Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Efi Kurniatiningsih; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ema Hernawati, Erlinawati Pane
Abstrak: Anak-anak merupakan kelompok umur yang memiliki risiko tinggi karena pencemaran particulate matter PM10. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk melihat hubungan asupan pajanan PM10 dengan gejala gangguan pernafasan pada anak sekolah dasar. Dalam penelitian ini variabel intake pajanan particulate matter, jenis kelamin, umur dan status gizi diteliti pengaruhnya terhadap gejala gangguan pernafasan. Disain studi yang digunakan adalah cross sectional, analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat terhadap 102 responden. Pengukuran PM10 dilakukan selama 1 jam pada 4 titik sampling telah menunjukkan bahwa konsentrasi PM10 telah melampaui baku mutu sebesar 120,25 µg/m3 . Sebanyak 43,1% responden mengalami gejala gangguan pernafasan dan disimpulkan bahwa intake pajanan PM10 yang tinggi berhubungan signifikan dengan gejala gangguan pernafasan dengan peluang 3 kali dibanding responden dengan intake pajanan rendah (p value =0,009). Hubungan antara intake PM10 dan gejala gangguan pernafasan dipengaruhi juga oleh umur responden dengan p value 0,018.
Kata kunci : Particulate Matter, PM10, gangguan pernafasan, sekolah
Read More
S-8630
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyani; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Ririn Arminsih Wulandari, Priagung, Widiawati
Abstrak:

Pemaparan partikulat PM10 dapat menimbulkan risiko terjadinya penyakit kesehatan terhadap pekerja, seperti gangguan saluran pernafasan atau gejala infeksi saluran pernafasan akut/ISPA. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional bertujuan ingin mengetahui besarnya masalah hubungan pajanan PM10 dengan kejadian gejala ISPA pada pekerja pergudangan semen di Kotamadya Palembang sebanyak 420 pekerja dari 19 gudang semen dijadikan responden dalam penelitian ini, serta dilakukan pengukuran konsentrasi PM10 dan variabel lain seperti umur, masa kerja, kebiasaan merokok, indeks masa tubuh dan penggunaan APD. Hasil penelitian menunjukkan PM10 mempunyai hubungan yang kuat terhadap gejala ISPA pada pekerja, kebiasaan merokok, indeks masa tubuh dan penggunaa APD. Diantara faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan tersebut konsentrasi PM10 merupakan faktor dominan, yang berpengaruh terhadap kejadian gejala ISPA. Hasil akhir model persamaan regresi logistik kejadian gejala ISPA pada pekerja di pergudangan semen risiko kejadian gejala ISPA pada pekerja yang bekerja di gudang semen dengan kadar PM10 tidak memenuhi syarat, IMT tidak normal, merokok dan tidak menggunakan APD adalah 5,1 kali dibandingkan dengan pekerja yang bekerja di gudang semen dengan kadar PM10 yang memenuhi syarat, IMT normal, tidak merokok dan menggunakan APD. Kata kunci: Partikulat PM10, gejala ISPA.


PM10 particulate exposure may pose health risk for the disease to workers, such as respiratory tract disorders or symptoms of acute respiratory tract infection / ARI. This study used a cross-sectional study design aimed to know the magnitude of relationship problems with PM10 exposure on the incidence of respiratory symptoms cement warehouse workers in the Municipality of Palembang as many as 420 workers from 19 warehouses cement used as respondents in this study, as well as the measured concentrations of PM10 and other variables such as age, period of employment, smoking habits, body mass index and use of PPE. The results showed that PM10 has a strong relationship to the symptoms of ARI on the workers, smoking habits, body mass index and use of PPE. Among the factors associated significantly the concentration of PM10 is a dominant factor, which affects the incidence of respiratory symptoms. The final outcome logistic regression equation model ARI incidence of symptoms in workers in cement warehousing risk of symptoms of ARI incidence in workers who worked at the cement warehouse with high levels of PM10 are not eligible, not normal BMI, smoking and not using the PPE was 5.1 times compared with workers who worked at the cement warehouse with PM10 levels are eligible, a normal BMI, not smoking and using PPE. Key words : Particulate Matter (PM10), symptoms ARI

Read More
T-3519
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Kamelia Amany; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Dewi Susanna, Novita Suprapto Wati
Abstrak:
Asma merupakan penyakit inflamasi saluran napas kronis yang ditandai dengan gejala pernapasan seperti mengi, dispnea, batuk, dan sesak dada. Selama pandemi Covid-19 (2020 – 2022) jumlah kasus asma di DKI Jakarta termasuk Jakarta Pusat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi terjadi (2018 – 2019). Hal yang sama juga terjadi pada penurunan polusi udara (PM10) yang menjadi salah satu penyebab penyakit asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi PM10, suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan dengan jumlah kasus asma di Jakarta Pusat pada waktu sebelum (2018 – 2019) dan selama (2020 – 2022) pandemi Covid-19 dengan menggunakan desain studi ekologi time-trend. Metode analisis dilakukan dengan uji beda ≥ 2 rata-rata, uji korelasi, dan uji regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, BMKG wilayah Kemayoran, dan website BMKG. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan rata-rata kasus asma, konsentrasi PM10, dan curah hujan yang signifikan antara sebelum (2018 – 2019) dan selama (2020 – 2022) pandemi Covid-19 (p = 0,000; p = 0,023; p = 0,050). Selain itu, uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM10 (p = 0,156; r = 0210), suhu udara (p = 0,883; r = 0,019), kelembaban udara (p = 0,380; r = -0,115), curah hujan (p = 0,154; r = -0,186) dengan kasus asma seluruh tahun (2018 – 2022) di Jakarta Pusat. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan signifikan antara konsentrasi PM10, suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan dengan kasus asma tahun 2018 – 2022.

Asthma is a chronic inflammatory airway disease characterized by respiratory symptoms such as wheezing, dyspnea, coughing and chest tightness. During the Covid-19 pandemic (2020 – 2022) the number of asthma cases in DKI Jakarta including Central Jakarta has decreased compared to before the pandemic occurred (2018 – 2019). The same thing also happened to the decrease in air pollution (PM10), which is one of the causes of asthma. This study aims to determine the relationship between PM10 concentration, air temperature, air humidity, and rainfall with the number of asthma cases in Central Jakarta before (2018 – 2019) and during (2020 – 2022) the Covid-19 pandemic using an ecological study design (time-trend). The method of analysis was carried out by means of ≥ 2 difference test, correlation test, and multiple linear regression test. This study used secondary data from the DKI Jakarta Provincial Health Office, the BMKG for the Kemayoran area, and the BMKG website. The results showed that there were significant differences in average asthma cases, PM10 concentrations, and rainfall before (2018 – 2019) and during (2020 – 2022) the Covid-19 pandemic (p = 0.000; p = 0.023; p = 0.050). In addition, the correlation test showed that there was no significant relationship between PM10 concentration (p = 0.156; r = 0210), air temperature (p = 0.883; r = 0.019), air humidity (p = 0.380; r = -0.115), rainfall (p = 0.154; r = -0.186) with asthma cases throughout the year (2018 – 2022) in Central Jakarta. The conclusion in this study is that there is no significant relationship between PM10 concentrations, air temperature, air humidity, and rainfall with asthma cases in 2018 – 2022.
Read More
S-11330
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive