Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Puput Oktamianti; Ketua Sidang: Sabarinah; Promotor: Adang Bachtiar; Ko Promotor: Indang Trihandini; Tim Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Sutoto, Miko Hananto
Abstrak:
Pelaporan kasus Tuberkulosis di Indonesia masih menjadi tantangan besar dengan masih tingginya kasus TB yang ditemukan khususnya di rumah sakit tetapi tidak terlaporkan kepada Program TB Nasional. Oleh karena itu, pemerintah telah mengintegrasikan pengendalian TB ke dalam akreditasi rumah sakit dimana akreditasi merupakan bentuk tuntutan legitimasi terhadap rumah sakit dan tuntutan stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kontribusi akreditasi terhadap pelaporan kasus TB oleh rumah sakit sehingga diperoleh rekomendasi kebijakan penguatan upaya pelaporan untuk TB pada rumah sakit. Penelitian menggunakan data sekunder hasil penilaian akreditasi rumah sakit dan pelaporan kasus TB dalam SITT pada semua rumah sakit yang lulus SNARS 2018 periode Januari 2018-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumah sakit menunjukkan peningkatan pada periode setelah akreditasi. Variabel akreditasi yang dikontruksi indikator manajemen informasi dan rekam medik, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, dan program nasional penurunan angka kesakitan tuberkulosis berpengaruh terhadap pelaporan kasus TB dimana karakteristik rumah sakit (tempat tidur, kelas RS dan ukuran RS) mempengaruhi kedua variabel tersebut. Kerangka penguatan upaya pelaporan TB di rumah sakit yang dikembangkan mencakup: regulasi dan kebijakan, manajemen proses, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, monitoring dan evaluasi serta feedback. Hal ini didukung juga oleh strategi manajemen data yang terdiri dari: (1) sumber data TB yang berasal dari berbagai unit pelayanan dilaporkan kepada tim DOTS, (2) koordinasi melalui labeling dan komunikasi rutin serta integrasi data berbasis SIMRS, (3) leveraging dan manajemen data melalui manajemen data induk, analisis data dan kualitas data, (4) tata kelola data yang didukung SDM, proses/standar, kebijakan/regulasi, dan teknologi/fasilitas, serta (5) penyelarasan data internal rumah sakit dan database kementerian kesehatan. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah: (1) penguatan pada proses penilaian akreditasi dengan memanfaatkan komponen penilaian bab manajemen informasi dan rekam medik serta bab peningkatan mutu dan keselamatan pasien; (2) penguatan pada manajemen data TB di internal rumah sakit dengan memanfaatkan sistem informasi yang terkoneksi dan terintegrasi dengan database internal dan eksternal yang disertai monitoring, evaluasi serta feedback oleh Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan sehingga surveilans TB dapat optimal;dan (3) penguatan insentif dan disinsentif dalam mendukung pelaporan kasus TB oleh rumah sakit.

Reporting TB cases in Indonesia is still a big challenge with the high TB cases found, especially in hospitals, but not reported to the National TB Program. Therefore, the government has integrated TB control into hospital accreditation where accreditation is a form of legitimate demands for hospitals and stakeholder demands. This study aims to analyze how the contribution of accreditation to TB case reporting by hospitals in order to obtain policy recommendations for strengthening reporting efforts for TB in hospitals. The study used secondary data from hospital accreditation assessment results and TB case reporting in SITT at all hospitals that passed the 2018 SNARS for the period January 2018-June 2019. The results showed that the number of hospitals reporting TB cases increased in the period after accreditation. Accreditation variables constructed by indicators of information management and medical records, quality improvement and patient safety, and national programs for reducing tuberculosis morbidity affect the reporting of TB cases where hospital characteristics (beds, hospital class and hospital size) affect both variables. The framework for strengthening TB reporting efforts in hospitals that was developed includes: regulations and policies, process management, customer focus, resource management, monitoring and evaluation and feedback. This is also supported by a data management strategy consisting of: (1) TB data sources originating from various service units reported to the DOTS team, (2) coordination through labeling and routine communication as well as SIMRS-based data integration, (3) leveraging and management data through master data management, data analysis and data quality, (4) data management supported by human resources, processes/standards, policies/regulations, and technology/facilities, and (5) synchronization of internal hospital databases and ministry of health databases. Recommendations in this study are: (1) strengthening the accreditation assessment process by utilizing the assessment components of the information management chapter and medical records as well as the quality improvement and patient safety chapter; (2) strengthening of internal TB data management in hospitals by utilizing information systems that are connected and integrated with internal and external databases accompanied by monitoring, evaluation and feedback by the Health Service and the Ministry of Health so that TB surveillance can be optimal; and (3) strengthening incentives and disincentives in supporting the reporting of TB cases by hospitals. Key words: Tuberculosis, Accreditation, Surveillance, Reporting, Hospital
Read More
D-438
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helsa Riyanika; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianti Permanasari, Anasthasia Lumantik
Abstrak:

ABSTRAK Sistem pelaporan kegiatan rutin di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center yang masih manual atau belum terintegrasi secara online, sehingga menyebabkan beberapa masalah seperti tidak standarnya laporan-laporan yang diberikan oleh masing-masing unit, dan terjadinya kesalahan dalam input dan rekapitulasi laporan oleh petugas rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran dan identifikasi sistem pelaporan rutin rumah sakit Metropolitan Medical Center sehingga dapat memberikan saran guna meminimalkan kesalahan dalam pembuatan laporan rutin rumah sakit. Rumah sakit metropolitan medical center memiliki 162 tempat tidur, dimana unit rekam medis bertanggung jawab dalam pembuatan dua laporan wajib rumah sakit, yakni laporan eksternal, yaitu laporan kepada departemen kesehatan, dan laporan internal, yaitu laporan kepada seluruh direksi rumah sakit. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, terbatas pada laporan internal rumah sakit. Informan penelitian berjumlah 14 orang. Dari penelitian didapatkan hasil mengenai sumber daya dan fasilitas yang berhubungan dengan pembuatan laporan kegiatan, dan diketahui bahwa belum semua unit yang terkomputerisasi dan memiliki sistem online, serta tidak standarnya format formulir laporan di setiap unit. Selain itu juga ditemukan adanya kesulitan dari unit rekam medis dalam memproses laporan yang diterima. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perlunya suatu formulir standar sehingga dapat memudahkan unit rekam medis dalam melakukan rekapitulasi di setiap unit pelaksana sehingga dapat mengurangi kemungkinan timbulnya kesalahan dalam pembuatan laporan rutin rumah sakit. ABSTRACT Report activities in Metropolitan Medical Center are done manually and has not yet adopted an online integration. This causes a number of problems such that the report are not collected in one unified standard and that input mistakes are often made in the reports by the medica record staffs. The purpose of this research is to describe and analyze the daily and monthly report activities at the hospital therefore to advice which could be use to overcome the problems. The Metropolitan Medical Center has 162 beds, and its medical record unit responsible to produce essential reports that are external and internal reports. The external reports are to be submitted to the Ministry of Health Department while the internal reports to the board of directors. The type of research conducted will be qualitatif-descriptive and limited to only internal reports. The research is held the interview of fourteen informants and observations. The informations result from the interview are type of resources and facilities needed to produce the reports as well as evidence that not all the units has the computerized system or online system, and also the format of the form reports is not standard for each unit. It is also known that there is some difficulties to process the reports in medical record unit. The conclusion of the research is standar form is needed to facilitate the medical record unit in order to process the reports for each unit in hospital, so that can minimalized the chance of mistakes in the process of reporting the hospital reports.

Read More
B-1538
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive