Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anzelynastiti Nur Azizah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Srihartinnovmi ; Anugrah Wiendyasari
Abstrak:
Kejadian henti jantung merupakan permasalahan besar bagi dunia kesehatan. Kejadian ini menjadi penyebab terbesar kematian di berbagai negara. Menurut data WHO (World Health Organization) tahun 2015, penyakit jantung merupakan penyebab kematian paling banyak di dunia. Berdasarkan uraian dalam rumusan masalah, dapat disusun pertanyaan penelitian sebagai berikut: Bagaimana kepuasan SDM di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) di Unit Budi Luhur setelah mengikuti pelatihan Basic Life Support (BLS), Apakah pelatihan BLS efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM BPSTW. Yang bertujuan untuk Mengetahui tingkat kepuasan SDM BPSTW di Unit Budi Luhur terhadap pelatihan BLS serta mengetahui efektivitas pelatihan BLS dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM BPSTW di Unit Budi Luhur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi pre-experimental serta model pre-test dan post-test pada satu kelompok untuk melihat efektivitas pelatihan Basic Life Support (BLS). hasil penelitian yang telah di analisis dan dibahas mengenai efektivitas pelatihan BLS pada SDM di BPSTW Dinsos DIY, diperoleh beberapa kesimpulan penelitian meliputi: Penilaian efektivitas pelatihan BLS menunjukkan bahwa peserta pelatihan BLS memiliki sikap yang positif dan puas terhadap pelatihan BLS yang diselenggarakan dengan menunjukkan rata-rata score hasil penilaian kepuasan adalah 4,24 (Puas) serta pelatihan yang dilakukan efektif karena menunjukkan adanya peningkatan nilai sebelum dan sesudah pelatihan.

Cardiac arrest is a big problem for the world of health. This incident is the biggest cause of death in various countries. According to WHO (World Health Organization) data in 2015, heart disease is the most common cause of death in the world. Based on the description in the problem formulation, research questions can be formulated as follows: What is the satisfaction of human resources at the Tresna Werdha Social Service Center (BPSTW) in the Budi Luhur Unit after attending Basic Life Support (BLS) training? Is BLS training effective in increasing the knowledge and skills of BPSTW HR?. The aim is to determine the level of satisfaction of BPSTW HR in the Budi Luhur Unit with BLS training and to determine the effectiveness of BLS training in increasing the knowledge and skills of BPSTW HR in the Budi Luhur Unit. This research is a quantitative study using pre-experimental studies as well as pre-test and post-test models in one group to see the effectiveness of Basic Life Support (BLS) training. The results of research that have been analyzed and discussed regarding the effectiveness of BLS training for human resources at BPSTW Dinsos DIY, several research conclusions were obtained including: The assessment of the effectiveness of BLS training shows that BLS training participants have a positive attitude and are satisfied with the BLS training which is held by showing that the average score of the satisfaction assessment results is 4.24 (Satisfied) and the training carried out is effective because it shows an increase in scores before and after training.

Read More
T-6864
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Age Bunga Perdana; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Barmanto
Abstrak:
Kecelakaan kerja masih menjadi isu penting di tempat kerja, termasuk di PT X, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (safety training) bagi pekerja lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas safety training dalam meningkatkan pengetahuan K3 pada pekerja lapangan PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan mix method dengan desain pre-eksperimental (One Group Pre-Test Post-Test) pada 55 peserta pelatihan. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan telaah dokumen. Analisis statistik dilakukan dengan paired sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara deskriptif berdasarkan model evaluasi CIRO (Context, Input, Reaction, Outcome). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan K3 dari 87,64 pada pre-test menjadi 92,73 pada post-test atau naik 5,81% dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Seluruh peserta (100%) mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Rata-rata kepuasan peserta terhadap pelatihan mencapai 4,14 (kategori tinggi), dengan penilaian tertinggi pada kompetensi instruktur. Evaluasi aspek konteks dan input menunjukkan bahwa pelatihan sesuai kebutuhan, difasilitasi dengan baik, dan disampaikan oleh instruktur kompeten. Secara keseluruhan, safety training dinyatakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan K3.

Workplace accidents remain a major concern, including at PT X, a company engaged in the telecommunications sector. One preventive effort implemented is occupational health and safety (OHS) training for field workers. This study aims to analyze the effectiveness of safety training in improving OHS knowledge among field workers at PT X in 2025. A mixed-method approach was used with a pre-experimental design (One Group Pre-Test Post-Test) involving 55 training participants. Quantitative data were collected through pre-tests, post-tests, and satisfaction questionnaires, while qualitative data were gathered through observation and document review. Statistical analysis was conducted using the paired sample t-test, and qualitative data were analyzed descriptively based on the CIRO evaluation model (Context, Input, Reaction, Outcome). Results showed an increase in the average OHS knowledge score from 87.64 (pre-test) to 92.73 (post-test), representing a 5.81% improvement, with a statistically significant difference (p < 0.05). All participants (100%) achieved scores above the minimum passing criteria (≥ 70). The average satisfaction score was 4.14 (high category), with the highest rating in instructor competence. Evaluation of the context and input aspects indicated that the training was relevant, well-facilitated, and delivered by competent instructors. Overall, the safety training was effective in enhancing workers’ OHS knowledge.
Read More
S-11990
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive