Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Vita Permatha Sari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Didik Supriyono
S-7668
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lolo Sinaga; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Damar Wiraputra
Abstrak: Latar belakang : masih tingginya kasus keracunan makanan di Indonesia, data Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular, 2010 sebanyak 30% kasus keracunan di Indonesia disebabkan oleh makanan yang dihasilkan oleh jasa katering. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan tahun 2013 sebanyak 789 sarana (32,07%) belum menerapkan cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga. Sebanyak 1560 IRTP (63,41%) telah menerapkan cara produksi yang baik dan 111 sarana (4,51%) tidak aktif berproduksi atau tutup sehingga penerapan HACCP wajib dilakukan oleh jasa penyedia makanan.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran penerapan prinsip HACCP di katering ISS Wisma Rayah Cabang Sangatta, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017.
Desain penelitian : pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif berdasarkan waktu termasuk dalam cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan alat bantu daftar tilik, kamera yang berfungsi untuk mendokumentasikan kegiatan penelitian, perekam suara untuk merekam hasil wawancara dengan informan.
Hasil penelitian : katering ISS Wisma Rayah Cabang Sangatta, Kalimantan Timur sudah menerapkan sistem HACCP pada setiap aspek pengelolaan makanan, namun belum secara utuh.
Saran : perlu diterapkan HACCP secara utuh di Katering ISS. Tahap pengemasan dan pendistribusian sebaiknya juga ditetapkan sebagai CCP dan semua hal yang berkaitan dengan CCP sebaiknya ditempel pada setiap area pengelolaan makanan.
Kata Kunci : HACCP, CCP, katering, pengelolaan, makanan

Backround: High frequency of food poisoning cases in Indonesia - 30 % of the total occurences of food poisoning according the Directorate General of Eradication of Infectious Diseases, 2010 - were caused by catering services. Data for 2013 obtained by the Drug and Food Supervision Agency showed that 789 facilities (32,0%) had not yet adopt good procedures for food processing within home industries. 1560 food home industries (63,41%) had been adopting good procedures of food processing and 111 facilities (4,51%) had been closed or stopped their production activities, so that application of HACCP must be conducted by catering services.
Objective of the research: Description of application of HACCP principles in catering services in ISS Wisma Rayah, Sangatta Branch, East Kalimantan. This research was conducted from Frebruary until March 2017.
Research design: The research approach adopted here is the qualitative approach, using cross-sectional design. Data were collected by implementing observation and interviews with the aids of control lists, camera for documenting research activities, tape recorder for recording results of interviews with informants.
Results of the research: catering services in ISS Wisma Rayah, Sangatta Brach, East Kalimantan, had been implementing adopting HACCP system in every aspect of their food production, but they had not fully implement these aspects yet.
Suggestion: it is necessary to apply HACCP system comprehensively in ISS Catering. Packaging and distribution stages should also be conducted as CCP, and everything relating to CCP should be labeled and attached in every area of food production.
Keywords: HACCP, CCP, catering, production, food
Read More
S-9498
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Gustari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Juru masak dan asisten juru masak merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan saat bekerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat bagaimana gambaran faktor-faktor keselamatan para juru masak dan asisten juru masak pada proses pengelolaan makanan jasaboga penerbangan Aerofood Angkasa Citra Sarana Jakarta pada tahun 2012. Setelah mendapatkan data hasil pengamatan faktor-faktor tersebut selanjutnya dibandingkan dengan Kepmenaker no. 217 tahun 2009, Kepmenkes No. 715 tahun 2003, Permenkes RI no. 1096 thn 2011 pasal 5, UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan OSHA 2010 (Youth Worker Safety in Restaurant). Dari hasil penelitian diketahui bahwa beberapa poin faktor keselamatan juru masak dan asisten juru masak Aerofood ACS sudah terpenuhi, seperti kondisi ventilasi, pencahayaan, pengetahuan juru masak dan asisten juru masak, kondisi peralatan dan mesin, serta prosedur P3K. Kondisi kebersihan lingkungan seperti lantai, dinding, dan langit-langit masih belum memenuhi standar. Prosedur pencatatan dan pelaporan kecelakaan juga masih belum terlaksana dengan baik. Juru masak dan asisten juru masak belum memiliki sertifikat KKNI II dan III. Belum seluruh juru masak dan asisten juru masak mengikuti pelatihan K3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor keselamatan juru masak dan asisten juru masak masih harus dibenahi, seperti pelatihan K3, sertifikasi, kondisi lingkungan, dan prosedur pelaporan dan pencatatan kecelakaan.
 

Cook and assistant cook are at high risk of work accidents. This research was conducted with the aim of seeing how the safety factors of the cooks and assistant cooks in the Aerofood Angkasa Citra Sarana Flight Catering Jakarta food management in 2012. After getting the data observed factors are then compared with the Kepmenaker no. 217 yr 2009, Kepmenkes No. 715 yr 2003, Permenkes RI no. 1096 yr 2011 pasal 5, UU No.13 tahun 2003, and OSHA 2010 (Youth Worker Safety in Restaurant). The survey results revealed that some points of safety factors of cooks and assistant cooks Aerofood ACS are met, such as the conditions of ventilation, lighting, cooks and assistant cooks’s knowledge, condition of equipment and machinery, as well as first aid procedures. Environmental hygiene conditions such as floors, walls, and ceilings still not meet the standards. Procedures for recording and reporting the accident is still not performing well. Cook and assistant cook KKNI not have a certificate II and III. Not all cooks and assistant cooks got basic safety training. From the results of this study concluded that the safety factors cooks and assistant cooks still need to be addressed, such as safety training, certification, environmental conditions, and procedures for reporting and recording accidents.
Read More
S-7703
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stela Ginari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Budi Harto, Randy Novirsa
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penerapan keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan di Kantin Perpustakaan Pusat, Kantin Prima PAU dan Restoran X Universitas Indonesia tahun 2016 yang merupakan penelitian semi kuantitatif dengan desain studi deskriptif melalui metode observasi langsung, wawancara dan telaah dokumen. Terdapat dua elemen utama penelitian yaitu Higiene Sanitasi dan Aspek K3. Penelitian ini menghasilkan bahwa penerapan K3L di Kantin Perpustakaan Pusat (dalam) sesuai dengan standar. K3L pada kantin perpustakaan pusat (luar) tidak sesuai. K3L pada Kantin Prima PAU adalah tidak sesuai.K3L pada Restoran X tidak sesuai.

This undergraduate thesis aims to determine evaluation the application of occupational safety health and environment in Central Library Canteen, Prima PAU Canteen and Restoran X Universitas Indonesia 2016. This research is a semi-quantitative research with descriptive study design through a method of direct observation, interviews and documents review. There are two main elements research that is Hygiene Sanitation and OSH Aspects. This research resulted that application of SHE in Central Library Canten (inside) is accordance with the standard whereas the application of HSE in Central Library Canteen (outside), Prima PAU Canteen and Restaurant X is not in accordance with the standards.
Key Words: Canteen, Catering Service, Hygiene Sanitation, Occupational Safety and Health, Restaurant.
Read More
S-9305
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Karina Putri Wahyu; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Nur Qoyimah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi belajar dengan beberapa faktor. Pada penelitian ini, konsentrasi belajar adalah variabel dependen, sedangkan kebiasaan sarapan, sumber makan siang, kualitas diet, asupan zat gizi (energi, karbohidrat, protein, lemak, zat besi, seng, vitamin B12, vitamin C, dan Iodium), serta stres akademik adalah variabel independen. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2026 kepada 151 siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner secara langsung di sekolah tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 54.7% responden memiliki konsentrasi belajar rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan, sumber makan siang, kualitas diet, asupan energi dan asupan karbohidrat berhubungan dengan konsentrasi belajar pada siswa. Peneliti menyarankan sekolah untuk memberikan edukasi gizi kepada siswa, himbauan agar siswa melakukan sarapan sebelum sekolah, dan mendukung orang tua untuk mengikuti program katering sekolah. Peneliti juga menyarankan pemerintah untuk membuat program kolaboratif dengan sekolah, puskesmas, dan komunitas mahasiswa gizi terkait edukasi gizi seimbang.

This study aimed to examine the relationship between learning concentration and several associated factors. In this study, learning concentration was the dependent variable, while breakfast habits, lunch source, diet quality, nutrient intake (energy, carbohydrates, protein, fat, iron, zinc, vitamin B12, vitamin C, and iodine), and academic stress were the independent variables. This quantitative study employed a cross-sectional design. Data collection was conducted in April 2026 among 151 students in grades VII, VIII, and IX, who were selected using a simple random sampling method. Data were obtained through the administration of questionnaires directly at the school. The collected data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results showed that 54.7% of respondents had low learning concentration. The findings also indicated that breakfast habits, lunch source, diet quality, energy intake, and carbohydrate intake were significantly associated with learning concentration among students. The researchers recommend that schools provide nutrition education to students, encourage students to eat breakfast before attending school, and support parents in participating in the school catering program. Furthermore, the researchers suggest that the government develop collaborative programs involving schools, community health centers (puskesmas), and nutrition student communities to promote balanced nutrition education.
Read More
S-12305
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Nasution; Pembimbing: Hendra; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Mufti Wirawan, Hanafi Basuni, Muthia Ashifa
Abstrak:
Pekerja menghadapi risiko tekanan panas (heat stress) dari faktor lingkungan fisik, faktor pekerjaan, pakaian kerja dan karakteristi individu yang berpotensi memicu gangguan kesehatan hingga kematian. Riset terdahulu membuktikan adanya hubungan signifikan antara beban kerja, durasi tugas, dan karakteristik individu dengan keluhan regangan panas (heat strain). Berdasarkan dari hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi pajanan panas dari peralatan dapur PT XYZ terhadap gangguan kesehatan subjektif pekerja penjamah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pajanan tekanan panas (heat stress) terhadap gangguan kesehatan subjektif pada pekerja penjamah makanan di area dapur PT XYZ. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan responden sebanyak 24 pekerja dan pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran ISBB, kelembapan, kecepatan perpindahan udara, indeks massa tubuh serta melakukan penyebaran keusioner untuk mengetahui tingkat gangguan kesehatan subjektif pada pekerja. Hasil penelitian menunjukan nilai ISBB pada area main kitchen dan bakery melebihi NAB permenaker no 05/2018 pada waktu siang hari. Karakterisitik pekerja di PT.XYZ dengan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan usia antara 17 – 53 tahun, sebagian pekerja mengalami kelebihan berat badan dan tidak semua pekerja mengalami aklimatisasi dan status hidrasi secara baik. Pola kerja kontinu antara 60% - 75%. Sebagian besar pekerja mengalami pajanan tekanan panas dan seluruh pekerja mengalami gangguan subjektif terhadap kesehatan mereka dengan didominasi gangguan kesehatan tingkat ringan sebanyak 13 pekerja dan tingkat sedang 11 pekerja. Kesimpulanya Terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan panas dengan gangguan kesehatan subjektif pekerja. Pekerja yang terpajan tekanan panas memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan secara subjektif sebesar 4,6 kali lebih besar dibandingkan pekerja yang tidak terpajan tekanan panas. Sedangkan antara karakteristik individu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya gangguan kesehatan subjektif pada pekerja penjamah makanan di PT. XYZ. Saran bagi perusahaan yakni menerapkan rekayasa teknik, rotasi kerja, dan penyediaan elektrolit untuk mencegah dehidrasi pekerja. Bagi pemerintah perlu meningkatkan pengawasan K3 khsusnya pada ruang lingkup penerapan permenaker no 05/2018 pada industri jasa boga.

Workers face the risk of heat stress from environmental, occupational, clothing, and individual characteristics that can potentially trigger health disorders and even mortality. Prior research has demonstrated a significant relationship between physical workload, work duration, and individual characteristics with heat strain complaints. Based on this, this study was conducted to analyze the correlation between heat exposure from kitchen equipment at PT XYZ and the subjective health complaints of food handlers. This study aimed to analyze the relationship between heat stress exposure and subjective health complaints among food handlers in the kitchen area of PT XYZ. This study utilized a cross-sectional design involving 24 worker respondents. Measurements conducted included WBGT (Wet Bulb Globe Temperature), humidity, and air velocity, alongside body mass index assessment and questionnaire distribution to determine the level of subjective health complaints among workers. The results indicated that the WBGT values in the main kitchen and bakery areas exceeded the Threshold Limit Value (TLV) stipulated by Minister of Manpower Regulation No. 05/2018 during the daytime. The characteristics of the workers at PT XYZ showed that all were male, aged between 17 and 53 years, with some workers being overweight, and not all workers had achieved good acclimatization and hydration status. Continuous work patterns ranged between 60% and 75%. Most workers experienced heat stress exposure, and all workers reported subjective health complaints regarding their health, which were dominated by mild health complaints among 13 workers and moderate complaints among 11 workers. In conclusion, there is a significant relationship between heat stress and workers' subjective health complaints. Workers exposed to heat stress possess a 4.6 times higher risk of experiencing subjective health complaints compared to those unexposed to heat stress. Meanwhile, individual characteristics showed no significant relationship with the occurrence of subjective health complaints among food handlers at PT XYZ. Recommendations for the company include implementing engineering controls, work rotation, and providing electrolyte drinks to prevent worker dehydration. For the government, it is necessary to enhance occupational health and safety (OHS) supervision, particularly within the scope of enforcing Minister of Manpower Regulation No. 05/2018 in the catering industry.
Read More
T-7601
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive