Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khairani Fatmah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Tubagus Dwika Yuantoko, Laksita Ri Hastiti
Abstrak:
Paparan partikel halus (PM2.5) di dalam ruangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, sehingga diperlukan solusi yang efektif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penggunaan air purifier sederhana dengan filter HEPA berbahan meltblown nonwoven polypropylene dalam menurunkan konsentrasi PM2.5 di ruang tertutup. Eksperimen dilakukan di Laboratorium K3 FKM UI pada Januari–April 2025, dengan dua skenario utama: satu dan dua unit air purifier. Pengukuran dilakukan secara real-time menggunakan air particle counter CEM DT-9883M, serta didukung data suhu, kelembaban, kecepatan aliran udara, dan putaran kipas. Hasil menunjukkan bahwa dua air purifier lebih efektif dibanding satu unit, terutama jika ditempatkan di posisi depan dan belakang ruangan, dengan rata-rata penurunan konsentrasi PM2.5 mencapai 98,8%. Efektivitas konfigurasi ini sekitar 5% lebih tinggi dibandingkan penggunaan satu alat. Selain itu, penggantian turbin pada air purifier tunggal juga memberikan hasil lebih baik, menurunkan konsentrasi dari 56,67 µg/m³ menjadi 46 µg/m³. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan jumlah dan penataan posisi air purifier dapat menjadi strategi sederhana namun signifikan dalam memperbaiki kualitas udara dalam ruangan.

Indoor fine particle exposure (PM2.5) can have a negative impact on health, so an effective and affordable solution is needed. This study aims to prove the effectiveness of using a simple air purifier with a HEPA filter made of Meltblown Nonwoven Polypropylene in reducing PM2.5 concentrations in closed spaces. The experiment was conducted at the FKM UI K3 Laboratory in January–April 2025, with two main scenarios: one and two air purifier units. Measurements were carried out in real time using a CEM DT-9883M air particle counter, and supported by data on temperature, humidity, air flow speed, and fan rotation. The results showed that two air purifiers were more effective than one unit, especially when placed at the front and back of the room, with an average reduction in PM2.5 concentration reaching 98.8%. The effectiveness of this configuration is about 5% higher than using one device. In addition, the placement of the turbine on a single air purifier also gave better results, reducing the concentration from 56.67 µg/m³ to 46 µg/m³. These results confirm that increasing the number and positioning of air purifiers can be a simple yet significant strategy in improving indoor air quality.
Read More
S-11881
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alda Fuji Yahmi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Edy Sufa'at
Abstrak:
Pencemaran udara, khususnya oleh partikulat PM2.5, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan kipas angin turbin dengan filter sebagai penjernih udara do-it-yourself di Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulogadung. Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung, sebagai sumber aktif PM2.5 dari aktivitas pengujian kendaraan, memiliki rata-rata konsentrasi PM2.5 yang tinggi, yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja. Melalui eksperimen, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan alat dalam mengurangi konsentrasi PM2.5 di dalam ruangan serta potensi penggunaannya sebagai alternatif penjernih udara untuk menurunkan konsentrasi PM2.5 dalam hal menjaga kualitas udara dalam ruangan di tempat kerja tetap baik. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya-upaya pengendalian kualitas udara dalam ruangan di lingkungan industri, terutama dalam konteks pengujian kendaraan bermotor di negara berkembang seperti Indonesia.

Air pollution, particularly by PM2.5 particulate matter, has become a significant global health issue, both indoors and outdoors. This study aims to explore the effectiveness of using a DIY turbine fan with a filter as an air purifier at the Motor Vehicle Testing Unit (UP PKB) Pulogadung. Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung, as an active source of PM2.5 from vehicle testing activities, exhibits high average PM2.5 concentrations, which can impact the health of workers there. Through experimentation, this research aims to measure the device's ability to reduce indoor PM2.5 concentrations and its potential use as a mitigation strategy to maintain indoor air quality in workplace settings. The findings of this study are expected to contribute to efforts in controlling indoor air quality in industrial environments, particularly in the context of motor vehicle testing in developing countries like Indonesia.
Read More
S-11708
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive