Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rudi SUardi
658.408 SUA s
Jakarta : Penerbit PPM, 2005
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gunawan; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Chandra Satrya, Doni Agus Sumitro, Fermi Dwi Wicaksono
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat tingkat efektifitas komunikasi keselamatan yang telah dilakukan di lapangan produksi minyak dan gas PT HDL. Sebanyak 479 pekerja telah mengikuti survey secara online. Empat kriteria dengan nilai rata-rata penilaian efektitifitas komunikasi meliputi keterbukaan dan objektif mendapat nilai 8.36, informasi terkini dan relevan 8.21, kemudahan dipahami 8.20 serta umpan balik positif 8.03. Sehingga diperoleh nilai rata-rata keseluruhan kriteria efektifitas komunikasi sebesar 8.2 maka dapat dikategorikan sebagai efektif Faktor hambatan komunikasi di lokasi kerja meliputi tingkat pendidikan, pengalaman kerja, status pekerja dan jabatan. Analisis of variance dilakukan untuk melihat hubungan antara faktor hambatan komunikasi dengan kriteria komunikasi efektif. Ditemukan perbedaan signifikan faktor hambatan komunikasi dengan nilai signifikansi P <0.05 antara lain; (1) hambatan pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kriteria keterbukaan dan objektifitas, (2) hambatan status pekerja terhadap kriteria umpan balik positif, (3) serta hambatan jabatan terhadap kriteria terbuka dan objektif, informasi terkini dan kemudahan untuk dipahami. Termasuk ditemukan hubungan dari setiap elemen komunikasi pengirim, informasi keselamatan dan media yang digunakan terhadap output yang diterima penerima meliputi aspek pengetahuan, sikap dan perilaku
Read More
T-6205
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Sarbiah; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Mayarni, Agung Surya Irawan
Abstrak:

Postur janggal saat bekerja dapat menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada wawancara awal di departemen produksi didapatkan hampir semua pekerja mengeluh pegal dan nyeri pada anggota tubuhnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan postur kerja dan keluhan MSDs pada pekerja konveksi di departemen produksi PT. Z Batam. Penelitian ini mengunakan desain cross sectional dan metode penilaian untuk postur tubuh pekerja dengan REBA (rapid entire body assessment). Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko MSDs pada tingkat menengah yang artinya perlu investigasi lebih lanjut dan perubahan. Dan 84 persen pekerja mengeluh mengalami keluhan MSDs yang dinilai dengan nordic body map. Penulis menyarankan agar desain kerja lebih diperhatikan dan disesuaikan dengan pekerja, memberikan pemahaman melalui pelatihan kerja tentang risiko ergonomi dan tata-tata cara bekerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi, Pekerja sebaiknya melakukan peregangan otot agar otot bisa berelaksasi.


 Awkward postures while working can cause complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Almost all of the workers interviewed, at the production department convection complained of stiffness and pain in the limbs. The purpose of this study is to explain the working postures and MSDs, affecting workers at the production section of PT Z Batam. This study uses crosssectional design and posture assessment for workers, using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. The finding showed that the risk of MSDs occurred at the secondary level, which means the need for further investigation and changes to be made. And 84 percent of the workers who complained of pains related to MSDs were assessed with nordic body map. The author suggested that more attention and design work are tailored to the workers, through job training an understanding of risk governance ergonomics and work procedures in accordance with the principles of ergonomics.Workers should also perform muscle stretching in order to recharge.

Read More
T-3767
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggia Ratri Renjana; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Ririn Arminsih, Sabarinah Prasetyo, Astrid Sulistomo, Ni Made Jendri
T-5015
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vanda Betania; pembimbing: Chandra Satrya; penguji: Mila Tejamaya, Juned Aryanto
S-8275
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Marlina Sari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Wibisono
Abstrak: Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari selain udara. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang mengolah air baku menjadi air bersih. Dalam pengolahannya menggunakan peralatan dan teknologi yang canggih. Oleh sebab itu, banyaknya bahaya yang ada sangat memungkinkan untuk terjadi kecelakaan. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan ialah dengan melakukan identifikasi bahaya dan risiko serta penilaian risiko. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahaya dan risiko yang ada di PT XYZ dengan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan dilakukan pengukuran semi kuantitatif. Dari hasil identifikasi bahaya dan risiko yang dilakukan terdapat 71 jenis bahaya dan risiko. Lima diantaranya memiliki nilai risiko tertinggi, yaitu kegagalan sistem netralisasi saat kebocoran klorin, tertimpa benda dari crane, kebocoran pada atap trafo, jatuh dari ketinggian, dan confined space. Bahaya tersebut termasuk dalam level risiko high risk dan medium risk. Konsekuensi yang ditimbulkan dari bahaya tersebut adalah cedera memar dan punggung, patah tulang, ledakan, pingsan hingga menyebabkan kematian. Berbagai macam upaya pengendalian dilakukan sehingga tingkat risiko menjadi medium dan low risk.
 

Water is one of the components required humans in everyday life than air. XYZ is one of the companies that process raw water into clean water. In the processing using advanced equipment and technology. Therefore, there are many dangers that it is possible for an accident. One effort to prevent accidents is to identify the hazards and risks as well as risk assessment. Therefore, this study was conducted to determine the hazards and risks that exist in XYZ by using descriptive analysis and semi-quantitative measurement. From the results of hazard identification and risk undertaken are 71 types of hazards and risks. Five of them have the highest risk values, namely the failure of the current system of neutralization of chlorine leaks, falling objects from cranes, leaks in the roof of the transformer, falls from height, and confined space. The dangers include the risk level of high risk and medium risk. Consequences arising from the dangers are bruises and back injuries, broken bones, explosion, fainting to death. Various kinds of control measures carried out so that the level of risk into the medium and low risk.
Read More
S-8804
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Yudhi Prasetya; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaian risiko K3 pada aktivitas produksi di PT Harita Panca Utama project site Sekayan, Kalimantan Utara tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai risiko K3 pada setiap aktivitas produksi di PT Harita Panca Utama. Penelitian ini mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 dengan menggunakan analisis risiko semikuantitatif dan perhitungan nilai risiko dengan metode dari W.T. Fine.
 
Penelitian ini menggunakan Job Hazard Analysis (JHA) untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko. Nilai risiko merupakan hasil perkalian dari nilai consequences, probability, dan exposure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi di PT Harita Panca Utama memiliki 133 risiko K3.
 

 
This study describe risk assessment of occupational health and safety in PT Harita Panca Utama project site Sekayan, North Kalimantan 2014. The objective of this study is to get health and safety level of risk in every production activity in PT harita Panca Utama. This study referred to AS/NZS 4360:2004 standard with semi-quantitative analysis, and mathematics method from W.T. Fine.
 
This study used Job Hazard Analysis (JHA) for hazard and risk identification. Risk score is determined by multiplication of consequences, probability, and exposure. This result of this study showed that production activity in PT Harita Panca Utama has 133 occupational health and safety risk
Read More
S-8328
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mita Septaria Hasugian; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Tri Haryanto
Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan pernafasan subyektif pada operator cetak yang terpajan (PM2,5) di lingkungan produksi. Subyek penelitian ini adalah 51 pekerja operator cetak shift tiga. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM2,5 lebih tinggi ditemukan pada daerah mesin solna 1 (0,463 mg/m 3 ) dan solna (40,211 mg/m3 ) dibandingkan mesin HT dan magnum. Ditemukan operator mengalami keluhan pernafasan sebanyak 88,2% dan yang tidak mengalami ada 11,8%. Ditemukan tidak adanya perbedaan yang signifikan konsentrasi PM2,5, durasi pajanan, perilaku merokok dan karakteristik tempat tinggal dengan keluhan pernafasan subyektif. Diperlukan perbaikan desain lingkungan kerja serta penggunaan alat pelindung pernafasan yang baik dan benar.
Kata kunci : Particulate Matter 2,5 (PM2,5), operator cetak, keluhan pernafasan, lingkungan produksi

This study aimed to determine factors that associated with subjective respiratory complaints on printing operator who exposured particulate matter 2,5 respirable in the environment of production. The subjects of research in the measurement are 51 printing operators in the third shift. The result showed that the higher average exposure concentrations of PM2,5 were found in the Solna 1 machine (0,463 mg/m3 ) and Solna 4 machine (0,211 mg/m3 ) than HT 1,2,3 machine and magnum machine. The result also showed that the printing operators who get the subjective respiratory complaints are 88,2 percents and who not to get the subjective respiratory complaints are 11,8 percents. There were not significant differences between the average concentration of PM2,5 in production area, the duration of exposure, smoking habit and characteristic of living environment with the subjective respiratory complaints. Further improvements on the design of working environment and the good using of respiratory protective equipments.
Keywords : Particulate Matter 2,5 (PM2,5), printing operator, respiratory complaints, production area
Read More
S-9251
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lugina Prativi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Farida Tusafariah
S-7625
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Hanifah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Tubagus Dwika Yuantoko
Abstrak:

Stres kerja adalah respon buruk seseorang secara fisik maupun emosional, ketika kompetensi pekerja tidak mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang diberikan. Berdasarkan penelitian terdahulu, pekerja di industri garmen juga memiliki risiko mengalami stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko psikosisal dengan kejadian stres kerja pada pekerja PT X, sebuah perusahaan garmen di Semarang, Jawa Tengah. Faktor yang diteliti antara lain faktor individu, faktor konten kerja, faktor konteks kerja, dan faktor effort-reward. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain studi the explanatory sequential. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara dilakukan untuk pengumpulan data kualitatif. Pengolahan data menggunakan uji chi-square dengan software SPSS 27.0 untuk mengetahui apakah ada hubungan yang siginifikan antara variabel independen dengan variabele dependen. Berdasarkan uji statistik, didapatkan prevalensi stres kerja sebesar 24,9% pada responden secara keseluruhan, sebesar 26,5% pada tim produksi, dan 18,2% pada tim supporting. Variabel yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja secara keseluruhan antara lain: lingkungan dan peralatan kerja (p= 0,004); desain tugas (p= 0,042); beban kerja (p= 0,001); jadwal kerja (p= 0,001); pengembangan karir (p= 0,001); hubungan interpersonal (p= 0,034); status pernikahan (p= 0,003); dan effort-reward (p= 0,002). Oleh karena itu, perlu dilakukan tindak lanjut berupa penerapan manajamen stres kerja dari tingkat manajemen, terutama pada faktor yang berhubungan dengan stres kerja, untuk mencegah kejadian stres kerja yang lebih besar.


Work-related stress was an bad someone physically or emotionally, when workers ability unable to meet the demands of jobs provided. Based on the research before, workers in the garment industry also have  the risk of experiencing work stress. This study attempts to analyze the relationship between the psychosocial risk factors with work stress on workers PT X, a garment company in Semarang, Central Java. The individual factors, the content of work factors, the context of work factors, and the effort-reward factors was included in this study. Mixed method were used with the explanatory sequential design study. Quantitative data collected by using questionnaire and interviews performed for qualitative data collection. Data processing uses a chi-square test with software SPSS 27.0 to analyze if there's any significant connection between independent variables and dependent variable. By statistical test, prevalence of work stress prevalence is 24.9 % on all respondents, 26.5 % on production team, and 18.2 % on supporting team. Variables associated with work stress include: environment and work equipment (p = 0.004 ); task design (p = 0,042 ); workload (p = 0.001 ); work schedule (p = 0.001 ); career development (0.001 ); interpersonal relationship (p = 0.034 ); marital status (= 0.003); and effort-reward factor (p = 0,00). Based on this research, the company needs to implemented stress management program, especially on the factors associated with work stress, to prevent more stress from happening. Keyword: work stress, psychosocial risk factor, the garment company, production team, supporting team 

Read More
S-11817
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive