Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sofiani Dwi Astuti; Pembimbing: Sudiyanto Kamso
S-2511
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Pujiastuti; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Mieke Savitri, Euis Saadah Hernawati, Mugia Bayu Rahardja
T-4508
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astried Anggraeni Mirza; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Popy Yuniar, Rahmadewi
Abstrak:
Indonesia merupakan negara dengan struktur penduduk ekspansif, yaitu mayoritas penduduk berada pada kelompok usia muda. Besarnya populasi usia muda di Indonesia menimbulkan tantangan dalam mengatasi bermacam-macam permasalahan seputar remaja seperti peningkatan masalah kesehatan seksual dan reproduksi yang salah satunya adalah kehamilan remaja. Permasalahan kehamilan remaja yang terjadi dapat menimbulkan banyak dampak negatif, salah satunya dapat berimbas pada mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah hasil SDKI 2017 dengan desain penelitian studi potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian ini remaja perempuan usia 15-24 tahun yang memenuhi kriteria, dengan membagi sampel ke dalam dua wilayah, yaitu perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi kehamilan remaja di wilayah perkotaan adalah sebesar 19% sedangkan di wilayah pedesaan adalah sebesar 32,4%. Faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, status pekerjaan, pengetahuan kontrasepsi, akses media informasi, dan akses fasilitas kesehatan. Didapatkan juga faktor yang paling dominan terhadap kehamilan remaja adalah akses fasilitas kesehatan, baik di wilayah perkotaan (AOR=17,17; 95% CI: 10,65-27,68) maupun pedesaan (AOR=10,73; 95% CI: 7,02-16,38). Melihat temuan penelitian, pihak berwenang disarankan untuk meningkatkan akses fasilitas kesehatan dan memperluas pelayanan KB untuk generasi muda serta menggecarkan promosi kesehatan seksual dan reproduksi.

Indonesia is a country with an expansive population structure, namely that the majority of the population is in the young age group. The large young population in Indonesia creates challenges in overcoming various problems surrounding teenagers, such as the increase in sexual and reproductive health problems, one of which is teenage pregnancy. The problem of teenage pregnancy can have many negative impacts, one of which is mortality and morbidity in Indonesia. This research was conducted to determine the comparison of factors related to teenage pregnancy between urban and rural areas in Indonesia. The data source for this research is the results of the 2017 IDHS with a cross-sectional research design. The research sample consisted of female teenagers aged 15–24 who met the criteria by dividing the sample into two areas, namely urban and rural. The results of this study show that the proportion of teenage pregnancies in urban areas is 19%, while in rural areas it is 32,4%. Factors associated with teenage pregnancy, both in urban and rural areas, include age, education, family economic status, employment status, knowledge of contraception, access to information media, and access to health facilities. It was also found that the most dominant factor in teenage pregnancy was access to health facilities, both in urban areas (AOR=17,17; 95% CI: 10,65-27,68) and rural areas (AOR=10,73; 95% CI: 7,02-16,38). Looking at the research findings, the authorities are advised to increase access to health facilities, expand family planning services for the younger generation, and intensify the promotion of sexual and reproductive health.
Read More
S-11578
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masyitah; Promotor: Kusharisupeni; Kopromotor: Sudijanto Kamso, Ratna Djuwita; Penguji: Endang L. Achadi, Soekidjo Notoatmojo, Besral, Anies Irawati, Raditya Wratsangka
Abstrak: Masyitah, Siti / Promotor : Kusharisupeni / Kopromotor : Kamso, Sudijanto ; Djuwita, Ratna / Penguji : Achadi, Endang L. ; Notoatmojo, Soekidjo ; Besral ; Irawati, Anies ; Wratsangka, Raditya
 
Read More
D-349
Depok : FKM UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Harun Yussuf Ayoub; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Popy Yuniar, Artha Camellia
Abstrak:
Kehamilan remaja adalah penyebab kekhawatiran publik yang besar di Tanzania, karena empat dari setiap lima gadis berusia antara 15 hingga 19 tahun menghadapi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendidikan perempuan sebagai prediktor kehamilan remaja, dengan fokus pada peran pendidikan selama kehamilan dalam menentukan posisi sosial-ekonomi serta keyakinan budaya. Dengan menggunakan Survei Kesehatan Demografi Tanzania (TDHS) 2022-2023, analisis kuantitatif dengan analisis multivariat dilakukan untuk menentukan korelasi pendidikan dengan kehamilan remaja, dengan mengendalikan variabel pengganggu. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan angka kehamilan remaja, dengan rasio odds yang disesuaikan untuk pendidikan menengah atau lebih tinggi adalah 0.185 dibandingkan dengan pendidikan dasar. Selain itu, status pekerjaan terkini (OR = 1.599), tempat tinggal (OR = 0.627), dan konsumsi alkohol (OR = 2.475) memiliki hubungan yang signifikan dengan kehamilan remaja. Berdasarkan hasilnya, studi ini menyimpulkan bahwa intervensi untuk mengatasi hambatan-hambatan seperti kemiskinan dan budaya adalah perlu untuk memperluas akses pendidikan bagi perempuan dan pada akhirnya mencegah kehamilan remaja serta konsekuensi yang lebih sehat di masyarakat di Tanzania.

Teenage pregnancy is a cause of great public concern in Tanzania since four out of every five girls between the ages of 15 and 19 live with this problem. This study aims to explore education for women as a predictor of teen pregnancy, with a focus on the role of education during pregnancy about socio-economic standing as well as cultural beliefs. With the use of the Tanzanian Demographic Health Survey (TDHS) 2022-2023, quantitative analysis with multivariate analysis to determine the correlation of education with teenage pregnancy, controlling for confounding variables, was performed. Results indicate that higher education levels were correlated with lowered rates of teenage pregnancy, with secondary or above adjusted odds ratios being 0.185 as compared to primary. In addition, recent work status (OR = 1.599), residence (OR = 0.627), and alcohol consumption (OR = 2.475) were significantly associated with teen pregnancy. Based on the results, the study concludes that interventions to address such barriers as poverty and culture are necessary to expand girls' access to education to eventually prevent teenage pregnancies and healthier consequences in society in Tanzania.
Read More
T-7236
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive