Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 427 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Linda Maedikaningsih; Pembimbing: Dadan Erwandi;Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, I Made Sudarta
Abstrak: Setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan, dalam membangun kesadaran pekerja dibutuhkan safety culture yang baik. Untuk merepresentasikan safety culture dengan menggunakan safety climate atau persepsi keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran safety climate di PT Fajar Mas Murni Tahun 2017, menggunakan desain survey dengan pendekatan kuantitatif untuk mengelolah data. Besaran sampel yang diambil sebanyak 109 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai safety climate sebesar 7,51 atau sangat kuat. Dimensi yang paling kuat adalah persepsi karyawan sebagai individu terhadap nilai safety (7,82), sedangkan variabel yang menunjukan nilai paling tinggi adalah kebutuhan pribadi terhadap keselamatan (8,11). Nilai safety climate paling tinggi ada pada kelompok tingkat jabatan manajer (7,91), pendidikan terakhir Diploma III (7,7), masa kerja >15 tahun (7,73), dan pekerja kontrak (7,6)
Kata Kunci: Safety, Safety Culture, Safety Climate

Every job has an accident risk, in building awareness of workers needed a good safety culture. To represent safety culture by using safety climate or employee safety perception. This study aims to determine the picture of the safety climate at PT Fajar Mas Murni in 2017, using survey design with quantitative approach to manage the data. The sample size taken as many as 109 respondents taken by simple random sampling technique. The results showed the value of safety climate of 7.51 or very strong. The most powerful dimension is the perception of employees as individuals to the value of safety (7.82), while the variable that shows the highest value is the personal need for safety (8.11). The highest safety climate values are in the managerial level (7,91), the educational last Diploma III (7,7), the working period > 15 years (7,73), and the contract workers (7,6).
Keyword: Safety, Safety Culture, Safety Climate
Read More
S-9395
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekin Hagana Imanuel Sembiring; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian cross sectional ini berisi tentang asesmen safety leadership,safety climate dan safety behavior di PT. X tahun 2016. Dibutuhkan gambaranaspek kepemimpinan, iklim serta perilaku pekerja di PT.X yang dapat digunakansebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan K3. Terdapat 183item pada kuesioner yang telah diisi oleh 87 responden yang merupakan pekerjaPT.X dengan jabatan pelaksana dan lama kerja minimal 6 bulan. Data yang telahdiperoleh selanjutnya diolah untuk mengetahui nilai rata-rata persepsi respondenterhadap ketiga variabel, yaitu safety leadership, safety climate dan safetybehavior.Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa safetyleadership atasan responden yang terdiri atas 5 indikator, yaitu: safety caring,safety cocahing, safety controlling, participative decision making dan leading byexample masuk pada kategori baik dengan nilai mean sebesar 76,34%. Hasilasesmen safety climate yang terdiri dari 6 indikator yaitu: management safetypriority, commitment and competence, safety communication, learning and trustin co-worker safety competence, workers safety commitment, workers safetypriority and risk non acceptance, organizational environment dan work pressuremasuk kedalam kategori baik dengan nilai mean sebesar 75,62%. Selain itu,variabel safety behavior juga masuk kedalam kategori baik dengan nilai meansebesar 75,26% yang terdiri atas 2 indikator yaitu safety compliance dan safetyparticipation.Kata kunci: asesmen;safety behavior;safety climate;safety leaderhip.
Read More
S-9277
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Savitri; Pembimbing: Fatma Lestari
S-1707
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firyal Resa Azhari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Wahyudin Lihawa
Abstrak: ABSTRAK Industri baja memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan karyawannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui iklim keselamatan di area rolling mill PT X dengan besar sampel 166 orang. Hasilnya dimensi iklim keselamatan yang paling kuat adalah dimensi individu (3,21), dengan faktor iklim keselamatan tertinggi adalah komitmen pekerja (3,28). Semakin tinggi tingkat pendidikan, jabatan dan semakin lama orang bekerja maka semakin tinggi nilai iklim keselamatannya. Kata kunci: Safety Climate ABSTRACT The steel industry has a high risk to the health and safety of its employees. The purpose of this research is to know the safety climate in rolling mill area of PT X with a large sample of 166 people. The result of the most robust dimension of the safety climate is the individual dimension (3.21), with the highest safety climate factor being workers' commitment (3.28). The higher the level of education, position and the longer the people work the higher the safety climate. Key words: Safety Climate
Read More
S-9684
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivinia Qonita Putri; Pembimbing: Meily Kurniawidjadja; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Septyaningrum
Abstrak: Kedirgantaraan berisiko tinggi ancaman keselamatan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran safety climate di PT X Operator Helikopter tahun 2016, menggunakan desain survei dengan pendekatan semikuantitatif untuk pengolahan data. Besar sampel 68 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan skor safety climate sebesar 8,1 atau sangat kuat. Dimensi yang paling kuat adalah Persepsi Karyawan sebagai Individu terhadap nilai safety (8,4), sedangkan variabel yang menunjukkan nilai paling tinggi adalah Kebutuhan Pribadi terhadap Safety (8,9). Skor safety climate paling tinggi ada pada kelompok tingkat jabatan manajer (8,3), masa kerja 10- <15 tahun 5 tahun (8,5) dan departemen Operation (8,6). Kata Kunci: Safety Climate, Safety, Operator Helikopter. Aviation is a high risk industry that has health and safety hazard. This study aims to ascertain safety climate description of PT X Helicopter Operator in 2016 using survey design and semi-quantitative approach. Sample size is 68 respondents using Simple Random Sampling. The result displayed that safety climate score of PT X is 8,1 or very strong. Strongest dimension is Safety as Individual Perception (8,4) whilst the strongest variable is Personal Need for Safety (8,9). The highest safety climate score found from the group of managerial position (8,3), 10- <15 years of working in the company (8,5) and operation department (8,6). Keywords: Safety Climate, Safety, Helicopter Operator
Read More
S-9199
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranti Fitri Agustina; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Bahrain Munir
Abstrak:
Keselamatan kerja merupakan aspek krusial dalam operasional perusahaan, khususnya pada sektor kelistrikan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara safety leadership dan safety perception terhadap safety behavior pada pekerja di site PT X tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah semikuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh 87 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara safety leadership dan safety behavior (r = 0,227; p = 0,035), serta antara safety leadership dan safety perception (r = 0,579; p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara safety perception dan safety behavior (r = 0,149; p = 0,169). Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keselamatan pekerja, baik secara langsung maupun melalui persepsi terhadap keselamatan. Hasil wawancara dengan key person juga menguatkan bahwa keteladanan dan keterlibatan langsung pimpinan menjadi faktor yang mendorong budaya keselamatan yang positif. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan meningkatkan efektivitas kepemimpinan keselamatan melalui pelatihan, keterlibatan aktif pemimpin, serta evaluasi berkelanjutan terhadap program keselamatan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor lain yang dapat memediasi atau memoderasi hubungan antarvariabel.


Occupational safety is a crucial aspect of company operations, especially in the electricity sector which carries a high level of risk. This study aims to examine the relationship between safety leadership and safety perception on safety behavior among workers at the PT X site in 2025. A semi-quantitative approach was employed using a survey method with questionnaires completed by 87 respondents. Data were analyzed using Spearman and Pearson correlation tests. The results indicate a positive and significant relationship between safety leadership and safety behavior (r = 0.227; p = 0.035), as well as between safety leadership and safety perception (r = 0.579; p = 0.000). However, no significant relationship was found between safety perception and safety behavior (r = 0.149; p = 0.169). These findings suggest that safety leadership plays an important role in shaping workers’ safety behavior, both directly and indirectly through safety perception. Interviews with key persons also support the conclusion that leadership engagement and role modeling are key drivers of a positive safety culture. The study recommends that the company improve the effectiveness of safety leadership through targeted training, active leadership involvement, and continuous evaluation of safety programs. Future research is encouraged to explore other variables that may mediate or moderate the relationships among these constructs.
Read More
S-12082
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abigael Oktaria Zega; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Abdul Rasyid
Abstrak:
Pada tahun 2023, industri penyediaan makanan dan minuman di Indonesia mencapai 4,85 juta usaha. Angka tersebut meningkat sebesar 21,13% dari tahun 2016 dengan total 4,01 juta usaha (Badan Pusat Statistik, 2024). Meskipun seringkali dianggap sederhana, proses pembuatan makanan dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin-mesin bertekanan tinggi yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (Thohir et al., 2025). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan safety leadership dan safety behavior pada perusahaan industri makanan PT X tahun 2026 dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari (Lu and Yang, 2010) dan (Neal, Gri and Hart, 2000) sebagai data utama, serta dilakukan wawancara tidak terstruktur dan observasi di lapangan sebagai data kualitatif pendukung. Penelitian dilakukan kepada 239 responden dengan desain cross-sectional dan hubungan variabel dianalisis menggunakan Spearman’s rho karena data kuesioner berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety leadership berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai 4,54 dan safety behavior juga berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai 4,53. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara safety leadership dan safety behavior (r = 0,749; p = 0,000). Hasil temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan berperan sangat penting dalam membentuk perilaku keselamatan pekerja. Hasil wawancara dengan narasumber juga menguatkan temuan ini, bahwa partisipasi aktif, kebijakan, dan kepedulian yang ditunjukkan pemimpin menjadi faktor dapat mendorong terbentuknya perilaku keselamatan pekerja. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan dapat meningkatkan partisipasi kepemimpinan keselamatan dan membentuk program program keselamatan bagi pekerja yang bersifat partisipatif. Saran lanjutan terkait penelitian ini agar dapat meneliti variabel mediasi lain yang mungkin dapat berpengaruh atau memperkuat hubungan antara safety leadership dan safety behavior.

In 2023, the food and beverage industry in Indonesia reached 4.85 million businesses, representing an increase of 21.13% compared to 2016, which recorded a total of 4.01 million businesses (Badan Pusat Statistik, 2024). Although frequently perceived as a relatively straightforward sector, the food production process in practice involves the operation of high-pressure machinery that demands intensive man-machine interaction (Thohir et al., 2025). This study aims to analyze the relationship between safety leadership and safety behavior in a food industry company, PT X, in 2026. Primary data were collected through a questionnaire adapted from Lu and Yang (2010) and Neal, Griffin, and Hart (2000), while supporting qualitative data were obtained through unstructured interviews and field observations. This study involved 239 respondents using a cross-sectional study design, and the relationship between variables was analyzed using Spearman's rho correlation test, given that the questionnaire data were not normally distributed. The results indicate that safety leadership was categorized as very high with a mean score of 4.54, and safety behavior was similarly categorized as very high with a mean score of 4.53. Hypothesis testing demonstrated a significant positive relationship between safety leadership and safety behavior (r = 0.749; p = 0.000), indicating that safety leadership plays a crucial role in shaping workers' safety behavior. These findings were further corroborated by interview results, which confirmed that active participation, the implementation of safety policies, and the concern demonstrated by leaders are factors that substantially contribute to the formation of safety behavior among workers. This study recommends that companies continuously enhance leadership participation in occupational safety and develop participatory safety programs that actively engage all workers. For future research, it is suggested that other mediating variables that may influence or strengthen the relationship between safety leadership and safety behavior be further investigated.
Read More
S-12462
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Iskandar; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Mieke Savitri, Erica Lukman, Purwanto
Abstrak: Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem di mana rumah sakitmembuat asuhan pasien lebih aman, mencegah terjadinya cidera yang disebabkanoleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakanyang seharusnya diambil.Tata kelola Patient Safety pada penyakit Stroke adalah penyusunan Standar PatientSafety untuk diterapkan pada pasien Stroke yang dirawat inap di RSKD.Sepuluh Standar Patient Safety yang diteliti adalah Identifikasi Pasien, KomunikasiEfektif, Obat High Alert, Ketepatan Pasien, Prosedur dan Lokasi Operasi, HandHygiene, Risiko Pasien Jatuh, Nama Obat Rupa Mirip, Akurasi Pemakaian Obat,Pemasangan Kateter/ Selang, Spuit Sekali Pakai merupakan kombinasi dari SolusiKeselamatan Pasien WHO dan Sasaran Keselamatan Pasien Internasional.Dalam penelitian ini berhasil disusun Tatakelola Patient Safety (Patient SafetyPathway) penyakit Stroke di RSKD dan dianalisis kepatuhan penerapannya nya.Kata Kunci :Patient safety, Patient Safety Pathway, Standar Patient Safety, penyakit Stroke
Patient Safety is a system in which hospitals make patient care safer and to preventinjuries caused by medical error due to an action or not taking action that should betaken.The Management of Patient Safety is the Pathway set up as the Patient SafetyStandard to be implemented for Stroke disease at Kanujoso Djatiwibowo HospitalTen Patient Safety standard being studied are Patient Identification, EffectiveCommunication, High Alert Medications, Accuracy of Patient, Procedure andLocation of Operation, Hand Hygiene, Fall Risk Patient, Look alike Sound alikeDrugs, Accuracy of Drug use, Catheter / Hoses Installation and Disposable syringes,this standard is the combination from The Solution of Patient Safety WHO and TheInternational Patient Safety GoalsThis study has successfully formed a Patient Safety Pathway for Stroke disease andanalyse the implementation the standard as well.Keywords:Patient safety, Patient Safety Pathway, Patient Safety Standard , Stroke disease
Read More
B-1733
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayatti Rissa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Hanny Harjulianti, Muslina Handayani
Abstrak: Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dimensi-dimensi dari budaya patient safety yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhipatient safety climate di Rumah Sakit ABC. Sehingga identifikasi terhadap faktor-faktortersebut dapat meningkatkan patient safety di Rumah Sakit ABC. Penelitian inimerupakan penelitian survei yang bersifat analitik dengan desain studi potonglintang/cross sectional. Dalam penelitian Cross sectional, variabel sebab (independent)dan akibat (dependensi) yang terjadi pada objek peneltian dikumpulkan secara simultan(dalam waktu yang bersamaan). Hasil temuan dari penelitian ini didapatkan gambaranpersepsi perawat terhadap iklim patient safety di Rumah Sakit ABC, yaitu sebagianperawat menganggap iklim keselamatan pasien buruk. Dari 12 dimensi patient safetydengan menggunakan HSOPSC didapatkan 7 diantaranya mempunyai pandangan positifdari perawat, yaitu : Organization Learning (92,2%), Teamwork within Departement(53,2%), Feedback and Communication About Error (56,4%), Staffing (54,8%),communication oponess (64,5%), Teamwork Across Hospital Units (53,2%), danHospital handoffs and transitiions (53,2%). Dimensi dengan nilai tertinggi adalahOrganization Learning (92,2%). Sementara dimensi dengan nilai terendah adalah nonpunitive response to error (46,8%) dan hospital management support (46,7%). Hubunganantara ketiga variable penelitian adalah mempunyai hubungan yang positif, dimana jikapatient safety climatenya positif, maka dukungan manajemen, sistem pelaporan dankecukupan sumber dayanya juga positif.Keyword : patient safety, patient safty climate, patient safety survey.
The general objective of this study was to describe the dimensions of the cultureof patient safety factors that affect patient safety climate at the ABC Hospital. So theidentification of these factors can increase patient safety in the hospital ABC. Thisresearch is analytic survey with cross sectional study design / cross sectional. In a crosssectional study, because the independent variables and dependencies variables thatoccurred in the course of a study object was collected simultaneously (at the same time).The results of this study, the description of the perception of nurses on patient safetyclimate at the Hospital of the ABC, which most nurses consider patient safety climate isbad. Of the 12 dimensions of patient safety by using HSOPSC got 7 of them have apositive view of nurses : Organization Learning (92.2%), Teamwork within theDepartment (53.2%), Feedback and Communication About Error (56.4%), Staffing(54.8%), communication oponess (64.5%), Teamwork Across Hospital Units (53.2%),and the Hospital handoffs and transitiions (53.2%). Dimensions with the highest score isthe Learning Organization (92.2%). While the dimension with the lowest score is non-punitive response to error (46.8%) and hospital management support (46.7%). Therelationship between the three variables of research is to have a positive relationship,which if positive climatenya patient safety, the support of management, reporting systemsand the adequacy of its resources is also positive.Keyword : patient safety, patient safty climate, patient safety survey.
Read More
T-4574
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardian Yoga Bharata; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Doni Hikmat Ramdhan, Warid Nurdiansyah, Wien Goerindro
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ardian Yoga Bharata Program Studi : Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Kajian Panca Nirbhaya (HSE Management System PT. Harmoni Panca Utama) Terhadap OHS Management System Theories Berbasis Prinsip Resilience Pembimbing : Drs. (Psi) Ridwan Zahdi Sjaaf, MPH Tesis ini melakukan kajian mendalam Panca Nirbhaya yaitu sistem manajemen keselamatan pertambangan di PT HPU yang merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan di Indonesia. Kajian yang dilakukan dengan menggunakan metode analisa kualitatif dengan melakukan analisa gap dan Kajian Panca Nirbhaya terhadap OHS Management System Theories berbasis resilience. Pada penelitian ini metode kualitatif digunakan untuk menilai keefetifan dan kehandalan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT HPU (Panca Nirbhaya). Dalam OHS Management System dikena suatu konsep Sistem Manajemen K3 yang ber prinsip resilience yang dikenal dengan Safety I dan Safety II. Kajian yang dilakukan adalah melihat secara mendalam konten dalam standar di Panca Nirbhaya berada dalam Safety I atau Safety II. Konsep Safety Management Sistem berbasis resilience memberikan pandangan tentang Safety I dan Safety II, yaitu Safety I sangat berkonsentrasi pada “hal yang buruk”, maka ketiadaan hal yang buruk dianggap sebagai sebuah prestasi sedangkan Safety II berfokus memastikan hal yang sudah baik terus menjadi baik. Selain itu juga mengkaji Panca Nirbhaya secara prinsip resilience apakah standar mampu merespon setiap kondisi/aktivitas baik yang bersifat rutin  dan tidak rutin dengan cara yang efektif, sistem mampu mengambil pelajaran/mampu belajar dari peristiwa yang telah terjadi, mengerti benar apa yang terjadi dan mengapa hal tersebut terjadi, sistem mampu memantau perkembangan jangka pendek dan ancaman yang mungkin terjadi serta mampu  mengantisipasi ancaman jangka panjang dan melihat peluang untuk perbaikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagain besar sub elemen dalam Panca Nirbhaya sudah berada di Safety II yaitu sebanyak 37 sub elemen, serta 18 elemen masih berada di Safety I. Sub elemen yang masih berada di Safety I tersebut masih belum mengakomodir kriteria – kriteria yang dalam konsep resilience safety II terutama dalam hal antisipasi yang harus dilakukan organisasi kedepan/jangka panjang serta mengakomodir hal-hal lain yang bersifat inisiatif dan improvement yang bisa dilakukan organisasi. Semua sub elemen yang masih berada di Safety I tersebut, perlu dirubah dan ditambahkan  agar sub elemen tersebut bisa memperkuat sistem pertahanan yang telah ada diperusahaan, sehingga sistem Panca Nirbhaya menjadi suatu sistem yang telah berbasis prinsip resilience. Kata kunci: Sistem Manajemen K3, resilience safety , Safety I dan Safety II


ABSTRACT Name : Ardian Yoga Bharata Study Program : Master of Occupational Health & Safety : Study Of Panca Nirbhaya (HSE Management System PT Harmoni Panca Utama) against OHS Management System with Resilience Principle based theory Counsellor Title : Drs. (Psi) Ridwan Zahdi Sjaaf, MPH Key words: Occupational Health & Safety, resilience safety , Safety I dan Safety II, information This thesis conducts in-depth study Panca Nirbhaya mining safety management systems namely PT HPU which is one of the mining service companies in Indonesia. Studies conducted using qualitative analysis method with Study and gap analysis Panca Nirbhaya against OHS Management System resilience-based Theories. In the current study qualitative methods were used to assess the effectiveness and reliability of safety and health management systems Work PT HPU (Panca Nirbhaya). In the OHS Management System management system, a concept of systems known K3 with resilience, known as the principle of Safety I and Safety II. The study does is look deeply content in standard in Panca Nirbhaya are in Safety I or II Safety. The concept of Safety Management Systems-based resilience gives the view of Safety I and Safety II, namely Safety I was very concentrated on the "bad thing", then the absence of a bad thing is considered an achievement while Safety II focuses ensure good things continue to be good. It also examines the Panca Nirbhaya resilience in principle whether standard able to respond any condition good/activities which are routine and not routine in a way that is effective, the system is able to take the lessons/capable of learning from the event has happened, understand correctly what happened and why it happened, the system is able to monitor short-term developments and threats that may occur as well as being able to anticipate a long-term threat and see opportunities for improvement. Results of the study show that filmed the sub element in Panca Nirbhaya already are in Safety II as much as 37 sub elements, as well as 18 elements are still in Safety i. Sub elements that remain in Safety I still have yet to accommodate the criteria – the criteria in the concept of resilience safety II especially in anticipation of the future organization should do/long term as well as accommodate the other things which are initiatives and improvement that could be made of the organization. All sub elements that remain in Safety, I need to change it and added so that the sub elements can reinforce existing defence systems inside, so the system Senses Nirbhaya became a principle-based system that has resilience.

Read More
T-5228
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive