Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwina Anggraini; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Hendra, Sri Nani Purwaningrum, Cynthia Kurnia Sari
Abstrak:
Di tengah pemberlakuan kebijakan new normal, risiko para tenaga kesehatan terinfeksi COVID-19 masih tinggi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan arahan terhadap rumah sakit untuk melaksanakan langkah preventif, kuratif dan promotif dalam penanganan Covid-19. Dengan tingkat kepadatan penduduk serta luas wilayah yang tinggi, rumah sakit di Kabupaten Brebes tentunya dituntut untuk dapat memberikan pelayanan maksimal dengan pemenuhan standar rumah sakit dan tenaga kesehatan. Pelaksanaan pencegahan dan pengendalian covid19 di rumah sakit merupakan upaya penting dalam melindungi tenaga kesehatan dari risiko infeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan manajemen risiko pada tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di RSUD Brebes tahun 2022. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif ini menggunakan data primer yang berasal dari wawancara mendalam dan data sekunder yang berasal dari telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penerapan manajemen risiko Covid-19 pada tenaga kesehatan di RSUD Brebes belum berjalan secara maksimal. Hal utama yang menyebabkan belum dilaksanakannya manajemen risiko secara maksimal ini adalah belum adanya komitmen dari seluruh staf terutama pimpinan dalam mengupayakan dan mendukung terlaksananya program manajemen risiko. Oleh karena itu, peneliti menyarankan untuk memasukkan manajemen risiko sebagai salah satu kebijakan strategis rumah sakit dalam upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.

In the midst of the implementation of the new normal policy, the risk of health workers being infected with COVID-19 is still high. The Central Java Provincial Government provides directions for hospitals to carry out preventive, curative and promotive steps in handling Covid-19. With a high level of population density and area, hospitals in Brebes Regency are certainly required to be able to provide maximum service by meeting hospital standards and health workers. The implementation of the prevention and control of COVID-19 in hospitals is an important effort to protect health workers from the risk of COVID-19 infection. This study aims to analyze the application of risk management to health workers who handle Covid-19 at the Brebes Hospital in 2022. This qualitative research with a descriptive case study design uses primary data from in-depth interviews and secondary data from document review. The results showed that the application of Covid-19 risk management to health workers at the Brebes Hospital had not run optimally. The main reason why risk management has not been implemented to its full potential is the lack of commitment from all staff, especially the leadership, in seeking and supporting the implementation of risk management programs. Therefore, the researcher suggests including risk management as one of the hospital's strategic policies in an effort to improve occupational safety and health.
Read More
T-6570
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marifatul Mubin; Pembimbing: Robiana Modjo' Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Alfajri Ismail, Ali Syahrul
Abstrak:
Pandemi COVID-19 memberikan tantangan serta dampak pada seluruh lapisan masyarakat terutama tenaga kesehatan yang bekerja di di rumah sakit karena mereka memiliki risiko tinggi tertular COVID-19. Perlu adanya upaya untuk melindungi tenaga kesehatan karena mereka berperan sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 pada tenaga Kesehatan di 17 Rumah Sakit 5 Provinsi Indonesia Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dan kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis melalui studi literatur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 dengan populasi tenaga kesehatan yang bekerja pada 17 Rumah Sakit di Provinsi Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Jambi, dan Bangka Belitung. Hasil analisis menunjukan bahwa implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di 5 Provinsi terdapat 4 Rumah Sakit yang implementasinya masuk dalam kategori sangat baik (24%), 7 RS kategori baik (41%), 3 RS kategori cukup (18%), dan 3 RS kategori kurang (18%). Semua RS di Provinsi Kalimantan Timur telah mencapai implemntasi dalam kategori sangat baik, sedangkan semua RS di Bangka Belitung masih dalam kategori kurang. Sementara RS di Riau dan Lampung hamper semua masuk dalam kategori baik. Namun RS di Provinsi Jambi masih ada 3 RS dalam kategori cukup. Rumah Sakit yang implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dengan kategori kurang dapat melakukan peningkatan melalui kunjungan ke Rumah Sakit yang memiliki implemntasi lebih baik. Setiap rumah sakit perlu meningkatkan elemen Kesehatan Kerja, Kesehatan Mental, dan Dukungan Psikososial.

COVID-19 pandemic presents challenges and impacts on all levels of society, especially health workers who work in hospitals because they have a high risk of infected COVID-19. Efforts are needed to protect health workers because they act as the front line in dealing with Covid-19. This study aims to analyze the COVID-19 prevention and control implementation among health workers in 5 Provinces of Indonesia, 2021. This study is a descriptive quantitative and qualitative method study and analyzed through literature study. The study was conducted in May 2022 with a population of health workers working in 17 hospitals in the provinces of Riau, Lampung, East Kalimantan, Jambi, and Bangka Belitung. The results of the analysis show that in the implementation of Covid-19 Prevention and Control there are 4 hospitals whose implementation is in the very good category (24%), 7 hospitals in the good category (41%), 3 hospitals in the adequate category (18%), 3 hospitals in the moderate category, and 3 hospitals in the poor category (18%). All hospitals in East Kalimantan Province have achieved implementation in the very good category, while all hospitals in Bangka Belitung are still in the poor category. Meanwhile, almost all hospitals in Riau and Lampung are in the good category. However, there are still 3 hospitals in Jambi Province in the moderate category. Hospitals that implement Covid-19 Prevention and Control in the poor category can make improvements through visits to hospitals that have better implementation. Every hospital needs to improve elements of Occupational Health, Mental Health, and Psychosocial Support.
Read More
T-6464
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firdinand; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Jaslis Ilyas, Sutoto, Eko Hendro Saputra
Abstrak:
Pandemi COVID-19 telah menyebabkan efek psikologis terhadap tenaga kesehatan, mereka mengalami peningkatan beban kerja/ jam kerja serta kekurangan APD. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menilai efek psikologis Pandemi COVID-19 pada tenaga kesehatan di RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Lampung. Populasi penelitian adalah dokter, bidan dan perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada periode April-Mei 2022. Penilaian menggunakan kuisioner GAD-7, PSS-10, dan Work-Family Balance untuk menilai efek psikologis. Hasil penelitian mendapatkan bahwa tenaga kesehatan dengan masa kerja yang lama, usia yang dewasa dan sudah memiliki anak cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, namun tidak terdapat hubungan antara masa kerja, usia dan keberadaan anak dengan tingkat kecemasan dan keseimbangan pekerjaan-keluarga. Hasil lainnya adalah terdapat hubungan antara status pekerjaan dan tingkat stres, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, status pekerjaan dan pekerjaan dengan tingkat kecemasan, tingkat stres dan keseimbangan pekerjaan-keluarga. Tidak terdapat perbedaan efek psikologis tenaga kesehatan berdasarkan unit kerja dan perbedaan profesi antara dokter dan perawat. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat efek psikologis Pandemi COVID-19 dalam berbagai tingkatan pada tenaga kesehatan di RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Lampung. Rekomendasi yang disampaikan adalah perlu strategi penanggulangan untuk mengatasi permasalahan psikologis menggunakan model HCPS dengan dukungan dari manajemen, termasuk penyiapan persyaratan diantaranya ketersediaan tim psikologi. Kata kunci: Efek Psikologis, Tenaga Kesehatan, Rumah Sakit dan COVID-19
The COVID-19 pandemic has caused psychological effects health workers, they have increase in workload or working hours and lack of Personal Protective Equipment. This study aims to identify and assess the psychological effects of the COVID-19 pandemic on health workers at Ahmad Yani Hospital, Metro, Lampung and population are doctors, midwives and nurses. This study is a quantitative with a cross sectional study design and was conducted in April-May 2022. The assessment used the GAD-7, PSS-10, and Work-Family Balance questionnaires to assess psychological effects. The results found that health workers with long tenure, mature age and children have lower stress levels, but there is no relationship between tenure, age and having children with anxiety levels and work-family balance. Another result, there is a relationship between work status and stress levels, but there is no relationship between gender, work status and work with anxiety levels, stress levels and work-family balance. There are no differences in the psychological effects of health workers based on work units and differences in professions. The conclusion is there are psychological effects of COVID-19 pandemic at various levels on health workers at Ahmad Yani Hospital, Metro, Lampung. Recommendation submitted is prevention strategy needs to overcome psychological problems using the HCPS model with support from management, including the preparation of requirements such as availability of psychology team.
Read More
B-2587
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rizky Erdimas; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Heru Nugroho
Abstrak:
Praktik penanganan limbah medis B3 yang dilakukan tenaga kesehatan dapat didukung oleh beberapa faktor agar berjalan dengan baik dan terbebas dari bahaya atau cidera yang dapat mengancam tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah Ingin mengetahui praktik tenaga kesehatan dalam penanganan limbah B3 oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi Cross sectional dengan sampel sebanyak 142 orang tenaga kesehatan di rumah sakit x. Variabel dependen penelitian ini adalah praktik penanganan limbah medis B3 oleh tenaga kesehatan di rumah sakit x Jakarta, kemudia variabel independennya adalah pengetahuan seorang tenaga kesehatan dalam penanganan limbah medis B3, tingkat pendidikan tenaga kesehatan, lama bekerja tenaga kesehatan, sikap tenaga kesehatan dalam melakukan penanganan limbah medis B3, ketersediaan fasilitas dan APD yang ada di rumah sakit, peraturan atau SOP yang mengatur penanganan limbah medis B3, serta kategori pekerjaan seorang tenaga kesehatan tersebut. Faktor yang berhubungan di penelitian ini adalah ketersediaan fasilitas dan kategori pekerjaan.

The practice of handling B3 medical waste by health workers can be supported by several factors so that it runs well and is free from danger or injury that could threaten health workers. The purpose of this study was to find out the practice of health workers in handling B3 waste by health workers at X Hospital. This research used a quantitative method with a cross-sectional study design with a sample of 142 health workers at X Hospital. The dependent variable of this study is the practice of handling B3 medical waste by health workers at the x Jakarta hospital, then the independent variable is the knowledge of a health worker in handling B3 medical waste, the education level of the health worker, the length of time the health worker has worked, the attitude of the health worker in handling waste medical B3, availability of facilities and PPE in the hospital, regulations or SOPs governing the handling of B3 medical waste, as well as the job category of the health worker. Related factors in this study are the availability of facilities and job categories.
Read More
S-11445
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Panggih Dewi Kusumaningrum; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Artha Prabawa, Ade Yudhistira
Abstrak: Tesis ini membahas pengembangan Sistem Informasi Online Kebutuhan Tenaga Kesehatan Rumah Sakit di Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Tujuan pengembangan yaitu membangun prototipe panel informasi Kebutuhan Tenaga Kesehatan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online untuk mendukung kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan. Metode pengembangan sistem informasi menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) berbasis prototipe. Pengembangan sistem informasi dilaksanakan dalam waktu singkat dengan melibatkan pengguna sehingga sesuai dengan kebutuhan pengguna. Input sistem informasi ini yaitu basis data SIRS Online yang selanjutnya dihitung menggunakan standar minimal kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan jenis dan klasifikasi rumah sakit untuk menghasilkan informasi. Penyajian informasi per wilayah yaitu grafik kekurangan, rekapitulasi kekurangan per kelas RS, grafik kondisi pemenuhan, detail kondisi pemenuhan per RS, tabel kekurangan dan kelebihan tenaga kesehatan rumah sakit, serta rekomendasi provinsi prioritas pemenuhan tenaga kesehatan berdasarkan besaran masalah di setiap wilayah. Perangkat lunak prototipe ini menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySql dan penyajian informasi HTML, Javascript, Bootstrap, dan Highchart. Sistem informasi ini dapat diakses secara online menggunakan komputer maupun smart phone sehingga informasi dapat di download untuk kepentingan analisis tahap berikutnya. Kata kunci: Sistem Informasi, Tenaga Kesehatan Rumah Sakit, Panel Informasi, Rekomendasi Provinsi Prioritas This thesis discusses the development of Online Information Systems for Hospital Health Human Resources Needs in the Directorate General of Health Services, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The purpose of development is to build a dashboard prototype of Health Human Resources Needs integrated with Sistem Informasi Rumah Sakit(SIRS) Online or Hospital Information Online System support policy making of hospital health human resources fulfillment. Information system development method using Prototype-based System Development Life Cycle (SDLC) approach. The development of information systems is implemented in a short time by involving the user so that according to user‟s needs. This information system input is SIRS Online database which is then calculated using minimum standard of health worker needs based on type and classification of hospital to produce information. Information presented by region, there are graphics information of needs by region, recapitulations of needs by hospital class, graphs of fulfillment condition, details fulfillment condition by hospital, tables of needs and excess of hospital health human resources, and recommendation of priority province for health personnel fulfillment based on problem scale in each region. This prototype software uses PHP programming language, MySql database and presentation of HTML information, Javascript, Bootstrap, and Highchart. This information system can be accessed online using computer or smart phone so that information can be downloaded for the interest of the next level analysis. Key words: Information System, Hospital Health Human Resources, Dashboard, Recommendations of Priority Provinces
Read More
T-4894
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enita Fransiska Br Tamba; Pembuimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dwi Gayatri, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit menghadapi risiko paparan biologis, kimia, dan fisik yang signifikan. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan upaya fundamental dalam memutus rantai penularan infeksi dan melindungi tenaga kesehatan. Akan tetapi, kepatuhan penggunaan APD tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan individu, melainkan sangat dipengaruhi oleh budaya keselamatan organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara 11 dimensi budaya keselamatan terintegrasi yang diukur menggunakan instrumen Integrated Safety Culture in Hospitals Assessment (ISCHA) dengan persepsi penggunaan APD pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Penelitian ini menggunakan desain studi analitik cross-sectional dengan data sekunder hasil survei ISCHA tahun 2025. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan RSUI (N=1.206), dengan sampel sebesar 503 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keselamatan terintegrasi di RSUI secara keseluruhan telah mencapai Level 5–Progressive dengan capaian 95,99%. Sebanyak 499 responden (99,2%) memiliki persepsi positif terhadap penggunaan APD. Dari 11 dimensi yang dianalisis, terdapat 4 dimensi yang terbukti berhubungan dengan persepsi penggunaan APD, yaitu dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien (OR=13,257; 95% CI 1,812–96,968), pembelajaran organisasi dan peningkatan berkelanjutan (OR=15,633; 95% CI 2,128–114,872), respons yang tidak menghukum terhadap kesalahan (OR=13,820; 95% CI 1,421–134,408), dan pengembangan kapasitas (pelatihan) budaya keselamatan (OR=19,792; 95% CI 2,672–146,593), sementara 7 dimensi lainnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun budaya keselamatan RSUI secara umum sudah sangat baik, penguatan pada aspek dukungan manajemen, pembelajaran organisasi, sistem respons terhadap kesalahan, serta pelatihan dan pengembangan kapasitas merupakan strategi prioritas yang dapat dilakukan RSUI untuk meningkatkan persepsi dan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap penggunaan APD di lingkungan rumah sakit

Healthcare workers in hospital settings face significant risks of biological, chemical, and physical exposure. The use of Personal Protective Equipment (PPE) is a fundamental measure in breaking the chain of infection transmission and protecting healthcare workers. However, PPE compliance is not solely determined by individual knowledge; it is greatly influenced by the organizational safety culture. This study aims to analyze the relationship between 11 integrated safety culture dimensions, measured using the Integrated Safety Culture in Hospitals Assessment (ISCHA) instrument, and the perception of PPE use among healthcare workers at the University of Indonesia Hospital (RSUI). This study employed a cross-sectional analytical design using secondary data from the 2025 ISCHA survey. The study population comprised all healthcare workers at RSUI (N=1,206), with a sample of 503 respondents who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using Fisher's Exact Test. The results indicated that the integrated safety culture at RSUI has overall achieved Level 5–Progressive, with an attainment rate of 95.99%. A total of 499 respondents (99.2%) had a positive perception of PPE use. Of the 11 dimensions analyzed, 4 were found to have a significant relationship with the perception of PPE use: management support for patient safety (OR=13.257; 95% CI 1.812–96.968), organizational learning and continuous improvement (OR=15.633; 95% CI 2.128–114.872), non-punitive response to error (OR=13.820; 95% CI 1.421–134.408), and capacity development (training) of safety culture (OR=19.792; 95% CI 2.672–146.593), while the remaining 7 dimensions did not show statistically significant relationships. This study concludes that although RSUI's overall safety culture is already strong, strengthening management support, organizational learning mechanisms, non-punitive error-response systems, and capacity-building training represents a priority strategy for improving healthcare workers' perception and compliance with PPE use in hospital settings.
Read More
S-12475
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive