Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Monica J. Pardede; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Anwar Hassan, Luknis Sabri
S-8786
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evy Misrawaty Purba; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Rina F. Bahar
S-6567
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Azzara; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Hadi Pratomo, Flourisa Juliaan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada pasangan usia subur di Provinsi Bali tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan analisis data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Populasi pada penelitian ini ialah semua Wanita Usia Subur (WUS) (15-49 tahun), sementara sampel penelitian ini ialah wanita kawin usia 15-49 tahun dan memiliki data lengkap. Analisis statistik bivariat menggunakan uji chi-square.
Read More
S-8245
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reny Widyasari; Pembimbing: Besral; Penguji: Evi Martha, Milla Herdayati, Silitonga Rahmadewi, Zeba Evolusi
Abstrak: Jakarta Timur tahun 2021 ditemukan 10,46% PUS yang melakukan unmet need KB. Beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu usia, pendidikan, jumlah anak, pengetahuan, sikap, pan-dangan, riwayat kontrasepsi, pemberian pelayanan KB, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian unmet need KB pada PUS menikah saat masa pandemi COVID-19 di Wilayah Kecamatan Makasar Jakarta Timur Ta-hun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah PUS di wilayah Kecamatan Makasar Jakarta Timur berjumlah 150 re-sponden dengan teknik multistage random sampling. pengolahan sampel menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada 30 PUS yang berdomisili di Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan kejadian unmet need KB pada masa pan-demic COVID-19 sebesar 40% mengalami peningkatan dibandingkan sebelum pandemic COVID-19. Ada hubungan faktor predisposisi (umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, persepsi, riwayat KB), faktor pemungkin (aksebilitas informasi pada manajemen pelayanan alat kon-trasepsi) dan faktor penguat (dukungan suami dan peran petugas kesehatan) dengan p-value <0.05. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian Unmet Need KB pada PUS menikah saat masa pandemic COVID-19 adalah Riwayat KB. Maka diharapkan BKKBN melakukan pen-ingkatan pembinaan dan koordinasi terhadap pemegang program KB dalam penyuksesan pro-gram KB yang ingin dicapai oleh BKKBN serta PKB lebih meningkatkan preventif dalam hal promosi KB kepada masyarakat dengan mematuhi protocol pencegahan virus COVID-19 dan melakukan intervensi berkala 3 bulan sekali agar masyarakat yang unmet need KB menjadi akseptor KB.
In East Jakarta in 2021, 10.46% of PUS were found to have unmet need FP. Factors influence it, age, education, number of children, knowledge, attitudes, views, history of contraception, provi-sion of FP services, husband's support, and the role of health workers. This study aims to deter-minants of the incidence unmet need FP in fertile couple during COVID-19 pandemic in the Ma-kasar District, East Jakarta, in 2022. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample study is 150 WUS using a multistage random sampling technique. Sample processing with univariate, bivariate and multivariate analysis logistic regression. Data collection by filling out a questionnaire has been tested validity and reliability on 30 fertile age couples live in Makassar District, East Jakarta. The results showed that the incidence of unmet need for fami-ly planning during the COVID-19 increased by 40% compared to before the COVID-19 pan-demic. There is a relationship between predisposing factors (age, education, knowledge, atti-tudes, perceptions, history of family planning), enabling factors (accessibility of information on contraceptive service management) and reinforcing factors (husband's support and the role of health workers) with p-value <0.05. The most dominant factor influencing the incidence of Un-met Need FP in married fertile age couples during the COVID-19 pandemic was FP History. It?s hoped that the BKKBN will increase guidance and coordination of FP program holders on suc-cess of the family planning program and PKB want to achieve more preventively in terms of FP promotion to the community by adhering to the COVID-19 virus prevention protocol and con-ducting periodic interventions for 3 months so that people unmet need FP become FP acceptors.
Read More
T-6524
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efy Sudiarti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaya; Penguji: Sandi Iljanto, Hari Murti Wijaya
S-7854
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Nirmasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi
Abstrak:
Kontrasepsi MKJP memiliki efektivitas dan efisiensi yang tinggi terhadap pencegahan kehamilan. Tingkat putus pakai MKJP yang rendah dapat mencegah dari kehamilan yang tidak diinginkan.. Di Indonesia, cakupan MKJP masih rendah yaitu 14% dibandingkan non MKJP 44%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan penggunaan MKJP pada wanita PUS (15-49 tahun) di Indonesia berdasarkan Data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari hasil survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel yang digunakan merupakan total sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang berjumlah 11.545 responden. Analisis data SDKI 2017 dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil analisis antara veriabel independen dengan dependen diuji secara chi square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa wanita yang berumur >30 tahun memiliki kecenderungan untuk menggunakan MKJP 1,41 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita PUS berumur2 orang memiliki kecenderungan 1,34 kali lebih tinggi dibandingkan yang memiliki anak

MKJP contraception has high effectiveness and efficiency in preventing pregnancy. A low MKJP dropout rate can prevent unwanted pregnancies. The purpose of this study was to determine the factors that influence the use of MKJP in women of childbearing age (15-49 years) in Indonesia based on the 2017 IDHS data. This study used a quantitative method with a cross-sectional design using secondary data from the results of a health demographic survey. Indonesia in 2017. The sample used is a total sample based on inclusion and exclusion criteria, totaling 11,545 respondents. The 2017 IDHS data analysis was carried out in December 2022. The results of the analysis between the independent and dependent variables were tested by chi-square. Based on the results of the analysis, it was found that women aged >30 years tended to use MKJP 1.41 times higher than women of PUS aged
Read More
S-11209
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lely Indrawati; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Iwan Ariawan, R. Sutiawan, Flourisa Juliaan, Rahmadewi
Abstrak:

ABSTRAK Latar Belakang Masalah: Angka penggunaan kontrasepsi berbagai cara/metode cenderung meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Namun peningkatan tersebut juga diikuti dengan stagnansi angka berhenti pakai (drop out) nya. Tujuan: Mendapatkan faktor-faktor yang paling mempengaruhi kejadian berhenti pakai kontrasepsi pada PUS 10-49 tahun pada tahun 2010. Metode: Penelitian belah lintang menggunakan data Riskesdas 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status kawin yang berusia 10-49 tahun. Sampel yakni semua pasangan usia subur usia 10-49 tahun dengan status kawin yang pernah menggunakan dan masih menggunakan kontrasepsi di Indonesia. Analisa menggunakan Regresi Logistik Ganda dengan mempertimbangkan disain penarikan sampel (menggunakan primary sampling unit/PSU dan weight/pembobotan). Analisa menggunakan program STATA versi 10 untuk survey dan SPSS versi 15. Hasil: Proporsi berhenti pakai pada PUS 10-49 tahun yang berstatus kawin sebesar 32%. Jika dibandingkan antar kawasan di Indonesia, proporsi berhenti pakai tertinggi berada di Luar Jawa Bali II yakni sebesar 33,6%, yang diikuti kawasan Luar Jawa Bali I (32,9%) dan Jawa Bali (30,5%). Alasan terbanyak berhenti pakai penggunaan kontrasepsi adalah sudah tidak memerlukan lagi (31%), ingin punya anak (26%), takut efek samping (14%) dan tidak menginginkan lagi (10%). Berdasarkan analisa multivariate umur istri > 35 tahun memiliki odds ratio 2 kali lebih besar terjadi kejadian berhenti pakai kontrasepsi dibandingkan umur istri 21-35 tahun (OR adj 2,150; 95%CI= 2,041 – 2,265). Selain umur istri, PUS yang memiliki jumlah anak 0-1 anak memiliki odds ratio hampir 1,5 kali lebih besar terjadi kejadian berhenti pakai kontrasepsi dibandingkan dengan PUS dengan jumlah anak 3 orang atau lebih. Selain itu, PUS yang memiliki komposisi jenis kelamin anak tidak lengkap (perempuan atau laki-laki saja) memiliki odds 1,5 kali lebih besar terjadi kejadian berhenti pakai kontrasepsi  dibandingkan PUS yang memiliki komposisi anak lengkap (OR adj 1,517; 95%CI= 1,447 – 1,591). Kesimpulan: Faktor yang paling menentukan kejadian berhenti pakai kontrasepsi adalah umur istri, jumlah anak dan komposisi anak yang telah dimiliki PUS setelah dikontrol dengan faktor pendidikan suami & istri, wilayah tinggal, pengeluaran RT perkapita, riwayat menstruasi istri dan pengetahuan kesehatan suami & istri. Kata Kunci: Berhenti pakai, Kontrasepsi, PUS


 ABSTRACT Background : Trends of prevalence contraceptive rates is increasing in the last few years. However,the discontinuation of contraceptives prevalence  is still stagnant. Goals : To obtain factors influencing discontinuation of  contraceptives  in couples of childbearing age 10-49 years. Methode : Population this research are women of childbearing age 10-49 years who are married. Sample in this research are all couples of childbearing age of 10-49 years who had ever used contraception and  using contraception. The data was analysed using statistic test of  logistic regression multivariate use SPSS version 15. And STATA version 10. The analysed used primary sampling unit and weight to adjust based on survey design. Result : Proportion of discontinuation of  contraceptives in women of childbearing age 10-49 years is 32%. In comparison between regions, the highest prevalence of discontinuation of contraceptives is on outer Jawa Bali II (33,6%) than outer Jawa Bali I (32,9%) and Jawa Bali (30,5%). The most frequent reason of discontinuation of contraceptives  are : do not need contraceptives (31%), want to have child (26%), fear of side effects (14%) and do not want anymore (10%). Based on the multivariate analysis show odds ratio of discontinuation of contraceptives is twice as higher among married women age above 35 years compare to the younger group (OR adjusted 2,150;95% CI=2,041-2,265). The odds ratio of discontinuation of contraceptives is also higher among couples who have less children (0-1 child) compare to those who has 3 or more children (OR adjusted 1,486;95% CI=1,373-1,568). Couples who have children in the same sex have higher discontinuation of contraceptives than couples who have both male and female children (OR adjusted 1,398;95% CI=1,333-,466). Conclution : The main contributing factors of discontinuation of contraceptives are age of wife, number of children and sex composition  of children with the control variables  education of husband and wife, living area, household expenditure per capita, wife’s menstrual history, and wife and husband’s health knowledge. Keywords : discontinuity, contraception, couples of childbearing age

Read More
T-3335
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Verawaty; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Zarfiel Tafal, Efrida Sinaga
Abstrak: Cakupan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) wanita di Kecamatan Bintan Timur belum mencapai target dan tidak mengalami peningkatan yang berarti, diasumsikan berhubungan dengan faktor perilaku istri PUS sebagai akseptor KB. Penelitian berdesain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif ini, bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP wanita. Dilaksanakan di Kecamatan Bintan Timur pada bulanApril-Mei 2013, melalui wawancara menggunakan kuesioner pada 170 responden.Hasil penelitian menunjukkan hanya 19,4% responden menggunakan MKJP sertaada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,000), pendidikan (p=0,010),jumlah anak (p=0,000), keterjangkauan terhadap pelayanan (p=0,000) danketerpaparan informasi (p=0,000) dengan penggunaan MKJP wanita pada istriPUS.
Kata kunci : Akseptor KB, MKJP, Istri.
Read More
S-7797
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kania Nurfatihah; Pembimbing: Tiara Amelia; Pneguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Imran Fanani
Abstrak:
Latar Belakang: Partisipasi penggunaan alat kontrasepsi di Kelurahan Cisalak masih rendah dibandingkan wilayah lain di Kota Depok. Tujuan: Menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur berdasarkan Theory of Planned Behavior. Metode: Pendekatan kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure, data diperoleh melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil: Menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan informan cukup baik, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku lebih menentukan niat. Kesimpulan: Dukungan sosial dari teman/tetangga, serta rasa aman dan nyaman, menjadi kunci dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi.

Introduction: The contraceptive use rate in Cisalak Subdistrict remains low compared to other areas in Depok. Aims: to describe the factors influencing family planning decisions among couples of reproductive age using the Theory of Planned Behavior. Method: A qualitative approach with a Rapid Assessment Procedure design was employed through in-depth interviews, focus group discussions, and observations. Findings: Although knowledge was adequate, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were more influential in shaping intention Conclusion: Social support from friends or neighbors, along with a sense of safety and comfort, played a crucial role in contraceptive decision-making
Read More
S-12046
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive