Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amiati Silitonga; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Mifta Rohim
S-9737
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniatun; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Kejadian penyakit merupakan hasil hubungan interaktif antara manusia dan perilakunya serta komponen lingkungan yang memiliki potensi penyakit. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan konsentrasi PM2.5 terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pedagang di Terminal Bus Senen. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 219 μg/m3. Didapatkan pedagang dengan ISPA sebesar 28% dari 93 sampel. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kejadian ISPA (p=0,027). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara paparan PM2.5 , umur, status gizi, status merokok dan durasi kerja. Selanjutnya diperlukan pemantauan uji emisi kendaraan dan pemantauan kualitas udara.
Read More
S-9975
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Tahta Kurniawan; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Rudy Saptari Sulesuryana
S-9210
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febryan Antoni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Hanafi Basuni, Edwin Mukri Bandjar
Abstrak:
International Labour Organization (ILO) tahun 2021 mencatat kasus kecelakaan kerja (KK) di dunia mencapai 62,8% dan penyakit akibat kerja sebesar 37,2% dari total kasus sebesar 430 juta kasus. Sedangkan kejadian penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia tahun 2021 tercatat sebanyak 1.123 kasus. Salah satu contoh PAK adalah Sick building syndrome. Desain penelitian pada penelitian ini adalah cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian Sick Building Syndrome (SBS) pada pekerja office dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 75 pekerja office di PT XYZ. Metode pengambilan data dengan melakukan pengisian kuesioner kepada responden dan pengambilan kualitas udara menggunakan vendor. Data akan diolah secara deskriptif dan inferensial untuk melihat gambaran dan hubungan dari setiap variabel. Variabel independen pada penelitian ini adalah faktor personal (usia, jenis kelamin, masa kerja, perilaku merokok, riwayat alergi, dan psikososial), faktor fisik (particulate matter 2.5, suhu, kelembaban relatif, pencahayaan, dan kebisingan), faktor kimia (HCHO, VOC, CO, dan CO2), dan level lantai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (OR=5.833 (2.151–15.818)), masa kerja (OR=7.556 (2.525–22.609)) , perilaku merokok (OR=5.750 (2.116-15.625)), riwayat alergi (OR=4.452 (1,557–12.736)), psikososial (OR=2.821 (1,104-7.206)), particulate matter 2.5 (OR=7.875 (2.786-22.261)), suhu (OR=5.352 (1,796-15.951)), pencahayaan (OR=7.010 (2.503-19.628)), dan level lantai (OR=4.643 (1.743-12.368)) dengan kejadian Sick Building Syndrome (SBS). Sedangkan variabel jenis kelamin, kelembaban relatif, kebisingan, HCHO, VOC, CO, dan CO2 tidak menunjukan adanya hubungan dengan kejadian Sick Building Syndrome (SBS).

In 2021, the International Labor Organization (ILO) recorded work accident (KK) cases in the world reaching 62.8% and work-related diseases at 37.2% of the total cases of 430 million cases. Meanwhile, the incidence of occupational diseases (PAK) in Indonesia in 2021 was recorded at 1,123 cases. One example of PAK is Sick building syndrome. The research design in this study was cross sectional. The aim of this research is to analyze factors related to the incidence of Sick Building Syndrome (SBS) in office workers using a quantitative approach. The sample in this study consisted of 75 office workers at PT XYZ. The data collection method is by filling out questionnaires with respondents and collecting air quality using vendors. Data will be processed descriptively and inferentially to see the description and relationship of each variable. The independent variables in this study were personal factors (age, gender, years of service, smoking behavior, allergy history, and psychosocial), physical factors (particulate matter 2.5, temperature, relative humidity, lighting, and noise), chemical factors (HCHO, VOC, CO, and CO2), and floor level. The results of the study showed that there was a significant relationship between age (OR=5.833 (2.151–15.818)), years of work (OR=7.556 (2.525–22.609)), smoking behavior (OR=5.750 (2.116-15.625)), history of allergies ( OR=4.452 (1.557–12.736)), psychosocial (OR=2.821 (1.104-7.206)), particulate matter 2.5 (OR=7.875 (2.786-22.261)), temperature (OR=5.352 (1.796-15.951)), lighting ( OR=7,010 (2,503-19,628)), and floor level (OR=4,643 (1,743-12,368)) with the incidence of Sick Building Syndrome (SBS). Meanwhile, the variables gender, relative humidity, noise, HCHO, VOC, CO, and CO2 did not show any relationship with the incidence of Sick Building Syndrome (SBS).
Read More
T-6882
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brian Orchidias Seik; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Mila Tejamaya, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Diesel Engine Exhaust adalah campuran kompleks dari substansi pada fase akhir gas danpartikulat pada saat pembakaran bahan bakar diesel. Fase partikulat DEE disebut dengan DieselExhaust Particles (DEP) dimana pada fase ini, terdapat beberapa elemen seperti ElementalCarbon (EC) dan komponen organik lainnya. Saat ini, EC digunakan sebagai parameterturunan bagi penilaian pajanan terhadap Diesel Particulate Matter (DPM) karena keakuratanpengukuran pada konsentrasi partikulat yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah parameter EC dapat digunakan sebagai penanda DPM dengan menggunakan fraksipartikulat yang lebih kecil yaitu PM 0.25 dengan menggunakan desain penelitian observasionaldengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil 46 sampel filter yangdiambil di UP PKB Cilincing, Ujung Menteng dan Kelompok Kontrol pada bulan April-Mei2018. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelompok pengukuran dengan hasil analisis ECterhadap PM 0.25 bekorelasi positif dan linear signifikan adalah kelompok uji UP PKBCilincing, Kelompok Terpajan (Cilincing-Ujung Menteng), dan seluruh kelompok uji(Cilincing, Ujung Menteng, dan Kelompok Kontrol) (Sig<0.05) dengan derajat keeratansedang berkisar antara r=0,437 hingga r=0,526 serta koefisien determinasi berkisar antaraR2 =0,191 hingga R2 =0,277 (p<0.05) yang berarti parameter konsentrasi PM 0.25 memilikihubungan yang linear dan signifikan terhadap parameter EC. Korelasi paling erat ditunjukkandi UP PKB Cilincing (r=0,526, p=<0.025) sedangkan hasil uji analisis menyimpulkan bahwatidak terdapat korelasi positif antara variabel EC terhadap PM 0.25 di UP PKB Ujung Menteng(Sig>0.05, r=0,250; R 2 =0,063).Kata Kunci: Analisis Konsentrasi; Diesel Particulate Matter; Elemental Carbon; KonsentrasiParticulate Matter; Particulate Matter 2.5; Particulate Matter 0.25.
Read More
S-10285
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aidila Fitri; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdan; Penguji: Hendra, Rudy Saptari Sulesuryana
Abstrak: POLUSI UDARA MENJADI SALAH SATU PENYEBAB TINGGINYA ANGKA KEJADIAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DI DUNIA. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGUKUR DAN MENGANALISIS PAJANAN PERSONAL DEBU PM2,5 DAN KADAR APOLIPOPROTEIN-B (APO-B) SEBAGAI BIOMARKER ATEROSKLEROSIS DALAM DARAH PEKERJA DI PUSAT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR CILINCING TAHUN 2017. STATUS MEROKOK, OBESITAS, PENGGUNAAN APD, DAN RIWAYAT PENYAKIT JUGA DI ANALISIS DALAM PENELITIAN INI DENGAN MENGGUNAKAN T-TEST INDEPENDEN. SAMPEL PENELITIAN BERJUMLAH 35 ORANG PEKERJA PKB CILINCING SEBAGAI KELOMPOK TERPAJAN DAN 24 ORANG PEKERJA FKM UI SEBAGAI KELOMPOK KONTROL. PAJANAN PERSONAL DIUKUR MENGGUNAKAN LELAND LEGACY PUMP DAN SIOUTAS CASCADE IMPACTOR, SEDANGKAN ANALISIS APO-B MENGGUNAKAN METODE POLYETHYLENEGLYCOL (PEG) ENHANCED IMMUNOTURBIDIMETRIC ASSAY. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN RATA-RATA KONSENTRASI PAJANAN PADA PEKERJA ADALAH 232,233 ΜG/M3 , SEDANGKAN RATA-RATA KADAR APO-B PADA KELOMPOK TERPAJAN ADALAH 107,30 MG/DL DAN KELOMPOK KONTROL ADALAH 91,17 MG/DL.

AIR POLLUTION BECOMES ONE CAUSE OF CARDIOVASCULAR DISEASE IN THE WORLD. THIS STUDY AIM FOR MEASURING PERSONAL EXPOSURE OF PARTICULATE MATTER 2,5 (PM2,5), AND APOLIPOPROTEIN-B LEVEL IN DIESEL EXHAUST EMISSION INSPECTOR BLOOD IN PKB CILINCING, 2017. IN ADDITION THIS STUDY ANALYZE SMOKING STATUS, OBESITY, FPE USING, AND HISTORY OF DISEASE USING INDEPENDENT T-TEST. STUDY SAMPLES OF 35 WORKER OF PKB CILINCING AS EXPOSED GROUP AND 24 WORKER OF FKM UI AS CONTROL GROUP. PERSONAL EXPOSURE MEASURE USING LELAND LEGACY PUMP AND SIOUTAS CASCADE IMPACTOR, WHILE ANALYSIS OF APO-B USING POLYETHYLENEGLYCOL (PEG) ENHANCED IMMUNOTURBIDIMETRIC ASSAY METHOD. RESULT OF STUDY SHOWS MEAN CONCENTRATION OF PERSONAL EXPOSURE TO WORKER IS 232,233 ΜG/M3 , WHILE MEAN APO-B LEVEL TO EXPOSED GROUP IS 107.30 MG/DL AND CONTROL GROUP IS 91.17 MG/DL. 
Read More
S-9524
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilah Putri Rahmita; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Retno Henderiawati
Abstrak:
Latar Belakang: Di Indonesia, pneumonia adalah salah satu penyakit menular penyumbang kematian balita. Faktor risiko pneumonia pada balita, antara lain kualitas udara, status imunisasi, dan status gizi balita. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsentrasi PM2,5, status imunisasi, dan status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di 10 SPKU Daerah Khusus Jakarta tahun 2023 dengan data bulanan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi berdasarkan tempat yang mencakup 10 kecamtan di Daerah Khusus Jakarta. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan kejadian pneumonia pada balita di Kecamatan Menteng (p=0,005; r=0,751), Kecamatan Kalideres (p=0,028; r=-0,631), dan Kecamatan Tanjung Priok (p=0,031; r=-0,622). Hubungan status imunisasi dengan pneumonia pada balita di Kecamatan Cakung (r=-0,356) dan Jagakarsa (r=-0,343) artinya memiliki korelasi negatif sedang. Adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di Kecamatan Tanjung Priok (p=0,018; r=-0,665), Kalideres (p=0,018; r=0,667), dan Kebon Jeruk (p=0,040; r=-0,599). Kesimpulan: Variasi tingkat polusi udara, imunisasi, dan gizi balita antar kecamatan di Jakarta menunjukkan perbedaan pola hubungan dengan pneumonia, menandakan perlunya intervensi dan evaluasi program kesehatan yang lebih terfokus di tiap wilayah.

Background: In Indonesia, pneumonia is one of the leading infectious diseases contributing to under-five mortality. Risk factors for pneumonia in children under five include air quality, immunization status, and nutritional status. Objective: To examine the relationship between PM2.5 concentration, immunization status, and nutritional status with the incidence of pneumonia in children under five across 10 SPKUs (Community Health Surveillance Areas) in the Special Capital Region of Jakarta in 2023 using monthly data. Methods: This study employed an ecological study design based on location, covering 10 subdistricts in the Special Capital Region of Jakarta. Results: The results showed a significant relationship between PM2.5 concentration and pneumonia incidence in children under five in Menteng Subdistrict (p=0.005; r=0.751), Kalideres Subdistrict (p=0.028; r=-0.631), and Tanjung Priok Subdistrict (p=0.031; r=-0.622). The relationship between immunization status and pneumonia in children under five in Cakung (r=-0.356) and Jagakarsa (r=-0.343) indicates a moderate negative correlation. A significant relationship was found between nutritional status and pneumonia incidence in children under five in Tanjung Priok (p=0.018; r=-0.665), Kalideres (p=0.018; r=0.667), and Kebon Jeruk (p=0.040; r=-0.599). Conclusion: The variation in air pollution levels, immunization coverage, and child nutrition across subdistricts in Jakarta shows different patterns of association with pneumonia, indicating the need for more targeted health program interventions and evaluations in each area.

Read More
S-11885
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive