Ditemukan 85 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Winne Widiantini, Zarfiel Tafal
KJKMN Vol.8, No.7
Depok : FKM UI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I.M. Jaya Widyartha, I.W.G. Artawan Eka Putra, Luh Seri Ani
PHPMA-Vol.4/No.2
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratri Ciptaningtyas, Nia Pratiwi
JKR Vol.3, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Calely E. Idilla, Kuswari Mury, Nuzrina Rachmanida
ND Vol.8, No.1
Jakarta : Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah Universitas Indonesia Esa Unggul, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Poedji Hastoety Djaiman ... [et al.]
MPPK Vol.27, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2017
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Listiyaningsih Atun, Atun Siswati, Weni Kurdanti
MGMI Vol.6, No.1
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Isotemporal substitution analysis for physical activity, television watching, and risk of depression
Rania A. Mekary ... [et al.]
AJE Vol.178, No.3
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Ratna Mulia, R.; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Evi Martha, Eka Syarifah Dewi, Saleh Budi Santoso
Abstrak:
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan pegawai di RSUD Karawang pada tahun 2015 diketahui prevalensi berat badan lebih yaitu 30%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian berat badan lebih setelah dikendalikan dengan variabel jenis kelamin, umur, riwayat keluarga, pendidikan, perilaku konsumsi buah dan sayur, perilaku konsumsi makanan berlemak, kebiasaan sarapan, durasi tidur, pengetahuan dan sikap pada Pegawai RSUD Karawang. Penelitian ini dilakukan di RSUD Karawang pada bulan Maret 2017. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner pada 122 responden. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 54,9% responden di RSUD Karawang yang memiliki berat badan lebih (IMT >25kg/m2). Responden yang memiliki berat badan lebih adalah 34,3% yang melakukan aktivitas fisik secara aktif dan 65,7% aktivitas fisiknya kurang aktif. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian berat badan lebih setelah dikendalikan variabel durasi tidur dan perilaku konsumsi makanan berlemak. Aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terjadinya berat badan lebih, risiko ini meningkat jika durasi tidur kurang dan perilaku konsumsi makanan berlemak yang sering. Kata Kunci: Berat badan lebih, Aktivitas Fisik Based on the results of medical examination of employees in RSUD Karawang in 2015 known overweight prevalence of 30%. The purpose of this research is to know the relationship of physical activity with the Overweight after controlled by sexes, age, family history, education, consumption behavior, sleeping time, knowledge and attitude on RSUD Karawang employee. This research was conducted at RSUD Karawang in March 2017. The research used design cross sectional study. Data collection was done through interview with questioner on 122 respondents. Sampling was done by random sampling sample. The results of this study found some 54.9% respondents in RSUD Karawang suffers from berat badan lebih (BMI > 25kg/m2). Respondents suffers from overweight is 34.3% who do physical activity actively and equal to 65,7% physical activity less active.The logistic regression results showed significant relationship between physical activity and overweight after controlled variable sleeping time and high consumption behavior of fatty food. Less physical activity become the risk factor of overweight status. The risk can be increaseddue to lack of sleeping time and high consumption behavior of fatty food. Keywords: Overweight, Physical Activity
Read More
T-4905
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Febriani; Pembimbing: Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Renti Mahkota, Sylviana Andinisari, Dewi.R Anggraini
Abstrak:
Peningkatan kadar kolesterol dan lemak dalam darah yang menyebabkan penyempitan atau pengapuran pada pembuluh darah arteri merupakan penyebab utama dari penyakit kardiovaskular. Tingkat persaingan hidup yang tinggi kemungkinan berdampak pada munculnya aneka pergeseran gaya hidup, mulai dari perilaku makan, aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan pencentus hiperkolesterolemia di usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap hiperkolesterolemia di Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2016. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel penelitian 1090 orang peserta Posbindu Penyakit Tidak Menular di DKI Jakarta tahun 2015-2016. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara kebiasaan merokok dan aktivitas fisik terhadap hiperkolesterolemia, namun tidak untukkonsumsi sayur dan buah. Responden dengan aktivitas fisik kurang memiliki risiko 5,9 kali lebih tinggi (95% CI 4,0-8,4), sedangkan yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi (95% CI 1,3-1,6) menderita hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh tekanan darah dan status gizi. Promosi kesehatan sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi tentang hiperkolesterolemia dan msyarakat secara pro aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga memperkecil risiko terkena penyakit tidak menular. Kata kunci: Hiperkolesterolemia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik Increased levels of cholesterol and fat in the blood that cause narrowing or calcification of the arteries are the main cause of cardiovascular disease. High levels of life competition may have an impact on the emergence of various lifestyle, ranging from eating behavior, physical activity, stress, smoking and alcohol consumption. Unhealthy lifestyle is a trigger Hypercholesterolemia in the productive age. The purpose of this study is to know the relationship between smoking habits and physical activity with hypercholesterolaemia in DKI Jakarta Province 2015-2016. The methods of this this study is cross-sectional with 1090 samples of participants of Non-Communicable Disease Posbindu in DKI Jakarta 2015-2016. The results showed there was an influence between smoking and physical activity on hypercholesterolemia, but not for consumption of vegetables and fruits. Individuals with less physical activity 5.9 times higher (95% CI 4.0-8.8), whereas those with smoking habits 1.4 times higher (95% CI 1.3-1 , 6) suffers from hypercholesterolemia after being controlled by blood pressure and nutritional status. Health promotion is needed to convey information about hypercholesterolemia and the community pro-actively carry out routine health checks thereby minimizing the risk of non-communicable diseases. Keywords: Hypercholesterolemia, Smoking habits, physical activity
Read More
T-4962
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Athi Rahmawati; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak:
sindrom metabolik merupakan pengelompokan faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskular yang prevalensinya meningkat dalam proporsi epidemi di seluruh dunia, dimana di indonesia sendiri terdapat sekitar 13,13%. perubahan tren aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya sindrom metabolik. diperkirakan terdapat 26,1% penduduk indonesia yang tergolong kurang dalam beraktivitas fisik. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan aktivitas fisik dengan sindrom metabolik pada orang dewasa di indonesia. penelitian ini menggunakan data sekunder riskesdas 2013. analisis regresi dilakukan pada 34.321 sampel dan dihasilkan bahwa aktivitas fisik sedang memiliki risiko 1,9 kali lebih tinggi sementara aktivitas fisik rendah 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas fisik berat untuk mengalami sindrom metabolik setelah dikontrol faktor usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.
kata kunci: aktivitas fisik; sindrom metabolik
metabolic syndrome is a clustering of risk factors for cardiovascular disease whose prevalence is increasing in epidemic proportions worldwide, where the prevalence in indonesia is about 13.13%. changes in physical activity trends are among the factors that can affect the metabolic syndrome. it is estimated that there are 26.1% of indonesian population who are classified as low in physical activity. this study aims to study the correlation between physical activity with metabolic syndrome in indonesian adults. this study uses secondary data riskesdas 2013. regression analysis was performed on 34.321 samples and the resulting moderate physical activity may increase the risk up to 1.9 times higher and low physical activity may increase the risk up to 2.2 times higher than heavy physical activity for metabolic syndrome after adjusted for age, sex, and smoking.
keyword : metabolic syndrome, phisical activity
Read More
kata kunci: aktivitas fisik; sindrom metabolik
metabolic syndrome is a clustering of risk factors for cardiovascular disease whose prevalence is increasing in epidemic proportions worldwide, where the prevalence in indonesia is about 13.13%. changes in physical activity trends are among the factors that can affect the metabolic syndrome. it is estimated that there are 26.1% of indonesian population who are classified as low in physical activity. this study aims to study the correlation between physical activity with metabolic syndrome in indonesian adults. this study uses secondary data riskesdas 2013. regression analysis was performed on 34.321 samples and the resulting moderate physical activity may increase the risk up to 1.9 times higher and low physical activity may increase the risk up to 2.2 times higher than heavy physical activity for metabolic syndrome after adjusted for age, sex, and smoking.
keyword : metabolic syndrome, phisical activity
S-9503
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
