Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Noise is a physical hazard which still a problem in the industrialized world. Exposure to high intensity of noise can affect hearing function and non-hearing function. PT. X is a cement industry possessing the noise hazard in the production area, especially at raw mill, kiln and finish mill area. The purpose of this study is to provide an overview of the noise exposure, as well as the auditory function and subjective complaints of non auditory perceived by workers. This study was conducted by cross sectional method, and the subjects of this study were all patroler workers for raw mill, kiln and mill finish area, which all 20 subjects participated in the study.
Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik di tempat kerja yang berpotensi
menimbulkan gangguan auditori ataupun nonauditori. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara pajanan kebisingan, karakteristik pekerja (usia, lama kerja,
status merokok, status penggunaan alat pelindung telinga, dan kebiasaan penggunaan
perangkat audio), dan gangguan auditori – nonaudtiroi di pabrik X tahun 2025. Penelitian
ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder dari perusahaan. Data diolah
menggunakan uji chi-square dengan software SPSS 22.0 untuk melihat adanya hubungan
signifikan secara statistik antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil
penelitian mendapatkan prevalensi gangguan auditori sebesar 6%; gangguan komunikasi
68%; gangguan psikologis 59%; dan gangguan fisiologis 24%. Tidak ada variabel
independen yang berhubungan dengan gangguan auditori. Hubungan signifikan secara
statistik hanya ditemukan antara variabel intensitas kebisingan dengan gangguan
komunikasi (p= <0,001); gangguan psikologis (p=0,004); dan gangguan fisiologis (p=
<0,001) serta variabel durasi pajanan (p=0,036); usia (p=0,019); dan lama kerja (p=0,035)
dengan gangguan fisiologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian
kebisingan dan peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung telinga di
area kerja. Perusahaan juga disarankan untuk memperkuat program konservasi
pendengaran serta meningkatkan edukasi tentang bahaya kebisingan guna melindungi
kesehatan pendengaran pekerjanya.
