Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Romariana Dewi Tampubolon; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Popy Yuniar, Pratono, Toha Muhaimin
Abstrak:
Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh berbagai macam kuman /bakteri, virus, parasit dan kutu kelamin yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. IMS merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia, yang mempengaruhi kualitas hidup dan menyebabkan penyakit serius dan kematian. Wanita pekerja seks (WPS) dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi untuk tertular infeksi menular seksual (IMS), ada potensi risiko penyebaran IMS lebih lanjut ke populasi umum melalui kontak seksual mereka dengan klien laki-laki heteroseksual dengan penggunaan kondom yang tidak konsisten dan melalui pasangan seks yang tidak terkait dengan pekerjaan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian IMS pada WPS di Indonesia tahun 2018/2019. Analisis dilakukan secara univariat dan diuji dengan chi square dan regresi logistik ganda dengan jumlah sampel yang memenuhi syarat sebanyak 5.649 responden dengan data sumber STBP 2018/2019. Dari hasil penelitian diketahui bahwa proporsi kejadian IMS pada WPS sebesar 9.9 % dengan tingkat Konsistensi Penggunaan Kondom sebesar 37,1 %. Terdapat hubungan yang bermakna antara konsistensi penggunaan kondom dengan kejadian IMS dengan AOR 0.678 (95% CI 0,57-0,81), faktor Lama Kerja (≤5 tahun) dengan AOR 0.74 (95% CI 0.60-0,92) dan Penyuluhan IMS dengan AOR 0,74 (95% CI 0,61-0,89).

Sexually transmitted infections (STIs) are infections caused by a wide variety of germs/bacteria, viruses, parasites and genital lice that are mostly transmitted through sexual intercourse. STIs are a major public health problem worldwide, affecting quality of life and causing serious illness and death. Female sex workers (FSWs) are considered a high risk group for contracting sexually transmitted infections (STIs), there is a potential risk of further spread of STIs to the general population through their sexual contact with heterosexual male clients with inconsistent condom use and through non-work related sex partners. This study is a cross sectional study that aims to determine the determinants of STI incidence among FSWs in Indonesia 2018/2019. The analysis was carried out univariately and tested with chi square and multiple logistic regression with a total of 5,649 eligible samples of respondents with 2018/2019 IBBS source data. From the results of the study, it is known that the proportion of STI incidence in FSWs is 9.9% with a level of Condom Use Consistency of 37.1%. There is a significant relationship between the consistency of condom use with the incidence of STIs with an AOR of 0.678 (95% CI 0.57-0.81), the length of employement (≤5 years) with an AOR of 0.74 (95% CI 0.60-0.92) and STI counseling with an AOR of 0.74 (95% CI 0.61-0.89).

Read More
T-6904
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ririn Rianita; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Toha Muhaimin, Wenita Indrasari
S-6549
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Prihastita Rizyana; Pembimbing: Ella N. Hadi; Penguji: Mieke Savitri, Sudarto Ronoatmodjo, Siti Nadia Tarmizi, Arif Rachman Iryawan
T-4415
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tirza Amadea Nugroho; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Lanny Luhukay
Abstrak: penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap perilaku penggunaan kondom pada WPS. Penelitian dilakukan menggunakan desain studi cross sectional untuk menganalisis data 4465 WPS responden STBP 2018-2019. Didapatkan hasil bahwa 46,8% responden memiliki perilaku penggunaan kondom yang baik. Faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kondom adalah tingkat pengetahuan terkait HIV, keterpajanan informasi terkait HIV, akses pada kondom, persepsi risiko, umur, dan status pernikahan.
Read More
S-10677
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delistia Afifi; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Lea Meirina Trisnawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku berisiko yang dapat mempengaruhi kejadian HIV pada WPS di Kota Jayapura. Metode: Sebanyak 361 WPS terpilih sebagai sampel melalui Time Location Sampling (TLS) dan Simple Random Sampling (SRS). Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square dan regresi logistik. Variabel yang diikutsertakan dalam analisis ini meliputi variabel karakteristik demografi dan faktor perilaku berisiko yang dilakukan oleh WPS. Hasil: Persentase HIV pada penelitian ini diestimasikan mencapai 6.6%. Hasil analisis multivariabel menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian HIV diantaranya: (a) usia muda [p=0.03; 18-24 tahun: AOR=2.92; 95% CI=0.89-9.57 | 25-34 tahun: AOR= 3.93; 95% CI=1.33-11.63]; (b) usia seks pertama kali yang terlalu din [p=0.03; AOR=3.31; 95% CI=1.09-10.05]; (c) penggunaan kondom [p=0.03; AOR-0.10; 95% CI=0.01-0.81].
Read More
S-10786
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktarina Permatasari; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo, Iwan Ariawan; Penguji: Rita Damayanti, Wenita Indrasari, Viny Sutriani
T-3821
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhalina Afriana; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Tri Yunis Miko, Sabarinah B. Prasetyo, Helen Dewi Prameswari
Abstrak:

Latar Belakang : Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim dan rectum. Pada wanita Gonore bisa naik kesaluran kelamin menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga 40% timbul nyeri panggul dan dan gangguan reproduksi serta menjadi faktor risiko penting dalam transmisi HIV ( Kemkes RI ). Di Indonesia gonore merupakan jenis IMS yang tertinggi berdasarkan data yang ada pada WPS. Prevalensi Gonore pada WPS 49% (IBBS 2007), Gonore merupakan indikasi biologis tentang perilaku seks berisiko dan banyak terjadi di industri seks komersial Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi gonore pada WPS yaitu umur, pendidikan, lama menjadi WPS, Masa kerja, Umur pertama hubungan sek, pemakaian kondom dan status HIV. Metode : Desain penelitian ini adalah potong Lintang. Data diperoleh dari Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) tahun 2011. Data dianalisis secara bivariat untuk mendapatkan nilai Crude Odds Ratio dari faktor yang berhubungan dengan infeksi gonore, serta analisis multivariate untuk melihat variabel paling dominan kejadian infeksi gonore dilihat dari nilai Adjusted Odds Ratio. Hasil : faktor yang berhubungan dengan infeksi gonore. umur OR (0,95%CI); 1.41 (1.98 ? 1,65), jumlah pelanggan OR (0,95%CI);1.29 (1.09 ? 1.51) , lama menjadi WPS OR (0,95%CI); 136 (1.15 ? 1.59) dan status HIV OR (0,95%CI); 1.72 ( 1.33 - 2.22) merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian infeksi gonore.


 Background : Gonorrhea is a sexually transmitted disease caused by Neisseria gonorhoeae that infects the inner lining of the urethra, cervix and rectum. In women gonorrhea can infect the genital tract up to the membrane in the pelvis so that the 40% and pelvic pain and reproductive problems as well as being an important risk factor in HIV transmission (Kemkes RI). In Indonesia, gonorrhea is the highest type of STI prevalence data based on 49% of gonorrhea in the FSW (IBBS 2007), Gonorrhea is considered as an indication of biological resources in risky sexual behavior and still a lot happening in the commercial sex industry The aim of this study to determine factors associated with the incidence of gonorrhea infection in the FSW: age, education, length of work FSW, number of client, age at sex debut, condom use, HIV status. Methods : The study design is cross sectional. Data was obtained from Integrated Biological and Behaviour Survey (IBBS) in 2011. Data in the bivariate analysis to obtain the value of Crude Odds Ratio of factors associated with gonorrhea infection, and multivariate analysis to see the most dominant variable incidence of gonorrhea infection in view of the Adjusted Odds Ratio. Results : The factors related with gonorrhea infection. age OR1.41 0.95% CI 1.98 - 1.65), number of clients OR 1.28 95%CI 1.09 ? 1.51), length of work FSW OR 1:26 0.95% CI 1.15 to 1.59 and HIV status OR 1.72 0.95% CI 1:33 to 2:22 is the most dominant factor related with the incidence of gonorrhea infection.

Read More
T-3594
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Triana Rachmawati Waznah; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kemal N. Siregar, Indri Oktaria Sukmaputri
S-9850
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Destin Daifa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Dewi Rani, Ade Pamudji
Abstrak: Kegiatan prostitusi terutama yang dilakukan WPS merupakan salah satu hal yangmenimbulkan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi perilaku individu danmasyarakat di berbagai tataran seperti masalah kesehatan dengan meluasnyaprevalensi IMS dan masalah sosial yang menunjukkan berkurangnya kepatuhanmasyarakat terhadap norma agama dan adat. Usaha yang telah dilakukan untukmeminimalisir adanya WPS salah satunya adalah melakukan upaya rehabilitatifterhadap para WPS yang dibina di Balai Rehabilitasi Sosial Wanita UtamaSurakarta namun masih ada WPS yang pernah direhabilitasi kembali beraktifitasmenjadi WPS dan direhabilitasi ulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuifaktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan relapse WPS di BalaiRehablitasi Sosial Wanita Utama Surakarta tahun 2016. Metode penelitian casecontrol dengan mixed method diperoleh hasil signifikan yaitu pendapatan (p=0,03;OR= 7,6; 95% CI= 3,5-16,7) dan lingkungan (p=0,02; OR= 2,5; 95% CI=4,9-12,4). Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pemberian bantuanuntuk usaha eks WPS tidak hanya toolkit namun juga dana usaha dan perlunyadilakukan konseling, informasi dan evaluasi kepada para eks WPS denganmetode yang sesuai dengan kondisi masing-masing eks WPS sehingga dapatditelusuri akar permasalahan relapse dan ditemukan solusinya. Monitoring perludilakukan selepas masa rehabilitasi sehingga dapat mencegah eks WPSmengalami relapse.Kata kunci: perilaku, prostitusi, relapse, WPS.
Read More
T-4794
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanny Fadiah; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Toha Muhaimin, Arif Rachman Iryawan
S-8397
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive