Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Maulidyah Ananda; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Asfi Raihan
Abstrak:
Read More
Kecamatan Bolo adalah salah satu Kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) DBD pada bulan Maret Tahun 2023. Hal ini dapat dipicu oleh kurangnya penerapan perilaku pencegahan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD pada masyarakat di Kecamatan Bolo. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional pada 110 responden berusia 17-60 tahun diambil secara consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan cara responden mengisi kuesioner secara mandiri yang sebelumnya telah diujicobakan. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki perilaku pencegahan DBD dengan rata-rata nilai 64 dari skala 100. Hasil analisis variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD adalah: jenis kelamin (p=0,002), usia (p= 0,001,r= 0,307), pengetahuan (p= 0,001, r=0,43, persepsi manfaat (p=0,001, r=0,360) dan isyarat bertindak (p=0,006, r=0,360) sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD persepsi kerentanan (p=0,805, r=0,024), persepsi keparahan (p=0,266, r=0,107 dan persepsi hambatan (p=0,190, r=0,126). Atas dasar tersebut maka pemberian edukasi dan promosi kesehatan yang dilakukan secara rutin dengan metode-metode yang sesuai sangat diperlukan untuk meningkatkan perilaku pencegahan DBD.
Bolo District is one of the districts designated as a DHF outbreak area in March 2023. This could be triggered by the lack of implementation of DHF prevention behaviors. This study aimed to determine the factors associated with dengue prevention behavior in the community in Bolo. This study used a cross sectional study design on 110 respondents aged 17-60 years taken by consecutive sampling. Data was collected by respondents filling out a questionnaire independently which had previously been tested. The results of this study showed that the respondents had a good dengue prevention behavior which was 64 of a scale of 100. The results of the analysis of variables correlated with dengue prevention behavior, gender (p = 0.002), age (p = 0.001, r = 0.307), knowledge (p = 0.001, r = 0.43, perceived benefits (p = 0.001, r = 0.360) and cues to action (p = 0.006, r = 0.360), 006, r=0.360) while variables that were not correlated with DHF prevention behavior were perceived susceptibility (p=0.805, r=0.024), perceived severity (p=0.266, r=0.107 and perceived barriers (p=0.190, r=0.126). Providing education and health promotion that is carried out routinely with appropriate methods is needed to improve dengue prevention behavior.
S-11542
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amalia Ayu Ramadhani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Dharma Ningsih Dwi Putri
Abstrak:
Read More
Di Indonesia prevalensi kasus Diabetes Melitus (DM) pada anak meningkat 70 kali lipat pada tahun 2023. Jumlah kasus tersebut dibandingkan pada tahun 2010 yaitu 0,028 per 100 ribu jiwa, angkanya naik menjadi 2 per 100 ribu jiwa pada tahun 2023. Kasus penyakit DM pada anak di Kota Depok dilaporkan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Depok mencapai 109 kasus sepanjang tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku orang tua dalam melakukan pencegahan penyakit DM pada anak di Kota Depok Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, desain cross-sectional dilakukan pada 170 responden yang diambil secara quota sampling pada orang tua di Kota Depok. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan 11 variabel independen dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit diabetes pada anak. Hasil penelitian menunjukkan, responden memiliki perilaku pencegahan DM pada anak yang baik yaitu sebanyak 43,5%. Pendapatan (p=0,001), persepsi kerentanan (p=0,020), persepsi keparahan (p=0,030), persepsi manfaat (p=0,018), dan persepsi hambatan (p=0,046) menunjukkan hubungan dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit DM pada anak, sedangkan usia (p=0,085), jenis kelamin (p=0,378), pendidikan (p=0,530), pekerjaan (p=0,419), pengetahuan (p=0,425), dan self-efficacy (p=0,429) tidak berhubungan dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit DM pada anak. Perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya DM pada anak dan risiko yang terjadi jika anak terkena DM untuk meningkatkan kesadaran akan kerentanan dan keparahan terhadap penyakit DM pada anak.
In Indonesia, the prevalence of Diabetes Melitus (DM) cases in children will increase 70 times by 2023. Compared to 2010, where the number of cases was 0.028 per 100.000 population, this figure will increase to 2 per 100.000 population by 2023. Cases of DM disease in children in Depok City were reported by the Depok City Health Center to reach 109 cases throughout 2022. The aim of study is to determine the behavior of parents in preventing DM disease in children in Depok City in 2023. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design conducted on 170 respondents taken by quota sampling among parents in Depok City. Data were collected online using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and analyzed using the Chi Square test to see the relationship between 11 independent variables and parental behavior in preventing diabetes in children. The results showed that 43.5% of respondents had good diabetes prevention behavior. Income (p = 0.001), perceived vulnerability (p = 0.020), perceived severity (p = 0.030), perceived benefits (p = 0.018), and perceived barriers (p = 0.046) were relation with parental behavior in preventing diabetes in children, while age (p = 0.085), gender (p = 0.378), education (p = 0.530), occupation (p = 0.419), knowledge (p = 0.425), and self-efficacy (p = 0.429) were not relation with parental behavior in preventing DM in children. Increase education and socialization related to the dangers of DM in children and the risks that occur if children develop DM to increase awareness of the vulnerability and severity of DM disease in children.
S-11491
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuraeni; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Laila Fitria, Dyah Prabaningrum, Lisna Djamaluddin
Abstrak:
Read More
Anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok rentan terhadap paparan pestisida pertanian melalui perilaku penggunaan pestisida oleh keluarga. Dengan menggunakan pendekatan teori Health Belief Model, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku pencegahan paparan pestisida pada anak-anak di keluarga petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa yang merupakan sentra produksi kentang di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian cross-sectional ini menggunakan sampel sebanyak 200 keluarga petani kentang yang dipilih secara systematic random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan menggunakan kuesioner. Data tersebut kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keluarga sudah cukup baik dengan nilai rata-rata sebesar 71.125. Perilaku pencegahan keluarga dipengaruhi oleh persepsi manfaat (p-value=0.031; OR=1.968; 95%Cl=1.065–3.636) dan kepercayaan diri (p-value<0.001; OR=3.950; 95%Cl=2.159–7.228). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku pencegahan keluarga adalah kepercayaan diri. Keluarga dengan kepercayaan diri yang tinggi lebih berpotensi 3.950 kali memiliki perilaku pencegahan yang baik dibandingkan dengan keluarga yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pesepsi manfaat dan kepercayaan diri yang akan mendorong perilaku pencegahan yang baik. Penyuluhan perilaku pencegahan yang baik dan dampak buruk kesehatan anak akibat paparan pestisida menjadi penting untuk meningkatkan perilaku pencegahan menjadi lebih baik lagi. Pelayanan kesehatan setempat juga dapat melakukan uji kolinestrase terhadap anak untuk mengidentifikasi kasus keracunan akibat pestisida secara klinis. Hasil uji tersebut dapat menunjukkan keefektifan perilaku pencegahan pada keluarga petani. Selain itu, menyediakan fasilitas pendukung seperti papan peringatan larangan anak memasuki kebun di beberapa titik sentral lokasi pertanian dapat menjadi pemicu perilaku pencegahan paparan pestisida terhadap anak pada keluarga petani.
Children under five years of age are vulnerable to exposure to agricultural pesticides through family pesticide use behavior. Using the Health Belief Model theoretical approach, this research explores the determinants of behavior to prevent pesticide exposure to children in farming families. This research was conducted in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency, the potato production center in South Sulawesi Province. This cross-sectional research used a sample of 200 potato farming families selected using systematic random sampling. Research data was collected through interviews and using questionnaires. The data was then analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The research results show that family prevention behavior is quite good, with an average value of 71.125. Family prevention behavior is influenced by perceived benefits (p-value=0.031; OR=1.968; 95%Cl=1.065–3.636) and self-confidence (p-value<0.001; OR=3.950; 95%Cl=2.159–7.228). The most dominant factor influencing family prevention behavior is self-confidence. Families with high self-confidence are 3,950 times more likely to have good preventative behavior than those with low self-confidence. The results of this study indicate the importance of increasing perceived benefits and self-confidence, which will encourage good preventative behavior. Counseling on good preventive behavior and the negative impacts on children's health due to exposure to pesticides is important to improve preventive behavior to be even better. Local health services can also carry out cholinesterase tests on children to clinically identify cases of pesticide poisoning. The test results can show the effectiveness of preventive behavior in farming families. In addition, providing supporting facilities such as warning boards prohibiting children from entering the garden at several central points in agricultural locations can trigger behavior to prevent pesticide exposure to children in farming families.
T-6862
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
