Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cahya Ramadani Renhoran; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah; Mutmainah Indriyati
Abstrak: Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan besar pada multisektor yang mengakibatkan kurang optimalnya perkembangan anak. Keterlambatan perkembangan mengacu pada anak yang mengalami variasi yang signifikan dalam tonggak pencapaian yang diharapkan sesuai dengan usia yang semestinya. Prevalensi penyimpangan perkembangan pada anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia yang dilaporkan WHO pada tahun 2016 adalah 7.512,6 per 100.000 populasi (7,51%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keterlambatan perkembangan anak di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, dan hubungan antara faktor yang memengaruhinya. Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan data primer dari posyandu dan pusat terapi tumbuh kembang anak. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 148 responden dengan 74 kasus dan 74 kontrol. Berdasarkan hasil analisis, jumlah keterlambatan perkembangan anak paling banyak dialami pada 1 area (52,7%) dengan area terbanyak adalah area bicara dan bahasa (58,1%). Variabel independen yang signifikan secara statistik meliputi jenis kelamin (p-value 0,005; OR 2,701; 95% CI 1,390 ? 5,251), status gizi menurut tinggi badan per usia (p-value 0,001; OR 10,737; 95%CI 2,382 ? 48,339), serta pekerjaan ibu (p-value <0,001; OR 5,623; 95% CI 2,361 ? 13,402). Variabel yang paling dominan memengaruhi keterlambatan perkembangan anak berdasarkan analisis multivariat adalah status gizi menurut tinggi badan per usia, dimana balita yang stunting memiliki risiko mengalami keterlambatan perkembangan anak sebanyak 10,3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang memiliki tinggi badan yang sesuai usianya.
The COVID-19 pandemic has brought about massive changes and is a threat across multiple sectors that are essential to children?s optimal development. Developmental delay refers to a child experiencing significant variation in expected age development. Prevalence of developmental delay among children under five years old in Indonesia reported by WHO in 2016 is 7.512,6 per 100.000 population (7,51%). This study was conducted to assess the developmental delay among children under five years old in Sukmajaya District, Depok City, and its associated factors. Case-control study was used with primary data from primary health case and therapy center in Sukmajaya District. Data from 148 respondent was analyzed with 74 case and 74 control. According to data analysis, more than half of the children from cases group (58,1%) had developmental delay across one domains, while the most frequent delay was found in language and communication area (58,1%). Sex (p-value 0,005; OR 2,701; 95% CI 1,390 ? 5,251), nutritional status according to height per age (p-value 0,001; OR 10,737; 95%CI 2,382 ? 48,339), and mother?s occupation (p-value <0,001; OR 5,623; 95% CI 2,361 ? 13,402) were found to be significantly associated with the development status of children in this study. The most dominant variable from multivariate analysis was nutritional status according to height per age means stunted children have a 10,3 times higher risk of experiencing developmental delays than children with normal high.
Read More
S-11122
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nafi Ruhmita; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Silmy Kaaffah
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Skripsi ini membahas mengenai perancangan prototipe kuesiner pra skrining perkembangan (KPSP) berbasis elektronik di Puskesmas Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengembangan sistem RAD (Rapid Application Development). Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan dengan metode wawancara kepada bidan Puskesmas Cinere ditemukan adanya keluhan bahwa pengisian KPSP kurang praktis. Hal ini dapat
 
mempengaruhi beban kerja tenaga kesehatan yang berakibat pula pada target pencapaian DDTK. Inilah yang menjadi peluang bagi peneliti merancang prototipe KPSP berbasis elektronik dengan harapan proses pencatatan dan pelaporan menjadi lebih mudah, praktis, dan cepat. Berdasarkan hal tersebut telah dikembangakan prototipe kuesioner pra skrining perkembangan berbasis elektronik. Rancangan prototipe tersebut telah disimulasikan pada bidan di Puskesmas Cinere dengan respon yang baik dari para bidan.
 
 
 
ABSTRACT
 
 
This thesis discusses the design of electronic-based developmental pre-screening questionnaire (KPSP) prototype in Cinere Health Center, Cinere District, Depok City. This research is a qualitative study with the method of developing RAD (Rapid Application Development) systems. Based on the results of data collection conducted by the interview method to the Cinere Puskesmas midwife, complaints were found that
 
KPSP filling was less practical. This can affect the workload of health workers which also results in the target of achieving early detection of under-fives. This is the opportunity for researchers to design electronic-based KPSP prototypes in the hope that the recording and reporting process becomes easier, practical, and faster. Based on this,
 
a prototype of electronic-based developmental pre-screening questionnaire has been developed. The design of the prototype was simulated in midwives at the Cinere Health Center with a good response from midwives.
Read More
S-10186
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive