Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fathiyah Rizky; Pemb. Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Anwar Hassan, Eni Gustina, Ning Sulistyowati
T-3924
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ananda; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Helda, Zayanah, Darus Sahmedi
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ananda Program Studi : Epidemiologi Komunitas Judul : Hubungan Insiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap Kejadian Pneumonia Balita Usia 2-23 Bulan di Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2018 Pembimbing : drg. Nurhayati A. Prihartono, MPH, M.Sc., ScD Kolostrum merupakan cairan ASI pertama yang kaya akan protein dan mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi. Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kemantian balita. Masih sedikitnya penelitian mengenai hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap kejadian pneumonia balita menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Penelitian yang melihat hubungan IMD terhadap kejadian pneumonia balita usia 2-23 bulan di Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Kalideres tahun 2018 ini menggunakan desain kasus kontrol. Sampel penelitian adalah 62 kasus dan 62 kontrol. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap kejadian pneumonia balita usia 2-23 bulan di Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2018 dengan OR 2,527 (95% CI 1,173 – 5,364). Artinya, balita usia 2-23 bulan yang tidak melakukan IMD memiliki risiko 2,527 kali lebih besar menjadi sakit pneumonia dibandingkan dengan balita usia 2-23 bulan yang melakukan IMD Kata kunci: IMD, MTBS, Pneumonia Balita


ABSTRACT Name : Ananda Study Program : Epidemiology Community Title : Relation of Early Breastfeeding’s Initiation to Pneumonia among 2-23 Months Infants on MTBS at Kalideres Public Health Center 2018 Counsellor : drg. Nurhayati A. Prihartono, MPH, M.Sc., ScD Colostrum is the first breast milk that rich in protein and contains antibodies or immune serving as bodies protection against infection. Pneumonia is one of main causes of death among infants. Fewer researchers on relation of early breastfeeding’s initiation to pneumonia among infants was the reason for this study. This research sees relation of early breastfeeding’s initiation to pneumonia among 2-23 months infants on MTBS at Kalideres public health center 2018 by using case control method. Samples of this research are 62 cases and 62 controls. Result of this research shows relation of early breastfeeding’s initiation to pneumonia among 2-23 infants on MTBS at Kalideres public health centers 2018 (OR 2,527 ; 95% CI 1,173 – 5,364). It means infants among 2-23 months without early initiation of brestfeeding have 2,527 times greater risks of pneumonia than infants among 2-23 months with early initiation of brestfeeding. Key words: Early Initiation, Breastfeeding, Pneumonia, Infants

Read More
T-5174
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Utomo Putro; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Rico Kurniawan, Cucu Sumintardi
Abstrak:
Pneumonia adalah peradangan akut pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Saat ini masih didapatkan pencatatan MTBS secara manual dan belum mengikuti standar variable dan meta data sesuai Keputusan Menteri Kesehatan yang menyebabkan meningkatkan resiko kesalahan dan kehilangan data. Tujuan penelitian ini adalah mengembangankan prototype sistem informasi MTBS berbasis SATUSEHAT Platform untuk monitoring tatalaksana pnemounia. Penelitian ini merupakan riset kualitatif dengan pendekatan pengembangan system. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Cisolok dan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi. Teknik pengumpulan menggunakan wawancara, telaah dokumen, dan observasi. Informan pada penelitian ini melibatkan 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa MTBS belum maksimal karena masih menggunakan pencatatan dan pelaporan secara manual, pengembangan sistem informasi menghasilkan prototype sistem informasi status kesehatan terkait dengan MTBS memiliki manfaat dalam upaya mempercepat pelayanan dan monitoring pencapaian indikator program kesehatan, perancangan ini menghasilkan desain pemodelan terstruktur yang menunjukkan sistem yang sudah dikembangkan berfungsi secara optimal, serta pengembangan sistem informasi MTBS sudah sesuai dengan menggunakan standar FHIR yang diadobsi oleh SATUSEHAT. Pada penelitian ini dapat dinilai bahwa mengembangankan prototype sistem informasi MTBS berbasis SATUSEHAT Platform untuk monitoring tatalaksana pnemounia ini efektif sebagai upaya standardisasi data dan mempermudah integrasi antar sistem informasi kesehatan. 

Pneumonia is an acute inflammation of the lung tissue caused by infection with microorganisms such as bacteria, viruses, fungi, or parasites. Currently, IMCI records are still obtained manually and have not followed the variable and meta data standards according to the Decree of the Minister of Health, which increases the risk of errors and data loss. The purpose of this study was to develop a prototype IMCI information system based on the SATUSEHAT Platform for monitoring pnemounia management. This research is a qualitative research with a system development approach. The research was conducted at Cisolok and Tegalbuleud Health Centers in Sukabumi District. The collection techniques used interviews, document review, and observation. This study involved 7 informants using purposive sampling technique. The results of this study found that IMCI has not been maximized because it still uses manual recording and reporting, the development of information systems produces prototype health status information systems related to IMCI has benefits in efforts to monitor the achievement of health program indicators, this design produces a structured modeling design that shows the system that has been developed functions optimally, and the development of IMCI information systems is in accordance with using the FHIR standard adopted by SATUSEHAT. In this study, it can be assessed that developing a prototype IMCI information system based on the SATUSEHAT Platform for monitoring pnemounia management is effective as an effort to standardize data and facilitate integration between health information systems.
Read More
T-7188
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniar Angelia P., Jiarti Kusbandiyah
JIKMH Vol.02, No.02
Malang : Stikes Widyagama Husada, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Itsna Masyuha; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Mijadid
S-7622
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esde Dianusana Etieka; Pembimbing: Nadjib, Mardiati; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Retno Gitawati, Rini Rachmawati
Abstrak: Abstrak
Dalam penatalaksanaan diare non spesifik sering terjadi ketidaktepatan pengobatan seperti pemakaian antibiotika. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola dan biaya penggunaan antibiotika pada pasien rawat jalan diare non spesifik balita ini dilaksanakan di puskesmas MTBS dan non-MTBS di wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 2012. 
Rerata item obat per resep, persentase pemberian oralit dan persentase resep mengandung antibiotika pada puskesmas MTBS berturut ? turut adalah 3,18 item, 89,53% dan 25,43%. Pada puskesmas non-MTBS adalah 3,33 item, 60,11% dan 62,84%. Pola peresepan berhubungan dengan biaya obat pada kedua puskesmas, sementara faktor penjamin tidak berhubungan. Penatalaksanaan MTBS di puskesmas mendorong rasionalitas penggunaan antibiotika. 
 In the management of non-specific diarrhea, frequently found inaccuracy of treatment such as the use of antibiotics. The research aims to determine the patterns and costs of antibiotic used in the toddler outpatient of non-specific diarrhea. It was conducted in IMCI and non-IMCI health centers in South Tangerang City in 2012. 
The mean drug items per prescription, percentage of ORS and the percentage of prescriptions containing antibiotics in IMCI health centers were 3.18 item, 89.53% and 25.43%. In the non-IMCI health centers the figures were 3.33, 60.11% and 62.84%. Prescribing pattern was associated with the cost of drugs in both health centers, while source of payment was unrelated. IMCI management in health centers encourages rational antibiotics use.
Read More
T-3799
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Allin Hendalin Mahdaniar/ Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wachyu Sulistiadi, Khairati
Abstrak: Keberhasilan suatu program berhubungan dengan kinerjapetugasnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja petugas ManajemenTerpadu Balita Sakit (MTBS) dan hubungan antara variabel indepeden yangterdiri dari faktor individu (umur, masa kerja, pengetahuan dan motivasi), danfaktor organisasi (pelatihan, fasilitas, kepemimpinan) dengan variabel dependenyaitu kinerja petugas MTBS.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancanganpenelitian cross sectional. Jumlah sampel 50 responden petugasMTBS.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisisan kuesioner dan wawancaraserta observasi.Pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak computer,analisis data dengan univariat, bivariat dengan uji statistik chi-square danmultivariat dengan uji statistik multipel regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% petugas MTBS mempunyaikinerja baik. Terdapat hubungan antara umur, masa kerja, pengetahuan, motivasi,fasilitas dan kepemimpinan dengan kinerja petugas MTBS. Faktor dominan yangmempengaruhi kinerja petugas MTBS adalah masa kerja dan kepemimpinan.Daftar Pustaka : 30 (1997-2015)Kata Kunci : kinerja, MTBS, masa kerja, kepemimpinan
The success of a program related to the performance of its officers Thisstudy aims to determine the performance of Integrated Management of ChildhoodIllness (IMCI) officers and determine the relationship between the independentvariables consisting of individual factors (age,length of work, knowledge andmotivation) and organizational factors (training, facilities, leadership) with thedependent variable which is the performance of IMCI officer.This type of research is quantitative with cross sectional study design. Thesample of 50 respondents IMCI officer.Collecting data by filling the questionnaireand interviewing and observation.Processing data using computer software, dataanalysis with univariate, bivariate statistical test chi-square and multivariatemultiple logistic regression statistical test.The results of this study showed that 62% good performance of IMCIofficer. There was correlation between age, length of work,knowledge,motivation, training and leadership with performance of IMCI officer. Thedominant factor affecting performance is the IMCI officers working life andleadership.References : 30 (1997-2015)Keywords : performance, IMCI, working period, leadership.
Read More
T-4615
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraini Sari Astuti; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Renti Mahkota, Sholah Imari
S-7864
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Edi Setiawan; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty PermanaSari, Taufik
Abstrak:

Berdasarkan laporan Poli Anak Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading terdapat perbedaan mencolok antara jumlah balita yang disarankan kunjungan ulang ke Poli Anak MTBS sebanyak 3.197 jiwa dibanding kunjungan ulang balita sebanyak 660 jiwa. Padahal penerapan MTBS akan efektif jika ibu/keluarga segera membawa balita sakit ke petugas kesehatan yang terlatih serta mendapatkan pengobatan yang tepat. Pesan mengenai kapan ibu perlu mencari pertolongan bila anak sakit merupakan bagian yang penting dalam MTBS. Pada tiap akhir kunjungan, petugas akan menjelaskan kapan harus kunjungan ulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Propinsi DKI Jakarta. Disain penelitian ini adalah potong lintang dengan besar sampel 70 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS adalah perceived need, waktu dan antri menunggu pemeriksaan, dan pengetahuan ibu.Perceived need merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Propinsi DKI Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan perlu memperkuat konseling kepada ibu balita melalui kartu nasihat ibu/buku KIA/leaflet/brosur, manajemen waktu dan alur pelayanan MTBS, penambahan sarana (Poli MTBS) dan tenaga terlatih MTBS sehingga pasien tidak menunggu lama sebelum diperiksa, dan perlu penelitian lebih lanjut bersifat kualitatif untuk mengetahui akar masalah mengapa ibu balita tidak melakukan kunjungan ulang. Kata kunci : Pelayanan MTBS, Rencana kunjungan ulang, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading


 Based on the Report on Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) from Child Clinic Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading there is difference between the number of children under five years old, who where recommended to revisit IMCI Child Clinic  (3.197 children) compared to those who revisit the clinic (660 children). Whereas the implementation of IMCI will be effective if the mother / family bring the children to the trained health officials and get proper treatment. Messages about when mothers need to seek help for the sick children is tehe most important part in IMCI. At the end of each visit, the officer will explain when they should return for visit. The study was conducted to determine the factors associated with revisit plan for IMCI services in Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading DKI Jakarta Province. This study used a cross-sectional design with total responden of 70 mothers. The results showed that factors associated with revisit plan IMCI service are perceived need, waiting time and examination time, and knowledge of mothers. Perceived need is the most dominant factor associated with revisit plan for IMCI services in Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading DKI Jakarta Province. This research suggested health officials need to strengthen counseling program improve the mothers through mother's of advice cards / KIA books / leaflets / brochures, time management and workflow IMCI service, to add room facilities and trained health officials to cut patients waiting time, and further qualitative research needs to be conducted to find out the root cause of not revisiting the IMCI Child Clinic. Keywords : IMCI services, revisit plan, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading

Read More
T-3331
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive