Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizamarro; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Ridwan Zahdi Sjaaf, Pintor Siagian, Adhi Saputra
Abstrak: Audit merupakan suatu proses untuk memverifikasi sejauh mana sistem manajemen K3 suatuperusahaan telah dilaksanakan secara efektif dalam rangka mencapai kebijakan dan sasaranorganisasi. Auditor sebagai komponen penting dalam pelaksanaan audit haruslah memilikikualifikasi yang baik dari sisi perilaku personal, prinsip audit, pengetahuan dan keterampilandan kompetensinya. Kualifikasi tersebut tertuang di dalam suatu panduan audit sistemmanajemen ISO 19011:2011. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan penilaianpemenuhan kriteria kualifikasi auditor K3 PT. X berdasarkan ISO 19011:2011 dan untukmengetahui tingkat kepentingan dari masing-masing kriteria tersebut. Penelitian inimenggunakan survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dari data primer yang diperolehdari kuisioner yang diberikan kepada 30 auditee dari industri yang berbeda. Denganmengelompokan menjadi 8 kelompok industri yang berbeda didapat hasil kepuasan rata-rata4,20 terdapat kinerja auditor PT. X. Industri Jasa memberikan penilaian kepuasan tertinggi(4,67) sedangkan yang terendah adalah Elektronik Telekomunikasi (4,57). Kriteria yangpaling memuaskan adalah terkait pemahaman terhadap Peraturan K3 & Persyaratan lain(4,37) dan pemahaman terhadap Sistem Manajemen K3 (4,35). Untuk penilaian tingkatkepentingan, maka kriteria Prinsip Audit yaitu Integritas dan Kerahasiaan merupakan kriteriayang memiliki tingkat kepentingan tertinggi. Terdapat perbedaan penilaian dari auditeeterhadap pemenuhan kriteria kualifikasi auditor PT. X antar kelompok industri dan jugaperbedaan penilaian tingkat kepentingan antar kelompok industri. Beberapa saran yangdiberikan untuk auditor K3 dan PT. X antara lain: meningkatkan pengetahuan teknis, sharingknowledge, kalibrasi antar auditor, rotasi auditor berkala, dan penugasan yang sesuaikualifikasi.Kata kunci:Audit; Auditor K3, ISO 19011.
Read More
T-4562
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iin Nurlinawati; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Dian Ayubi, Ratu Ayu Dewi Sartika, Hendro Santoso, Arin Wiludjeng Hartati
T-3525
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Prisar Tsabitha; PembimbingL: Al Asyary; Penguji: Dewi Susanna, Ni'matulloh
Abstrak:
Perjalanan bisnis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan auditor di PT X sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC). Mobilitas tinggi yang dituntut dari auditor berpotensi menimbulkan berbagai risiko terhadap keselamatan, kesehatan fisik dan mental, serta keseimbangan sosial, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi kualitas hasil audit. Namun, sejauh ini belum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi mitigasi risiko keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja (K3L) dalam konteks perjalanan bisnis auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi mitigasi risiko K3L pada perjalanan bisnis di PT X berdasarkan persepsi auditor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, meliputi auditor, auditor senior, dan head of division yang terlibat dalam perjalanan bisnis. Triangulasi sumber digunakan untuk memastikan validitas data, dengan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen internal perusahaan dan observasi pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PT X telah memiliki beberapa prosedur terkait mitigasi risiko, seperti pemantauan K3L dan penanganan keadaan darurat, implementasinya belum spesifik untuk konteks perjalanan bisnis. Sebagian besar auditor belum mengetahui dan memahami prosedur tersebut. Hal ini menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kebijakan formal dan praktik di lapangan. Perusahaan telah memenuhi aspek logistik dasar seperti transportasi dan akomodasi, namun belum menyediakan pelatihan risiko yang memadai, edukasi pra perjalanan, serta pemantauan kesehatan sebelum dan sesudah perjalanan. Auditor juga mengalami kelelahan, gangguan tidur, stres, dan keterbatasan waktu bersama keluarga akibat intensitas perjalanan yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi mitigasi risiko K3L di PT X masih bersifat reaktif dan belum terintegrasi secara sistematis ke dalam siklus perjalanan bisnis. Perusahaan disarankan untuk mengembangkan sistem mitigasi risiko yang kontekstual untuk setiap destinasi, meningkatkan sosialisasi dan pelatihan berbasis risiko, serta menyediakan mekanisme pemulihan pasca-perjalanan. Selain itu, keterlibatan auditor dalam penyusunan kebijakan serta dukungan terhadap kesehatan mental juga perlu ditingkatkan guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.


Business travel is an inseparable part of the auditors' work at PT X, a multinational company operating in the field of Testing, Inspection, and Certification (TIC). The high mobility required from auditors poses various risks to their safety, physical and mental health, and social balance, which may indirectly affect the quality of audit results. However, a comprehensive evaluation of the implementation of occupational safety, health, and environmental (SHE) risk mitigation in the context of business travel has not yet been conducted. This study aims to evaluate the implementation of SHE policies related to business travel at PT X based on auditors' perceptions. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with five purposively selected informants, including senior auditors, internal auditors, and division heads involved in business travel. Data validity was ensured through source triangulation by comparing interview results with internal company documents and field observations. The findings indicate that although PT X has several procedures related to risk mitigation—such as SHE performance monitoring and emergency response—their implementation is not specifically tailored to the business travel context. Most auditors are either unaware of or do not access these documents, resulting in a gap between formal policy and actual practice. The company has fulfilled basic logistical aspects such as transportation and accommodation, but lacks adequate risk-based training, pre-departure education, and health monitoring before and after travel. Auditors reported experiencing fatigue, sleep disturbances, stress, and reduced family time due to the high frequency of travel. The study concludes that the implementation of SHE risk mitigation at PT X remains reactive and is not yet systematically integrated into the business travel cycle. It is recommended that the company develop contextual risk assessments for each destination, enhance policy communication and risk-based training, and implement post-travel recovery mechanisms. Moreover, greater involvement of auditors in policy development and the provision of mental health support are essential to create a safer, healthier, and more sustainable work environment.
Read More
S-12036
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dimas Angga Kharisma; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Zein Reynaldi, Joko Soempono
T-5586
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Hidayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Boedi Sampoerno, Amila Megraini
Abstrak: Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) merupakan hal yang amat penting dan tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Kementerian induknya sebagai pertanggungjawaban dana publik dan juga memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) atas akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran negara. Tujuan penelitian ini untuk melihat proses penyusunan laporan keuangan di RSJPD Harapan Kita dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan nilai aset sebesar Rp.971.630.323.566,- di tahun 2015. Hasil penelitian menunjukan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana (PMD) dan Akuntansi memiliki latar belakang pendidikan sebanyak 53,1% sarjana (S1) ke atas dan didapati 37,5% pejabat struktural tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi. Kondisi ini terjadi karena proses pengangkatan pejabat struktural belum dilakukan secara terbuka, tetapi melalui badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat), pada akhirnya keputusan Direktur Utama yang menentukan. Namun demikian kendala ini dapat diatasi dengan memberikan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Sistem pengendalian internal akuntansi terkait penyusunan laporan keuangan, belum adanya validitas pada transaksi pendapatan tunai, pada proses pengakuan pendapatan piutang BPJS membutuhkan waktu 2-3 bulan dikarenakan proses verifikasi keuangan internal kekurang petugas dan belum dibantu oleh aplikasi komputer. Sedangkan untuk sistem pengendalian akuntansi pengeluaran penggunaan kartu pengawas sebagai kartu kendali belum optimal, kartu pengawas harus diterbitkan setelah proses pengadaan selesai sehingga dapat memantau berita acara serah terima (BAST) untuk mencegah keterlambatan proses pengesahan belanja. Perlunya membangun sistem informasi akuntansi rumah sakit yang terintegrasi sehingga membantu komunikasi antar unit kerja dan mengontrol aliran dokumen, lebih lanjut menghasilkan laporan keuangan secara real time. Peran auditor internal lebih diharapkan berperan sebagai katalisator dengan memberikan bimbingan dan ikut aktif dalam proses bisnis. Kata kunci : Laporan Keuangan BLU, Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara, Kompetensi SDM, Sistem Pengendalian Internal Akuntansi, Penggunaan TI, Auditor Internal The Financial Statement of the Public Service Agency (BLU) is very important and inseparable from the Financial Statements of its parent Ministry as accountable for public funds and also provides reasonable assurance on the accountability and transparency of the use of the state budget. The purpose of this study is to see the process of preparing financial statements at RSJPD Harapan Kita by using qualitative research methods. With the asset value of Rp.971.630.323.566, - in the year 2015. The results show the competence of human resources (HR) in the Treasury and Mobilization Fund (PMD) and Accounting has educational background of 53.1% bachelor to Over and found 37.5% of structural officials have no economic or accounting education background. This condition occurs because the process of appointment of structural officials has not been done openly, but through the agency of consideration of rank (baperjakat), ultimately the decisions of the President Director determine. However, this obstacle can be overcome by providing education and training held by the Ministry of Finance and the Ministry of Health. Accounting internal control system related to the preparation of financial statements, the absence of validity on cash income transactions, the recognition process BPJS receivable income takes 2-3 months due to the internal financial verification process lack of officers and has not been assisted by computer applications. As for the accounting control system, the use of supervisory card as the control card is not optimal yet, the supervisory card must be issued after the procurement process is completed so that it can monitor the acceptance report (BAST) to prevent the delay of the approval budget. The need to build an integrated hospital accounting information system that helps communicate between work units and control the flow of documents, further generating financial reports in real time. The role of internal auditors is more expected to act as a catalyst by providing guidance and actively participating in business processes.. Keywords: BLU Financial Report, State Financial Management Accountability, Human Resource Competence, Accounting Internal Control System, IT Utilization, Internal Auditor
Read More
B-1926
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive