Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iha Nursolihah; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Martya Rahmaniati, Toha Muhaimin, Wisnu Trianggono, Anissa Rizkianti
Abstrak: ABSTRAK Nama : Iha Nursolihah Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Faktor Penentu Keguguran di Indonesia Pembimbing : Dr. dr. Sabarinah Prasetyo, M. Sc. Keguguran adalah masalah kesehatan reproduksi penyebab mortalitas dan morbiditas wanita di seluruh dunia. Di dunia, terjadi 208 juta kehamilan dengan 52 juta diantaranya mengalami keguguran. Di Indonesia, keguguran menjadi penyebab kelima terbesar kematian ibu, setelah perdarahan, hipertensi, infeksi, dan partus lama. Beberapa cakupan dalam indikator kesehatan ibu mendapatkan adanya perbedaan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor maternal yang mempengaruhi keguguran di Indonesia berdasarkan wilayah tempat tinggal. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain crossectional study. Sumber data dalam penelitian ini adalah data mencakup seluruh wilayah di Indonesia yang didapatkan dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Hasil penelitian mendapatkan bahwa usia dan paritas berpengaruh terhadap kejadian keguguran di wilayah perkotaan dan perdesaan, faktor lain yang berpengaruh di perkotaan adalah adanya infeksi menular seksual dan pekerjaan, sedangkan di perdesaan adalah jarak kehamilan. Risiko abortus tidak berhubungan bermakna dengan merokok, K1 ideal, kualitas ANC, Konsumsi TTD, dan kontrasepsi. Kata kunci: Keguguran, Wilayah, Indonesia ABSTRACT Miscarriage is a reproductive health problem that causes mortality and morbidity of women throughout the world. In the world, 208 million pregnancies occur, with 52 million having miscarriages. In Indonesia, miscarriage is the fifth largest cause of maternal death, after bleeding, hypertension, infection, and prolonged labor. Some coverage in maternal health indicators get a difference between urban and rural areas. For this reason, this study aims to know the maternal factors that affect miscarriages in Indonesia based on the area of residence. This type of research is observational analytic with crossectional study design. The source of the data in this study is that data covers all regions in Indonesia obtained from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey. The results showed that age and parity influence the incidence of miscarriages in urban and rural areas, another factor that influences in urban areas is the presence of infectious infections sex and work, while in rural areas is the distance of pregnancy. The risk of abortion is not significantly related to smoking, ideal K1, ANC quality, TTD consumption, and contraception. Keywords: Miscarriage, Urban, Rural, Indonesia
Read More
T-5538
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arinil Haq; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Achmad Prihatna, Didik Supriyono
Abstrak: Tuberkulosis adalah penyakit yang menjadi salah satu perhatian global. Berbagai faktordapat meningkatkan kejadian TB dan mempermudah penularan, salah satunya adalahfaktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara ketinggianwilayah, kepadatan penduduk, dan rumah sehat dengan proporsi TB paru BTA positif diKota Pariaman, Bukittinggi, dan Dumai tahun 2010-2016. Penelitian ini merupakanstudi ekologi. Data kasus TB Paru BTA positif yang tercatat di Dinas Kesehatan KotaPariaman, Bukittinggi, dan Dumai diolah secara agregat pada setiap kecamatan diwilayah Kota Pariaman, Bukittinggi, dan Dumai tahun 2010 sampai 2016. Sumber datapada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota;Badan Pusat Statistik; serta Badan Informasi Geospasial. Data dianalisis dengan ujistatistik dan analisis spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasiantara ketinggian wilayah dengan proporsi TB paru BTA positif di Kota Bukittinggidengan kekuatan hubungan yang kuat dan berpola negatif. Terdapat korelasi antaraketinggian wilayah dengan proporsi kasus TB paru BTA positif di Kota Pariaman,Bukittinggi dan Dumai ketika di analisis secara bersamaan. Tidak terdapat korelasiantara kepadatan penduduk dan rumah sehat dengan proporsi TB paru BTA positif diKota Pariaman, Bukittinggi, dan Dumai tahun 2010-2016. Perlu adanya penyesuaianprioritas program yang ada sesuai dengan kondisi wilayah kota masing-masingberdasarkan ketinggian.Kata kunci:Tuberkulosis paru, ketinggian wilayah
Tuberculosis is a disease that has become one of the global concerns. Various factorscan increase the incidence of TB and facilitate transmission, one of which isenvironmental factors. This study aimed to determine the correlation between altitude,population density, and healthy homes with the proportion of smear-positive pulmonaryTB in Pariaman, Bukittinggi and Dumai in 2010-2016. This study is an ecologicalstudy. The data of smear-positive pulmonary TB cases recorded in Public Health Officewere processed in aggregate at each sub-district in Pariaman, Bukittinggi and Dumaiareas in 2010 until 2016. Data source in this research is secondary data obtained fromPublic Health Office; Central Bureau of Statistics; as well as the Geospatial InformationAgency. Data were analyzed by statistical test and spatial analysis. The results of thisstudy indicate that there is a correlation between altitude with the proportion of smear-positive pulmonary TB in Bukittinggi with the strength of a strong relationship and anegative pattern. There is a correlation between altitude with the proportion of smear-positive pulmonary TB in Pariaman, Bukittinggi and Dumai. There is no correlationbetween population density and healthy homes with proportion of smear-positivepulmonary TB in Pariaman, Bukittinggi and Dumai in 2010-2016. It is necessary toadjust the priority of existing programs in accordance with the conditions of each cityareabased on altitude.Key words:Smear-positive pulmonary tuberculosis, altitude.
Read More
T-5244
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Abdul Aziz; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Endang Burni Prasetyowati
S-8077
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marissa Apriyeni Rotua Lumban Raja; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Diah Wati
S-8725
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marita Pratami; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Kemal Nazaruddin Siregar, Agus Suwandono, Teti Tejayanti
Abstrak: Masalah kesehatan maternal terutama masalah kematian ibu masih menjadi masalah prioritas Bangsa Indonesia dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Angka kematian ibu yang tinggi sering dikaitkan dengan pemanfaatan layanan kesehatan ibu bersalin. Pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu bersalin di Indonesia menunjukkan variasi antar wilayah regional, diduga berhubungan oleh faktor lingkungan dan perbedaan karakteristik dari populasi. Penelitian ini mengukur pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu bersalin dan mempelajari besar hubungan lingkungan dan karakteristik populasi terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu bersalin.
Read More
T-6340
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uray Cindy Hafinur; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Adriadiannisa Yuniar Milasari, Donni Hendrawan
Abstrak:
Implementasi program JKN seharusnya dapat meningkatkan akses masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan. Namun pada kenyataannya, ketimpangan akses terhadap pelayanan kesehatan masih banyak ditemui. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan status wilayah pada peserta JKN di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2021 serta serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap pada peserta JKN di Indonesia Penelitian ini menggunakan data sekunder susenas 2019, 2020 dan 2021. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model logit. Secara statistik, status wilayah berhubungan secara signifikan (p-value 0,000 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN dari tahun 2019 hingga 2021. Responden yang tinggal di perkotaan pada tahun 2019 berpeluang memanfaatkan pelayanan rawat inap 1,141 kali, 1,127 kali pada 2020 dan 1,127 kali pada 2021 dibandingkan dengan responden yang tinggal di pedesaan. Usia, jenis kelamin, status pendidikan, status perkawinan, status pekerjaan, status ekonomi dan provinsi berhubungan secara signifikan (p-value 0,000 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN.
Implementation of the JKN program should be able to increase people's access to health services. However, disparities in health services still exist. The study aims to analyze the utilization of health services based on regional status for JKN participants in Indonesia from 2019 to 2021 and also examine the factors that influence the utilization of inpatient healthcare for JKN participants in Indonesia. This research uses Susenas secondary data for 2019, 2020 and 2021. Data were analyzed bivariately and multivariately using the Binary Regression method using a logit model. The results showed that regional status is significantly related (p-value 0.000 <0.05) to health utilization of JKN participants from 2019 to 2021. Respondents who live in urban areas in 2019 have 1,141 times, 1,127 times in 2020 and 1,127 times in 2021 higher odds ratio than respondents who live in rural areas. Age, gender, educational status, marital status, employment status, economic status and province are significantly related (p-value 0.000 <0.05) to the utilization of inpatient healthcare for JKN participants.
Read More
T-6597
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cyntia Yuliana Anggraeni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Untung Patri Wicaksono Pribadi
S-9959
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Sarwani Sri Rezeki, Ruthi Armita Sari, Nunung Nurhayati
KJKMN Vol.9, No.2
Depok : FKM UI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stella Maris Bakara; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Asih Setiarini, Eti Rohati, Dyah Yuniar Setiawati
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif dapat memberikan perlindungan yang optimal pada bayi sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya. Antenatal Care (ANC) diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif karena pelayanan ANC akan memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas antenatal care terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada 169 ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Cipayung, Depok. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian Intervensi Peningkatan ASI dan MPASI Dalam Rangka Penerapan Program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pekerjaan, pengetahuan, kualitas ANC, dan suplementasi susu dengan keberhasilan ASI eksklusif. Analisis multivariat menunjukkan suplementasi susu, pengetahuan, pekerjaan dan kualitas ANC berpengaruh terhadap keberhasilan ASI eksklusif (CI 95%; OR:5,460; 3,986; 3,700; 2,540). Faktor dominan yang berhubungan dengan keberhasilan ASI eksklusif adalah suplementasi susu (OR= 5,460). Pemberian suplementasi susu pada ibu menyusui dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan
Exclusive breastfeeding can provide optimal protection for babies so that they have immunities to various diseases that occur in the first year of life. Antenatal Care (ANC) is expected to increase the coverage of exclusive breastfeeding because ANC services will motivate mothers to give exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between the quality of antenatal care and the success of exclusive breastfeeding. This study used a cross-sectional study design on 169 breastfeeding mothers in the work area of Cipayung Health Center, Depok. This study uses secondary data from previous study titled Increased Breastfeeding and Breastfeeding Supplement Intervention on Implementation of the First 1000 Days of Life Program. The results of the bivariate study showed that there was a significant relation between work, knowledge, ANC quality, and milk supplementation with the success of exclusive breastfeeding. Multivariate analysis showed milk supplementation, occupation, knowledge, and ANC quality influenced the success of exclusive breastfeeding (CI 95%; OR:5,460; 3,986; 3,700; 2,540). The dominant factor associated with the success of exclusive breastfeeding was milk supplementation (OR = 5,460). Giving milk supplementation to nursing mothers would increase exclusive breastfeeding for up to 6 months
Read More
T-5521
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dora; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Wayan Rai Suarthana, Ns. Sardi
Abstrak: Reformasi Birokrasi memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional bidang kesehatan. Evaluasi menuju Wilayah Bebas Korupsi /Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dilakukan secara penilaian mandiri oleh Tim Penilai Internal di tingkat Kementerian Kesehatan, yang selanjutnya akan dilakukan oleh Tim Penilai Nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara hasil evaluasi yang dilakukan oleh TPI dengan TPN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Penilaian mandiri dalam evaluasi Wilayah Bebas Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani yang dilakukan Inspektorat Jenderal untuk mempercepat Reformasi Birokrasi. Penelitian merupakan studi deskriptif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa regulasi belum lengkap, komunikasi pelaksanaan evaluasi sudah jelas, pemimpin belum memahami sepenuhnya mengenai WBK/WBBM, masih terdapat benturan kepentingan, terdapat perbedaan karakteristik satuan kerja, masih terdapat perbedaan motivasi, persepsi dan kemampuan sumber daya manusia menjadi faktor yang berpengaruh dalam efektifitas pelaksanaan evaluasi menuju WBK/WBBM di Kementerian Kesehatan. Pelaksanaan penilaian mandiri evaluasi menuju WBK/WBBM di Kementerian Kesehatan belum efektif sehingga memerlukan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut. Kata kunci: Reformasi Birokrasi, Wilayah Bebas dari Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, vii Universitas Indonesia
Read More
T-4945
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive