Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Febrian Harry Andaru Wicaksono; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Kamaruddin
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai analisis efektifitas dari proses investigasi tradisional terhadap kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera pada tubuh pekerja yang memerlukan tindakan lebih lanjut dari pertolongan pertama. Analisis ini dilakukan di PT. XYZ Indonesia dengan data yang diambil untuk periode kecelakaan tercatat selama lima (5) tahun. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif analisis. Sebanyak dua puluh tiga (23) kecelakaan kerja tercatat dianalisa. Berdasarkan analisa penelitian ini, PT. XYZ Indonesia disarankan untuk melakukan kombinasi proses ataupun hasil dari pelaksanaan investigasi tradisional yang merupakan implementasi dari Safety-I dan pelaksanaan learning team yang merupakan implementasi dari Safety-II.
Read More
T-5651
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rendra Anandia; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Fatma Lestari, Alam Syah Mapparessa, Gelar Winayawidhi
Abstrak: PT. XYZ tengah membangun gas plant dan ditargetkan on stream pada pertengahan tahun 2017. Saat detail engineering, studi - studi seperti HAZOP, HAZID, SIL telah menetapkan technical barrier namun tidak menetapkan organizational barrier, baik itu procedural maupun human yang turut menunjang keselamatan pelaksanaan startup dan commissioning gas plant. Sebelum dilakukan startup, setiap unit dalam gas plant seharusnya diperiksa dan dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa unit telah siap beroperasi dan terhindar dari potensi kecelakaan, khususnya ledakan dan kebakaran. Tujuan dari studi ini menganalisis ketersediaan dan kesiapan safety barrier dalam mencegah dan memitigasi konsekuensi dari hazardous event, yaitu kejadian flammable gas / liquid release. Studi ini meliputi identifikasi skenario initiating event atau threats yang dapat menyebabkan flammable gas / liquid release, mengevaluasi konsekuensi dan fungsi barrier. Bow tie diagram digunakan untuk menggambarkan elemen barrier. Kinerja barrier dikaji berdasarkan 5 (lima) performance criteria (availability, functionality, capacity, trigger event, dan response time). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21% dari keseluruhan skenario memiliki unacceptable risk dan membutuhkan perbaikan. Beberapa rekomendasi diusulkan kepada PT. XYZ. Kata Kunci: Initiating event, fungsi barrier, bow tie diagram, barrier performance, risk. PT. XYZ is constructing a new onshore gas plant and targeted to be on stream by mid 2017. During detailed engineering, studies such as HAZOP, HAZID and SIL have specified technical barriers, but not organizational barrier, neither procedural nor human, which also contributing in safety implementation of startup and commissioning activities. Before startup, each unit within the gas plant should be thoroughly inspected and evaluated for its readiness and prevention of potential accidents, especially explosion and fire. The purpose of this study was to analyze the availability and readiness of the safety barrier in preventing and mitigating the consequences of the hazardous event, i.e. flammable gas / liquid release. This study identified initiating event that could lead to flammable gas / liquid release, evaluated consequences & barrier functions. Bow tie diagrams were used to draw barrier elements. Performance of barriers were assessed by 5 performance criteria (availability, functionality, capacity, trigger event, and response time). It was found that 21% of all scenarios were having unacceptable risk and need more improvement. Some recommendations were proposed. Keywords: Initiating event, barrier function, bow tie diagram, barrier performance, risk.
Read More
T-5032
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moch Romli; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Sucipta, Bagus B Edvantoro
Abstrak: Fasilitas disposal demo yang akan dibangun pada Tapak Kawasan Nuklir Serpong menggunakan desain tipe Near Surface Disposal. Fasilitas disposal tersebut digunakan sebagai disposal limbah radioaktif tingkat rendah sekaligus sebagai sarana pembelajaran dan penelitian di bidang disposal limbah radioaktif. Sebagai fasilitas disposal limbah radioaktif pertama di Indonesia, perlu dilakukan analisis risiko terhadap desain yang ada untuk mengaktualisasi tingkat risiko dari kemungkinan kegagalan yang terjadi terhadap komponen disposal dengan tujuan memberikan keyakinan kepada badan pengawas, masyarakat, dan para pemangku kepentingan bahwa semua potensi bahaya telah diidentifikasi dan risiko yang terkait telah dinilai secara tepat dan dikendalikan secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian deskritif analitik. Penilaian risiko dilakukan terhadap desain engineered barrier, natural barrier, dan kendali akses yang ada dalam fasilitas disposal dengan menggunakan metode HAZOPS. Node yang menjadi objek studi adalah desain cover, bahan backfill, drainase, matriks limbah, vault (termasuk bottom cover), kendali akses, dan karakteristik tapak. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan Peraturan Kepala BATAN No. 20 Tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dari beberapa studi node tersebut, risiko awal tertinggi ada di peringkat C untuk node matriks limbah. Setelah diberikan safeguard dan rekomendasi, risiko di seluruh node dapat diturunkan ke peringkat A yang berarti risiko dapat diterima dan langkah pengendalian dinilai efektif. Kata kunci : disposal demo, near surface disposal, penilaian risiko, HAZOPS, engineered barrier, natural barrier, kendali akses
Read More
T-4457
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusbani Kurniawan; Promotor: Zulkifli Djunaidi; Kopromotor: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Widura Imam Mustopo; Djarot Sulistio Wisnubroto; Lana Saria; Heru Prasetio
Abstrak:
Latar belakang: Barrier adalah setiap tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengendalikan atau memitigasi risiko, agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan selamat. Namun pada praktiknya, penggunaan barrier berpotensi menimbulkan dampak negatif, dimana selain mengatasi risiko, barrier juga berperan sebagai sumber bahaya (emerging risk). Saat ini, variabel emerging risk akibat barrier belum terkonsepsi di dalam standar internasional tentang manajemen risiko seperti ISO 31000 dan COSO. Industri tambang batubara memiliki sistem sosioteknologi yang kompleks dan memiliki tingkat keselamatan yang cukup rentan. Menurut ILO, secara global industri tambang menyerap 1% lapangan kerja, namun menyumbang 8% angka kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji munculnya fenomena emerging risk akibat barrier, serta menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan pada industri tambang batubara.
Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data utama merupakan data sekunder berupa Laporan Investigasi Insiden PT. X tahun 2020, sebanyak 822 insiden dari seluruh site di pulau Jawa dan Sumatera. Triangulasi dilakukan dengan data primer berupa hasil wawancara mendalam, FGD dan telaah dokumen. Uji statistik bivariat dengan metode Chi Square digunakan untuk melihat hubungan antara variabel penyebab dasar (bulan, lokasi, jam, status kontrak, usia, pengalaman, departemen, jabatan dan tipe unit) dengan variabel penyebab langsung (kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman). Sedangkan uji statistik multivariat dengan metode Regresi Logistik selanjutnya digunakan untuk melihat hubungan antara variabel barrier dengan variabel emerging risk.
Hasil: Variabel bulan, lokasi, jam dan tipe unit memiliki hubungan signifikan dengan variabel penyebab langsung (nilai-P < 0,05). Variabel usia, pengalaman, jabatan, departemen dan status kontrak tidak berhubungan dengan variabel penyebab langsung (nilai-P > 0,05). Sedangkan variabel barrier memiliki hubungan signifikan dengan variabel emerging risk (nilai-P < 0,0001).
Kesimpulan: Variabel terkait dengan job factor (bulan, lokasi, jam dan tipe unit) perlu diintervensi untuk menurunkan potensi munculnya penyebab langsung kecelakaan. Standar internasional tentang manajemen risiko juga perlu diperbarui sehingga praktek penilaian risiko dimasa mendatang mampu mengantisipasi emerging risk akibat barrier.

Background: Barrier is any action taken to prevent, control or mitigate risk, so that work can be carried out safely. In reality, however, the use of barriers has the potential to cause negative impacts, where in addition to overcoming risks, barriers also act as a source of hazard. Currently, emerging risk of barrier variable have not been conceptualized in international stadards on risk management such as ISO 31000 and/or COSO. The coal mining industry has a complex socio-technological system and has a level of safety that is quite vulnerable. According to the ILO, globally the mining industry absorbs 1% of employment, but contributes 8% to work accidents. The objective of this study is to investigate the phenomena of emerging risk due to barriers, and to analyze the factors that contribute to the occurrence of accidents in the coal mining industry.

Method: Both quantitative and qualitative analysis were used for this study. The main data is secondary data in the form of Incident Investigation Reports of PT. X in 2020, there were 822 incidents from all sites on the islands of Java and Sumatra. Triangulation was carried out using primary data in the form of in-depth interviews, FGDs and document reviews. Bivariate statistical tests with the Chi Square method are used to see the relationship between the basic cause variables (month, location, hour, contract status, age, experience, department, position and type of unit) and the immediate cause variables (unsafe conditions and unsafe acts). Meanwhile, multivariate statistical tests with the Linear Regression methode are then used to see the relationship between barrier variables and emerging risk variables.
Result: The barrier variable are significantly correlated to emerging risk variables (P-value < 0.0001). Meanwhile, the basic cause variables including month, location, hour and type of unit had a significant relationship with the immediate causes variable (P-value < 0.05). The basic cause variables including age, experience, position, department, and contract status are not related to the immediate cause variables (P-value > 0.05).
Conclusion: Variables related to job factors including month, location, hour and type of unit need to be intervened to reduce the developing of accident immediate causes. International standards regarding risk management also need to be updated so that future risk assessment practices are able to anticipate emerging risks of barrier.
Read More
D-480
Depok : FKM-UI, 2023
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
David Hansaullin; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Wibisono
Abstrak: Penelitian ini meneliti tentang pengoperasian suatu pendingin ruangan yang menggunakan energi panas matahari, solar thermal air cooling system. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan menggunakan metode semikuantitatif yang menggunakan standar AS NZS 4360 untuk mengetahui besarnya risiko kemudian dianalisis menggunakan diagram bowtie analysis. Dari hasil menilai risiko dan observasi lapangan didapat peralatan berisiko tinggi seperti gas CNG, expansion tank dan storage tank. Selanjutnya dianalisis menggunakan bowtie yang memiliki keunggulan analisis lebih detail. Menguraikan threat dan barrier yang dilakukan agar tidak terjadi top event dan mitigasi-mitigasi yang dilakukan agar tidak sampai kepada consequences. Hasil penelitian merekomendasikan untuk manajemen, peralatan, dan lingkungan. Kata kunci: AS NZS 4360, bowtie, threat, barrier, top event, mitigasi, consequences This research is discuss about operation air conditioning that use sun energy, solar thermal air cooling system. This study is descriptive analytic use semi quantitatif method based AS NZS 4360 to determine of risk and to increase accuracy use bowtie analysis. From risk assesment and field observation, there is high risk like compressed natural gas, expansion tank, and storage tank. Then analysis use bowtie that has detail analysis, classified threat and barrier must execute to prevent top event and mitigates must to execute to minimize consequences. Result of this research to recommended for management, tools, and environment. Key word: AS NZS 4360, bowtie, threat, barrier, top event, mitigate, consequences
Read More
S-8668
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nelda Amir; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ahmad Syafiq, Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti, Dwi Suwartini
Abstrak: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terkena anemia karena menstruasi tiap bulan. Anemia mempunyai dampak yang serius terutama pada ibu hamil, oleh sebab itu remaja putri harus mempunyai status besi yang baik untuk mencegah anemia, salah satunya dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Tesis ini membahas faktorfaktor yang berhubungan dengan niat konsumsi TTD pada remaja putri di dua sekolah menengah atas di kota Pariaman tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara manfaat yang dirasakan (perceived benefit), hambatan yang dirasakan (perceived barrier), dukungan keluarga, dan dukungan teman dengan niat konsumsi TTD pada remaja putri. Faktor dominan pada penelitian ini adalah hambatan yang dirasakan (perceived barrier) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 6,910.
Kata kunci: Remaja putri, Tablet Tambah Darah (TTD), Perceived Barrier, Sekolah Menengah Atas

An adolescent girl is a group that more affected by anemia due to menstruation every month. Anemia has a serious impact especially in pregnant women, therefore adolescent girls must have a good iron status to prevent anemia, one of which is by taking iron tablets (TTD). This study aims to discuss the factors associated with the intention of consumption TTD in Adolescent girls in two high schools in Pariaman in 2019. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The results showed a significant relationship between perceived benefits, perceived barriers, family support, and friend support to consume TTD in adolescent girls. The dominant factor in this study is the perceived barrier with an Odds Ratio of 6,910.
Key words: Adolescent girl, iron tablet, Perceived Barrier, senior high schoo
Read More
T-5770
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raudhatul Ulfa; Pembimbing: Surya Ede Darmawan, Penguji: Vetty Yulianty Permansaari, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Syaifuddin Zuhri
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien, kualitas layanan, dan hambatan pindah dengan loyalitas pasien. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Responden berjumlah 150 orang dan merupakan pasien yang telah melakukan pengobatan di pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Tugu Ibu minimal dua kali. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan selama bulan Desember 2011 di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Tugu Ibu. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis univariate, bevariate (pearson chi-square), dan analisis multivariate (logistic regretion).

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara karakteristik pasien berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, sumber biaya pengobatan, jarak tempat tinggal pasien dari Rumah Sakit Tugu Ibu dengan loyalitas pasien, terdapat hubungan antara kualitas layanan dan dimensi kualitas layanan tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty dengan loyalitas pasien, terdapat hubungan antara hambatan pindah dengan loyalitas pasien, dan hambatan pindah adalah variabel yang memiliki keterikatan paling besar dengan loyalitas pasien.


This study aimed to determine the correlation between patient characteristic, service quality, and switching barrier, with patient loyalty. This study was a quantitative study with crosssectional design. Data was acquired from 150 respondents who had been visited this hospital for minimal two times before. The data was collected with questioner during Desember 2011 in the outpatient unit of Tugu Ibu Hospital. Those data analyzed in univariate analysis, bevariate analysis (pearson chi-square), and multivariate analysis (logistic regretion).

The results shown that there was a correlation between patient characteristic based on age, occupation, education, source of treatment cost, and distance between patient residence with the hospital with patient loyalty, there was a correlation between service quality and each dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty, with patient loyalty, there was a correlation between switching barrier and patient loyalty, and switching barrier was the variable that had the biggest correlation with patient loyalty.

Read More
B-1394
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive