Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurmalia Lusida; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sudijanto Kamso, Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi, Rima Damayanti
Abstrak: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Kejadian BBLR sebesar 6,2% di Indonesia memiliki dampak jangka panjang yang sangat serius dan kompleks. Penelitian di dunia menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara faktor di tingkat individu, rumah tangga dan masyarakat dengan kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi antara ketiga tingkat tersebut secara bersamaan menggunakan analisis multilevel.
Read More
T-6296
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ingrat Padmosari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sabarinah Prasetyo, M. Ilhamy, Imran Pambudi, Tin Afifah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari faktor komposisional (levelindividu) serta determinan kontekstual (level kabupaten/kota) terhadap kejadiankomplikasi obstetri di 20 Kabupaten. Penelitian ini menggunakan desain potonglintang dengan pendekatan analisis multilevel untuk mengestimasi efek kontekstual,sehingga dapat ditentukan prioritas intervensi program terhadap kejadian komplikasiobstetri. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder Riskesdas 2013,Studi Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di 100 Fasilitas Kesehatan tahun 2012 dandata BPS Tinjauan Regional berdasarkan PDRB Kabupaten/Kota tahun 2010-2013,dengan melibatkan 2066 orang Wanita Usia Subur berusia 15-49 tahun) yangmemiliki riwayat kehamilan, persalinan dan nifas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi Kejadian Komplikasi Obstetri di 20 Kabupaten adalah 30,1%.Tampak adanya perbedaan peranan di level individu dan level kabupaten/kota.
Read More
T-4549
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Misnaniarti; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Pujiyanto, Mardiati Nadjib; Penguji: Hasbullah Tabrany, Purnawan Junadi, Besral; Bambang Purwoko, Trihono, Vivi Yulaswati
D-365
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riris Dian Hardiani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Iwan Ariawan, Besral, Elsa Novelia, Doni Arianto
Abstrak:
Beban penyakit dan kematian akibat PGK di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya prevalensi faktor risiko PGK seperti diabetes, hipertensi dan obesitas. Sejak diluncurkannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jumlah renal unit di Indonesia berkembang sangat pesat diikuti dengan peningkatan jumlah pasien karena meningkatnya akses masyarakat. Namun peningkatan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak diiringi dengan pemerataan akses pelayanan kesehatan antara penduduk perkotaan dan pedesaan. Untuk mengetahui hubungan wilayah tempat tinggal pasien (kabupaten/kota) dan peran variabel kontekstual di tingkat provinsi terhadap mortalitas pasien PGK rawat inap peserta JKN dilakukan penelitian potong lintang menggunakan data sampel BPJS Kesehatan 2015-2016. Analisis multivariat dilakukan dengan Generalized Estimating Equations dan dilanjutkan dengan analisis multilevel. Dari penelitian ini didapatkan proporsi kematian pasien PGK rawat inap JKN tahun 2015-2016 sebesar 19,95%. Pasien PGK rawat inap JKN yang tinggal di kabupaten dan dirawat di rumah sakit regional 1 memiliki risiko kematian lebih tinggi OR 1,37 (95% CI 1,33-1,4; p<0,05) dibandingkan dengan pasien yang tinggal di kota setelah dikontrol oleh variabel kovariat lain. Sedangkan pasien yang tinggal di kabupaten dibandingkan dengan tinggal di kota dan dirawat di rumah sakit regional 3, 4 dan 5 secara berurutan memiliki risiko kematian OR 1,82 (95% CI 1,72-1,92), OR 0,51 (95% CI 0,45-0,59), OR 5,90 (95% CI 4,28-8,12) dan bermakna secara statistik. (p<0,05). Tidak ada perbedaan kematian yang bermakna secara statistik untuk pasien yang tinggal di kabupaten dibandingkan kota dan dirawat di rumah sakit regional 2 dengan OR 1,03 ( 95% CI 0,96-1,12; p>0,05). Terdapat variasi mortalitas di tingkat provinsi dan variasi yang disebabkan oleh variabel kontekstual dari dimensi ketersedian yakni rasio rumah sakit, rasio unit hemodialisis, rasio dokter konsultan hipertensi, rasio dokter umum, rasio perawat bersertifikat dan rasio mesin hemodialisis sebanyak 8,98%. Untuk analisis multilevel lebih lanjut dapat digunakan variabel kontekstual lain dari dimensi aksesibilitas geografis, aksesibilitas keuangan dan akseptabilitas

Background: The burden of disease and mortality caused by Chronic Kidney Disease (CKD) has increased with the increasing prevalence of CKD risk factors. The National Health Insurance (JKN) program has increased healthcare access. However, the access in urban population is not the same as in rural. Objectives: To find out the relationship between the patients’ residential area (urban or rural) and the role of the contextual variables at the provincial level on the mortality of hospitalized JKN patients with CKD. Methods: A cross-sectional study was conducted using BPJS Kesehatan 2015-2016 sample data. Multivariate analysis was performed with Generalized Estimating Equations and continued with multilevel analysis. Results: The study showed the proportion of deaths was 19.95%. Respectively, rural residents compared to urban and treated in hospitals at Regional 1, 3 and 5 had higher mortality risk OR 1.37 (95%CI 1.33-1.41), 1.82 (95%CI 1.72-1.92), 5.90 (95%CI 4.28-8.12) with p<0.01. However, rural residents compared to urban and treated in hospitals at Regional 4 had reduced risk of death, OR 0.51 (95%CI 0.45-0.59;p<0.01) and those whom treated in hospitals at regional 2 had OR 1.03 (95%CI 0.96-1.12; p>0.05). The contextual variables of the study caused 8.98% mortality variance at provincial level. Conclusions: Rural residents had higher risk of death than those in urban and there was small variation in mortality between provinces.

Read More
T-5981
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Riana Kismaningrum; Pembimbing: Tris eryando; Penguji: Besral, Minarto, R. Giri Wurjandaru
Abstrak: Obesitas disebabkan ketidakseimbangan asupan kalori masuk dan energi keluaryang diukur melalui parameter IMT. Timbulnya ketidakseimbangan inimerupakan peran dari berbagai determinan. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi determinan komposisional dan kontekstual terkait IMT padaorang dewasa di 16 propinsi diatas rata-rata prevalensi obesitas nasional.Penelitian menggunakan desain potong-lintang dengan jumlah responden 180.352orang dewasa usia 19-44 tahun di Indonesia. IMT dihitung dari hasil pengukurantinggi badan dan berat badan responden. Data determinan komposisional didapatdari Riskesdas 2013. Data determinan kontekstual didapat dari Statistik PotensiDesa tahun 2011, Statistik Perilaku Peduli Lingkungan Hidup tahun 2013 danStatistik Pengeluaran Konsumsi Makanan-Bukan Makanan danPendapatan/Penerimaan Rumah Tangga tahun 2013. Penelitian ini menggunakananalisis multilevel regresi linear. Hasil penelitian ini melaporkan bahwadeterminan komposisional yang memiliki hubungan dominan dengan IMT adalahstatus ekonomi pada semua kelompok. Determinan kontekstual yang memilikihubungan dominan dengan IMT adalah peningkatan akses terhadap penggunaankendaraan bermotor dan makanan siap saji sejalan dengan peningkatan IMT.Penelitian ini memiliki kontribusi untuk memahami hubungan kompleks antaradeterminan individu dan komunitasnya terkait IMT. Kebijakan yang mendukungpeningkatan akses terhadap makanan sehat dan aktivitas fisik melalui falsilitasyang tersedia di sekitar tempat tinggal dan edukasi pola hidup seimbangdiharapkan mampu mengurangi risiko penyakit tidak menular terkait IMT dimasyarakat.Kata kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), orang dewasa, analisis multilevel.
Obesity caused by unequality of nutrition intake and energy output which ismeasured by body mass index (BMI) as parameter. Unequality phenomenaaccured by complex determinants called compositional and contextual factor. Theaim from this study is identify complex determinants of BMI in 16 province inIndonesia which have higher obesity prevalence than national obesity prevalence.This study use cross-sectional design study and 180.352 sampel of Indonesianadults in 19-44 years old. BMI measured from body height and body weight. Datafor compositional determinants collected from Basic Health Research 2013 givenby National Health Research and Development of Indonesia. Data for contextualdeterminants collected from Statistical of Statistik Potensi Desa 2011, StatistikPerilaku Peduli Lingkungan Hidup 2013 dan Statistik Pengeluaran KonsumsiMakanan-Bukan Makanan dan Pendapatan/Penerimaan Rumah Tangga 2013given by Berau of Statistic of Indonesia. Analysis using multilevel linearregression. Compositional determinant dominant of IMT reported is socialeconomy status. Social economy status have postive associated with BMI.Contextual determinants dominant of IMT reported are motorized-user and fast-food outlet have postive associated with BMI. Policy to encorouge people toaccess healthy food and physical activity expectable to reduce non-communicablediseases.Keywords: body mass index, adults, multilevel analysis.
Read More
T-4588
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Handito; Promotor: Nasrin Kodim; Kopromotor: Tri Yunis Miko, Badriul Hegar Syarif; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Besral, Julitasari Sundoro, Kodrat Pramudho
D-340
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nugi Nurdin; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Mondastri Korib Sudaryo, Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Tri Yunis Miko Miko, Ella Nurlaela Hadi, Yuwono, Bachti Alisjahbana, Soewarta Kosen
Abstrak: Tuberculosis Multidrug resistant TB MDR adalah salah satu jenis resistensituberkulosis terhadap minimal dua obat anti tuberkulosis lini pertama, yaituIsoniazid INH dan Rifampicin R dengan atau tanpa resisten terhadap obat antituberkulosis lain. Prevalensi TB MDR di dunia menurut WHO tahun 2012 sebesar 12 dari kasus TB baru dan 20 dari kasus TB dengan pengobatan ulang. Hal ini masihmerupakan masalah kesehatan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor puskesmas yang dapatmempengaruhi individu terhadap kejadian TB MDR, serta menggali faktor levelpuskesmas yang dapat menjelaskan kejadian TB MDR. Desain penelitian inimenggunakan kasus kontrol dengan mixed methods. Pengumpulan data dilakukandengan wawancara menggunakan kuesioner, diskusi terarah, wawancara mendalam danobservasi. Analisis data menggunakan regresi logistik multilevel. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada variasi risiko antar puskesmas/ fasilitas kesehatan tingkatpertama yang dapat mempengaruhi individu terhadap kejadian TB MDR. Faktor-faktorpada level individu yaitu pendidikan, riwayat hasil pengobatan, kepatuhan menelanobat, dan pengetahuan, PMO dan level puskesmas yaitu penjaringan suspek dan kotakerat pasien TB/TB MDR, pengobatan TB sesuai ISTC berpengaruh terhadap prevalensiTB MDR di Provinsi Sumatera Selatan. Faktor kontekstual puskesmas dapatmenurunkan variasi risiko antar puskesmas terhadap kejadianTB MDR sebesar 18 Pengembangan strategi intervensi pengendalian TB MDR yang sesuai dengan kondisiProvinsi Sumatera Selatan adalah mengkolaborasikan penjaringan suspek TB/TBMDR, pengobatan TB/TB MDR sesuai ISTC dan jejaring eksternal ISTC.
 

 
Multidrug resistant tuberculosis MDR TB is one type of tuberculosis resistance to atleast two first line anti tuberculosis drugs, Isoniazid INH and Rifampicin R with orwithout resistance to other anti tuberculosis drugs. World prevalence of MDR TBaccording to WHO 2012 is 12 of new TB cases and 20 of TB cases with retreatment.This is still a public health problem of the world, including in Indonesia. Thisstudy aims to determine the magnitude of the influence of puskesmas factors that canaffect the individual to the incidence of MDR TB, as well as to explore the level factorof puskesmas that can explain the incidence of MDR TB. This research design use casecontrol with mixed methods. The data were collected through interviews usingquestionnaires, directional discussions, in depth interviews and observations. Dataanalysis using multilevel logistic regression. The results showed that there werevariations in risk among puskesmas that could affect individuals against MDR TBincidence. Factors at the individual level of education, history of treatment outcomes,medication adherence, and knowledge, PMO and Puskesmas levels are suspect and tightsquares of TB TB MDR patients, TB treatment according to ISTC has an effect on theprevalence of MDR TB in South Sumatera Province. Contraceptive factors puskesmas first level health facilities can reduce risk variation among puskesmas to the incidenceof MDR TD by 18 . Development of MDR TB control intervention strategyappropriate to South Sumatera Province condition is to collaborate on suspected TB TB MDR screening, TB TB MDR treatment according ISTC and ISTC externalnetwork.
Read More
D-378
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Saleh Jasape; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Nyoman Saniambara
Abstrak:
Rabies, penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis multilevel untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian rabies pada tingkat individu dan kontekstual di NTT selama 2023-2024. Data dari 14 kabupaten/kota yang dikategorikan sebagai daerah endemis rabies menunjukkan bahwa kelompok usia muda (15-24 tahun), paparan kerja lapangan, dan akses ke fasilitas kesehatan yang berjarak lebih dari 207 km secara signifikan meningkatkan risiko rabies. Temuan utama mencakup nilai odds ratio (OR) sebesar 18,427 untuk akses layanan kesehatan jarak jauh dan kontribusi variabel kontekstual seperti akses layanan kesehatan sebesar 36,284% terhadap kemungkinan wabah rabies. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan akses layanan kesehatan, intervensi kesehatan masyarakat yang terarah, serta kampanye vaksinasi yang efektif untuk manusia dan hewan guna mengurangi penyebaran rabies di daerah endemis seperti NTT. 

Rabies, a zoonotic disease caused by lyssaviruses, remains a significant public health challenge globally, including in East Nusa Tenggara (NTT) Province, Indonesia. This study employed a multilevel analysis to identify factors influencing rabies incidence at individual and contextual levels in NTT during 2023-2024. Data from 14 districts/cities categorized as rabies-endemic areas revealed that young age groups (15-24 years), occupational exposure, and living more than 207 km from healthcare facilities significantly increased the risk of rabies. Key findings included an odds ratio (OR) of 18.427 for distant healthcare access and a 36.284% contribution of contextual variables such as healthcare access to the likelihood of rabies outbreaks. This study underscores the importance of improving healthcare access, targeted public health interventions, and effective vaccination campaigns for both humans and animals to reduce rabies transmission in endemic areas like NTT
Read More
T-7224
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yovella Medhira Fujiasti; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Nining Mularsih, Hidayat Nuh Ghazali
Abstrak:
Latar belakang: Meskipun telah mendapatkan terapi ARV untuk menurunkan viral load namun jumlah viral load itu sendiri sangat dipengaruhi faktor individu. Selain itu telah banyak studi yang menyatakan bahwa faktor ekologi atau lingkungan juga berperan terhadap jumlah viral load pada ODHIV. Studi analisis multilevel dilakukan untuk mengetahui efek variasi dari faktor kontekstual dan besar kontribusinya terhadap viral load > 200 salinan/ml pada ODHIV di DKI Jakarta tahyuh 2023. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi gabungan antara studi cross sectional dan studi ekologi.  Hasil: tidak ada efek variasi dari faktor risiko kontekstual terhadap jumlah viral load > 200 salinan/ml di tingkat kota (MOR=1,00). Variasi antar kelompok kota berdasarkan variabel kontekstual cukup besar tetapi efek variasi pada tingkat kota bukan disebabkan oleh faktor kontekstualnya. Simpulan: tidak ada efek variasi dari faktor risiko kontekstual terhadap jumlah viral load > 200 salinan/ml pada tingkat kota di Provinsi DKI Jakarta. Faktor risiko kontekstual tidak berkontribusi terhadap kejadian jumlah viral load > 200 salinan/ml di DKI Jakarta tahun 2023.

Background: Even though you have received ARV therapy to reduce viral load, the amount of viral load greatly influences individual factors. Apart from that, many studies have stated that ecological or environmental factors also contribute to the amount of viral load in PLHIV. A multilevel analysis study was carried out to determine the effect of variations in contextual factors and their contribution to viral load > 200 copies/ml in PLHIV in DKI Jakarta in the year 2023. Method: This research used a combined study design between a cross-sectional study and an ecological study.  Result: There was no effect of variations in contextual risk factors on the number of viral loads > 200 copies/ml at the city level (MOR=1.00). The variation between city groups based on contextual variables is quite large, but the effect of variation at the city level is not caused by contextual factors. Conclusion: There is no effect of variations in contextual risk factors on the number of viral loads > 200 copies/ml at the city level in DKI Jakarta Province. Contextual risk factors do not contribute to the incidence of viral loads > 200 copies/ml in DKI Jakarta in 2023.
Read More
T-7433
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dede Anwar Musadad; Promotor: Nuning MK. Masjkuri; Ko-Promotor: Mondastri Korib Sudaryo, Nurhayati Prihartono; Penguji: Tri Budi W. Rahardjo, Agus Suwandono, Syahrizal Syarif, Soetiarto Soetiarto, Farida
D-303
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive