Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas SDM terutama para manajer Rumah Sakit anggota Hermina Hospital Group adalah dengan mengetahui hubungan antara kompetensi, beban kerja dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara variabel kompetensi, beban kerja dan kinerja manajer di RS anggota Hermina Hospital Group tahun 2013. Metode penelitian dilakukan dengan metode SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). Hasil yang didapatkan adalah adanya hubungan langsung dan tidak langsung yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan kinerja, adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan beban kerja, serta adanya hubungan yang positif dan tidak signifikan antara beban kerja dengan kinerja.
ABSTRACT This thesis designed to improve the quality of human resources, focusing on the managers of hospital branches of Hermina Hospital Group. The limit set on to investigate the relationships between competence, workload and performance. This study aimed to determine the direct and indirect effect as well as the number between competence, workload and performance of managers at hospital branches of Hermina Hospital Group in 2013.The research method was conducted using SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). The research was able to obtained results of a direct and indirect relationships which are positive and with significant correlation between competence and performance, a positive ad significant relationship between competence and workload, as well as a positive and not significant relationship between workload and performance.
Latar belakang: Keberhasilan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Self-efficacy ayah dan ibu berperan penting dalam praktik menyusui. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model prediksi penghentian ASI eksklusif pada 0-12 postpartum menggunakan Paternal dan Maternal BSE framework.
Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Studi kualitatif menggunakan FGD terhadap 5 informan ayah secara purposive dengan tujuan menggali infomasi mengenai paternal BSE. Desain studi kuantitatif longitudinal bertujuan mengevaluasi model penelitian. Sebanyak 201 pasangan yang bersalin di rumah sakit ibu dan anak di Kota Tangerang Selatan berhasil diikuti sampai 12 minggu postpartum. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh antar variabel dan mendapatkan nilai prediktif model.
Hasil: Instrumen Paternal BSE dan sumber self-efficacy ayah valid dan reliabel. Faktor signifikan yang berpengaruh terhadap penghentian ASI eksklusif meliputi paternal BSE, maternal BSE, pengalaman ayah, pengalaman ibu, persuasi verbal bagi ibu, kondisi fisik emosi ibu, usia ibu, frekuensi ANC, dan tipe keluarga. Secara tidak langsung, ada pengaruh pengalaman ayah terhadap penghentian ASI eksklusif melalui paternal dan maternal BSE.
Simpulan: Model paternal-maternal BSE dapat memprediksi penghentian ASI eksklusif dengan baik.
Saran: Penghentian ASI eksklusif dapat dicegah dengan melibatkan ayah secara aktif melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan paternal BSE sejak masa kehamilan.
Background: The rate of exclusive breastfeeding in Indonesia remains low. Both paternal and maternal self-efficacy play a crucial role in supporting breastfeeding practices. This study aims to develop a predictive model for exclusive breastfeeding cessation during the first 0–12 months postpartum using the Paternal and Maternal Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) framework.
Methods: This study employed both qualitative and quantitative methods. The qualitative phase involved focus group discussions (FGDs) with five purposively selected fathers to explore aspects of paternal BSE. The quantitative phase used a longitudinal design to evaluate the proposed model. A total of 201 couples who delivered at a maternal and child hospital in South Tangerang City were followed up to 12 weeks postpartum. Quantitative data were collected using questionnaires and analyzed with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to examine relationships between variables and assess model predictive.
Results: The Paternal BSE instrument and sources of paternal self-efficacy were found to be valid and reliable. Significant factors influencing exclusive breastfeeding cessation included paternal BSE, maternal BSE, fathers’ experience, mothers’ experience, verbal persuasion for mothers, mothers’ physical and emotional condition, maternal age, antenatal care (ANC) frequency, and family type. Indirectly, there was a relationship between fathers’ experience and exclusive breastfeeding cessation through paternal and maternal BSE.
Conclusion: The paternal-maternal BSE model effectively predicts exclusive breastfeeding cessation.
Recommendation: Exclusive breastfeeding cessation can be prevented by actively involving fathers through education, support, and strengthening paternal BSE starting from pregnancy.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidaklangsung serta besarannya antara kepuasan kerja, komitmen organisasi, danorganizational citizenship behavior (OCB) terhadap kuaitas layanan perawat diRSUD dr. H Abdul Moloek Provinsi Lampung. Metode penelitian adalahobservasional dengan rancangan cross sectional melalui analisis SEM-PLS. Populasinya adalah seluruh tenaga perawat yang bekerja di RSUD dr.H AbdulMoloek sebanyak 555 orang.
Sampel pada penelitian ini adalah perawat yangbekerja di bagian rawat inap sebanyak 90 orang (rule of thumb)Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh langsung antara kepuasan kerjaterhadap kualitas layanan perawat sebesar 11,46%, ada pengaruh langsungkomitmen organisasi terhadap kualitas layanan perawat sebesar 38,09%, adapengaruh langsung antara OCB terhadap kualitas layanan perawat sebesar30,46%, ada pengaruh langsung komitmen organisasi terhadap OCB sebesar61,34%, ada pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap komitmen organisasisebesar 57,6%, dan pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB adalah bersifat tidaklangsung, yaitu melalui mediasi komitmen organisasi yaitu sebesar 17,65%.
Penulis menyarankan agar pihak manajemen rumah sakit selalu menjagaserta meningkatkan komitmen organisasi perawat yang memiliki pengaruhterbesar terhadap kualitas layanan, selain itu perlu memperhatikan perilaku OCBpada perawat sehingga diharapkan perilaku ini dapat menjadi suatu budayaorganisasi yang akan berdampak positif bagi mutu pelayanan di RSUD dr.HAbdul Moloek Provinsi Lampung.Kata Kunci :Kualitas Layanan, Organizational Citizenship Behavior (OCB), KomitmenOrganisasi, Kepuasan Kerja, SEM-PLS.
