pekerjaan) dengan kejadian diare di Kota Depok 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Analisis data mencakup univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik. Ditemukan hubungan antara kualitas mikrobiologis (E. coli) (p=0,026) dan jarak sumber air dengan septik tank (p=0,030) terhadap kejadian diare di Kota Depok. Kualitas mikrobiologis merupakan faktor dominan berpengaruh terhadap kejadian diare. Rumah tangga dengan kualitas mikrobiologi air yang tidak memenuhi syarat memiliki peluang kejadian diare 1,97 kali dibandingkan dengan rumah tangga dengan kualitas mikrobiologi yang memenuhi syarat (95%CI:1,133–3,435). Diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam penyelenggaraan edukasi, pengawasan kualitas air minum, serta sanitasi aman.
Diarrhea is a gastrointestinal disorder that claims the lives of approximately 1 million people each year due to unsafe drinking water and sanitation. By 2025, only 93.22% of households have access to safe drinking water, falling short of the national target of 100% by 2024. Diarrhea consistently ranks among the top 10 diseases in Depok City. This study aims to analyze the relationship between environmental factors (microbiological quality of E. coli, drinking water source, location of the drinking water source, distance between the drinking water source and pollution sources, and drinking water storage), behavioral factors (drinking water treatment), and sociodemographic factors (education, age, and occupation) and the incidence of diarrhea in Depok City in 2025. The study used a cross-sectional design with secondary data from the Household Drinking Water Quality Surveillance (SKAMRT). Data analysis included univariate, bivariate analysis using the Chi-Square test, as well as multivariate analysis using logistic regression. Results showed an association between microbiological quality (E. coli) (p=0.026) and the distance between water source and the septic tank (p=0.030) and the incidence of diarrhea in Depok City. Microbiological quality was the most dominant factor influencing the incidence of diarrhea. Households with microbiological quality that do not meet standards had 1.97 times higher odds of experiencing diarrhea compared to households with microbiological quality that meets the standards (95%CI:1,133–3,435). Collaboration among various stakeholders is needed to provide education, monitor drinking water quality, and ensure safe sanitation regarding septic tanks.
S-12259
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maharani Karina Setiawan; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Agus Handito
Abstrak:
Read More
Penyakit dengue adalah penyakit tular vektor yang endemik di Indonesia dengan risiko tinggi pada anak usia sekolah. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi dengue pada anak usia sekolah di Indonesia sebesar 0,65%, tertinggi diantara kelompok usia lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kejadian dengue pada anak usia sekolah, yang terdiri dari faktor individu, faktor rumah tangga, dan faktor perilaku pengendalian lingkungan. Desain studi penelitian dengan cross-sectional melibatkan sampel 143.946 anak di Indonesia. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian dengue pada anak usia sekolah dengan status ekonomi (aPOR=0,724; CI 95%=0,575–0,911), lokasi tempat tinggal (aOR=1,467; CI 95%=1,267–1,699), pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (aPOR=0,656; CI 95%=0,539–0,797), dan perilaku pencegahan gigitan nyamuk (aPOR=0,755; CI 95%=0,655–0,871). Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah lokasi tempat tinggal, tepatnya di perkotaan. Penguatan surveilans dengue dan upaya eliminasi sarang nyamuk berbasis komunitas diperlukan untuk mengurangi risiko penularan dengue, khususnya di wilayah perkotaan.
Dengue is a vector-borne disease endemic in Indonesia with a high risk for school-aged children. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS) data, the dengue prevalence among school-aged children in Indonesia was 0.65%, which is the highest among other age groups. This study aims to analyze factors contributing to dengue incidence in school-age children, consisting of individual factors, household factors, and environmental control behavior. The study design was cross-sectional involving samples of 143,946 children in Indonesia. Analysis was conducted using univariate analysis, Chi-square test, and multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between the incidence of dengue in school-aged children and economic status (aPOR=0.724; 95% CI=0.575–0.911), location of residence (aOR=1.467; 95% CI=1.267–1.699), practice of mosquito nest eradication 3M Plus (aPOR=0.656; 95% CI=0.539–0.797), and mosquito bite prevention behavior (aPOR=0.755; 95% CI=0.655–0.871). The most dominant factor was location of residence, specifically in urban areas. Strengthening dengue surveillance and community-based mosquito nest elimination efforts are needed to reduce the risk of dengue transmission, especially in urban areas.
S-12251
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
