Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nani Hidayanti; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Atik Nurwahyuni, Purnawan Junadi, Amila Megraini, R. Fresley Hutapea
B-1504
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lies Nugrohowati; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Kaunang, Mardiati Nadjib, Amal C. Sjaaf, Kalsum Komaryani
B-1575
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Meireva Soeroso; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Iin Rahayu Kurniawati, Heldi Nazir
Abstrak: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan serta dapat menimbulkan komplikasi serius antara lain gangren diabetik. Gangren diabetik dapat menyebabkan infeksi berat sehingga memerlukan tindakan debridement. Debridement dianggap sebagai metode yang paling cepat dan efisien dalam menangani gangren diabetik. Hal ini menyebabkan pasien perlu rawat inap sehingga membutuhkan banyak uang dan perawatan dalam jangka waktu lama. Hari perawatan yang semakin panjang dan biaya pengobatan yang mahal menjadi salah satu masalah yang harus mendapat perhatian khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental retrospektif yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan pelayanan debridement gangren diabetik di RS Aisyiyah Bojonegoro tahun 2021. Dari 151 pasien yang memenuhi kriteria didapatkan bahwa pasien gangren diabetik yang menjalani tindakan debridement terbanyak berusia dibawah 60 tahun (66,2%), dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (53%), dan derajat terbanyak adalah derajat 1 (51,7%). Rata-rata lama hari rawat sebesar 4,72 hari. Dengan minimal lama rawat 2 hari dan maksimal lama rawat 13 hari. Dari hasil penelitian didapatkan tagihan lebih dibanding ina-cbgs sebesar 37 kasus pada derajat I, 6 kasus pada derajat II, dan 24 kasus pada derajat III. Sehingga dari jumlah 151 pasien yang dirawat dengan debridement gangren diabetik didapatkan 67 kasus dimana tagihan rumah sakit lebih tinggi (defisit) dibanding ina-cbgs. Hasil defisit tersebut terdapat pada semua kelas perawatan dan semua tingkat keparahan kecuali pada kelas 2 derajat I dan III serta pada kelas 1 derajat II dimana didapatkan hasil surplus dibanding ina-cbgs. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan P-Value <0,05 adalah pada tingkat keparahan, kepatuhan fornas, lama rawat dan DPJP yang berarti bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan, kepatuhan fornas, lama rawatan, dan DPJP dengan total tagihan rill pasien debridement gangren diabetik. Variabel yang paling dominan mempengaruhi total tagihan pasien adalah lama rawat yang memiliki nilai Exp (β) 13.108 artinya semakin lama pasien dirawat maka akan semakin menaikan total tagihan riil pasien debridement gangren diabetik.
Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured and can cause serious complications, including diabetic gangrene. Diabetic gangrene can cause severe infection that requiring debridement. Debridement is considered the fastest and most efficient method of treating diabetic gangrene. This causes the patient to be hospitalized, which requires a lot of money and long-term care. Longer treatment days and expensive medical expenses are problems that need special attention. This research is a retrospective non-experimental descriptive study that aims to analyze factors related to the bill for diabetic gangrene debridement services at Aisyiyah Bojonegoro Hospital in 2021. Of the 151 patients who met the criteria, it was found that most diabetic gangrene patients who underwent debridement were aged under 60 years (66.2%), with the most sex being female (53%), and the most degree being grade 1 (51.7%). The average length of stay was 4.72 days. With a minimum length of stay of 2 days and a maximum length of stay of 13 days. From the results of the study, it was found that the bill was more than ina-cbgs by 37 cases at degree I, 6 cases at degree II, and 24 cases at degree III. So that from a total of 151 patients treated with diabetic gangrene debridement, there were 67 cases where hospital bills were higher (deficit) than ina-cbgs. The deficit results were found in all treatment classes and all levels of severity except in class 2 degrees I and III and in class 1 degree II where a surplus was obtained compared to ina-cbgs. Based on the results of the study, it was found that P-Value <0.05 was at the level of severity, fornas compliance, length of stay and DPJP which means that there was a significant relationship between severity, fornas compliance, length of stay, and DPJP with the total real bills of diabetic gangrene debridement patients. The most dominant variable affecting the patient's total bill is the length of stay which has an Exp (β) value of 13,108 meaning that the longer the patient is treated, the more the total real bill will increase in patients with diabetic gangrene debridement.
Read More
B-2302
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadlia Fardhana; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Sjaaf, Amal Chalik; Iin Dewi Astuty
Abstrak: Clinical pathway merupakan sebuah alat untuk menjaga kualitas pelayanan dan efisiensi biaya dengan cara menstandarkan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari implementasi clinical pathway terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan pengeluaran biaya yang lebih efisien. Analisis dampak dari implementasi clinical pathway dilakukan dengan cara membandingkan lama hari rawat, pelayanan, dan tagihan antara kelompok sebelum dan setelah implementasi clinical pathway dengan standar pelayanan. Tidak ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara sebelum dan setelah clinical pathway pada lama hari rawat yaitu sebesar 5,9 hari, namun pada setelah clinical pathway terjadi penurunan variasi dan lebih mengikuti standar dalam clinical pathway. Variasi laboratorium dan radiologi mengalami penurunan pada kelompok setelah clinical pathway namun pada obat terjadi peningkatan jumlah variasi. Tagihan pasien mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebesar 19,66%. Peningkatan tagihan disebabkan oleh lama hari rawat yang cenderung lebih panjang pada kelompok setelah clinical pathway sehingga meningkatkan biaya akomodasi dan tindakan. Rumah sakit perlu melibatkan seluruh tenaga kesehatan terkait mulai dari proses pembuatan clinical pathway hingga implementasinya agar proses implementasi menjadi lebih maksimal. Selain itu, diperlukan peninjauan dan sosialisasi perihal peraturan terkait Pedoman Nasional Pelayanan Kesehatan, Panduan Praktik Klinis, dan clinical pathway oleh Kementerian Kesehatan, serta diperlukan kerja sama antara rumah sakit, Kementerian Kesehatan, dan BPJS dalam penyusunan hospital base rate untuk perbaikan tarif INACBG.
Read More
T-5740
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kukun Masykur Nikmat; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Indra karuna, Waluyo Jati
B-1307
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widia Puspa Hapsari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Jaslis Ilyas, Tati Suryati, Saptono Raharjo
Abstrak: Penelitian ini menganalisis impelementasi Clinical Pathway (CP) Typhoid fever melalui deskripsi utilisasi pelayanan serta tagihannya pada periode sebelum dan sesudah implemenatsi CP. Studi dilakukan di RS PMI Bogor bertujuan untuk mengeksplor siklus pembuatan CP serta utilisasi pelayanan kesehatan yang diberikan sehingga menimbulkan tagihan baik pada periode sebelum maupun sesudah implementasi CP. Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan tahapan dalam pembuatan CP dan metode kuantitatif digunakan untuk mengeksplor utilisasi layanan dan tagihan yang ditimbulkan serta melihat signifikansi implementasi CP terhadap utilisasi pelayanan dan billing. Simulasi INA-CBG juga dilakukan akibat temuan dalam penelitian. Adapun data yang digunakan dalam studi adalah data dari sistem informasi rumah sakit, billing dan rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan tidak adanya signifikansi/perubahan pada utilisasi pelayanan secara statistik p-value <0.05 antara kelompok pada periode sebelum dan sesudah implementasi CP melalui Uji T dan Uji non parametric Mann- Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95%. Namun secara substansi terjadi perubahan tagihan pasca implementasi clinical pathway Typhoid fever dari Rp. 4,269,051 meningkat menjadi Rp. 5,225,384. Setelah dilakukan penyesuaian obat yang berfungsi terapeutik dan simtomatik terhadap Typhoid fever, maka total tagihan menjadi Rp. 4,771,016 dan meningkat menjadi Rp. 5,959,796. Proses pencatatan diagnosis di dalam rekam medis menjadi isu di RS PMI Bogor. Dengan adanya potensi undercode yang mempengaruhi severity level kasus INA-CBGs (A-4-14), rumah sakit berpotensi kelilangan sebesar Rp. 485,200 hingga Rp. 1,450,400.
Read More
T-5650
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldila Rosalina; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujianto, Ronnie Rivany, Jocelyn Adrianto, Imelda Rachmawati
B-1679
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felicitas Nia Aryani; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Prastuti Soewondo, Amal Chalik Sjaaf, Lulis Delawati, Erik Aditya
Abstrak: Pendahuluan : Permasalahan yang belum tuntas dalam upaya MDGs salah satunya adalah penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan penurunan Angka Kematian Bayi (AKB). Sejak terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan no 26 tahun 2021 pada bulan Agustus tahun 2021 maka klaim INACBGs untuk bayi sehat dibayarkan dalam 1 (satu) paket persalinan ibunya. Di Rumah Sakit Kartika tindakan Sectio Caesaria merupakan tindakan bedah bidang kandungan yang paling banyak dilakukan setiap bulannya . Dengan adanya PMK tersebut maka Rumah Sakit mengalami selisih negatif. Persalinan SC dengan metode terbaru yaitu ERACS diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu dan menurunkan selisih tarif rumah sakit dengan tarif INACBGs. Metode ERACS sudah dilakukan sejak Desember 2021 terhadap seluruh pasien SC yang tidak memiliki kontraindikasi. Berdasarkan penelitian di atas maka peneliti ingin melakukan analisis hubungan penerapan SC Metode ERACS terhadap efisiensi biaya dan mutu layanan di RS Kartika Kasih, Sukabumi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan tagihan setiap komponen layanan dan mutu layanan operasi SC metode ERACS dan non ERACS. Metode penelitian adalah penelitian non eksperimental dengan cara pengumpulan data secara cross sectional yang diolah dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Kartika Kasih sukabumi sejak Januari 2022 sampai Juni 2022. Hasil penelitian : terdapat hubungan antara penerapan SC metode ERACS dengan mutu layanan berupa lama hari rawat, waktu mobilisasi, diet pasca operasi dan kejadian infeksi pasca operasi dan tagihan layanan berupa komponen akomodasi, komponen obat, komponen bahan medis habis pakai, komponen pemeriksaan penunjang, komponen jasa medis dokter dan yotal seluruh taghan komponen di RS Kartika Kasih . Kesimpulan : terdapat hubungan antara penerapan SC dengan mutu layanan dan tagihan layanan di RS Kartika Kasih, Sukabumi
Read More
B-2276
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septia Indah Rosiana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Agus Rahmanto
S-6625
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felicia Gunardi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, Budi Rahmat, Hananto Andriantoro
Abstrak:
Penyakit Jantung Bawaaan (PJB) Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan PJB sianotik (biru) yang terbanyak. Tatalaksana definitif yang dilakukan adalah dengan operasi total koreksi sedini mungkin. Sebagian besar pembiayaan untuk perawatan operasi TOF menggunakan BPJS Kesehatan berdasarkan tarif INA-CBG. Tetapi karena terdapat selisih negatif antara tarif INA-CBG lama tahun 2016 dengan tagihan perawatan operasi TOF, banyak rumah sakit tidak mau melaksanakan operasi dan langsung merujuk ke RSJPD Harapan Kita yang merupakan pusat rujukan jantung nasional. Hal ini menyebabkan antrian operasi yang panjang dan berakhir kematian. Dengan adanya tarif INA-CBG terbaru tahun 2023 yang telah mengalami kenaikan, diperlukan penelitian apakah masih terdapat selisih negatif tersebut. Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan perawatan operasi TOF lebih diperlukan karena biasanya kebijakan baru akan memakan waktu. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway (CP) TOF Repair perlu dilakukan analisa juga. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional mengambil sampel pasien perawatan operasi total koreksi TOF tahun 2022 yang sesuai kriteria sejumlah 82 pasien. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien yang dioperasi di RSJPD Harapan Kita sebagian besar masih usia ≥ 1 tahun, berjenis kelamin perempuan, status gizi normal, memiliki diagnosa sekunder dan tingkat keparahan PPK derajat I (ringan) serta tingkat keparahan INA-CBG derajat II (sedang). Karakteristik tindakan dengan median lama CPB 103,5 menit dan lama AoX 55 menit dan sebagian besar tidak ada komplikasi. Karakteristik pelayanan didapatkan kelas rawat III adalah yang terbanyak dengan median lama rawat post operasi 6 hari dan lama rawat total 8 hari, sebagian besar patuh terhadap lama rawat PPK (8 hari) dan lama rawat CP (6 hari). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan perawatan operasi total koreksi TOF adalah komplikasi, kelas rawat dan lama rawat CP. Masih banyak hal yang belum sesuai dengan Clinical Pathway TOF Repair RSJPD Harapan Kita yaitu lama rawat, pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi, pemakaian obat-obatan dan alkes serta BMHP. Masih terdapat selisih negatif dari nilai total tagihan perawatan pasien operasi total koreksi TOF tahun 2022 dibandingkan dengan nilai total tarif INA-CBG terbaru tahun 2023.

Tetralogy of Fallot (TOF) is the most common cyanotic (blue) Congenital Heart Disease. The definitive treatment is total corrective surgery as early as possible. Most of the financing for TOF surgery care uses BPJS Kesehatan based on the INA-CBG rate. However, because there is negative difference between the 2016 INA-CBG rate and the TOF surgery treatment bill, many hospitals do not want to carry out the operation and refer directly to the Harapan Kita Hospital which is the national heart referral center. This causes long operating queues and leads to death. With the latest 2023 INA-CBG rates which have increased, it is necessary to be analyzed whether there is still such a negative difference. Analysis of the factors related to TOF surgery treatment bills is more needed, because usually new policies will take time. Compliance with the TOF Repair Clinical Pathway (CP) need to be analyzed as well. This descriptive observational study with a cross-sectional approach took a sample of patients undergoing TOF corrective surgery at RSJPD Harapan Kita in 2022 who met the criteria for a total of 82 patients. The results showed that the characteristics of patients who were operated were mostly aged ≥ 1 year, female, normal nutritional status, had a secondary diagnosis and the severity of PPK degree I (mild) and the severity of INA-CBG degree II (moderate). Characteristics of the procedure with a median CPB duration of 103.5 minutes and AoX duration of 55 minutes and most of them had no complications. Characteristics of service was mostly obtained class III with a median postoperative length of stay of 6 days and a total length of stay of 8 days, most of them adhered to the length of stay for PPK (8 days) and the length of stay for CP (6 days). Factors related to total TOF correction surgery bills were complications, class of stay and length of stay for CP. There are still many things that are not in accordance with the Clinical Pathway TOF Repair RSJPD Harapan Kita such as the length of stay, laboratory and radiological investigations, use of drugs and medical devices as well as BMHP. There is still a negative difference in the total value of patient care bills for total TOF correction surgery in 2022 compared to the total value of the latest 2023 INA-CBG rates.
Read More
B-2393
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive