Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sasnila Pakpahan; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, Novi Silvia, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Pencemaran udara ruang kelas terkait beberapa gangguan pernapasan pada anak usia sekolah. Stres oksidatif telah dilaporkan sebagai salah satu mekanisme penting dalam dampak kesehatan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pajanan pencemar udara PM2.5 dan NO2 di lingkungan sekolah dan hubungannya dengan penanda stres oksidatif GSH dan MDA saliva siswa sekolah dasar. Pengukuran pajanan PM2.5 dan NO2 dilakukan di tiga sekolah dasar negeri Jakarta Barat serta pengambilan sampel saliva dari 76 siswa pada tiga sekolah tersebut untuk pengukuran penanda stres oksidatif GSH dan MDA. Data diolah secara statistik untuk menguji hubungan pajanan dan penanda stres oksidatif. Penelitian ini menemukan pajanan di ketiga sekolah yaitu PM2.5 ruang rata-rata 102,19 ± 86,91 μg/m3 dan median 81,50 μg/m3; PM2.5 lapangan rata-rata 82,31 ± 36,56 μg/m3 sedangkan rata-rata pajanan NO2 ruang kelas 90,37 ± 84,97 μg/m3; NO2 lapangan 116,83 ± 83,58 μg/m3. Sedangkan rata-rata konsentrasi penanda stres oksidatif GSH 0,70 ± 0,07 μg/mL dan MDA 1,63 ± 1,06 nmol/mL. Rata-rata konsentrasi GSH antara sekolah terpajan rendah dan tinggi tidak berbeda signifikan namun rata-rata konsentrasi MDA berbeda signifikan. Kenaikan PM2.5 ruang 1 μg/m³ maka konsentrasi GSH akan naik sebesar 0,001 μg/mL, kenaikan PM2.5 ruang 1 μg/m3 berhubungan dengan kenaikan GSH 0,003 μg/mL dan MDA 0,035 nmol/mL. Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan antara konsentrasi GSH saliva dengan pajanan PM2.5 ruang dan lapangan, tidak ada hubungan antara konsentrasi MDA saliva dengan PM2.5 ruang namun berhubungan dengan PM2.5 lapangan. Tidak ada hubungan antara konsentrasi GSH dan MDA saliva dengan pajanan NO2.
Read More
T-5633
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ilham; Eka Savitri, Sri Wartati
JInMA-Vol.62/No.2
Jakarta : IDI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Bekti Subakir, Dewi Irawati Soeria Santosa, Arleni
MSK Vol.12, No.2
Depok : LP UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cita Fitria Putri; Pembimbing: Suyud; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Tugiyo; Sobar
Abstrak: Partikel halus berukuran ≤ 2,5 μm (PM2,5) diketahui menimbulkan risiko kesehatan terbesar bagi manusia karena kemampuannya untuk masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan aliran darah. Pekerja di industri pengasapan ikan terus terpapar oleh konsentrasi tinggi PM2,5 yang terkandung dalam asap hasil pembakaran. Asap diketahui mengandung berbagai zat radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif pada organ dan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsentrasi PM2,5 di lingkungan kerja dengan kadar MDA yang merupakan salah satu biomarker stres oksidatif. Desain studi yang digunakan adalah Cross-sectional. Subyek penelitian adalah pekerja di pengasapan ikan Bandarharjo Semarang sejumlah 104 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran konsentrasi PM2,5 di udara, pengambilan sampel darah untuk uji kadar MDA, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar MDA dengan konsentrasi PM2,5 (p=0,007), konsumsi alkohol (p=0,022) dan masa kerja (p=0,019). Konsentrasi PM2,5 di rumah pengasapan skala kecil lebih tinggi dibanding rumah skala sedang dan besar
Read More
T-5707
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lulu Rakhmatsani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari, Aria Kusuma, Hari Rudijanto Indro Wardono
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan konsentrasi paparan PM2,5 dan kadar MDA sebagai biomarker stres oksidatif di lingkungan sebuah pabrik semen. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada Mei-Juni 2024. Hasil penelitian bahwa konsentrasi PM2,5 dari 10 titik seluruhnya melebihi baku mutu; hasil pemeriksaan kadar MDA urin bervariasi; tidak ada hubungan yang signifikan antara paparan konsentrasi PM2,5 dengan kadar MDA urin; tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik inidividu dengan kadar MDA urin; namun terdapat hubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dan radius dengan p value 0,000; terdapat hubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dan waktu sampling dengan p value 0,000; dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar MDA dan radius dengan p value 0,000. Kesimpulan penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara paparan PM2,5 dengan kadar MDA, tidak ada hubungan antara karakteristik individu dengan kadar MDA.
This thesis discusses the relationship between PM2.5 exposure concentrations and MDA levels as biomarkers of oxidative stress in the environment of a cement factory. This research is a quantitative study with a cross-sectional design conducted in May-June 2024. The results of the research show that the PM2.5 concentration from all 10 points exceeds the quality standard; urine MDA level examination results vary; there was no significant relationship between exposure to PM2.5 concentrations and urinary MDA levels; there was no significant relationship between individual characteristics and urinary MDA levels; However, there is a significant relationship between PM2..5 concentration and radius with a p value of 0.000; there is a significant relationship between PM2.5 concentration and sampling time with a p value of 0.000; and there is a significant relationship between MDA levels and radius with a p value of 0.000. The research conclusion shows that there is no relationship between PM2.5 exposure and MDA levels, there is no relationship between individual characteristics and MDA levels.
Read More
T-7007
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Priatmadji; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Alwahono, Muchtarudin Mansyur
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai pajanan radiasi RF dan dampak dari pajanan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai intensitas radiasi RF di dekat antena BTS dan apakah ada dampak dari radiasi RF tersebut terhadap pekerja. Penelitian ini bersifat analitis kuantitatif, menggunakan metode pengukuran dengan desain penelitian potong lintang. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil pengukuran kerapatan daya yang jauh di bawah NAB yaitu sebesar 1,860 W/m2 + 1,842 W/m2. Efek fisik yang dirasakan pekerja adalah rasa pusing, penurunan daya ingat dan sulit tidur. Dari hasil pengukuran mean kadar MDA pada kelompok terpajan adalah 0.302 mMol + 0,078 mMol dan mean kadar TNF-a 4,404 pg/mL + 0,504 pg/mL. Dari uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar MDA dan TNF-a pada kelompok terpajan dengan kelompok tanpa pajanan, namun tidak terdapat korelasi antara MDA dan TNF-a dengan usia dan masa kerja. Dari hasil pengukuran dan analisa dapat diambil kesimpulan bahwa meskipun hasil ukur nilai intensitas radiasi RF masih jauh di bawah NAB, namun kadar MDA dan TNF-a pada kelompok terpajan radiasi RF lebih besar secara signifikan dibandingkan pada kelompok tanpa pajanan.

This thesis discusses the RF radiation exposure and the impact of such exposure. The purpose of the study was to determine the value of RF radiation intensity near the antenna base stations and whether there are effects of RF radiation to workers. The research is a quantitative analytical, using measurement method with cross-sectional research design. The result showed that the power density measurement results are well below the TLV, which is 1.860 W/m2 + 1.842 W/m2. Workers perceived physical effects are dizziness, memory loss and difficulty sleeping. The MDA measurements result in the exposed group was 0.302 mMol + 0.078 mMol and mean levels of TNF-a was 4,404 pg/mL + 0.504 pg/mL. Statistical tests resulted significant differences between the MDA and TNF-a levels in the exposed group with no exposure group, but there is no correlation between MDA and TNF-a with age and years of service. It can be conscluded that from measurement and analysis that although the results of measuring the value of RF radiation intencity is still far below the TLV, but the levels of MDA and TNF-a on RF radiation-exposed group was significantly greater than in the group without exposure
Read More
T-4035
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Fiki Munaya; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Budi Hartono; Penguji: I Made Djaja, Didi Purnama, Miftahur Rohim
T-5236
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Fatimah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria; Sonny P. Warouw, Margareta Maria Sintorini
Abstrak: Indonesia merupakan pemain besar dalam industri sepatu di dunia, yaitu terbesar kelima setelah Cina, India, Vietnam dan Brasil. Perakitan sepatu menggunakan perekat atau lem yang mengandung senyawa organik volatil (diantaranya benzena, toluen, dan xylen)dengan kandungan benzena di dalam lem diketahui mencapai 2%. Benzena dapat masuk secara tidak sempurna dengan cepat ke tubuh manusia dan hewan melalui pajanan pernafasanpajanan benzena pada manusia terbukti berhubungan dengan berbagai penyakit akut dan parah termasuk kanker dan anemia aplastik. Selain itu benzena dan metabolitnya juga terbukti dalam peningkatan stres oksidatif yang terlihat dari peningkatan malondialdehid (MDA) dan penurunan antioksidan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi konsentrasi benzena di udara tempat kerja dan hubungan antara benzena di dalam tubuh melalui pengukuran biomarker S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) terhadap stres oksidatif melalui pengukuran kadar plasma MDA pekerja bengkel sandal/sepatu. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional pada sepuluh bengkel sandal/sepatu di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Maret-Mei 2018. Jumlah sampel sebanyak 64 pekerja diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi benzena di udara empat kerja masih dibawah NAB yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2011 yaitu 0,002066 ppm dan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi S-PMA dalam urin terhadap kadar MDA plasma darah. Sementara itu ada hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan olahraga terhadap kadar MDA plasma darah namun tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel konsentrasi status merokok, konsumsi kopi, dan IMT pekerja dengan kadar MDA plasma darah pekerja. Konsentrasi benzena masih dalam batas aman namun tetap harus diminimalisasi karena benzena merupakan zat karsinogenik yang dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga diperlukan pencegahan seperti perbaikan ventilasi, pengaturan jam kerja, dan pelarangan merokok saat bekerja.

Indonesia is the fifth largest country with shoe industri in the world, the biggest after China, India, Vietnam and Brazil. Shoe assembly using adhesives or glue that contain volatile organic compounds (such as benzene, toluene and xylen) with benzene content in the glue is known to reach 2%. Benzene can enter imperfectly rapidly into the human body and animals through inhalation exposure, human benzene exposure is shown to be associated with various acute and severe diseases including cancer and aplastic anemia. In addition, benzene and its metabolites are also proven in increased oxidative stress seen from increased malondialdehyde (MDA) and decreased antioxidants in the body. This study aims to identify benzene concentrations in the air of the workplace and the relationship between benzene in the body through measurement of S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) biomarkers against oxidative stress through measurement of MDA plasma level of sandal / shoe workers.This study used cross-sectional study on ten shoe workshops in Desa Sukajaya , Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor from March to May 2018. The number of samples as much as 64 workers taken by total sampling method. The results showed an average concentration of benzene in the air of the workplace is still under the treshold value which determined by Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Year 2011 (0.002066 ppm) and there are no significant relationship between concentrations of S-PMA in urine against the levels of MDA blood plasma. Meanwhile, there is a significant relationship between exercise habit variables against blood plasma MDA level but no significant relationship between variable length of work, smoking status, coffee consumption, and BMI of workers againist blood plasma MDA levels of workers.The concentration of benzene is still below the treshold limit but should be minimized because benzene is a carcinogenic substance that can accumulate in the body so that the preventive action such as improvement of ventilation, regulation of working hours, and a prohibition on smoking at work should be applied. 
Read More
T-5246
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikha Purwandari; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Suyud Warno Utomo, Laila Fitria, Sonny Priajaya Warrow, Anna Rozaliyani
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan pajanan polusi udara (PM2,5 dan NO2) dengan kadar Malondialdehyde pada siswa sekolah dasar negeri yang terletak di sekitar ruas jalan raya di Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pajanan polusi udara dalam ruangan dengan kadar MDA urin pada siswa sekolah dasar. Penelitian yang menggunakan desain studi cross sectional dilakukan pada bulan April - Mei tahun 2019. Hasil penelitian menujukkan konsentrasi PM2,5 dan NO2 di dalam ruangan melebihi baku mutu yang ditentukan yakni nilai rata-rata di dalam kelas PM2.5 sebesar 86,37 µg/m 3 , sedangkan rata-rata NO2 di dalam kelas sebesar adalah 76,18 µg/m 3 . Kadar MDA dalam urin pada siswa yang digunakan untuk melihat penanda stress oksidatif dalam tubuh anak yang dikaitkan dengan polusi udara dan karakteristik individu. Adanya hubungan dengan korelasi positif antara PM2,5 indoor dengan p value = 0,016 pada sekolah yang berada jauh dari jalan raya. Karakteristik individu pada anak yang digunakan untuk melihat hubungan dengan mengkontrol faktor yang lainnya terhadap MDA pada urin sanak adalah sesuai jenis kelamin, aktivitas fisik, anggota keluarga yang merokok di rumah, konsumsi vitamin dan suplemen, dan IMT
This thesis discusses the relations between air pollution exposure (PM2,5 and NO2) and Malondialdehyde urinary levels in schollchildren located around the highway in West Jakarta. This study aims to look at the relation between indoor air pollution exposure and urinary MDA levels in school students. The study using a cross sectional study design on April - May of 2019. The results of the study showed that PM2,5 and NO2 concentrations in the room exceeded the specified quality standard. PM2.5 indoor concentration was 86.37 µg / m3, and NO2 indoor concentration was 76.18 µg / m3. MDA urinary levels in students are used to see markers of oxidative stress in a child's body that are associated with air pollution and individual characteristics. There is a relationship with a positive correlation between PM2.5 indoor and p value = 0.016 in schools that are far from the highway. The individual characteristics of the children used to see the relationship with other factors controlling MDA in the urine of the relatives were according to gender, physical activity, smoker in family, vitamins and supplements consumption, and BMI
Read More
T-5775
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Widya Herlinda; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Intan Widayati, Lydia Marturia
Abstrak: Kabupaten Bogor daerah endemis filariasis, microfilaria-rate 1,92. Diadakan POPM Filariasis setahun sekali, minimal 5 tahun untuk eliminasi filariasis 2020. Tujuan penelitian mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program di 3 kecamatan. Jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian, jumlah obat berlebih, kerja sama lintas sektor baik, ada dana 4 miliar. Hambatannya beredar rumor efek samping obat, dan kurangnya sosialisasi program, jumlah tenaga kesehatan, kader, obat pendamping, serta pendanaan. Sebaiknya dilakukan peningkatan cakupan minum obat dengan sosialisasi audiovisual, testimoni, role model, meredam rumor, sweeping di hari libur, dan mengadakan duta filariasis.
Kata Kunci: POPM Filariasis, faktor pendukung, faktor penghambat

Bogor District is filariasis endemic area, microfilaria-rate 1.92. MDA Filariasis is held once a year, at least 5 years for elimination of filariasis in 2020. The purpose of research to know the supporting factors and inhibiting the implementation of the program in 3 districts. Type of qualitative research with case study design. The results of the study, the number of drugs is over, good cross-sectoral cooperation, there are 4 billion funds. Constraints circulated rumors of drug side effects, and lack of socialization programs, the number of health workers, cadres, and funding. Should be increased drug coverage with audiovisual socialization, testimonials, role models, muffled rumors, sweeping on holidays, and filariasis ambassadors.
Keywords: POPM Filariasis, supporting factors, inhibiting factors.
Read More
T-4845
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive