Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wisnu Nuraga, Fatma Lestari, L. Meily Kurniawidjaja
MSK Vol.12, No.2
Depok : LP UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Ketut Mirra Betri Agustina; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejayama, Elsye As Syafira, Heny Dwiretno Mawayati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ni Ketut Mirra Betri Agustina Program Studi : Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Faktor Beban Kerja Individu dengan Keluhan Subjektif pada Pekerja yang Terpajan Panas di Industri Manufaktur Suku Cadang Otomotif Shift 1, Kelapa Gading Pada Tahun 2017 Paparan panas yang ekstrem bisa mengakibatkan penyakit akibat kerja dan luka. Iklim kerja yang tinggi bisa mengakibatkan sengatan panas, panas yang berlebihan, kram panas, atau ruam panas. Panas juga dapat meningkatkan risiko cedera pada pekerja karena dapat menyebabkan telapak tangan berkeringat, kacamata pengaman yang berkabut, dan pusing. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perakitan suku cadang yang memiliki proses produksi panas yang dapat memajan pekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat tekanan panas pada lapangan kerja 2, bagaimana keluhan subjektif akibat panas yang dirasakan para pekerja dan faktor apa saja yang  berpengaruh. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan melakukan pengukuran langsung  tekanan panas pada 10 titik pengukuran dan pengukuran langsung terhadap pekerja menggunakan kuesioner. Pengambilan data di dilakukan pada 129 pekerja shift 1. Analisis data digunakan uji statistik menggunakan perangkat lunak statistik.  Dan didapatkan hasil berupa seluruh pekerja di lapangan kerja 2 seluruhnya merasakan iklim kerja yang panas (melebihi NAB yang berlaku di Indonesia) dan seluruhnya merasakan keluhan subjektif akibat panas. Faktor kovariat yang memiliki hubungan signifikan dengan keluhan subjektifnya adalah status hidrasi (p value = 0,000) dan status kesehatan (p value = 0,002). Dikarenakan adanya pajanan panas berlebih pada lapangan kerja 2 maka perusahaan harus melakukan pengendalian teknis, administrated dan personal pekerja untuk meminimalisir kejadian tekanan panas dan keluhan subjektif yang dirasakan pekerja. Kata kunci: Tekanan panas, keluhan subjektif, otomotif, manufaktur


ABSTRACT Name : Ni Ketut Mirra Betri Agustina Study Program : Master of Occupational Safety and Health Title : Analysis of Individual Workload Factors With Subjective Complaints In Heat Exposed Workers in Spare Parts Automotive Industry Manufacture Shift 1, Kelapa Gading In 2017 Exposure to extreme heat can result in occupational illnesses and injuries. Heat stress can result in heat stroke, heat exhaustion, heat cramps, or heat rashes. Heat can also increase the risk of injuries in workers as it may result in sweaty palms, fogged-up safety glasses, and dizziness. This study was conducted on a spare parts assembly company that has a hot production process that can expose its workers. This study aims to see the description of the level of heat stress on work area 2, how subjective complaints caused by the heat felt by workers and what factors are influential. This study uses cross sectional method by conducting direct measurement of heat pressure at 10 points of measurement and direct measurement to workers using questionnaire. Data collection was done on 129 workers shift 1. Data analysis used statistical test using statistical software. And the results obtained in the form of all workers in work area 2 entirely exposed to heat pressure and entirely feel the climate is hot (overpass Indonesia’s TLV) subjective complaints due to heat. Covariate factors that have significant relationship with subjective complaints are hydration status (p value = 0,000) and health status (p value = 0,002). Due to excessive heat exposure in work area 2, the company must perform technical, administrated and personal controls to minimize the incidence of heat stress and subjective complaints felt by workers. Keywords: heat stress, subjective complaints, automotive, manufacturing

Read More
T-4879
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Rahayuningsih; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Tesis ini dilatarbelakangi kebutuhan perusahaan pemasok suku cadangotomotif (PT X) akan keberlangsungan bisnisnya pasca bencana, melaluipenerapan program Business Continuity Plan. Selain bertujuan untukmenganalisa tingkat pelaksanaanya secara standar internasional, PT X jugaberminat memperbaiki program yang sudah ada mengikuti perkembangan duniausaha dan ancaman terhadap kelangsungan bisnisnya baik faktor internal maupuneksternal, untuk kemudian diterapkan di area pengembangan cabang PT X.Menurut beberapa hasil survey yang pernah dilakukan Allianz RiskBarometer tahun 2015, JICA 2015, dan biro pusat statistik Indonesia 2015,penyebab tertinggi bencana yang sering timbul mengancam perusahaanmanufaktur di Asia adalah gangguan rantai pasok, bencana alam, kebakaran danledakan. Dari data di atas PT X berusaha memenuhi persyaratan rantai pasokpelanggan PT X sebagai salah satu pemasok suku cadang otomotif, denganmenerapkan standar ISO TS16949:2009 untuk diintegrasikan dalam programBusiness Continuity Plan. Sedangkan untuk kecukupan penerapan BCPnya, PT Xmembandingkan dengan standar internasional ISO 22301:2012 (mengenaimanajemen keberlangsungan bisnis yang mengatur pedoman business continuitymanagement system) dan NFPA 1600:2016 (mengenai standar manajemenbencana/darurat dan program kelangsungan bisnis) melalui hasil audit danwawancara.Kata Kunci: Business Continuity Plan;Standar International untukAutomotif ISO TS 16949:2009; Standar Internasional ISO 22301:2012; NFPA1600:2016.
Read More
T-4638
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive