Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 61 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Enny Mar`atus Sholihah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Prastuti Soewondo, Adang Bachtiar, Rudi Ruhdiat
Abstrak: Dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran menyatakan bahwa dokter dan dokter gigi yang telah memiliki SIP dan memberikan pelayanan kedokteran atau memberikan konsultasi keahlian dalam hal diminta oleh suatu fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini dibatasi pada implementasi kebijakan ijin praktik dokter pada pelayanan kesehatan dengan melihat dari indikator kinerja, sumber daya, kejelasan tujuan, ketepatan dan konsistensi komunikasi, struktur birokrasi, pengaruh social, pengaruh politik, pemahaman tentang kebijakan serta tanggapan terhadap kebijakan sehingga diharapkan memberikan gambaran implementasi kebijakan pembuatan ijin praktik bagi dokter di pelayanann kesehatan sesuai dengan van meter van horn. Penelitian ini dilaksanakan di Pelayanan Kesehatan wilayah Kabupaten Bekasi Bulan Juli sampai dengan Oktober 2021. informan dipilih pada penelitian ini, Dinas Kesehatan, DPMPTSP Kab Bekasi, Rumah Sakit Swasta, Rumah Sakit Publik. Secara garis besar rumah sakit sudah mematuhi kebijakan dengan sesuai dengan permenkes 2052/Menkes/Per/X/2011
With the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 2052/Menkes/Per/X/2011 concerning Licenses for Practice and Implementation of Medical Practices, it is stated that dentists who already have SIP and provide services or provide expertise consultation if requested by a health service facility. This research is limited by the implementation of the practice of doctors' policies by looking at the performance indicators, resources, goal achievement, accuracy and consistency, organizational communication, social influence, understanding of policy, as well as on policy so that it is hoped that an overview of the implementation of the policy of making practice permits for doctors in service is expected. health according to van meter van horn. This research was carried out in the Health Service of the Bekasi Regency from July to October 2021. The selected informants in this study were the Health Office, DPMPTSP Bekasi Regency, Private Hospitals, Public Hospitals. The outline of the hospital has complied with the policy in accordance with the Minister of Health Regulation 2052/Menkes/Per/X/2011
Read More
T-6294
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Subagyo
001.42 SUB m
Jakarta : Rineka Cipta, 2015
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosnani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Tris Eryando, Evi Martha, Miklon, Venny Rismawanti
Abstrak:
Rendahnya persalinan di fasilitas kesehatan dan di tolong oleh tenaga kesehatan di wilayah kecamatan Rakit Kulim. Tujuan penelitian adalah diperoleh informasi yang mendalam mengenai gambaran praktik persalinan di rumah suku Talang Mamak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan phenomenology dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 6 orang informan, 2 orang informan pangkal dan 7 orang informan kunci. Hasil penelitian diperoleh dari praktik persalinan di rumah suku Talang Mamak antaralain: praktik budaya saat persalinan dan nifas: praktik budaya yang membahayakan persalinan di rumah seperti kurang layaknya tempat/ruang untuk bersalin, kebersihan alat yang digunakan saat bersalin, metode yang digunakan, penolong persalinan yang tidak terlatih, pantangan makanan bagi ibu nifas, dan pemberian makanan pada bayi baru lahir sedangkan praktik budaya persalinan dan nifas yang mendukung persalinan di rumah antaralain; perawatan plasenta, perawatan ibu nifas dengan jamu dan pemakaian barot; rendahnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya persalinan dan nifas yang dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan serta kurangnya informasi yang diperoleh oleh ibu; rendahnya persepsi ibu tentang persalinan dan nifas berisiko karena menganggap persalinan meruapakan proses alami bagi seorang ibu; tingginya kepercayaan ibu terhadap dukun karena pengalaman, tradisi turun temurun, percaya kepada hal-hal ghaib, pelayanan yang diberikan dan merupakan orang yang telah lama dikenal oleh ibu; aksesibilitas fisik terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan yang tidak jauh dapat dicapai dengan kenadraan roda dua dan biaya transportasi murah; aksesibilitas ekonomi terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan dimana sebagian besar ibu merupakan ibu rumah tangga, keputusan dimabil oleh ibu kandung dan biaya persalinan dan nifas tidak menjadi masalah; Fasilitas kesehatan adanya perbedaan pelayanan yang diberikan dalam persalinan dan nifas Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi praktik persalinan di rumah suku Talang Mamak adalah Praktik budaya persalinan dan nifas; pengetahuan tentang tanda bahaya persalinan; persepsi tentang persalinan dan nifas beriko; kepercayaan terhadap dukun, sedangkan yang tidak mempengaruhi: aksesibilitas fisik terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan; aksesibilitas ekonomi terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan; dan fasilitas kesehatan. Pentingnya melakukan upaya untuk meningkatkan pelayana kesehatan dengan memperhatikan fac\ktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemanfataan pelayanan kesehatan.

The low number of deliveries in health facilities and assisted by health workers in the Rakit Kulim sub-district. The research objective was to obtain in-depth information about the description of childbirth practices in the Talang Mamak tribe house. The qualitative research method uses the phenomenology approach by conducting in-depth interviews with 6 informants, 2 base informants and 7 key informants. The results of the study were obtained from the practice of childbirth at the Talang Mamak tribe house, among others: cultural practices during childbirth and postpartum: cultural practices that endanger childbirth at home such as less suitable places / spaces for delivery, cleanliness of the tools used during childbirth, methods used, birth attendants untrained, abstinence from food for postpartum mothers, and provision of food for newborns, while the cultural practices of childbirth and postpartum culture that support home births are among other things; placenta care, postpartum care with herbs and use of barots; low knowledge of mothers about the danger signs of childbirth and childbirth which is influenced by low levels of education and lack of information obtained by mothers; Low perceptions of  mothers about childbirth and childbirth are risky because they think that childbirth is a natural process for a mother; the high level of mother's trust in the dukun because of her experience, hereditary traditions, her belief in unseen things, the services she provides and is a person who has been known to her for a long time; physical accessibility to the utilization of health services that is not far away can be achieved by two-wheeled impetus and cheap transportation costs; economic accessibility to the utilization of health services where most mothers are housewives, the decision is taken by birth mothers and the costs of childbirth and postpartum are not a problem; In health facilities, there are differences in the services provided during childbirth and postpartum. Conclusion: The factors that influence the practice of childbirth in the Talang Mamak tribe house are cultural practices of childbirth and postpartum; knowledge of the danger signs of childbirth; perceptions of risky labor and childbirth; trust in dukuns, while those that do not affect: physical accessibility to the use of health services; economic accessibility to the utilization of health services; and health facilities. The importance of making efforts to improve health services by taking into account the factors that can affect the utilization of health services.

Read More
T-5921
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aliyah; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Kurnia Sari, Sri Warsini
S-6526
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa Diya Atiqa; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sandra Fikawati, M. Ilyas, Ica Mulia Kusuma Sari
Abstrak: Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Pada masa ini banyak berubahan yang terjadi salah satunya menstruasi. Praktik kebersihan menstruasi baik perlu dilakukan agar dapat terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor- faktor yang berhubungan dengan praktik kebersihan menstruasi siswi SMPN Kecamatan Tinambung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII SMPN Kecamatan Tinambung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi SMPN Kecamatan Tinambung sebanyak 250 siswi. Pengabilan sampel dilakukan dengan metode proporsional random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 39,2% siswi yang melakukan praktik kebersihan menstruasi baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0.000), sikap (p=0.000), sarana prasarana sekolah (p=0.002), pendidikan ibu (p=0,001) dan paparan informasi (p=0.006) dengan praktik kebersihan menstruasi, sedangkan usa menarche (p=0.98) dan status sosial ekonomi (p=0,727) tidak berhubungan dengan praktik kebersihan menstruasi. Diperlukan upaya untuk mengoptimalkan penyuluhan kesehatan reproduksi dan meningkatkan sarana fasilitias sekolah untuk mendukung siswi melakukan praktik kebersihan menstruasi

The periode of adolescence is a development phase between the childhood period and the adult period. In this period, many changes will happen, one of which is menstruation. Good menstrual hygiene practice needs to be carries out by teenagers who are experiencing their menstrual cycle in order to avoid reproductive system diseases. This study aims to identify the factors related to menstrual hygiene practices. An kuantitave research design we used with a cross sectional study approach. The population of this study were all of the female student at VII and VIII grade at junior high school in Tinambung West Sulawesi. Sampel of this study are 250 students. Sampel were chosen using the proportional random sampling method. The results from this research show that 39,2% have good menstrual hygiene practice. It was also found that there was a relation between the knowledge (p=0,000), attitude (p=0,000), facilities and infrastructure (p=0.002), level of mother education (p=0,001) and exposure of information (p=0,006) with menstrual hygiene practice. Meanwhile, factors of menarche age (p=0,98) and socio economic status (p=0,727) have no relation with menstrual hygiene practice. Suggest to optimize reproductive health education and improved the facilities and infrastructure to support students doing menstrual hygiene practices.
Read More
T-5914
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghea Sugiharti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mieke Savitri, Yovsyah, Emah Rohaemah
T-5477
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggun Nur Aisah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Tris Eryando, Caroline Endah Wuryaningsih, Sri Idaiani, Aries Hamzah
Abstrak: Masalah kesehatan di Indonesia salah satu diantaranya adalah penyakit kanker. Diantara semua jenis kanker yang ada, kanker serviks dan kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak di derita oleh wanita di dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) masih di rekomendasikan oleh praktisi kesehatan di antara lain gratis, sederhana dan mudah dipraktikkan. Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ditingkat komunitas dan masyarakat dengan memberikan KIE meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mennetukan kualitas kesehatan dan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik KIE SADARI di Wilayah Puskesmas Kecamatan Bogor Barat. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data primer dengan metide penelitian cross sectional. Penelitian ini diwilayah puskesmas kecamatan Bogor Barat yaitu Puskesmas Semplak, Sindang Barang, Pasir Mulya, Gang Kelor dan Pancasan. Sampel dari penelitian ini adalah Kader Posbindu PTM yang sudah terlatih. Hasil penelitian Menunjukkan 53,3% kader Posbindu PTM yang melakukan Praktik KIE SADARI dengan baik dan 47,6% kader yang tidak melakukan KIE SADARI dengan baik di wilayah Puskesmas Kecamatan Bogor Barat. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengetahuan KIE SADARI, Sarana KIE dan Dukungan Keluarga merupakan faktor yang paling dominan dalam melakukan Praktik KIE SADARI. Diperlukan Peningkatan akses untuk memberikan informasi dan edukasi dan kader sebagai Role Model dalam meningkatkan minat masyarakat dalam melakukan SADARI yang bertujuan meningkatkan angka harapan hidup serta deteksi dini awal kanker payudara
One of the health problems in Indonesia is cancer. Among all types of cancer, cervical cancer and breast cancer are the most common types of cancer suffered by women in the world. Breast self-examination (BSE) is still recommended by health practitioners, among others, it is free, simple and easy to practice. Health cadres are the spearhead of health services at the community and community level by providing IEC to increase public knowledge and awareness to determine the quality of health and life. This study aims to determine the factors associated with the practice of KIE BSE in the Health Center area of West Bogor District. This research is quantitative using primary data with cross sectional research method. This research is located in the area of West Bogor District Health Center, namely Semplak Health Center, Sindang Barang, Pasir Mulya, Gang Kelor and Pancasan. The sample of this research is PTM Posbindu Cadres who have been trained. The results showed that 53.3% of PTM Posbindu cadres who practiced IEC BSE well and 47.6% of cadres who did not do IECE BSE well in the Puskesmas area of West Bogor District. The results of statistical analysis show that knowledge of IEC BSE, IEC Facilities and Family Support are the most dominant factors in carrying out IEC BSE Practices. It is necessary to increase access to provide information and education and cadres as Role Models in increasing public interest in doing BSE which aims to increase life expectancy and early detection of breast cancer.
Read More
T-6155
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriana Rahayu; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Akhmad Buhaiti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi santri dalam melakukan pemeliharaan sanitasi lingkungan asrama khususnya di Pondok Pesantren X Sawangan Depok Tahun 2020. Desain studi yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebesar 173 santri. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan stratified proportionate random sampling serta kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur penelitian. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 84 santri (48,0%) memiliki perilaku sanitasi lingkungan yang kurang baik.
Read More
S-10551
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasrul, Kartini Lasman, Herman Sadiman
BPSK Vol.13, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Cahyani; Pembimbing: Tri Krianto, Dewi Susanna; Penguji: Dian Ayubi, Lukman Hakim, Suwito
Abstrak: Malaria termasuk penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan, khususnya diKabupaten Lampung Selatan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi malaria diKecamatan Rajabasa telah dilakukan namun masih dijumpai adanya kasusmalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik positifpencegahan malaria dan pengetahuan lokal dari masyarakat, yang menjadi faktorpenting dilakukannya upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan malariamelalui pendidikan kesehatan dan peningkatan perilaku sehat. Penelitiandilakukan Bulan April 2016, menggunakan desain kualitatif dengan pendekatanpositive deviance. Data didapatkan melalui wawancara mendalam dan observasi.Analisis data menggunakan content analysis ditemukan beberapa tema padapraktik positif yaitu pemakaian kelambu, pemakaian obat anti nyamuk,pemasangan kassa nyamuk, mengeringkan genangan, menutup jendela sebelumsore, membersihkan rumah dan halaman. Pada praktik negatif ditemukan temakebiasaan keluar malam dan rendahnya partisipasi masyarakat, Dalam penelitianini ditemukan praktik positif pencegahan malaria yang dilakukan masyarakatdengan menggunakan biji buah mahoni, menanam sereh dan minum air rebusandaun jambu batu untuk menolak gigitan nyamuk. Saran: Perlu melakukanpenyuluhan kepada tokoh masyarakat dalam peningkatan dukungan kepadamasyarakat, diperlukan fasilitasi dari puskesmas dan petugas kesehatan untukmembentuk forum silaturahmi antara tokoh masyarakat antar desa dalam rangkasaling membagikan praktik positif yang dilakukan.Kata kunci: Praktik, Malaria, Masyarakat
Malaria disease is still a public health problem, particularly in South Lampungregency. Efforts are being made to tackle malaria in Sub Rajabasa been made,but still met the malaria cases. This study aims to identify positive practicesmalaria prevention and local knowledge of the community, which is an importantfactor to do community empowerment efforts in the prevention of malaria throughhealth education and increase healthy behaviors. The study was conducted inApril 2016 using a qualitative design with positive deviance approach. Data wereobtained by interviews and observations. Analysis of data using content analysisfound several themes on positive practices, namely the use of mosquito nets, theuse of anti-mosquito, the insect screen installation, drain the puddle, close thewindow before the afternoon, cleaning the house and yard. On the negativepractices found out custom theme nights and low community participation, thisstudy found positive practices that do community malaria prevention usingmahogany fruit seeds, planting lemongrass and drink water boiled guava leavesto reject mosquito bites. Suggestion: Keep doing outreach to the communityleaders to increase support for communities, necessary facilitation of healthcenters and health officials to establish the relationship between communityleaders forum between villages in order to share with each other positivepractices do.Keywords: Practice, Malaria, Public
Read More
T-4690
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive