Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Juki Irma Lumbantoruan; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Sabarinah, Tri Budi W, Rien Pramindari
Abstrak:
Rendahnya Penuaan populasi global berdampak signifikan terhadap meningkatnya jumlah lansia dengan penyakit kronis dan kebutuhan akan pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif dan adaptif. Resiliensi psikologis merupakan kapasitas kunci yang memungkinkan individu lansia bertahan, menyesuaikan diri, dan mempertahankan kualitas hidup di tengah keterbatasan fisik, tekanan emosional, serta perubahan sosial yang menyertai proses penuaan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dinamika resiliensi psikologis pada lansia dengan penyakit kronis di Kota Depok, Indonesia, dengan membandingkan dua: pendidikan berbasis komunitas melalui Sekolah Lansia dan layanan kesehatan primer melalui Puskesmas. Menggunakan desain kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan dari kedua kelompok. Analisis dilakukan secara tematik berdasarkan enam dimensi utama resiliensi psikologis: efikasi diri, kepuasan hidup, penuaan biologis, penilaian emosional terhadap stresor, penurunan respons terhadap stres kronis, serta keterlibatan dalam perilaku promotif. Hasil menunjukkan bahwa lansia perempuan cenderung membangun ketahanan melalui spiritualitas dan dukungan relasional, sementara lansia laki-laki menekankan pada aktivitas sosial dan strategi pemecahan masalah. Lansia peserta Sekolah Lansia memperlihatkan pola resiliensi yang lebih reflektif dan terstruktur, sedangkan lansia pengguna layanan Puskesmas menampilkan strategi adaptif yang bersifat praktis dan kontekstual. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya pendekatan intersektoral dan sensitif gender dalam memperkuat ketahanan psikologis lansia. Integrasi antara intervensi berbasis komunitas dan layanan kesehatan primer terbukti saling melengkapi dalam meningkatkan kesejahteraan lansia secara holistik. Kajian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kebijakan lansia berbasis bukti, serta mendorong desain program promotif-preventif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan populasi menua di Indonesia dan negara berkembang lainnya.


The global aging population poses significant challenges to healthcare systems, particularly due to the rising number of older adults living with chronic diseases. Psychological resilience is a crucial capacity that enables older individuals to adapt, maintain emotional well-being, and preserve quality of life amid physical limitations and social transitions associated with aging. This study aims to explore the dynamics of psychological resilience among older adults with chronic illnesses in Depok City, Indonesia, by comparing two intervention contexts: community-based education through the Sekolah Lansia (Elderly School) and primary healthcare services provided by Puskesmas (community health centers). Using an phenomenology qualitative design, data were collected through in-depth interviews with older adults from both groups. Thematic analysis was conducted based on six key dimensions of psychological resilience: self-efficacy, life satisfaction, biological aging, emotional and cognitive appraisal of stressors, reduction of physiological and emotional responses to chronic stress, and engagement in health-promoting behaviors. Findings indicate that older women tend to build resilience through spirituality and familial relationships, while older men emphasize social engagement and problem-focused coping. Participants of the Elderly School demonstrated more reflective and structured resilience patterns supported by community-based education, whereas Puskesmas users adopted practical, experience-based adaptive strategies rooted in daily routines and primary care services. The study underscores the importance of integrated, gender-sensitive approaches to strengthening psychological resilience in later life. The complementary roles of community education and primary healthcare suggest the need for multisectoral collaboration in promoting healthy and dignified aging. These findings provide empirical evidence to inform policy development and the design of inclusive, sustainable, and contextually relevant resilience-building programs for older adults in Indonesia and other low- and middle-income countries.
Read More
T-7393
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Lia Gardenia Partakusuma, Nindya Savitri
Abstrak:
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut layanan kesehatan yang mampu mendukung terwujudnya active ageing, yaitu penuaan yang mengoptimalkan aspek kesehatan, partisipasi, dan keamanan. Namun, penerapan konsep ini di fasilitas kesehatan primer masih belum dievaluasi secara komprehensif, terutama dalam konteks hubungan antara kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta peran layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lansia di Klinik Pertamina IHC menjalani proses penuaan, menghadapi perubahan fisik dan psikologis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat mereka dalam mencapai active ageing. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci dan informan utama, serta observasi fasilitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya promotif-preventif di Kinik masih bersifat sporadis dan belum terstandardisasi, sementara pelayanan kuratif menjadi fokus utama karena tingginya beban penyakit kronis. Dari sisi psikologis, dukungan keluarga dan hubungan sosial berperan dalam menjaga motivasi, adaptasi, dan kesejahteraan emosional lansia. Faktor perilaku seperti aktivitas fisik, pola makan, dan kepatuhan pengobatan menunjukkan variasi antar kelompok usia, dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, dukungan keluarga, dan pemahaman terhadap penyakit. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas ramah lansia, belum adanya SPO khusus geriatri, keterbatasan edukasi yang konsisten, serta hambatan fisik dan psikologis pada beberapa lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian active ageing memerlukan integrasi pelayanan yang lebih sistematis, edukasi yang terstruktur, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pelibatan keluarga dalam proses perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan desain layanan kesehatan lansia yang lebih holistik dan berkelanjutan di Klinik Pertamina IHC.

The growing proportion of older adults in Indonesia necessitates health services that effectively support active ageing, defines as the process of optimising health, participation, and security in later life. However, the implementation of this concept within primary health care settings has not been comprehensively evaluated, particularly regarding the interaction between physical health, psychological well-being, and the role of health services in enabling older adults to age actively. This study aims to explore how older adults at Klinik Pertamina IHC experience ageing, interpret physical and psychological changes, and identify the factors that facilitate or hinder their ability to acheive active ageing. Using a qualitative phenomenological design, in-depth interviews were conducted with key informants and primary informants, complemented by observations of clinis facilities. Data were analysed using thematic analysis. The findings indicate that promotive and preventive activities within the clinic remain sporadic and lack standardization, while curative services dominate due to high burden of chronic diseases. Psychologically, family support and social relationships play a crucial role in sustaining motivation, emotional well-being, and adaptive coping among older adults. Behavioral determinants, such as physical activity, dietary patternts, and medication adherence vary across age groups and are influenced by health status, family involvement, and health literacy. Key challenges include limited age-friendly facilityes, the absence of standard operationg procedures for geriatric care, inconsistent health education delivery, and physical psychological constrants experienced by some older adults. This study concludes that achieving active ageing requires more systematic service integration, structured health education, enhanced competency among health professionals, and stronger family engangement. The findings provide an evidence base for developing more holistic and sustainable older adult health services at Klinik Pertamina IHC.
Read More
T-7474
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive