Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ernina Puspa Isnanda, Meitria Syahadatina Noor, Musafaah
JPKMI Vol.1, No.1
Banjarbaru : FK Universitas Lambung Mangkurat - IAKMI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Felicia, Felix Chikita Fredy, William Jayadi Iskandar
JIMKI Vol.1, No.1
Jakarta : SM-IKM FK-UI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska, Lilie ( et al )
JKR Vol.1, No.3
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeti Trisnawati; Pembimbing: Wuryaningsih, Caroline Endah; Penguji: Mieke Savitri, Evi Martha, Rahmadewi, Rima Damayanti
T-4650
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Bekti Subakir, Dewi Irawati Soeria Santosa, Arleni
MSK Vol.12, No.2
Depok : LP UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurike S. Mudjari, Nur Samsu
AMIIJIM-Vol.47/No.1
Jakarta : Dept of Internal Medicine, Faculty of Medicine UI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nova Muhani; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Tri Yunis Miko Wahyono, Jefri Tobing
Abstrak: Preeklampsia berat merupakan salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia. Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, preeklampsia berat merupakan penyebab kematian ibu tertinggi (47,25%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prediktor preeklampsi berat (PEB)yang dinilai dari tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, proteiunuria, kejang, sindrom HELLP dan hubungan jumlah prediktor PEB dengan kematian ibu di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2010- 2014. Desain penelitian yang digunakan kasus kontrol dengan jumlah sampel 60 kasus dan 120 kontrol. Sindrom HELLP meningkatkan kematian ibu OR (Odds Ratio) 12,5 (95% CI= 2,9-53,7), eklampsi OR 12,1 (95% CI= 3,8-38,6). Tekanan darah diastolik 110-119 OR 7,4 (95% CI=1,8-29,2), tekanan darah diastolik ≥120 mmHg OR 5,5 (95%CI 1,1-23,1) setelah dikontrol oleh usia ibu, gravida, usia kehamilan, jenis persalinan,pemberian diasepam, pendidikan, tempat tinggal pekerjaan.Prediktor PEB berjumlah 4 atau 5meningkatkan risiko kematian OR 90 (95%CI=13,7-591,3), prediktor berjumlah 3 OR16 (95%CI=3,9-66,7) dan prediktor berjumlah 2 OR6,3 (95% CI= 1,4-22,2). Meningkatkan pelaksanaan auditmaternal untuk mengkaji kasus kematian ibu akibat preeklampsia berat. Kata Kunci:Kematian ibu , Preeklampsia Berat.
Severe preeclampsia is one of the causes of maternal mortality in Indonesia. At Province public hospitalDr. H. Abdul Moeloek, Severe preeclampsia is the highest cause of maternal mortality (47,25%). This research aimed to know the relation of predictor severe preeclampsiaassessed by systolic blood pressure, diastolic blood pressure, proteiunuria, eclampsia and HELLP syndromeand total predictor severe preeclampsiawith maternal mortality at public hospital Dr. H. Abdul Moeloek in the year of 2010-2014. The design used case control by using 60 samples for case and 120 for controlers. HELLP syndrome increase risk of maternal mortality with OR (odds ratio) of 12.5 (95%CI= 2.90 to 53.72), eclampsia OR 12.1 (95% CI = 3.80 to 38.65), diastolic blood pressure 110-119 OR 7,4 (95% CI=1,8-29,2), diastolic blood pressure ≥120 mmHg OR 5,5 (95%CI 1,1-23,1) after controlled by maternal age, gravida, gestational age, type of delivery, giving diazepam, residence, employment and education.Predictorswhichconsists of 4or5increase risk of maternal mortalityOR90(95 % CI = 13.7 to 591.3), predictors totaling 3 OR 16(95 % CI = 3.9 to 66.7) and predictors 2 OR 6.3 (95% CI = 1.4 to 22.2). Improve maternal audit to assess the implementation of maternal deaths due to severe preeclampsia. Keywords :Maternal Mortality, Severe Preeclampsia.
Read More
T-4318
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nova Muhani; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Tri Yunis Miko Wahyono, Jefri Tobing
Abstrak: Preeklampsia berat merupakan salah satu penyebab kematian ibu di Indonesia. Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, preeklampsia berat merupakan penyebab kematian ibu tertinggi (47,25%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prediktor preeklampsi berat (PEB)yang dinilai dari tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, proteiunuria, kejang, sindrom HELLP dan hubungan jumlah prediktor PEB dengan kematian ibu di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2010- 2014. Desain penelitian yang digunakan kasus kontrol dengan jumlah sampel 60 kasus dan 120 kontrol. Sindrom HELLP meningkatkan kematian ibu OR (Odds Ratio) 12,5 (95% CI= 2,9-53,7), eklampsi OR 12,1 (95% CI= 3,8-38,6). Tekanan darah diastolik 110-119 OR 7,4 (95% CI=1,8-29,2), tekanan darah diastolik ≥120 mmHg OR 5,5 (95%CI 1,1-23,1) setelah dikontrol oleh usia ibu, gravida, usia kehamilan, jenis persalinan,pemberian diasepam, pendidikan, tempat tinggal pekerjaan.Prediktor PEB berjumlah 4 atau 5meningkatkan risiko kematian OR 90 (95%CI=13,7-591,3), prediktor berjumlah 3 OR16 (95%CI=3,9-66,7) dan prediktor berjumlah 2 OR6,3 (95% CI= 1,4-22,2). Meningkatkan pelaksanaan auditmaternal untuk mengkaji kasus kematian ibu akibat preeklampsia berat. Kata Kunci:Kematian ibu , Preeklampsia Berat.
Severe preeclampsia is one of the causes of maternal mortality in Indonesia. At Province public hospitalDr. H. Abdul Moeloek, Severe preeclampsia is the highest cause of maternal mortality (47,25%). This research aimed to know the relation of predictor severe preeclampsiaassessed by systolic blood pressure, diastolic blood pressure, proteiunuria, eclampsia and HELLP syndromeand total predictor severe preeclampsiawith maternal mortality at public hospital Dr. H. Abdul Moeloek in the year of 2010-2014. The design used case control by using 60 samples for case and 120 for controlers. HELLP syndrome increase risk of maternal mortality with OR (odds ratio) of 12.5 (95%CI= 2.90 to 53.72), eclampsia OR 12.1 (95% CI = 3.80 to 38.65), diastolic blood pressure 110-119 OR 7,4 (95% CI=1,8-29,2), diastolic blood pressure ≥120 mmHg OR 5,5 (95%CI 1,1-23,1) after controlled by maternal age, gravida, gestational age, type of delivery, giving diazepam, residence, employment and education.Predictorswhichconsists of 4or5increase risk of maternal mortalityOR90(95 % CI = 13.7 to 591.3), predictors totaling 3 OR 16(95 % CI = 3.9 to 66.7) and predictors 2 OR 6.3 (95% CI = 1.4 to 22.2). Improve maternal audit to assess the implementation of maternal deaths due to severe preeclampsia. Keywords :Maternal Mortality, Severe Preeclampsia.
Read More
T-4318
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wira Hartiti; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Lukas C. Hermawan, Yuslely Usman
Abstrak: Preeklamsia/eklamsia merupakan salah satu penyebab utama penyumbangkematian ibu di Indonesia.Angka kematian ibu di Indonesia saat ini tergolongmasih tinggi di negara Asia.Salah satu penyebab terjadinya preeklamsia/eklamsiadiduga adalah adanya obesitas pada ibu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui distribusi dan prevalensi faktor-faktor yang dapat mempengaruhiterjadinya preeklamsia/eklamsia serta mengetahui hubungan antara obesitasdengan kejadian preeklamsia/eklamsia pada ibu saat hamil atau bersalin diIndonesia tahun 2010 setelah dikendalikan oleh variabel usia ibu, jumlah paritas,pekerjaan ibu, tingkat pendidikan ibu, status ekonomi, berat badan lahir bayi,riwayat merokok, riwayat abortus, kunjungan pelayanan antenatal dan kualitaspelayanan antenatal. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalahcross sectional menggunakan analisis multivariat dengan uji regresi logisticganda. Sampel penelitian dengan mengambil semua sampel Riset KesehatanDasar tahun 2010 yang eligible dari 33 provinsi yaitu sebanyak 5.112 responden(obesitas sebanyak 680 responden dan tidak obesitas sebanyak 4.432 responden),yang diambil dengan metode stratified two stagecluster design. Hasil penelitianterlihat prevalensi obesitas sebesar 13,30% dan preeklamsia/eklamsia sebesar3,91%. Terdapat hubungan obesitas dengan kejadian preeklamsia/eklamsia dengan Odd Ratio (OR) sebesar 1,88 (95% CI 1,33-2,66) setelah dikontrol olehvariabel usia ibu, berat badan lahir dan riwayat merokok. Jadi obesitas merupakansalah satu faktor yang cukup penting dalam menyebabkan terjadinya preeklamsia/eklamsia.Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat perlu berperanaktif dalam upaya pencegahan terjadinya preeklamsia/eklamsia dengan menjaga berat badan ideal sejak usia remaja sehingga tidak mengalami obesitas pada saathamil. Kata kunci : Preeklamsia/eklamsia, obesitas, Riset Kesehatan Dasar 2010
Preeclampsia/eclampsia is one of the major causes of maternal mortality inIndonesia. The maternal mortality rate in Indonesia is still relatively high in Asiancountries. One of the causes of preeclampsia/eclampsia is maternal obesity. Theaim of this studyis to know the distribution and prevalence of the factors thatcould affect the occurrence of preeclampsia/eclampsia and to know theassociation of the obesity and preeclampsia/eclampsia in the mother duringpregnancy or delivery in Indonesiain 2010,after controlled by maternal age,parity, mother's occupation, mother's education level, economic status, birthweight, history of smoking, history of abortion, antenatal visits and quality ofantenatal care variable. Study design is cross-sectional using multivariate analysiswith multiple logistic regression. The study sample by taking all sampled thateligible in 2010 Basic Health Survey are 5,112 respondents (680 respondentsobese and 4,432 respondents non-obese). Study result is shown the prevalence ofobesity was 13.30% and preeclampsia/eclampsia was 3.91%. There is arelationship of obesity and preeclampsia/eclampsia with Odds Ratios (OR) of1,88 (95% CI1,33 to 2,66) after controlled by maternal age, birth weight andsmoking history variable. So, obesity is a significant factor in the cause ofpreeclampsia/eclampsia. Therefore, the government and community should playan active role in the prevention of preeclampsia/eclampsia with maintaining ahealthy weight since their teens so not obese during pregnancy.Key word : Preeclampsia/eclampsia, obesity, 2010 Basic Health Survey
Read More
T-4154
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohanah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: R. Sutiawan, Toha Muhaimin, Sri Mulyati, Lila Amaliah
Abstrak:

Preeklampsia berat (PEB) dan eklampsia merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian ibu di Indonesia. Di RSU Kabupaten Tangerang PEB dan eklampsia merupakan penyebab kematian tertinggi (45,4%), angka ini lebih tinggi bila di bandingkan dengan beberapa RS daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan eklampsia di RSU Kabupaten Tangerang tahun 2008-2010. Desain yang digunakan kasus kontrol (case control) dengan  jumlah sampel kasus 40 dan kontrol 80. Data didapatkan dari status pasien di rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi janin berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan dan eklampsia dengan p value 0,021 setelah dikontrol variabel usia ibu, gravida, jenis persalinan, riwayat KB dan pengasilan keluarga. Ibu PEB dan eklampsia dan kondisi janin IUFD meningkatkan risiko kematian ibu 6,28 kali (95% CI 1,32-30,02) bila dibandingkan ibu yang kondisi janin tidak IUFD. Maka Perlu upaya menurunkan jumlah kematian ibu akibat PEB dan eklampsia, diharapkan RSU Kabupaten Tangerang meningkatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan adekuat, tepat guna dan tepat waktu dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas. Dinas kesehatan meningkatan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan program promotif dan preventif. Peneliti lain diharapkan dapat menambah jumlah sampel dan menggunakan data primer dan bagi masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pemeliharaan kesehatan. Kata kunci: Determinan kematian ibu, preeklampsia berat dan eclampsia


 Severe Preeclampsia (PEB) dan Eclampsia is one of the highest cause of maternal death in Indonesia. At RSU Kabupaten Tangerang (public hospital at Tangerang) preeclampsia and eclampsia is the highest cause of death (45,4%), and this rate is much more higher than some hospital in some area aroun Indonesia. This research aimed to determine the factors associated with maternal deaths due to PEB and eclampsia at RSU Tangerang in the year of 2008 – 2010. The desaign used is the case control by using about 40 case samples and 80 controlers. Data obtained from the patient's status in medical records. The results of research showed that the fetal condition releated maternal deaths due PEB and eclampsia it is seen from the p value of 0,021 after controlled with variable maternal age, gravida, type of delivery, a history of family planning and family income. The mother suffered PEB and eclampsia with fetal condition will IUFD risk 6,28 times (95% CI 1,32 to 30,02) of maternal deaths than if the condition of the fetus is not IUFD. There are necessary efforts to reduce the number of maternal deaths due to PEB and eclampsia, which is expected to RSU Tangerang to improve comprehensive and adequate health care, appropriate and on time action, and improving the quality of human resources and facilities. Health agencies should improve equity of health services in all layers of society and enhance the promotion and preventive programs. Another study is expected to increase the number of samples and using primary data and for the community is expected to play an active role in the maintenance of health. Key words: Determinants of maternal death, severe preeclampsia and eclampsia

Read More
T-3361
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive