Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anna Mardiana Ritonga; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Yovsyah, Sardiana Salam, Iswandi Erwin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Anna Mardiana Ritonga Program Studi : Epidemiologi Judul               : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mortalitas Pasien Stroke Associated Pneumonia di Stroke Care Unit Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Tahun 2016-2018 Pembimbing   : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) adalah komplikasi stroke yang paling sering terjadi dan memiliki angka mortalitas yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP belum sepenuhnya diselidiki. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas dapat membantu pengambilan keputusan klinis untuk tatalaksana pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP yang dirawat di Stroke Care Unit (SCU) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) tahun 2016-2018. Desain penelitian ini adalah penelitian kohort retrospektif, pada 268 pasien di SCU RSPON yang didiagnosis SAP selama tahun 2016-2018. Variabel yang berhubungan bermakna dengan mortalitas pada pasien SAP adalah kesesuaian LOS dengan CP RSPON, didapatkan risiko 0,262 (95% CI : 0,138 – 0,501) yang berarti pasien dengan Length of Stay (LOS) tidak sesuai dengan Clinical Pathway (CP) RSPON memiliki hubungan protektif terhadap mortalitas pasien SAP yaitu sebesar 0,26 kali. Dengan menggunakan model prediktor, dapat dihitung probabilitas terjadinya mortalitas pada pasien SAP. Kata kunci: kohort retrospektif; mortalitas; Stroke Associated Pneumonia


 

 ABSTRACT Name : Anna Mardiana Ritonga Study Program : Epidemiology Title                            : Determining Factors for Stroke Associated Pneumonia Mortality in the Stroke Care Unit National Brain Centre Hospital 2016-2018 Counsellor : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) is the most common complication after stroke and has a high mortality rate. Determining factors for SAP mortality have not been fully investigated. Knowledge of its determining factors can help clinical decision making for patient management. The aim of this study was to determine the mortality factors of SAP who were treated in the Stroke Care Unit (SCU) National Brain Centre (NBC) Hospital. This study used retrospective cohort design, involving 268 subjects SAP obtained at SCU NBC who were diagnosed with SAP during 2016-2018. Variable that significantly related is suitability of Length of Stay (LOS) with Clinical Pathway (CP) NBC obtained the risk of 0.262 (95%CI : 0,138-0,501) which means has protective association with mortality. By using a predictor model, it can be calculated the probability of mortality in SAP patients. Keywords: mortality; retrospective cohort; Stroke Associated Pneumonia

Read More
T-5560
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mahardhika Setya Nugroho; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Masyitoh; Priscilla Sharon, Yuli Prapancha Satar
Abstrak: Praktik cuci tangan merupakan faktor kunci dalam menurunkan dan mencegah HealthCare Associated Infections (HCAI). Rendahnya praktik cuci tangan pada perawat menyebabkan HCAI di Ciputra Hospital CitraGarden Jakarta masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variabel yang berpengaruh dalam praktik cuci tangan sesuai standar WHO di rumah sakit tersebut, menggunakan desain potong lintang yang dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan praktik cuci tangan sesuai standar WHO baik (88,6%) dan pengetahuan merupakan variabel yang paling dominan berkontribusi terhadap pelaksanaan praktik cuci tangan sesuai standar WHO. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dengan cara memberikan pelatihan yang spesifik terkait praktik cuci tangan.
Kata Kunci : Praktik Cuci Tangan Perawat, HealthCare Associated Infections (HCAI)
Read More
B-1868
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soepartono; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Susilawati A. Bolang, Aditya Ganggaiswari
Abstrak:
Rumah sakit adalah institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan merupakan tempat berkumpulnya berbagai pasien dengan masalah medis masing-masing, sehingga transmisi penyakit menular antar pasien, tenaga kesehatan ke pasien dan juga lingkungan ke pasien, merupakan masalah yang harus dikendalikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya underreported kasus VAP, pelaksanaan surveilans VAP, serta implementasi VAP bundle di Rumah Sakit S, karena proses surveilans, serta implementasi VAP bundle merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka menurunkan angka kejadian VAP. Penelitian ini merupakan studi observasional kualitatif dengan menggunakan data deskriptif dari 96 pasien dengan hasil kultur sputum positif periode perawatan Januari 2018 sampai Desember 2018 sebagai data awal penelitian. Dari hasil telaah dokumen rekam medis pada pasien dengan riwayat pemakaian ventilator dengan hasil kultur kuman pada sediaan dahak dan bilasan bronkus yang positif, dari 96 sampel yang diperiksa ternyata ditemukan 40 pasien memiliki sampel sputum positif lebih dari satu sampel, sehingga dilakukan eksklusi menjadi 56 sampel, dari 56 sampel ini ditemukan 5 kasus terduga VAP. Berdasarkan hasil FGD dan wawancara mendalam serta penelusuran akar masalah dengan diagram fishbone ditemukan kebijakan surveilans VAP dan implementasi VAP bundle yang belum terperinci dan belum adanya SOP yang terintegrasi, adanya faktor sumber daya manusia berupa kurangnya kedisiplinan dan belum adanya sistem audit yang menjamin validitas surveilans yang dilakukan serta keseragaman kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Dengan metode PDCA, peneliti merumuskan rencana kerja yang dapat digunakan manajemen rumah sakit yakni dengan pembaharuan dari sisi kebijakan pencegahan dan pengendalian VAP, perbaikan dan penyempurnaan SOP yang berkaitan dengan surveilans dan implementasi VAP bundle, mengembangkan sistem audit surveilans VAP dan audit implementasi VAP bundle, pengembangan sistem edukasi berkala untuk memastikan terdapat persamaan tingkat pemahaman pada tingkat pelaksana kebijakan dan evaluasi secara menyeluruh atas kebijakan dan SOP.

Hospitals are health institutions that provide health services for patients, thus transmission of infectious diseases in hospital must be controlled. Study was conducted to determine whether or not there were underreported cases of VAP. This research is a qualitative observational study with descriptive data from 96 patients with positive sputum culture results from January - December 2018 as initial data. It was found from a review of medical record documents of patients with ventilator usage history that there were 5 cases of VAP. Based on FGD results, in-depth interviews, and fishbone diagram, it was found that VAP surveillance policy and implementation of VAP bundle were not detailed, there was no integrated SOP, human resource factors such as lack of discipline and no audit system that guaranteed the validity of surveillance and uniformity of health services quality. With PDCA method, researcher formulated a workframe, namely updating the policy for prevention and control of VAP, improvement and refinement of SOPs related to surveillance and implementation of VAP bundles, developing VAP surveillance and VAP bundle audit system, developing educational systems periodically to ensure a common level of understanding at the level of policy implementers and a comprehensive evaluation of policies and SOPs.

Read More
B-2149
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitria; Pembimbing: Masyitoh Bashabih; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, M. Baharuddin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi angka kejadian dan faktor risiko VAP serta kaitannya dengan upaya pencegahan yang dilakukan di pelayanan kesehatan terutama rumah sakait. Pencarian studi pustaka menggunakan basis data PubMed, ProQuest, AJRCCM, Springer Link , Science Direct, Garuda RisetBRIN antara tahun 2011-2021. Studi memiliki fokus penelitian faktor penyebab infeksi Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di unit perawatan Intensive (ICU). Terdapat 18 studi yang dimasukkan dalam penelitian ini. Faktor risiko penyebab VAP yang diidentifikasi yaitu usia pasien, jenis kelamin laki-laki, gaya hidup (obesitas, merokok, alkoholism), penyakit komorbida, Trakeostomi, Intubasi, Multi Drug Resistance (MDR), durasi penggunaan ventilator, dan lama hari rawat.
Read More
S-10825
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ester Marini Lubis; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Emilia Amir
T-4256
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alamanda Mutiara Permata P.; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Zarfiel Tafal, Nanik Widayani
S-8205
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosita Muliawati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Besral, Rahmadewi
S-8208
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bella Rosita; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Atik Nurwahyuni, Agus Sutarto
Abstrak: Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan peristiwa buruk yang paling sering terjadi dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Setiap tahunnya terdapat ratusan juta pasien terkena HAIs yang mengarah pada kematian secara signifikan dan menyebabkan kerugian finansial untuk sistem kesehatan. Di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah, frekuensi infeksi di ICU setidaknya 2-3 kali lebih tinggi daripada negara-negara berpenghasilan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil analisis tata laksana pencegahan dan pengendalian Health care-associated infections (HAIs) di unit perawatan intensif RSUD Koja menggunakan metode bow tie. Penelitian ini merupakan jenis penelitian operasional yang bersifat kualitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab angka HAIs di RSUD Koja masih diatas standar yakni adanya latent failure dalam upaya pencegahan dan pengendalian HAIs. Maka dari itu diperlukan perbaikan dalam beberapa variabel laten untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan pengendalian HAIs, serta dibutuhkan penelitian yang membahas kondisi pasien sebagai ancaman dalam upaya pencegahan dan pengendalian HAIs di rumah sakit
Read More
S-10105
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okky Pebea Sella; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Renti Mahkota, Dewi Permaesih
S-9207
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Tresnawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Sandra Fikawati, Lilysiana
Abstrak: Penelitian ini membahas proporsi pemberian ASI eksklusif dan faktor-faktor yang berhubungan di Puskesmas Pembantu Sindang Sari Kota Bogor tahun 2014. Menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain cross-sectional. Responden adalah ibu yang mempunyai bayi berusia 7 - 12 bulan sejumlah 80 orang dengan metode pengambilan sampel secara Quota sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persentase pemberian ASI eksklusif yang masih rendah yaitu 38,8 %. Faktor predisposisi yang memiliki hubungan bermakna dengan pemberian ASI eksklusif adalah umur (p= 0,024), pengetahuan (p= 0,016), dan sikap (p= 0,005). Faktor pemungkin yang memiliki hubungan bermakna adalah inisiasi menyusui dini (p= 0,015). Faktor penguat ibu memiliki hubungan yang tidak bermakna dengan pemberian ASI eksklusif yakni pada dukungan suami & keluarga, serta dukungan petugas kesehatan. Hasil ini menunjukkan perlu adanya pembinaan khusus kepada ibu terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Kata kunci: ASI Eksklusif, Faktor yang berhubungan, IMD. This study discusses the proportion of exclusive breastfeeding and related factors in health center Sindang Sari Bogor 2014. Using a quantitative approach, with a crosssectional design. Respondents were mothers with infant aged 7-12 months some 80 people with sampling methods quota sampling. The study was conducted in December 2014. Based on the results, the percentage of exclusive breastfeeding is still low at 38.8%. Predisposing factors that have a significant relationship with exclusive breastfeeding is the age (p = 0.024), knowledge (p = 0.016), and attitude (p = 0.005). Enabling factors that have a significant relationship is early initiation of breastfeeding (p = 0.015). Reinforcing factors mother had no significant relationship with the exclusive breastfeeding in support of her husband and family, and support health workers. These results indicate that need for specific guidance related to maternal factors associated with exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive breastfeeding, associated factors.
Read More
S-8570
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive