Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Indah Mustika Rahmadini; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Aditya Pratama Saanin, Amila Megraini
Abstrak:
Read More
Peningkatan persaingan layanan kesehatan di era digital mendorong rumah sakit untuk mengadopsi strategi pemasaran yang lebih adaptif dan efektif. Rumah Sakit Islam Aysha, sebagai rumah sakit umum tipe C yang baru berdiri di wilayah Cibinong, memerlukan strategi pemasaran digital yang tepat untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran digital berbasis bauran pemasaran (7P) yang dapat diterapkan di RS Islam Aysha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, kuesioner bauran pemasaran, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Islam Aysha memiliki kekuatan pada aspek sumber daya manusia, lokasi strategis, dan layanan Islami, namun masih perlu penguatan di bidang promosi digital, pengelolaan website, dan edukasi kesehatan masyarakat. Berdasarkan analisis SWOT, matriks IFE-EFE, IE, serta TOWS, disusun strategi agresif yang berfokus pada penetrasi pasar digital, promosi tematik berbasis media sosial, optimalisasi website layanan, serta penguatan citra rumah sakit Islami. Strategi bauran pemasaran digital yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, loyalitas pasien, serta memperkuat posisi RS Islam Aysha di tengah persaingan layanan kesehatan.
The increasing competition in healthcare services in the digital era has driven hospitals to adopt more adaptive and effective marketing strategies. Rumah Sakit Islam Aysha, as a newly established type C general hospital in the Cibinong area, requires an appropriate digital marketing strategy to enhance its visibility, competitiveness, and patient loyalty. This study aims to formulate a digital marketing strategy based on the marketing mix (7P) approach applicable to Rumah Sakit Islam Aysha. The research employed a descriptive qualitative method through in-depth interviews, marketing mix questionnaires, and document reviews. The findings revealed that Rumah Sakit Islam Aysha has strengths in human resources, strategic location, and Islamic-based healthcare services but requires improvement in digital promotion, website management, and community health education. Based on SWOT analysis, IFE-EFE, IE, and TOWS matrices, an aggressive strategy was developed focusing on digital market penetration, thematic campaigns through social media, optimization of service websites, and strengthening the hospital’s Islamic brand image. The integrated digital marketing mix strategy is expected to improve public trust, increase patient loyalty, and strengthen the competitive position of Rumah Sakit Islam Aysha within the healthcare service industry.
B-2531
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Aviliyanti Taufik; Pembimbing : Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Alinur, Wirda Saleh
Abstrak:
Pemasaran di era sekarang berupa promosi produk atau merek yang dilakukan melalui media elektronik. Pemasaran rumah sakit bertujuan memperkenalkan rumah sakit pada masyarakat luas, menginformasikan fasilitas dan kemampuan pelayanan kepada masyarakat, membentuk dan membina citra rumah sakit melalui kepercayaan dan penghargaan masyarakat terhadap kemampuan rumah sakit, pemanfaatan sumber daya rumah sakit secara optimal dan juga mengharapkan terjadinya peningkatan penghasilan. Pemasaran digital yang sudah berjalan di rumah sakit perlu dilakukan pembaharuan agar terlihat up to date. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan google form yang disebar melalui aplikasi whats app. Hasil analisis terdapat satu variabel yaitu jejaring media sosial yang tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat masyarakat untuk datang berobat ke rumah sakit Kartika Husada Jati Asih (p>0,05). Dari analisis regresi logistik didapatkan dua variabel yang memiliki hubungan yang paling signifikan terhadap minat masyarakat, yaitu variabel customization dan navigasi (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah sakit Kartika Husada Jati Asih sudah melakukan pemasaran digital tetapi masih perlu dimodifikasi tampilan situs web dan media sosialnya. Disarankan memperbarui konten marketing dan lebih interaktif di situs web ataupun media sosial.
Read More
B-2076
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ria Wijaya; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Popy Yuniar, Wachyu Sulistiadi, Martina Ovinda Suandi, Budi Hartono
Abstrak:
Read More
Seiring dengan semakin meningkat jumlah rumah sakit di Indonesia, persaingan antar rumah sakit tidak dapat dihindarkan. Setiap rumah sakit berusaha menarik hati pasien dan calon pasien dengan memperkenalkan layanan kesehatan dan fasilitas yang ditawarkan. Rumah sakit perlu melakukan pemasaran yang efektif, yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pemasaran digital melalui media sosial, seperti instagram mampu menjangkau audiens dengan efektif dan efisien. Charitas Hospital Palembang telah memanfaatkan instagram sebagai media digital marketing sejak tahun 2017, namun sampai saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap penerimaan pengguna terhadap media ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerimaan pengguna media instagram sebagai sarana pemasaran digital Charitas Hospital Palembang dengan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Aspek yang dinilai, yaitu performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions terhadap behavioral intentions pasien Charitas Hospital Palembang dalam menggunakan instagram sebagai media digital marketing. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada Februari–Maret 2025 pada 125 responden melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan performance expectancy dan facilitating conditions memiliki hubungan signifikan terhadap behavioral intentions pasien Charitas Hospital Palembang dalam menggunakan instagram sebagai media digital marketing. Sedangkan, effort expectancy dan social influence tidak memiliki hubungan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemudahan dan pengaruh lingkungan bukan merupakan faktor utama yang mendorong niat pengguna, tetapi cenderung pada manfaat dan kegunaan dari instagram sebagai media pemasaran digital rumah sakit.
With the increasing number of hospitals in Indonesia, competition in the healthcare sector has become inevitable. To attract both current and prospective patients, hospitals are increasingly promoting their healthcare services and facilities through strategic marketing initiatives. In this digital era, effective marketing necessitates the integration of advanced digital technologies. Social media platforms, particularly instagram, offer an efficient and far-reaching medium for digital marketing in healthcare settings. Charitas Hospital Palembang has used instagram as part of its digital marketing strategy since 2017. However, an evaluation of user acceptance toward this platform has not yet been conducted. This study aims to assess the acceptance of instagram as a digital marketing tool by users of Charitas Hospital, applying the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) framework. Key constructs analyzed include performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions, in relation to the behavioral intentions of patients to engage with the hospital’s instagram platform. This quantitative study utilized a cross-sectional design and was conducted between February and March 2025, involving 125 respondents who completed a structured questionnaire. The results reveal that performance expectancy and facilitating conditions are significantly associated with user’s behavioral intention to utilize instagram for interacting with the hospital’ s digital marketing content. In contrast, effort expectancy and social influence were not found to have a statistically significant effect. These findings suggest that perceived usefulness and facilitating conditions are more critical drivers of user engagement than ease of use or social influence. This shows that ease of use and social influence are not the main factors influencing behavioral intentions. Rather, the focus tends to be on the benefits and utility of instagram as a digital marketing platform for hospitals.
B-2527
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dovian Emely Suteja; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Fushen; Eka Ginanjar
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Pemasaran rumah sakit melalui media digital menjadi semakin diminati karena masifnya pengguna internet di seluruh dunia. Rumah Sakit UKRIDA merupakan rumah sakit yang relatif baru di kawasan Jakarta Barat yang telah mengimplementasikan pemasaran digital untuk meningkatkan brand awareness, memperkuat brand image, serta membangun brand loyalty. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemasaran digital dengan loyalitas pengunjung dan citra merk RS UKRIDA. Metode: Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner online oleh 105 orang pengunjung rumah sakit. Pemasaran digital dinilai dari aspek perceived relevance, informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics, dan variety. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara seluruh aspek pemasaran digital dengan citra RS maupun dengan loyalitas pengunjung. Authenticity dari konten pemasaran digital memiliki hubungan paling dominan terhadap citra RS dan loyalitas pengunjung. Citra RS juga memiliki hubungan yang signifikan dengan loyalitas pengunjung. Regresi logistik ganda menunjukkan citra rumah sakit memiliki hubungan paling erat dengan loyalitas pengunjung (OR = 18,817) setelah dikontrol oleh variabel pemasaran digital. Kesimpulan: Upaya promosi RS UKRIDA di media digital harus diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien dengan tujuan untuk mempertahankan citra rumah sakit serta membangun loyalitas pengunjung.
Introduction: Hospital marketing through digital media is becoming increasingly popular due to the massive number of internet users worldwide. UKRIDA Hospital, a new hospital in West Jakarta, has implemented digital marketing to increase brand awareness, strengthen brand image, and build brand loyalty. Objectives: This study aims to determine the relationship among digital marketing, visitor loyalty, and the brand image of UKRIDA Hospital. Methods: Primary data were collected from 105 hospital visitors using an online questionnaire. Digital marketing is assessed in terms of perceived relevance, informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics, and variety. Results: There was a significant relationship between all aspects of digital marketing and both hospital image and visitor loyalty. Content authenticity showed the most dominant relationship to hospital image and visitor loyalty. Hospital image was also found to have a significant relationship with visitor loyalty. Multiple logistic regression indicated that hospital image had the closest relationship with visitor loyalty (OR = 18.817) after being controlled by digital marketing aspects as confounding variables. Conclusion: Digital marketing efforts of UKRIDA Hospital must be balanced with efforts to improve service quality to increase patient trust and satisfaction, with the aim of maintaining the image of the hospital and building visitor loyalty.
B-2341
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yohana Septianxi Merrynda; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Adang Bachtiar, Wachyu Sulistiadi,
Doris Tobing, Erik Winarno
Abstrak:
Read More
Latar Belakang : pesatnya perkembangan bisnis yang mengadaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi mendorong setiap rumah sakit mempunyai inovasi terhadap pengembangan produk yang dijual ke masyarakat. Pengembangan inovasi tersebut salah satunya ialah pemasaran digital. RS Siloam TB Simatupang sudah mengimplementasikan pemasaran digital untuk pengenalan produk layanannya ke masyarakat. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemasaran digital dengan minat masyarakat memilih pelayanan Kesehatan Medical Check Up di RS Siloam TB Simatupang. Metode: data yang diambil diperoleh melalui data primer dengan instrument pengisian kuesioner, sampel pada penelitian ini ialah 382 orang peserta MCU ataupun pendamping peserta MCU. Pemasaran digital ini dilihat dari aspek informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics dan variety. Hasil: hasil analisis menunjunkan adanya hubungan bermakna antara seluruh aspek pemasaran digital dengan minat pengunjung di RS. Entertainment, Authenticity dan Variety memiliki hubungan paling dominan dengan minat pengunjung. Regresi logistic menunjukkan aspek entertainment memiliki hubungan paling signifkan dengan minat pengunjung. Kesimpulan: RS Siloam TB Simatupang sudah melakukan implementasi penggunaan pemasaran digital namun perlu adanya optimalisasi dalam penggunaan media sosial / digital RS baik dari segi kualitas maupun pelayanan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengunjung rs.
Introduction: the rapid development of businesses that adapt to the development of information technology encourages every hospital to have innovations in the development of products sold to the public. One of these innovations is digital marketing. Siloam TB Simatupang Hospital has implemented digital marketing for the introduction of its service products to the public. Objectives: This study aims to determine the relationship between digital marketing and public interest in choosing Medical Check Up health services at Siloam TB Simatupang Hospital. Methods: the data taken was obtained through primary data with the instrument filling out a questionnaire, the sample in this study were 382 MCU participants or companions of MCU participants. Digital marketing is seen from the aspects of informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics and variety. Results: the results of the analysis showed a significant relationship between all aspects of digital marketing with visitor interest in the hospital. Entertainment, Authenticity and Variety have the most dominant relationship with visitor interest. Logistic regression shows the entertainment aspect has the most significant relationship with visitor interest. Conclusion: Siloam TB Simatupang Hospital has implemented the use of digital marketing but there is a need for optimization in the use of social media / digital hospitals both in terms of quality and service, this aims to increase the trust and satisfaction of hospital visitors.
B-2460
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. : Pusinfokesmas FKM UI, S2
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rinda Rentia Angreani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Astrid Saraswaty Dewi, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Klinik Anggrek Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) merupakan layanan rawat jalan eksekutif bagi pasien umum dan pemegang asuransi. Klinik ini tidak memiliki akun Instagram resmi tersendiri, informasi layanannya dikomunikasikan melalui akun Instagram RSUI (@rs.ui) sebagai kanal Instagram resmi RSUI yang memuat informasi Klinik Anggrek. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan untuk menilai apakah Instagram RSUI telah berfungsi efektif sebagai kanal pemasaran Klinik Anggrek dan apakah pesan digitalnya selaras dengan 7P Marketing Mix dalam membentuk minat berkunjung pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas Instagram RSUI dan implementasi 7P Marketing Mix terhadap minat berkunjung pasien di Klinik Anggrek RSUI serta merumuskan arahan penguatan pemasaran digital berbasis temuan, literatur, dan benchmarking. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 140 responden, yaitu pasien Klinik Anggrek RSUI yang pernah menggunakan layanan dan pernah melihat atau mengakses informasi Klinik Anggrek melalui Instagram RSUI. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS. Data sekunder berupa dokumentasi Instagram, data kinerja layanan, literatur, dan benchmarking digunakan untuk memperkuat interpretasi manajerial. Hasil: Model pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Nilai R-square sebesar 0,714 menunjukkan bahwa efektivitas Instagram RSUI dan implementasi 7P Marketing Mix mampu menjelaskan 71,4% variasi minat berkunjung pasien. Efektivitas Instagram RSUI berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung (koefisien jalur 0,253; t-statistic 3,269; p-value 0,001). Implementasi 7P Marketing Mix juga berpengaruh positif dan signifikan (koefisien jalur 0,399; t-statistic 6,061; p-value < 0,001) dan memiliki pengaruh lebih dominan. Kesimpulan: Instagram RSUI layak diposisikan sebagai akun resmi Instagram untuk memasarkan Klinik Anggrek, tetapi pengelolaannya perlu bergeser dari kanal publikasi menuju kanal yang terukur pada aspek awareness, interaksi, pertanyaan layanan, appointment, hingga kunjungan aktual. Penguatan tersebut harus disertai konsistensi pengalaman layanan 7P, khususnya pada promotion dan process, serta evaluasi kontribusi segmen non-JKN melalui data kunjungan dan pendapatan.
Background: RSUI Anggrek Clinic is an executive outpatient service for self-paying and insured patients. The clinic does not operate a separate official Instagram account; its services are communicated through RSUI’s parent Instagram account (@rs.ui). This context requires an assessment of whether RSUI’s Instagram effectively functions as a marketing channel for Anggrek Clinic and whether its digital communication is aligned with the 7P Marketing Mix in shaping patients’ visit intention. Objectives: This study analyzed the influence of RSUI Instagram effectiveness and 7P Marketing Mix implementation on patients’ visit intention at RSUI Anggrek Clinic and formulated strategic directions based on the findings, literature, and benchmarking. Methods: A quantitative cross-sectional design was used. The sample consisted of 140 patients who had used Anggrek Clinic services and had seen or accessed information about the clinic through RSUI’s Instagram. Primary data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. Secondary data from Instagram documentation, service performance data, literature, and benchmarking were used to strengthen managerial interpretation. Results: The measurement model met validity and reliability criteria. The R-square value of 0.714 indicated that RSUI Instagram effectiveness and 7P Marketing Mix implementation explained 71.4% of the variance in patients’ visit intention. RSUI Instagram effectiveness had a positive and significant effect on visit intention (path coefficient 0.253; t-statistic 3.269; p-value 0.001). The 7P Marketing Mix also had a positive and significant effect (path coefficient 0.399; t-statistic 6.061; p-value < 0.001) and was the stronger predictor. Conclusion: RSUI’s Instagram can serve as the parent account for marketing Anggrek Clinic, but it should evolve from a publication channel into a measurable pathway from awareness and interaction to service inquiries, appointments, and actual visits. This strategy must be supported by consistent 7P service delivery, particularly promotion and process, and by evaluating the contribution of non-JKN segments using visit and revenue data. Keywords: RSUI Instagram, 7P Marketing Mix, patients’ visit intention, RSUI Anggrek Clinic, non-JKN patients, hospital digital marketing
B-2627
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
