Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Delistia Afifi; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Lea Meirina Trisnawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku berisiko yang dapat mempengaruhi kejadian HIV pada WPS di Kota Jayapura. Metode: Sebanyak 361 WPS terpilih sebagai sampel melalui Time Location Sampling (TLS) dan Simple Random Sampling (SRS). Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square dan regresi logistik. Variabel yang diikutsertakan dalam analisis ini meliputi variabel karakteristik demografi dan faktor perilaku berisiko yang dilakukan oleh WPS. Hasil: Persentase HIV pada penelitian ini diestimasikan mencapai 6.6%. Hasil analisis multivariabel menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian HIV diantaranya: (a) usia muda [p=0.03; 18-24 tahun: AOR=2.92; 95% CI=0.89-9.57 | 25-34 tahun: AOR= 3.93; 95% CI=1.33-11.63]; (b) usia seks pertama kali yang terlalu din [p=0.03; AOR=3.31; 95% CI=1.09-10.05]; (c) penggunaan kondom [p=0.03; AOR-0.10; 95% CI=0.01-0.81].
Read More
S-10786
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diany Teksa Maharani; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Nurjannah Sulaiman
Abstrak: Proyeksi pada tahun 2030 adalah terjadinya penurunan terhadap angka kematian akibat penyakit menular pada populasi di dunia, sedangkan penyakit akibat HIV/AIDS akan mengalami peningkatan yang jumlahnya dipengaruhi oleh aksesibilitas masyarakat terhadap pengobatan ARV dan upaya pencegahan penularan HIV/ AIDS. Kelompok paling rentan rentan terhadap infeksi HIV adalah usia muda. Banyak usia muda terlibat dalam perilaku seksual berisiko karena pengambilan perilaku berisiko pada kelompok ini. Di antara LSL muda, tingkat infeksi HIV yang tinggi disebabkan oleh perilaku seks berisiko. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor perilaku seks berisiko HIV/ AIDS pada LSL usia muda yakni 15-24 tahun. Faktor risiko meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, keterpajanan informasi kesehatan, usia hubungan seks pertama, layanan tes HIV, layanan kesehatan lain, konsumsi alkohol, dan konsumsi NAPZA. Penelitian menggunakan data sekunder STBP 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah kros seksional dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji kai kuadrat α = 0,05. Hasil didapatkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p value=0,001; PR=1,4; CI=1,3-2,5), layanan tes HIV (p value=0,000; PR=1,7; CI=2,0-3,4), layanan pencegahan lain (p value=0,000; PR=1,6; CI=1,9-3,2), dan konsumsi alkohol (p value=0,009; PR=1,2; CI=1,1-1,8) dengan perilaku seks berisiko HIV/ AIDS.
Kata Kunci: perilaku seks berisiko HIV/ AIDS, usia muda, LSL

The projection in 2030 is decreased number of deaths from infectious diseases in the world's population, while diseases caused by HIV / AIDS will increase is influenced by public accessibility to ARV treatment and efforts to prevent transmission of HIV / AIDS. The most vulnerable group vulnerable to HIV infection are young people. Many young people engage in risky sexual behavior because of risky behaviors decision in this group. Among young MSM, high rates of HIV infection are caused by risky sexual behavior. The purpose of this study is to determine the factors of risky sexual behavior of HIV/ AIDS in young MSM age 15-24 years. Risk factors include age, education, knowledge, exposure to health information, age of first sex, HIV testing service, other health service, alcohol consumption, and drug consumption. The study utilize secondary STBP 2018 data. The research design use cross sectional with univariate and bivariate analyzes with chi square test α = 0.05. The results show that there are significant relationship between knowledge (p value=0,001; PR=1,4; CI=1,3-2,5); HIV test service (p value=0,000; PR=1,7; CI=2,0-3,4), other health service prevention (p value=0,000; PR=1,6; CI=1,9-3,2), and alcohol consumption (p value=0,009; PR=1,2; CI=1,1-1,8) with risky sexual behavior of HIV / AIDS.
Keywords: HIV/ AIDS risky sexual behavior, young age, MSM
Read More
S-10311
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqi Amelia; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Bayu Raharja
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan usia muda dengan riwayat reproduksi pada wanita usia subur di Provinsi Jawa Timur tahun 2013. Desain penelitian dengan cross sectional dan menggunakan data sekunder Improving Contraceptive Method Mix 2013.
 
 
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan, penggunaan KB dan status ekonomi terhadap usia nikah pertama, namun tidak berhubungan antara pengambilan keputusan keluarga terhadap usia nikah pertama. Terdapat perbedaan rata-rata lama penundaan kehamilan pertama, rata-rata jumlah paritas terhadap usia nikah pertama, akan tetapi tidak ada perbedaan rata-rata jumlah abortus terhadap usia nikah pertama.
 

This is a quantitative research study which aim to know the association between early marriage with child bearing women?s reproductive history in East Java on 2013. This research used crossectional study design and the data was collected from secunder data?s of Improving Contraceptive Method Mix 2013.
 
 
The result showed that there was a significant associations between education, contraceptive use and economic status, toward first age of married. However, there were no association between decision maker in family toward first age of married. There are differences on rate of first pregnancy delayed and rate of parity toward first age of married. However, there are no different on rate of abortus event toward first age of married.
Read More
S-8973
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zun Helty Samosir; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Ninuk Widyantoro
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan usia muda dengan riwayat reproduksi pada wanita usia subur di Kabupaten Kediri tahun 2013. Desain penelitian adalah cross sectional dan menggunakan data sekunder Improving Contraceptive Methode Mix 2013. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pekerjaan dengan usia nikah pertama. Usia nikah pertama berhubungan signifikan terhadap usia saat hamil pertama dan paritas, akan tetapi tidak signifikan terhadap riwayat abortus. Penting bagi pemerintah menggalakkan program pendewasaan usia pernikahan dan kurikulum kesehatan reproduksi bagi remaja di sekolah.
Kata Kunci : Remaja, Pernikahan Usia Muda, Riwayat Reproduksi

This research used quantitative method that aims to determine the relationship between early marriage with the reproductive output of fertile women in Kediri Regency 2013. The study design was cross-sectional and using secondary data from Improving Contraceptive Method Mix 2013. The results showed that there are a significantly relationship between education and work with early marriage. Early marriage significantly related with age at first pregnancy and parity, but not significant to the history of abortion. It is important to the government for promoting the maturation of age of marriage and make a reproductive health curriculum for young people in schools.
Keywords: Adolescent, Early Marriage, Reproductive Output
Read More
S-8654
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Syahfitri; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, Nuniek Ria Sundari, Sri Ridha Hasanah
Abstrak:

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Prevalensi hipertensi yang tinggi pada penduduk usia 15–24 tahun menimbulkan tantangan baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia. Faktor-faktor biologis, sosial, dan psikologis (biopsikososial) diduga berperan dalam peningkatan kejadian hipertensi pada kelompok usia ini.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara faktor-faktor biopsikososial dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia 15–24 tahun di Indonesia.

Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Analisis dilakukan terhadap 20.333 responden berusia 15–24 tahun dengan menggunakan analisis univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik berganda).

Hasil: Prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah pada penduduk usia 15–24 tahun sebesar 9,25%. Faktor biologis seperti usia (OR=1,44; CI 95%: 1,3–1,5), jenis kelamin laki-laki (OR=1,36; CI 95%: 1,3–1,4) dan status gizi lebih(OR=2,5; CI 95%: 2,3–2,6) secara signifikan berhubungan dengan kejadian hipertensi. Faktor sosial seperti status menikah (OR=1,2; CI 95%: 1,1–1,3) memiliki hubungan bermakna dengan hipertensi . Faktor psikologis yang signifikan konsumsi makanan asin. (OR=1,1; CI 95%: 1,0–1,2). Faktor yang paling dominan adalah status gizi lebih.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor biopsikososial dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia 15–24 tahun khususnya status gizi lebih. Intervensi kesehatan masyarakat yang menyasar aspek gaya hidup sehat, deteksi dini, serta pendekatan lintas sektor diperlukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi pada kelompok usia muda di Indonesia.

Kata Kunci: hipertensi, biopsikososial, remaja, dewasa muda, SKI 2023, Indonesia


Background: Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease and is increasingly prevalent among young age groups. The high prevalence of hypertension among individuals aged 15–24 years presents new challenges in the prevention and control of non-communicable diseases in Indonesia. Biological, social, and psychological (biopsychosocial) factors are suspected to contribute to the rise in hypertension cases in this age group.  Objective: To examine the relationship between biopsychosocial factors and the incidence of hypertension among individuals aged 15–24 years in Indonesia.  Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia, SKI). Analysis was conducted on 20,333 respondents aged 15–24 years using univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression) methods.  Results: The prevalence of hypertension based on blood pressure measurements among individuals aged 15–24 years was 9.25%. Biological factors such as age (OR=1.44; 95% CI: 1.3–1.5), male gender (OR=1.36; 95% CI: 1.3–1.4), and overweight nutritional status (OR=2.5; 95% CI: 2.3–2.6) were significantly associated with hypertension. Social factors such as marital status (OR=1.2; 95% CI: 1.1–1.3) also showed a significant association. Among psychological factors, high salt intake was significantly associated (OR=1.1; 95% CI: 1.0–1.2). The most dominant factor was overweight nutritional status.  Conclusion: There is a significant relationship between biopsychosocial factors and the incidence of hypertension among individuals aged 15–24 years, particularly overweight status. Public health interventions focusing on healthy lifestyle promotion, early detection, and multisectoral approaches are essential to reduce the prevalence of hypertension in Indonesia's young population.  Keywords: hypertension, biopsychosocial, adolescents, young adults, SKI 2023, Indonesia

Read More
T-7265
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vivian Chelsy Basyuni; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Lhuri D. Rahmartani, Muhammad Syachidi Habibi
Abstrak:

Hipertensi dan prehipertensi merupakan bagian dari spektrum penyakit kardiovaskular yang kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, dan berpotensi menjadi penyebab utama beban penyakit tidak menular (PTM) jika tidak tertangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proporsi kejadian hipertensi dan prehipertensi berdasarkan jenis kelamin pada remaja dan dewasa muda (15–34 tahun) di Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang terkait. Studi ini menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sampel terdiri dari 16.961 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan melalui uji chisquare dan regresi logistik dengan nilai p value ≤ 0,05. Hasil menunjukkan bahwa proporsi
hipertensi lebih tinggi pada perempuan (17,6%) dibandingkan laki-laki (16,0%), sedangkan prehipertensi lebih tinggi pada laki-laki (19,2%) dibandingkan perempuan (15,1%). Faktor usia, status gizi, aktivitas fisik, perilaku merokok dan konsumsi alkohol, serta determinan sosial seperti pendidikan dan pekerjaan menunjukkan asosiasi dengan kejadian hipertensi dan prehipertensi, terutama pada kelompok laki-laki. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan kesehatan berbasis gender yang fokus pada promosi dan pencegahan hipertensi di usia produktif, serta peningkatan deteksi dini untuk memanfaatkan bonus demografi secara optimal.


Hypertension and prehypertension are part of the spectrum of cardiovascular diseases that are  increasingly prevalent among the productive age group and have the potential to become a  major burden of non-communicable diseases (NCDs) if not addressed early. This study aims  to describe the proportion of hypertension and prehypertension cases by sex among adolescents  and young adults (aged 15–34 years) in Indonesia, as well as to identify the associated risk  factors. A cross-sectional design was employed using secondary data from the 2023 Indonesia  Health Survey (SKI). The sample consisted of 16,961 respondents who met the inclusion and  exclusion criteria. Data were analyzed using chi-square tests and logistic regression with a p value threshold of ≤ 0.05. The results showed that the proportion of hypertension was higher  in females (17.6%) than in males (16.0%), while the proportion of prehypertension was higher  in males (19.2%) than in females (15.1%). Factors such as age, nutritional status, physical  activity, smoking and alcohol consumption behaviors, as well as social determinants like  education and occupation, were found to be associated with hypertension and prehypertension,  particularly among males. This study recommends the development of gender-sensitive health  policies focusing on the promotion and prevention of hypertension among individuals in their  productive years, alongside improved early detection efforts to optimize the benefits of the  demographic dividend.

Read More
S-12152
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bernap Boy Nover Kaiya; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Adenan
S-7948
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeffry Bromo Ageng Purbawanto; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Septyana Choirunisa
Abstrak:
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Meskipun lebih sering ditemukan pada usia lanjut, kejadian DM Tipe 2 juga semakin banyak dijumpai pada usia produktif. Perbedaan karakteristik faktor risiko antar kelompok usia perlu dikaji untuk mendukung upaya pencegahan yang lebih tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi diabates melitus pada penduduk usia ≤40 tahun dan menggambarkan faktor risiko Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada penduduk usia ≤40 tahun dan >40 tahun di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Populasi penelitian adalah penduduk yang terdiagnosis DM Tipe 2. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Prevalence Odds Ratio (POR). Hasil: Prevalensi DM Tipe 2 pada penduduk usia ≤40 tahun adalah sebesar 5,7%. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin, obesitas, hipertensi, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan manis dengan kategori umur penderita DM Tipe 2. Sementara itu, konsumsi minuman manis, konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi minuman beralkohol tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Kejadian DM Tipe 2 menunjukkan perbedaan karakteristik faktor risiko antara kelompok usia. Upaya pencegahan dan pengendalian DM Tipe 2 perlu disesuaikan dengan karakteristik kelompok usia

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a steadily increasing prevalence in Indonesia. Although it is more commonly found among older adults, T2DM is increasingly detected in the productive-age population. Differences in risk factor characteristics across age groups need to be examined to support more targeted prevention efforts. Objective: This study aimed to describe the prevalence of diabetes melitus among people aged ≤40 years and describe the risk factors of Type 2 Diabetes Mellitus among the Indonesian population aged ≤40 years and >40 years. Methods: This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey. The study population consisted of individuals diagnosed with Type 2 Diabetes Mellitus. Univariate analysis was used to describe variable distributions, while bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test and Prevalence Odds Ratio (POR). Results: The prevalence of T2DM among individuals aged ≤40 years is 5.7%. Statistically significant associations were found between age category and sex, obesity, hypertension, physical activity, and excessive consumption of sugary foods. In contrast, sugary beverage consumption, fruit and vegetable intake, and alcohol consumption were not significantly associated. Conclusion: The occurrence of T2DM shows differences in risk factor characteristics between age groups. Therefore, prevention and control strategies for T2DM should be tailored to specific age group characteristics.
Read More
S-12209
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive