Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andini Tri Wijayati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Tris Eryando; R. Sutiawan, Fushen; Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kinerja, RS UKRIDA melakukan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penerimaan atau penolakan sistem oleh pengguna adalah penentu keberhasilan atau kegagalan adopsi sistem. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu metode untuk melakukan penilaian penerimaan teknologi yang paling banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis penerimaan penggunaan SIMRS oleh karyawan RS UKRIDA dengan menggunakan TAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional terhadap 104 karyawan RS UKRIDA. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap persepsi manfaat. Persepsi kegunaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan. Sikap terhadap penggunaan berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Persepsi manfaat berpengaruh secara langsung namun tidak signifikan terhadap intensi/niat perilaku. Pada pengaruh tidak langsung, persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi/niat perilaku melalui sikap penggunaan. Dan pengaruh tidak langsung persepsi kemudahan terhadap intensi/niat perilaku bernilai positif dan signifikan. Sikap terhadap penggunaan merupakan prediktor terpenting dari intensi/niat perilaku karyawan RS UKRIDA terhadap penggunaan SIMRS
Read More
B-2293
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Priskatindea; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Indri Oktaria Sukmaputri, Bayu Aji
Abstrak: Perilaku pencegahan merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Vaksinasi merupakan salah satu kunci dari perilaku pencegahan terhadap COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin COVID-19 pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan menganalisis hasil survei daring yang dilakukan pada 264 orang Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia yang berlangsung selama bulan Mei 2021. Hubungan asosiasi dinilai pada faktor sosidemografi yakni usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, agama, tingkat pendidikan, status menikah, status pekerjaan dan kepemilikan asuransi, gambaran riwayat individu/kerabat terkena COVID-19 sebelumnya, persepsi terhadap COVID-19 yang terdiri atas persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan, serta tingkat pengetahuan tentang COVID-19, tingkat pengetahuan tentang pencegahan COVID-19, tingkat pengetahuan tentang vaksin COVID-19, dan perilaku pencegahan COVID-19 dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan menggunakan analisis logistic regression. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 88,6% mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor status menikah, kepemilikan asuransi, persepsi hambatan, dan pengetahuan tentang vaksin COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan penerimaan vaksin COVID-19 mahasiswa FKM UI. Penelitian ini menemukan bahwa persepsi hambatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa FKM UI. Upaya edukasi yang lebih luas, transparan dan konsisten serta klarifikasi terhadap misinformasi perlu dilakukan untuk meningkatkan keyakinan pada populasi berusia muda khususnya mahasiswa mengenai manfaat dan hambatan dari vaksinasi sehingga diharapkan dapat mengedukasi orang lain di lingkungan sekitarnya. Pemahaman perspektif mahasiswa tentang vaksin COVID-19 dan dukungan keterlibatan mereka terhadap pelaksanaan vaksinasi dapat berguna dalam merencanakan respon yang memadai. Upaya penelitian lebih lanjut diperlukan dengan menggunakan metode, desain dan variabel yang lebih baik dan lebih spesifik serta dengan lingkup yang lebih luas untuk mengetahui lebih jauh mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada mahasiswa khususnya mahasiswa FKM
Preventive behavior is the key to success in dealing with the COVID-19 pandemic. Vaccination is one of the keys to against COVID-19. The purpose of this study was to determine and explain the factors influencing COVID-19 vaccine acceptance among Public Health students, Universitas Indonesia. This research used a crosssectional design by analyzing the results of an online survey conducted on 264 Public Health students, Universitas Indonesia during May 2021. The relationship is assessed between COVID-19 vaccine acceptance and sosidemographic factors, namely age, gender, economic level, religion, education level, married status, occupation and health insurance status, a history of individuals / relatives affected by COVID-19 before, perceived of COVID-19 consisting of perceived risk, perceived severity, perceived benefits, and perceived barriers, knowledge about COVID-19, knowledge about COVID-19 prevention, knowledge about the COVID-19 vaccine, and COVID-19 prevention behavior among Public Health students, Universitas Indonesia using logistic regression analysis. The results of this study indicate that 88,6.% students of Faculty of Public Health, Universitas Indonesia stated that they are willing to receive the COVID-19 vaccine. The results of multivariate analysis showed that marital status, insurance ownership, perceived barriers, and knowledge of the COVID-19 vaccine had a significant relationship with the acceptance of the COVID-19 vaccine for public health students. This study showed that the perception of barriers was the most dominant factor related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in the public health students, Universitas Indonesia. Broader information, transparent and consistent education with appropriate communication approaches and clarification of misinformation are needed to increase confidence in the young population, especially university students, about the benefits and barriers of vaccination so it is expected to educate others. Understanding students' perspectives on the COVID-19 vaccine and supporting their involvement in vaccination programme can be useful in planning an adequate response. Further research are needed by using better and more complete methods, designs and variables as well as with a wider scope to find out more about the factors related to the acceptance of the COVID-19 vaccine in students, especially Public Health students
Read More
T-6215
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ineu Isnaeni; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Evi Martha, Nita Ita Hernita, Retno Wijayanti
Abstrak: Sebanyak 45% orang tua yang memiliki anak disabilitas di Kota Depok masih malu, menelantarkan anaknya, dan tidak memberikan kasih sayang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan orang tua yang memiliki anak disabilitas dan determinannya di Kota Depok Jawa Barat tahun 2022. Penelitian menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data melalui pengisian kuesioner online pada 120 orang tua yang memiliki anak disabilitas yang tinggal di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerima anak disabilitas di Kota Depok Jawa Barat Tahun 2022 sudah baik dengan nilai rata-rata 86,79 (skala 100). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, nilai religiusitas, dukungan tenaga kesehatan, dan pendapatan memiliki hubungan bermakna dengan penerimaan orang tua yang memiliki anak disabilitas. Dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan penerimaan orang tua yang memiliki anak disabilitas di Kota Depok Jawa Barat. Orang tua yang cukup mendapat dukungan dari tenaga kesehatan berpeluang menerima anaknya yang mengalami disabilitas 5,6 kali dibanding dengan orang tua yang kurang mendapat dukungan tenaga kesehatan setelah dikontrol oleh pengetahuan, sikap, nilai religiusitas dan pendapatan
Read More
T-6384
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paramita Boni Lestari; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Puput Oktamianti, Gertrudis Tandy, Zakiah
Abstrak: Salah satu upaya untuk mencegah penularan COVID-19, pemerintah Kota Depok melakukan program vaksinasi COVID-19. Capaian vaksinasi COVID-19 Kota Depok sampai tanggal 22 Juli 2021 mencapai 8,07% di mana belum mencapai target. Pencapaian program bergantung pada penerimaan sasaran program vaksinasi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Depok yang berusia 18 tahun keatas, tinggal di Kota Depok dan belum mendapatkan vaksin COVID-19. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 256 responden. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan google form. Analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan chi square dan analisis multivariat menggunakan resgresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 176 responden (68,7%) menerima vaksin COVID-19. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan dukungan keluarga dengan penerimaan vaksin COVID-19. Dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, persepsi kerentanan, isyarat bertindak, keterpaparan media informasi, riwayat penyakit komorbid, riwayat terinfeksi COVID-19, pengetahuan tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19, serta riwayat vaksinasi influenza dengan penerimaan vaksin COVID-19
One of the efforts to prevent the transmission of COVID-19, the Depok City government carried out a COVID-19 vaccination program. Depok City's COVID-19 vaccination achievement until July 22, 2021 reached 130.077 (8,06%) which had not yet reached the vaccination target. Achievement of the program is contingent on the acceptance of the targeted COVID-19 vaccination program. The purpose of this study was to determine the factors associated with receiving the COVID-19 vaccine in Depok City. This research is a quantitative research withdesign cross sectional. The sample in this study was Depok City people aged 18 years and over, living in Depok City and had not received the COVID-19 vaccine. The sample in this study were 256 respondents. The sampling method used is consecutive sampling. Data collection using google form. The data analysis used was univariate using a frequency distribution table, bivariate analysis using chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that 176 respondents (68,7%( received he COVID-19 vaccine, The results showed that there was a relationship between age, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers and family support with COVID-19 vaccine acceptance.
Read More
T-6261
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Suci Rahayu; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Amila Megraini
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin Covid-19 pada lansia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mencari artikel penelitian yang telah terpublikasi melalui online database yaitu ProQuest, PubMed, Science Direct, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "Acceptance COVID-19 Vaccines AND Elderly". kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel jurnal yang diterbitkan pada tahun 2021,menggunakan Bahasa Inggris, dalam bentuk full text dan open access. Dari 674 artikel yang didapat dari hasil pencarian, terdapat 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan relevan dengan topik penelitian untuk kemudian dianalisis.
Read More
S-10885
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farenia Ramadhani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak: Latar Belakang: Pelaksanaan program vaksinasi sebagai salah satu strategi preventif pengendalian virus COVID-19 memunculkan berbagai macam respon di masyarakat. Penerimaan vaksinasi COVID-19 dan faktor-faktor yang memengaruhinya sangat berdampak pada keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2022 berdasarkan teori health belief model. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang dengan cara pengambilan data primer melalui survei online dengan sampel penelitian yaitu mahasiswa aktif program sarjana. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Dari 295 responden, terdapat 48,1% mahasiswa yang akan melakukan vaksinasi COVID-19. Penerimaan vaksinasi COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, persepsi kemampuan diri dan isyarat bertindak (p < 0,05). Kesimpulan: Penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia masih rendah. Berbagai strategi yang efektif harus dilakukan untuk memicu niat mahasiswa melakukan vaksinasi COVID-19. Diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan civitas academica melalui sosialisasi/kampanye aktif di kampus dan memaksimalkan chatbot whatsapp Kementerian Kesehatan untuk menguragi keragu-raguan melakukan vaksinasi COVID-19.
Background: COVID-19 vaccination program which known as prevention strategy to control the pandemic shows various response in society. The acceptance of COVID-19 vaccination and its influencing factors give a big impact for the success of the program. The study aims to analyze the acceptance of the COVID-19 vaccination among Universitas Indonesia students in 2022 based on health belief model theory. Methods: This study use a cross-sectional design with primary data through an online survey and the target population constituted undergraduate students. The data analyzed by univariate and bivariate to know the relation between variables. Results: From 295 respondents, about 48,1% intended to accept the vaccination. The acceptance of COVID-19 vaccination has a significant relation with knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived barriers, perceived benefits, perceived self efficacy and cues to action (p < 0,05). Conclusions: The acceptance of the COVID-19 vaccination was low among Universitas Indonesia students. Various effective strategies must be done to trigger the intention of COVID-19 vaccination. The cooperation between government and civitas academica through campaign is needed and maximize the use of chatbot whatsapp ministry of health to reduce COVID-19 vaccination hesitation. Keywords: COVID-19, Vaccine Acceptance, Health Belief Model Theory
Read More
S-11146
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Krisga Zulkarnaen Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Wahyunika Romadona
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungann dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat di Kelurahan Belian Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebesar 205 orang yang diambil dengan metode quota sampling. Variabel dependen berupa penerimaan vaksinasi, sedangkan variabel independen berupa usia, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan isyarat bertidak. Data kuesioner diisi sendiri oleh responden yang selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh responden yang menerima vaksinasi COVID-19 di Kelurahan Belian sebesar 62,9%.
Read More
S-10843
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabilla Farah Mahira; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Taufik Kurahman
Abstrak:
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan diseluruh wilayah dengan prioritas penyebaran COVID-19 yang cukup tinggi. Indonesia merilis pernyataan bahwa lebih banyak masyarakat tidak mengikuti himbauan pemerintah dalam pelaksanaan vaksin dosis ketiga atau Booster. Kemudian per 27 November 2022, terjadi peningkatan kasus COVID-19 di Kota Semarang, salah satunya di Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan yang menjadi zona merah karena ada 4 RW dan 7 RT yang kembali mengalami kasus COVID-19. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan vaksinasi Booster dan issue yang diterima masyarakat sehingga dapat mematuhi kebijakan Pemerintah terkait penerimaan vaksinasi Booster dalam pencegahan Omicron di wilayah Kelurahan Barusari, Kota Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan total 432 responden dengan usia ≥18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yaitu dengan Google Form. Persentase penerimaan vaksinasi Booster COVID-19 pada penduduk Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah Tahun 2022 sebesar 96,8%. Hasil Chi Square menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan pengetahuan COVID-19 dengan penerimaan terhadap vaksinasi Booster COVID-19 pada penduduk Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang Tahun 2022.

Vaccination is carried out in all areas with a relatively high priority for the spread of COVID-19. Indonesia released a statement that more people did not follow the government's call for implementing a third or booster dose of vaccine. Then as of November 27 2022, there was an increase in COVID-19 cases in the city of Semarang, one of which was in the Barusari Village, South Semarang District which became a red zone because there were 4 RWs and 7 RTs that had returned to experiencing COVID-19 cases. This study aims to find out how the acceptance of Booster vaccinations and issues received by the community so that they can comply with Government policies regarding receiving Booster vaccinations in preventing Omicron in the Barusari Village area, Semarang City. The study was conducted using a cross-sectional study design with a total of 432 respondents aged ≥18 years. Data was collected through an online questionnaire, namely with the Google Form. The percentage of receiving the COVID-19 vaccination Booster in residents of the Barusari Village, South Semarang District, Semarang City, Central Java in 2022 is 96.8%. Chi Square results show that there is no significant relationship between gender, age, education, occupation, income, and knowledge of COVID-19 and acceptance of the COVID-19 Booster vaccination in residents of Barusari Village, South Semarang District, Semarang City in 2022.
Read More
S-11173
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhanifah; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Evi Martha, Harmayani, Maheka Karmanie
Abstrak:
Hingga 12 Oktober 2022, COVID-19 di Indonesia menyebabkan 6.450.248 orang terpapar dan 158.249 jiwa meninggal dunia. Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mengurangi transmisi/penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan COVID-19. Tujuannya untuk membentuk kekebalan kelompok di masyarakat minimal 60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 booster pada tenaga kerja di Kota Tangerang. Penelitian kuantitaif menggunakan desain studi survei cross sectional. Pengumpulan data dilakukan kepada 319 responden di Kota Tengerang dengan menggunakan kuesioner Vaccination Acceptance Scale dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 170 responden (53,3%) menerima vaksinasi COVID-19 booster dengan baik. Namun, jika dilihat dari pertanyaannya, terdapat 41,7% responden menerima vaksinasi karena diwajibkan. Hal ini menunjukkan belum ada kesadaran pribadi responden untuk melakukan vaksinasi booster COVID-19. Terdapat hubungan antara pekerjaan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, keterpaparan informasi, dan riwayat vaksinasi COVID-19 dengan penerimaan vaksinasi booster COVID-19. Variabel yang paling dominan pada penerimaan vaksinasi COVID-19 booster adalah persepsi manfaat.

Until 12 October 2022, COVID-19 in Indonesia caused 6,450,248 people to be exposed and 158,249 died. Nationally, based on the distribution map of COVID-19 cases, Vaccination against COVID-19 is one of the Government's efforts to reduce transmission/transmission, reduce morbidity and mortality caused by COVID-19. The aim is to form group immunity in the community of at least 60%. The purpose of this study was to determine the factors associated with receiving the COVID-19 booster vaccination for workers in Tangerang City. This quantitative study used a cross-sectional survey study design. Data collection was carried out on 319 respondents in Tengerang City using the Vaccination Acceptance Scale questionnaire in Indonesian. The results showed that 170 respondents (53.3%) received the COVID-19 booster vaccination well. However, judging from the questions, 41.7% of the respondents received the vaccination because it was mandatory. This shows that there is no personal awareness of the respondents to carry out the COVID-19 booster vaccination. There is a relationship between work, perceived barriers, perceived benefits, information exposure, and history of COVID-19 vaccination and receiving the COVID-19 booster vaccination. The most dominant variable in receiving the booster COVID-19 vaccination is perceived benefit.
Read More
T-6507
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Dara Pertiwi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Ella N. Hadi, Nurwirah Verliyanti, Sri Dewi Hayani
Abstrak: Anak-anak termasuk dalam kategori rentan terinfeksi COVID-19. Keputusan orang tua untuk memberikan izin kepada anaknya untuk divaksinasi atau tidak, bergantung pada kesediaan orang tua untuk menerima vaksin tersebut. IDAI menetapkan capaian vaksinasi sebesar 100% untuk PTM yang aman, sedangkan WHO menetapkan sebesar 70%. Cakupan vaksinasi COVID-19 untuk anak umur 6-11 tahun di Kecamatan Cakung hanya 65.57% untuk dosis pertama dan 33.59% untuk dosis kedua, angka cakupan ini merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penerimaan orang tua terhadap pemberian vaksin COVID-19 pada anak sekolah dasar di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner secara online. Responden penelitian berjumlah 394 orang tua dari murid sekolah dasar yang berada di Kecamatan Cakung. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan 87.3% orang tua menerima pemberian vaksin COVID-19 untuk anak mereka. Persepsi manfaat (pValue: 0.018), persepsi hambatan (pValue: 0.018), dan pemicu bertindak (pValue: 0.001) merupakan variabel yang berhubungan signifikan dengan penerimaan orang tua terhadap pemberian vaksin COVID-19. Pemicu bertindak menjadi variabel dominan yang berhubungan dengan penerimaan orang tua. Orang tua dengan pemicu bertindak yang tinggi cenderung menerima vaksin COVID-19 3,1 kali lebih besar dibanding dengan orang tua dengan pemicu bertindak rendah setelah dikontrol persepsi manfaat dan persepsi hambatan.
Children are in the vulnerable category of COVID-19 infection. Parent’s decision to grant permission for their children to be vaccinated or not, depends on the parental acceptance of COVID-19 vaccination itself. Indonesian Pediatric Association set the vaccination coverage rate at 100% for safe face-to-face learning, while WHO set it at 70%. COVID-19 vaccination coverage for children aged 6-11 years in Cakung district is only 65.57% for the first dose and 33.59% for the second dose, this rate is the lowest compared to other sub-districts in DKI Jakarta. This study aims to find out the determinants of parental acceptance of COVID-19 vaccination in elementary school children in Cakung district, East Jakarta City. The Study used a cross sectional design, data collection was done through filling out online questionnaires. The research respondents were 394 parents of elementary school students in Cakung district. Multivariate analysis using multiple logistic regression risk factor model. The result has shown that 87.3% of parents received the COVID-19 vaccination for their children. Perceived benefits (pValue: 0.018), perceived barriers (pValue: 0.018), and cues to action (pValue: 0.001) were variables that were significantly associated with parental acceptance of the COVID-19 vaccination. Cues to action became the dominant variable in this study. Parents with high-cues to action tend to receive the COVID-19 vaccination 3.1 times more than those with low-cues to action after being controlled by perceived benefits and perceived barriers.
Read More
T-6579
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive