Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitratur Rahmah Agustina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Salimar, Sugiatmi
Abstrak: Kekurangan gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik, intelektual dan juga dianggap sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian payung Hibah PITTA B tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,3% anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang mengalami underweight, dan 6,1% di antaranya mengalami severly underweight. Dari 214 anak, 63,6% anak berusia 12-23 bulan, 50,5% laki-laki, 7% mengalami BBLR, 75,7% lahir dari ibu berpendidikan rendah, 47,7% memiliki ibu dengan pengetahuan kurang, 68,7% tidak memperoleh ASI eksklusif, 25,2% mengalami diare, 46,7 % mengalami defisit energi, dan 46,7% defisit protein. Hasil analisis chisquare menunjukkan bahwa tidak satupun variabel berhubungan dengan kejadian underweight. Namun, hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa usia anak (p value = 0,014), pendidikan ibu (p value =0,029) berhubungan signifikan dengan kejadian underweight. Adapun pengetahuan ibu (p value = 0,004) berhubungan terbalik dengan kejadian underweight. Pendidikan ibu merupakan faktor dominan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang tahun 2019 (OR= 3,259, 95% CI ; 1,132-9,382). Peneliti menyarankan Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 6-23 bulan tentang gizi bayi dan balita, gejala dan dampak dari kekurangan gizi, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, beserta faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak
Read More
T-6110
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Sari Nasrianti; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Siti Arifah Pujonarti, Anies Irawati, Dewi Astuti
Abstrak: Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017, menyebutkan sebesar 39,8% anak usia 6-11 bulan, 20,4% anak usia 12-17 bulan dan 11,6% anak usia 18-23 bulan tidak memenuhi capaian Minimum Dietary Diveristy. Selain itu hampir separuh anak usia 6-23 bulan (47%) tidak memenuhi capaian Minimum Meal Frequency dan prevalensi capaian Minimum Acceptable Diet pada anak usia 6-23 bulan hanya 44,9%%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan terhadap praktik pemberian makan bayi dan anak di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian crosssectional dengan menggunakan data sekunder Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Responden penelitian ini sebanyak 5.367 WUS yang mempunyai anak usia 6-23 bulan di Indonesia. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara lain usia anak (p = 0,0001; OR = 3,122; 95% CI = 2,769-3,521), urutan kelahiran (p = 0,0001; OR = 0,416 95% CI = 0,329-0,525), tempat melahirkan (p = 0,0001; OR = 2,121; 95% CI = 1,861-2,419), kunjungan selama kehamilan (p = 0,0001; OR =2,739 ; 95% CI = 1,991-3,766), pemeriksaan setelah kelahiran (p = 0,001; OR = 1,108 ; 95% CI = 0,888-1,168), pendidikan ibu (p = 0,0001; OR = 1,950; 95% CI = 1,715-2,217), pekerjaan ibu (p = 0,0001; OR = 1,300; 95% CI = 1,167-1,447), literasi ibu (p = 0,0001; OR = 4,042; 95% CI = 2,845-5,742), status pernikahan (p = 0,0001; OR = 1,830; 95% CI = 1,399-2,395), pendidikan ayah (p = 0,0001; OR = 1,998; 95% CI = 1,570-1,998), frekuensi membaca koran (p = 0,0001; OR = 1,659; 95% CI = 1,487-1,850), mendengarkan radio (p = 0,0001; OR = 1,365; 95% CI = 1,223-1,523), menonton televisi (p = 0,0001; OR = 3,099; 95% CI = 2,381-4,035), dan menggunakan internet (p = 0,0001; OR = 2,555; 95% CI =2,255-2,895), dan wilayah tempat tinggal (p = 0,0001; OR = 1,884; 95% CI = 1,691-2,100) dengan praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak sesuai. Faktor yang paling dominan terhadap ketidaksesuaian praktik pemberian makan bayi dan anak adalah usia anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dilakukan sosialisasi dan edukasi terkait gizi dan kesehatan khususnya praktik pemberian makan bayi dan anak pada kunjungan antenatal, dengan memaksimalkan penyampaian informasi melalui berbagai media (cetak, elektronik maupun langsung) mengingat akses penggunaan media informasi yang semakin membaik.
Read More
T-6121
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive