Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putu Diana Saraswati; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Penulisan review ini membahas mengenai salah satu permasalahan penting sumber daya manusia rumah sakit yaitu retensi perawat. Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran retensi, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan strategi retensi yang dilakukan oleh rumah sakit. Jenis literatur yang digunakan adalah literatur elektronik yang didapat melalui database online dan website yakni PubMed, Science Direct, DOAJ, Willey Online Library, Garuda Ristekdikti, Dovepress, OPAC-Universitas Indonesia Library, neliti.com, dan researchgate.net. Jumlah literatur yang dibahas dalam review ini adalah 14 literatur. Hasil identifikasi inti pembahasan pada setiap literatur disajikan dalam tabel matriks yang secara garis besar memuat aspek gambaran retensi yang terdiri dari retensi positif dan negatif; faktor-faktor retensi diantaranya faktor organisasi dan pekerjaan, faktor karakteristik individu, dan faktor lain; serta strategi retensi yang dikelompokkan menjadi strategi umum dan spesifik. Kata kunci: Review kepustakaan, perawat, retensi, faktor-faktor retensi, strategi retensi This literature review is discussed about one of the important hospitals human resource problems, nurse retention. The purpose of this paper is to identify retention picture, influencing factors, and retention strategies carried out by the hospital. The type of literature used is electronic literature that collected through online databases and websites include PubMed, Science Direct, DOAJ, Willey Online Library, Garuda Ristekdikti, Dovepress, OPAC-Universitas Indonesia Library, neliti.com, and researchgate.net. Total of literature in this paper is 14 literatures. Identification results of the key findings from each literature is written in a matrix table which contains of retention picture that consist of positive and negative retention; retention factors include organization and occupation factors, invidual characteristic factors, and other factors; and retention strategies that grouped into general and specific strategies. Key words: Literature review, nurse, retention, retention factors, retention strategy
Read More
S-10395
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Rahayu; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Siti Nur Faizah
S-7929
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiki Mezza Febriyanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Ikhwan Pane
S-8815
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Fitria Isnaputri; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Septiara Putri, Sumijatun
Abstrak: Penulisan review ini membahas salah satu permasalahan penting sumber daya manusia rumah sakit yaitu retensi perawat. Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui gambaran retensi, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi retensi perawat di rumah sakit. Jenis literatur yang digunakan berupa literatur elektronik yang didapat melalui database online dan website yakni PubMed, Garuda Ristekdikti, ProQuest, Willey Online Library, dan neliti.com. Peneliti mendapatkan 14 literatur dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Read More
S-10689
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roosmayasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Tetra Fajarwati, Yuyun Widyaningsih
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi retensi dokter di puskesmas Penelitian dilakukan dengan mengolah data sekunder hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) 2017, dengan jumlah sampel sebanyak 14.091 orang dokter yang bertugas di puskesmas. Pengolahan data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dekat dengan keluarga besar adalah alasan utama kebetahan yang paling banyak disampaikan (34%). Pengaruh total variabel karakter terhadap kebetahan (retensi) 0,23, terhadap kepuasan kerja 0,04, dan terhadap motivasi 0,08. Pengaruh total variabel manfaat non finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,15, dan motivasi 0,03. Pengaruh total variabel manfaat finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,04, kepuasan kerja 0,13 dan motivasi 0,11. Tidak ada pengaruh langsung dari variabel manfaat finansial kepada tingkat retensi, dan dari variabel manfaat non finansial ke kepuasan. Pengaruh total variabel kepuasan terhadap retensi 0,26 dan terhadap motivasi 0,58. Pengaruh total variabel motivasi terhadap retensi 0,05. Disarankan agar Pemerintah Pusat melakukan sinkronisasi kebijakan rekruitmen dan distribusi tenaga dokter, subsidi anggaran insentif dokter daerah dengan kapasitas fiskal rendah dan atau memiliki keterbatasan finansial, dan melanjutkan program penugasan khusus penempatan dokter, menyusun dan mengaplikasikan kebijakan afirmatif distribusi tenaga dokter di puskesmas, antara lain program ikatan dinas dan beasiswa pendidikan kedokteran, datasering. Pemerintah Daerah dapat menyelenggarakan inovasi rekruitmen dan distribusi tenaga dokter melalui jalur penugasan khusus, program beasiswa daerah untuk pendidikan kedokteran, menyediakan subsidi insentif finansial yang layak bagi tenaga dokter, dan memberikan fasilitasi yang cukup bagi dokter puskesmas untuk dapat mengikuti program peningkatan kapasitas

This thesis discusses the factors that influence the retention of doctors in community health center. The study was conducted by processing secondary data from the results of the Health Research in 2017 (Risnakes), with total sample of 14,091 doctors who served at the community health center. Processing data using path analysis. The results of the study showed that being close to extended families was the main reason for most retention (34%). The effect of total character variables on retention is 0.23, on job satisfaction 0.04, and on motivation 0.08. The effect of the total non-financial benefit variable on retention rate -0.15, and motivation 0.03. The effect of the total variable financial benefits on retention rate 0.04, job satisfaction 0.13 and motivation 0.11. There is no direct effect from the financial benefit variable on the level of retention, and from the non-financial benefit variable to satisfaction. The effect of total satisfaction variables on retention is 0.26 and on motivation 0.58. Effect of total motivational variables on retention of 0.05. It is recommended that the Central Government synchronize the recruitment and distribution policy for doctor, subsidize the budget incentives doctor for regional with low fiscal capacity and or have financial limitations, and continue  2 special assignment programs for the placement of doctor, compile and apply affirmative policies for the distribution of doctor in community health center, including programs official ties and medical education scholarships, datasering. Local Governments can carry out recruitment innovation and distribution of doctor through special assignments, regional scholarship programs for medical education, provide appropriate financial incentives for doctor, and provide sufficient facilitation for capacity building programs.

Read More
T-5950
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggita Apriliani Dewi; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Ahmad Syafiq, Witrianti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan tentang gizi seimbang pada siswa kelas V SD setelah diberikan intervensi dengan menggunakan media leaflet dan video. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan dua kelompok perlakuan. Penelitian ini dilakukan kepada 46 siswa kelas V di SDN terpilih. Kelompok leaflet berjumlah 24 siswa dan kelompok video berjumlah 22 siswa. Pengambilan data penelitian dilakukan sebanyak 4 kali, yang terdiri dari 1 kali pre test dan 3 kali post test untuk melihat retensi pengetahuannya. Uji statistik yang digunakan yaitu t berpasangan untuk menganalisi perubahan di dalam masing-masing kelompok dan uji t independen untuk melihat perbedaan antara kelompok serta hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pengetahuan dan penurunan retensi pada masing-masing kelompok (p<0,05), dengan penurunan retensi pengetahuan yang paling sedikit yaitu pada kelompok video dibandingkan kelompok leaflet.

Kata Kunci : Leaflet, Media, Pengetahuan Gizi, Retensi, Video

The Purpose of this research is to understand the change of knowledge nutrition among studenst class 5 in elementary public school after being given tha intervention by using leaflet and video media. Design study that is used is quasy experiment with two treatment group. This research is aplicated to 46 students of the 5th grade in several Elementary School in Bekasi City. Leaflet group consists of 24 students and video group consists of 22 students. Tha data is taken 4 times in each group, included 1 pre test and 3 post test to observe the knowledge retention. The statistic test that is used is t test dependent to analyze the retention scor change within group and t independent to analyze the differences scor between groups and the relationship of characteristics of respondents to the level of knowledge. The result of this research shows the change of knowledge retention in each group (p<0,05), with decreased retention of knowledge is in video group compared to leaflet group.

Keywords : Leaflet, Media, Nutrition Knowledge, Retention, Video
Read More
S-9898
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mila Alfina; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Lia Mulyana
S-9942
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Musa Rapang; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Besral, Sudijanto Kamso, Adria Rusli, Nurhalin Afriana
Abstrak:

ABSTRAK Retensi ARV Pada Pasien HIV Berdasarkan CD4 Awal Terapi ARV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta Dari Tahun 2011 – 2014 Musa Rapang Perbedaan tingkatan imunodefesiensi memberikan kondisi klinis yang berbeda. Dampak perbedaan imunodefesiensi akan diperoleh retensi ARV yang berbeda pada tingkat imunodefesiensi berat dan sedang. Pasien dengan sistem imun yang baik (CD4 tinggi) kemungkinan akan memiliki retensi yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah perbedaan retensi ARV pada pasien HIV AIDS berdasarkan CD4 saat terapi ARV di RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif  menggunakan 223 sampel yang diambil dari data rekam medik rumah sakit dari tahun 2011 – 2014 dengan waktu pengamatan selama satu tahun. Pasien yang retensi ada 70.85% dengan insident rate lost to follow up 2.9 per 100 orang bulan. Retensi ARV pada pasien dengan CD4 200-350 sel/mm lebih baik dengan HRadj lost to follow up sebesar 0.27 (CI 95% : 0.1 – 0.8) kali lebih rendah dibandingkan pasien dengan CD4 <200 sel/mm 3 . Selain itu pasien memiliki CD4 200350 sel/mm 3 pada stadium awal memiliki risiko lost to follow up yang lebih tinggi dengan HRadj 1.10 (CI 95% : 0.5 – 2.4) kali lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang memiliki CD4 < 200 sel/mm 3 pada stadium awal. Perlu dilakukan monitoring klinis, eduksi dan dukungan kepada pasien tentang manfaat ARV khususnya pada pasien dengan CD4 <200 sel/mm 3 . Kata kunci : Retensi ARV, CD4 Awal, lost to follow up


ABSTRACT ARV Retention HIV Patients Based On Early CD4 Therapy In Hospital Infection Disease of Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta From Years 2011 - 2014 Musa Rapang The difference in the level of imunodefesiensi provide different clinical conditions. The impact will be acquired at different ARV retention rate of severe and moderate imunodefesiensi. HIV Patients with a good immune system (CD4 high) possibility have poor retention on antiretroviral drugs, so that the patient will tend to experience a lost to follow up. The purpose of this study was to see whether the difference in retention of antiretroviral drugs in HIV-AIDS patients by CD4 time ARV therapy in hospital Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. This research using retrospective cohort design using 223 samples taken from hospital medical records from the years 20112014 with the observation time for one year. The number of patients there was 70.85% retention with number incidents of lost to follow-up rate of 2.9 per 100 person-months. Retention ARV based on baseline CD4 200-350 cells / mm better with HRadj of lost to follow-up at 0.27 (CI 95% :0.1 – 0.8) times slower compared to patients with CD4 <200 cells / mm 3 in the early stages having lost to follow-up speed faster with HRadj 1.10 (CI 95% :0.5 – 2.4) times faster compared with patients with CD4 <200 cells/mm 3 . In addition patients had CD4 200-350 cells / mm 3 early stage. Needed to monitoring, education and supporting to patient for benfit to use ARV especially to patient with CD4  <200 cells/mm 3 . Keywords: Retention ARV, CD4 Earlier, Lost to follow up

Read More
T-4772
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldilla Youthiana Oktavanny; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Ascobat Gani, Moch. Yudi Arifin, Joko Suyono
Abstrak:
RSD Kertosono mengalami kenaikan jumlah pasien tidak kembali dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dan persepsi nilai pasien dengan retensi pasien di RSD Kertosono serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan retensi pasien. Penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di RSD Kertosono Nganjuk. Waktu pelaksanaan pengumpulan data yaitu pada bulan April 2022. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Karakteristik pasien yang berhubungan dengan retensi pasien pada RSD Kertosono adalah faktor pendapatan dan faktor sumber biaya pengobatan sedangkan juenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendidikan tidak memiliki hubungan dengan retensi pasien. Persepsi nilai pasien, kepercayaan, dan retensi pasien berhubungan dengan retensi pasien pada RSD Kertosono. Persepsi nilai pasien merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan retensi pasien pada RSD Kertosono.

RSD Kertosono has experienced an increase in the number of patients not returning in recent years. This study aims to determine the relationship between patient characteristics and perceived patient values with patient retention at RSD Kertosono and the most dominant factor associated with patient retention. This research is an explanatory research with a quantitative approach. The research was conducted at RSD Kertosono Nganjuk. The time for data collection was April 2022. Data was collected using a questionnaire. Patient characteristics related to patient retention at RSD Kertosono are income factors and sources of medical expenses, while gender, age, occupation, and education have no relationship with patient retention. Perceived patient value, trust, and patient retention are related to patient retention at RSD Kertosono. The patient's perceived value is the most dominant variable related to patient retention at RSD Kertosono.
Read More
B-2328
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septian Saraslina Ekawati; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Jeffry Albert Silaen, Mira Puspitasari
Abstrak: Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu merupakan salah satu rumah sakit swasta tipe C di Jakarta Timur. Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, RS Yadika perlu memiliki hubungan yang baik dengan pemasok, pelanggan eksternal, dan karyawan sebagai pelanggan internal. Dari data bagian kepegawaian di RS Yadika pada empat tahun terakhir didapatkan rata-rata nilai perputaran pegawai sebesar 24% dengan angka tertinggi pada tahun 2018 sebesar 30%. Tingginya angka perputaran pegawai menimbulkan ketidakstabilan kondisi organisasi dan meningkatkan biaya sumber daya manusia terutama untuk rekrutmen dan pelatihan karyawan baru. Dengan meningkatkan retensi karyawan, biaya tersebut dapat ditekan sehingga organisasi dapat mengalokasikan anggarannya pada sektor lain. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan angka retensi karyawan, rumah sakit harus berfokus terhadap usaha membangun dan mempertahankan budaya organisasi yang menekankan pada kepuasan karyawan melalui proses pemasaran internal yang efektif. Penelitian ini membahas hubungan pemasaran internal dengan kepuasan kerja dan retensi karyawan di Rumah Sakit Yadika Pondok Bambu tahun 2022. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemasaran internal dan kepuasan kerja. Sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja dan retensi karyawan. Variabel pemasaran internal memiliki bauran yaitu produk, harga, promosi/komunikasi internal, tempat, partisipan, bukti fisik, dan proses. Variabel kepuasan kerja memiliki dimensi pekerjaan itu sendiri, gaji, kesempatan promosi, pengawasan, dan hubungan dengan rekan kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan uji korelasi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022 dengan jumlah responden sebanyak 98 orang karyawan tetap di RS Yadika Pondok Bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemasaran internal dirasa baik oleh mayoritas responden (51%). Variabel kepuasan kerja dirasa kurang oleh mayoritas responden (56%). Sedangkan pada variabel retensi karyawan dirasa baik oleh mayoritas responden (57,1%). Terdapat korelasi yang signifikan antara pemasaran internal dengan kepuasan kerja dengan hubungan kuat searah, terdapat korelasi yang signifikan antara kepuasan kerja dengan retensi karyawan dengan hubungan sedang searah, dan terdapat korelasi yang signifikan antara pemasaran internal dengan retensi karyawan dengan hubungan sedang searah. Seluruh bauran pemasaran internal secara simultan berhubungan dengan kepuasan kerja dan retensi karyawan. Bauran partisipan dan bukti fisik memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan kerja. Sedangkan bauran harga memiliki hubungan signifikan dengan retensi karyawan. Seluruh dimensi kepuasan kerja secara bersamaan memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi karyawan dan dimensi gaji menjadi dimensi yang memiliki hubungan signifikan. Dari hasil penelitian tersebut disarankan bagi rumah sakit untuk melakukan peningkatan hubungan baik antar karyawan dengan atasan, menyediakan fasilitas pemasaran dalam rumah sakit, menjamin kondisi fisik ruangan dan gedung selalu nyaman, melakukan evaluasi pada proses rekrutmen dan seleksi, serta meninjau besaran gaji yang diterima karyawan
Read More
B-2291
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive