Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khaerun Nisa Nurakhyati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar, Amila Megraini
Abstrak:

Perawat merupakan salah satu sumber daya manusia di rumah sakit yang memberikan layanan asuhan keperawatan dan merupakan tulang punggung dimana perawat merupakan tenaga kesehatan dengan proporsi terbesar, melayani pasien selama 24 jam secara terus menerus dan berkesinambungan. Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan dan penerapan rencana karir yang dapat digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan kompetensinya. Pengembangan karir merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi kerja. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui pengembangan pola karir perawat di RS Azra Bogor dan merancang pengembangan pola karir perawat.

Metode penelitian adalah metode kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah dokumen, wawancara mendalam, FGD dan CDMG. Karakteristik tenaga perawat di Rumah Sakit Azra Bogor paling banyak berada pada rentang usia 22 - 27 tahun sebanyak 68.3%, memiliki masa kerja paling banyak pada rentang 0-3 tahun sebanyak 62.8% dan latar belakang pendidikan terbanyak adalah D-III Keperawatan sebanyak 95.6%. Pengembangan pola karir perawat yang ada saat ini belum optimal dan belum ada komite keperawatan. Diharapkan pengembangan pola karir perawat dapat dilaksanakan dengan dibuatnya sistem remunerasi serta membentuk komite keperawatan.


Nurse is one of the human resources at the hospital who provide nursing care and nurses are the backbone of which is the largest proportion of health workers, serving patients for 24 hours continuously and sustainably. Career development nurse is a career planning and implementation of plans that can be used for the placement of nurses on the ladder according to their competence. Career development is one factor that can increase the motivation to work. The purpose of writing is to know the pattern of career development nurse at the Azra Hospital Bogor and designing career development nurse pattern.

The research method is a qualitative descriptive with case study design. Data was collected through document review, in-depth interviews, focus group discussions and CDMG. Characteristics of nurses at the Azra Hospital Bogor most are in the age range 22-27 years as much as 68.3%, has the most tenure in the span of 0-3 years as much as 62.8% and the highest educational background is a D-III Nursing as much as 95.6%. Development of the existing nursing career path has not been optimal, and there is no committee of nursing. Expected career development nurse pattern can be implemented with the establishment of a remuneration system and set up a committee of nursing.

Read More
B-1476
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nella Savira Liani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Nana Mulyana, Angger Rina Widowati
Abstrak:
Pengembangan kompetensi, keilmuan, dan karier di bidang keprofesian merupakan salah satu hak tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Saat ini pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN belum standar dan belum seimbang dengan ASN, yang didorong oleh kekosongan regulasi yang mengatur terkait pengembangan karier tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis terhadap kebijakan pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN di rumah sakit nonpemerintah, baik yang dikelola oleh swasta maupun BUMN. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Variabel yang dianalisis meliputi tuntutan, dukungan, sumber daya, aktor, konten, proses, komunikasi antar organisasi dan kegiatan pelaksanaan, karakteristik badan pelaksana, disposisi pelaksana, serta lingkungan-konteks yang saling mempengaruhi sebagai sebuah sistem, sehingga diperoleh output berupa rekomendasi kebijakan. Tuntutan berupa adanya kepastian hukum dalam pengembangan karier tersebut muncul dari tenaga kesehatan non-ASN dan pihak rumah sakit selaku pemberi kerja. Proses pembuatan rancangan kebijakan pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN telah dimulai sejak tahun 2019, terbentur pada kurang kuatnya dukungan regulasi hingga lahir Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Disposisi pembuat kebijakan belum seirama dengan disposisi aktor lainnya. Keberlanjutan dan percepatan pembuatan kebijakan ini dapat didorong dengan mengoptimalkan peran stakeholder melalui strategi advokasi yang tepat.

Competency, scientific and career development in the professional field is one of the rights of medical personnel and health workers mandated by Law Number 17 of 2023 concerning Health. Currently, the career development of non-ASN health workers is not yet standardized and not balanced with that of ASN, which is driven by the lack of regulations governing this career development. The aim of this research is to conduct an analysis of career development policies for non-ASN health workers in non-government hospitals, both those managed by the private sector and state-owned companies. This research is a qualitative research. The variables analyzed include demands, support, resources, actors, content, processes, communication between organizations and implementation activities, characteristics of implementing agencies, disposition of implementers, and environmental contexts that influence each other as a system, so that output is obtained in the form of policy recommendations. Demands for legal certainty in career development arise from non-ASN health workers and hospitals as employers. The process of drafting a career development policy for non-ASN health workers began in 2019, hampered by a lack of strong regulatory support until Law Number 17 of 2023 concerning Health was issued. The disposition of policy makers is not yet in line with the disposition of other actors. Sustainability and acceleration of policy making can be encouraged by optimizing the role of stakeholders through appropriate advocacy strategies.
Read More
T-6944
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rio Prasetio Badriansyah; Pembimbing: Wachyu Sulitiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Amila Megraini, Arsitawati Soedoko
Abstrak: Masih terjadi kekurangan sumber daya manusia dokter pada sistem layanan kesehatan di indonesia maupun di Provinsi Sumatera Selatan. Ketersediaan dokter dipengaruhi produksi, sebaran, dan pengembangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pilihan karir dokter internsip di Provinsi Sumatera Selatan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan karir tersebut. Faktor yang diamati adalah pendapatan, kemudahan mencari kerja, prestise, persepsi masa depan, jam kerja reguler, jam kerja fleksibel, pekerjaan tanpa jaga malam, cita-cita dan wilayah kerja. Penelitian survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data menggunakan Aplikasi Statistik. Populasi penelitian adalah dokter peserta program internsip di Provinsi Sumatera Selatan. Sampel yang digunakan sebanyak 112 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mendapatkan 73,2% responden menginginkan dokter spesialis sebagai pilihan karirnya, 18,8% responden menginginkan dokter umum sebagai pilihan karirnya sementara 8% memilih karir lain-lain. Didapatkan jenis kelamin, asal universitas dan daerah asal tidak berhubungan dengan pilihan karir. Variabel pendapatan, kemudahan mencari kerja, jam kerja yang fleksibel, dan wilayah kerja pada uji hipotesis berhubungan dengan pilihan karir, sedangkan variabel prestise, beban kerja, masa depan, masa studi dan cita-cita tidak terbukti berhubungan dengan pilihan karir. Dari hasil temuan diatas disimpulkan terdapat kecenderungan dokter untuk lebih memilih dokter spesialis sebagai pilihan karirnya. Pilihan karir berhubungan dengan pendapatan, kemudahan mencari kerja, jam kerja dan wilayah kerjanya. Untuk itu disarankan agar tidak terjadi ketimpangan dalam tenaga kerja dokter dapat dibuat kebijakan untuk membuat karir sebagai dokter umum lebih menarik dengan melakukan intervensi terhadap faktor-faktor yang berhubungan seperti peningkatan pendapatan atau kepastian kerja bagi dokter umum. Kata kunci : Pilihan Karir; Dokter Internsip; Determinan Pilihan Karir; Pengembangan Karir; Dokter Umum; Dokter Spesialis Referensi : 44(1991-2017) There is still a shortage of human resources physicians on health care systems in Indonesia as well as in Southern Sumatera Province. The availability of doctors influenced by the production, distribution, and career development. This study aims to find out the preferences of career choice of doctor internsip in Southern Sumatera Province and factors related to career choice. Factors observed are income, ease of job search, prestige, future perception, regular working hours, flexible working hours, work without night shift, goals and work areas. Descriptive survey research with quantitative approach, cross-sectional. The data were collected using questionnaires with Likert scale. Data analysis using Statistical Application. The study population is the doctor of internsip program participants in Southern Sumatera Province. The sample used was 112 people who fulfilled the inclusion criteria. The study found that 73.2% of respondents wanted a specialist as a career choice, 18.8% of respondents wanted a general practitioner as their career choice while 8% chose another career. Gender, origin of university and area of origin not related to career choice. Revenue factors, easy job search, flexible working hours, and work areas on hypothesis testing are related to career choice, while prestige factors, workload, future, study period and goals are not proven to be related to career choice. From the results of the above findings concluded there is a tendency doctors to prefer a specialist as a career choice. Career options relate to income, ease of job search, working hours and work area. It is suggested that in order not to happen imbalance in the workforce of doctors, policy can be made to make a career as a general practitioner more interesting by intervening on related factors such as increasing income or working field certainty for general practitioners. Keywords : Career Choice, Internsip Doctor, Determinant of Career, Career Development; General Practice; Specialist Reference : 44(1991-2017
Read More
B-1944
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive