Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Armatul Marhamah; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Tubagus Hedi Saepudin
Abstrak: Skripsi ini membahas aplikasi kesehatan kerja yang sudah dilakukan oleh PT.Bridgestone Tire Indonesia Bekasi pada tahun 2012 yang dibandingkan denganKemenkes nomor 1758 tahun 2003 dan Kep Dirjen P2K nomor 22 tahun 2008.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan disain deskriptif. Hasil penelitianmenyarankan bahwa PT. Bridgestone Tire Indonesia Bekasi harus melakukanpengukuran lingkungan kerja selama 8 jam terutama pada pengukuran kebisingandan kuallitas udara; melakukan test Spirometri pada pekerja area Banbury, FinalInspection dan Tube; harus menambah pelatihan P3K sebanyak 6 orang; harusmelakukan pemeriksaan kesehatan pra mutasi dan pra mutasi intern; harusmelakukan recruitment 1 orang dokter S2K3, 1 orang Perawat hiperkes, 1 oranglaborat, 1 orang industrial hygien; harus melengkapi peralatan seperti alat P3K,Komputer, buku panduan, personal dust sampler; juga harus membuat insidentrate penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaaan kerja (KK), prevalensi ratePAK dan KK, serta angka absensi sakit akibat penyakit umum, PAK dan kecelakaan kerja.Kata kunci : Kesehatan kerja, penyakit akibat kerja, kecelakaaan kerja
This minithesis discusses the application of occupational health that have beenconducted by PT. Bridgestone Tire Indonesia Bekasi in 2012 compared withDecision of the Health Ministers No. 1758 of 2003 and Decision of the DirectorGeneral of Labour Inspection Guidance No. 22 of 2008. This research is aqualitative descriptive design. The results suggest that PT. Bridgestone TireIndonesia Bekasi have to take measurements for 8 hours of work environments,especially in the measurement of noise and air quality, perform spirometry test inBanbury area workers, Final Inspection and Tube, should add as many as 6 peopleFirst Aid training, need a medical examination pre-mutation and pre-mutationinternal, should do recruitment 1 Physician with Magister Of Occupational Healthand Safety, 1 Nurse with training of Hiperkes, 1 lab, 1 industrial hygienist, mustcomplete tools such as First Aid equipment, computers, manual of occupationalhealth services, personal dust sample, should also make insident rate ofoccupational diseases and occupational accidents, the prevalence rate ofoccupational diseases and occupational accidents, as well as the number ofsickness absence due to common diseases, occupational diseases and occupationalaccidents.Key Word:Occupational health, occupational diseases, occupational accidents
Read More
S-7647
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Heryana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Puput Oktamianti, M Arief Novianto, Hanny Harjulianti
T-4323
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irmania Wahyuningtyas; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Amila Megraini
Abstrak:
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan kecelakaan kerja di industri konstruksi menimbulkan dampak bahaya yang signifikan. Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), kasus PAK dan kecelakaan kerja merenggut nyawa 2,78 juta orang setiap tahunnya. Dari kematian tersebut, PAK menyumbang hampir 2,4 juta (86,3%) dan kecelakaan kerja mencapai lebih dari 380.000 (13,7%). Mengingat Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No:PER.03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Pekerja, pengusaha atau penyelenggara mengandalkan langkah ini untuk melindungi pekerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil implementasi Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja sesuai Permenakertrans No. Per.03/Men/1982 ditinjau dari sudut pandang teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn pada Proyek Pembangunan Proving Ground di BPLJSKB Bekasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan melakukan penulusuran serta telaah dokumen untuk mendapatkan data sekunder. Dengan menggunakan variabel ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya kebijakan, karakteristik lembaga pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi lembaga pelaksana, dan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik, penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala berdasarkan enam variabel dari teori Van Meter dan Van Horn sehingga implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tenaga kerja di perusahaan belum optimal dilaksanakan. Beberapa saran direkomendasikan antara lain dengan meningkatkan jumlah kegiatan sosialisasi kepada seluruh karyawan, mengefisienkan anggaran program, melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, menugaskan dokter perusahaan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, serta menyusun kebijakan atau SOP khusus terkait pelaksanaan kebijakan pelayanan kesehatan tenaga kerja.

Occupational illnesses and accidents in the construction industry pose a significant danger. According to the International Labor Organization (ILO), occupational diseases and work-related accidents claim the lives of 2.78 million people annually. Of these deaths, occupational diseases accounted for almost 2.4 million (86.3%) and work accidents for over 380,000 (13.7%). In light of the Minister of Manpower and Transmigration Regulation No:PER.03/MEN/1982 about Worker Health Services, employers or administrators are relying on this measure to safeguard employees. The purpose of this study was to analyze the outcomes of the Worker Health Services implementation of Permenakertrans No. Per.03/Men/1982 from the theoretical viewpoint of Van Meter and Van Horn's policy implementation on the Proving Ground Project at BPLJSKB Bekasi. This study applied a qualitative research methodology and a case study design. Comprehensive interviews were the main method of gathering secondary data for this study, along with searches and document reviews. Using the variables of policy size and objectives, policy resources, implementing agency characteristics, inter-organizational communication, implementing agency disposition, and the social, economic, and political environment, this study utilized Van Meter and Van Horn's theory of policy implementation. The study's findings demonstrated that several barriers existed, based on six characteristics from the Van Meter and Van Horn theory, which prevented the workforce healthcare policies from being implemented in businesses in an ideal manner. Increasing the number of socialization activities for all employees, making the program budget as efficient as possible, conducting routine monitoring and evaluation, assigning company doctors to provide coaching and supervision, and developing unique policies or SOPs pertaining to the implementation of workforce health service policies are just a few of the suggestions that are advised.
Read More
S-11715
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive