Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kanitta Jiraungkoorskul, Sara Arhorn, Mathuros Tipayamangholgul, Wattasit Siriwong
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di Kecamatan Phatadpaeng, Kota Mae Sod, Provinsi Tak, Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kadmium pada air dan tanah pertanian serta pada pemukiman petani dan rumah tangga. Konsentrasi kadmium pada 48 sampel tanah dan air pemukiman petani, 12 sampel rumah tangga, enam sampel tanah pertanian, dan delapan sampel air pertanian ditelusuri menggunakan Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer. Uji Mann-Whitney U digunakan untuk analisis perbedaan konsentrasi kadmium antara tanah pertanian dan tanah pemukiman, air pertanian dan air pemukiman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara statistik pada seluruh matriks, namun air dan tanah pertanian menunjukkan konsentrasi tertinggi dibandingkan pemukiman petani dan rumah tangga. Konsentrasi kadmium pada seluruh sampel jauh di bawah nilai batas. Penelitian ini secara jelas memperlihatkan bahwa kondisi tempat bekerja menunjukkan level kadmium yang lebih tinggi dibandingkan kondisi tempat tinggal. Penyebab pencemaran ini dapat berasal dari aktivitas di sekitar industri. Oleh karena itu, petani sebaiknya mempertimbangkan pajanan kadmium saat bekerja.

This study was a cross-sectional study conducted in Phatadpadaeng Subdistrict, Mae Sod District, Tak Province, Thailand. This study aimed to determine cadmium concentration in farmland soil and water as well as at the residence of farmers and households. As many as 48 samples of farmers’ residence soil and water, twelve samples of households and six samples of farmland soil and eight samples of farmland water were investigated for cadmium concentration using Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer. The Mann-Whitney U test was used for the analysis of the difference of cadmium concentration between farmland soil and residence soil, farmland water and residence water. The results showed no statistically difference among all matrixes, however, farmland soil and farmland water showed highest concentration compared to those of resident farmers and households. The cadmium concentrations in all samples were far below the limit values. This study clearly showed that working conditions of farmers demonstrated higher level of cadmium compared to the living conditions. The cause of this contamination might be from the activities of the surroundings industry. Therefore, it would be recommended that farmers should consider for cadmium exposure while working in farm.
Read More
JKMN Vol. 10 No. 2
Depok : FKM UI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prisca Petty Arfines, Fithia Dyah Puspitasari
BPK Vol.45, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2017
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Pudji Nugraheni; Promotor: Hasbullah Thabrany; Ko-Promotor: Budi Hidayat, Mardiati Nadjib; Penguji: Indang Trihandini, Soewarta Kosen, Fahmi Idris, Pujiyanto, Eko Setyo Pambudi
D-374
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vika Budi Riandini; Pembimbing : Zakianis; Penguji: A. Rahman, Esrom Hamonangan
Abstrak: Ozon merupakan salah satu polutan yang dapat pemicu penyakit asma. Konsentrasi ozon di Kecamatan Jagakarsa tinggi dan terjadi peningkatan penyakit asma selama tahun 2010 sampai 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi ozon di udara ambien dan penyakit asma di Kecamatan Jagakarsa. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi time trend. Data yang digunakan adalah data harian pemantauan udara oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta dan laporan harian penyakit asma di puskesmas. Data yang berhasil dikumpulkan sejumlah 377 data kasus harian asma dan 377 data konsentrasi ozon. Variabel lain yang diteliti adalah konsentrasi NO2 dan faktor iklim. Analisis dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ozon berhubungan secara signifikan dengan konsentrasi NO2, suhu, dan kelembaban udara. konsentrasi ozon pengukuran 1 jam maksimum, dan 8 jam sudah melebihi baku mutu. Hasil ini mengindikasikan konsentrasi ozon di Kecamatan Jagakarsa sudah tidak sehat bagi masyarakat terutama untuk kelompok rentan, termasuk penderita asma. Akan tetapi hasil uji statistik antara konsentrasi ozon tidak berhubungan secara signifikan dengan jumlah kasus maupun prevalensi asma. Hal ini dapat dikarenakan data asma keterbatasan data asma dan minimnya titik sampling ozon. Konsentrasi ozon di Kecamatan Jagakarsa sudah tidak sehat bagi masyarakat khususnya kelompok rentan, termasuk orang-orang yang mempunyai riwayat penyakit asma.
 

 
Ozone is a pollutant which can trigger asthma. Ozone concentration in Kecamatan Jagakarsa is beyond threshold and asthma cases increase during 2010 to 2011.This research is aimed to identify association between ozone concentration and asthma in Jagakarsa. This research is time trend ecological study. Data was collected from daily air quality monitoring from Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah of DKI Jakarta Province and from daily report of asthma in Puskesmas. Total data is 377 consists of 377 data of daily asthma cases, and 277 data of daily ozoe concentration. Rresearcher also collected data of NO2 concentration and climate components. To analyse we used simple linear regression model. The result shows that concentration of ozone is related significantly with concentration of NO2, temperature, and humidity. 1-hour maximum and 8-hour ozone was exceed the treshhold. It indicates concentration of ozone in Jagakarsa was not healthy for population notably for susceptible population include people who suffering asthma. However, there is no significant relation between concentration of ozone and asthma (both total cases and prevalence). It can be caused by lack of accurate data of asthma and lack of the number of sampling site. Concentration ozone of asthma in Jagakarsa was not healthy for population especially among susceptible group, include people who suffers asthma.
Read More
S-7774
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Setyo Pambudi; Promotor: Budi Utomo; Ko promotor: Budi Hidayat, Endang L Achadi; Penguji: Anhari Achadi, Soewarta Kosen, Prastuti Soewondo, Mardiati Nadjib
D-307
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mariyatul, Triawanti, Meitria Syahadatina Noor
JPKMI Vol.1, No.1
Banjarbaru : FK Universitas Lambung Mangkurat - IAKMI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Laila; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Laila Fitria, Zakianis, Cucu Cakrawati, Heri Nugroho
Abstrak: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah salah satu penyebab kematian padaanak di negara berkembang. Anak-anak adalah salah satu dari kelompok yangpaling berisiko. Selama dua tahun terakhir, ISPA merupakan sepuluh penyakitterbesar di Kecamatan Jatinegara.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan PM10 dalam udara ruangkelas dengan kejadian ISPA pada siswa SD di Jakarta dengan desain studi crosssectional. Jumlah sampel 353 siswa dan 10 SDN di Kecamatan Jatinegara.Variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada siswa SD yaitukonsentrasi PM 10 dalam ruang kelas, lubang udara di dapur, perilaku merokokdalam rumah, penggunaan obat anti nyamuk bakar, dan anggota keluarga sakitISPA. Siswa SD dengan konsentrasi PM 10 dalam ruang kelas yang tidakmemenuhi syarat (>70 μg/m3 ) berisiko 1,7 kali mengalami ISPA setelah dikontrololeh variabel lingkungan fisik kelas lainnya. Upaya yang perlu dilakukandiantaranya menjaga kebersihan kelas dan perawatan secara rutin, menanampohon di halaman sekolah sebagai filter udara, berperilaku hidup bersih dan sehat,dan membuat ventilasi udara yang cukup agar sirkulasi udara dalam ruang lancar.Kata kunci : konsentrasi PM10, ISPA, Siswa SD
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of cause of death in children indeveloping countries. Children have the highest risk in increased dose of PM10exposure. In last two years, ARI is one of the top ten diseases in Jatinegara. Thisstudy aimed to analyze the relationship of PM 10 in air in classroom with ARI inthe elementary school students in Jakarta. Study design was cross-sectional with353 students as sample, taken from 10 SDN in Jatinegara area. Variablesassociated with ARI in elementary school students are PM10 concentrations inclassrooms, ventilation in the kitchen, smoking behavior in house, uses ofmosquito repellent, and family members with ARI. Students with PM10concentrations in classrooms which not qualify the standards (> 70 ug / m3 ) hasthe risks 1,7 times in causing ARI after the controlled physical environmentalclass variables. Efforts should be made to prevent ARI include maintaining theclass cleanliness and regular maintenance, planting trees in school yard as air filter,clean and healthy life behavior, and make adequate ventilation for air circulationin rooms.Keywords: concentration of PM10 , ARI , Elementary School Students.
Read More
T-4583
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Zulnita Putri; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Eti Rohati, Muhammad Alfarezi
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pemantauan dan pengobatan secara berkelanjutan melalui layanan kesehatan. Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi hipertensi yang tinggi, yaitu sebesar 34,4% berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan 10,7% berdasarkan diagnosis dokter. Meskipun demikian, pemanfaatan layanan kesehatan primer pada penderita hipertensi masih belum optimal dan menunjukkan adanya kesenjangan antar kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan primer serta ketimpangan pemanfaatannya pada penderita hipertensi usia ≥18 tahun di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji chi-square, multivariat menggunakan regresi logistik ganda, serta analisis ketimpangan menggunakan Concentration Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4.357 penderita hipertensi usia ≥18 tahun, sebanyak 40,6% memanfaatkan layanan kesehatan primer dan 59,4% tidak memanfaatkannya. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan primer meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan jaminan kesehatan, status sosial ekonomi, komorbiditas, dan status gizi (IMT). Analisis ketimpangan menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kesehatan primer masih terkonsentrasi pada kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi (pro-rich). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan layanan kesehatan primer pada penderita hipertensi di Jawa Barat masih rendah dan belum merata. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pelaksanaan skrining dan pemantauan hipertensi secara berkala, penguatan edukasi kesehatan, serta perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan untuk meningkatkan pemerataan pemanfaatan layanan kesehatan primer.

Hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases and requires continuous monitoring and long-term treatment through health care services. West Java has a high prevalence of hypertension, with 34.4% based on blood pressure measurements and 10.7% based on physician diagnosis. However, the utilization of primary health care services among patients with hypertension remains suboptimal and unequally distributed. This study aimed to analyze the determinants of primary health care utilization and socioeconomic inequality among adults aged ≥18 years with hypertension in West Java. This cross-sectional study used data from the 2023 Indonesian Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia [SKI]). Data were analyzed using frequency distributions, chi-square tests, multiple logistic regression, and the Concentration Index. Among 4,357 adults with hypertension, 40.6% utilized primary health care services, while 59.4% did not. Factors significantly associated with primary health care utilization were age, sex, educational level, health insurance coverage, socioeconomic status, comorbidity, and body mass index (BMI). The Concentration Index indicated that primary health care utilization was disproportionately concentrated among individuals with higher socioeconomic status (pro-rich). In conclusion, primary health care utilization among patients with hypertension in West Java remains low and unequally distributed. Strengthening regular hypertension screening and follow-up, improving health education, and expanding health insurance coverage are needed to promote equitable utilization of primary health care services.
Read More
T-7563
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriyan Pratama; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Ida Ruslita
Abstrak: Skripsi ini merupakan penelitian cross sectional yang bertujuan hubungan antara status gizi, sarapan, asupan gizi sarapan kualitas dan kuantitas tidur malam dengan konsentrasi pada siswa kelas 7 SMP Negeri 239 Jakarta tahun 2013. Penelitian ini melibatkan 51 siswa kelas 7 SMP Negeri 239 Jakarta dan menggunakan dua tes untuk menguji konsentrasi, yaitu Tes Digit Simbol dan Tes Bourdon Wiersma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (62,7%), dinyatakan sarapan (51%), asupan energi sarapan yang cukup (60,8%), asupan protein sarapannya cukup (54,9%),asupan fe sarapannya kurang (80,4%), asupan zn sarapannya kurang (70,6%),kualitas tidur malam cukup baik (56,9%) dan kuantitas tidur malam cukup (51%). Konsentrasi siswa sebagian besar rendah (52,9%) berdasarkan Tes Digit Simbol dan (51%) berdasarkan Tes Bourdon Wiersma. Hasil uji hubungan menunjukan terdapat hubungan antara sarapan, asupan energi sarapan, asupan protein sarapan dan asupan fe sarapan dengan konsentrasi serta tidak terdapat hubungan antara status gizi (indeks IMT/U), asupan zn sarapan, kualitas dan kuantitas tidur malam dengan konsentrasi.
 

This cross-sectional study aimed at the association between nutritional status, breakfast, breakfast intake nutrition, quality and quantity night sleep with a concentration in class 7 SMP Negeri 239 Jakarta in 2013. The study included 51 7th grade students of SMP Negeri 239 Jakarta and use two tests to examine the concentration, the Digit Symbol Test and Bourdon Wiersma Test. The results showed that most respondents had normal nutritional status (62.7%), stated breakfast (51%), adequate breakfast energy intake (60.8%), breakfast sufficient protein intake (54.9%), the intake of fe breakfast less (80.4%), the intake of breakfast zn less (70.6%), quality of sleep a night is quite good (56.9%) and sufficient quantity of sleep a night (51%). Low concentrations of most of the students (52.9%) based on Digit Symbol Test (51%) based on Bourdon Wiersma Test. The test results showed an association relationship between breakfast, breakfast energy intake, protein intake and intake fe breakfast breakfast with concentration and there was no correlation between nutritional status (BMI / U index), zn intake of breakfast, the quality and quantity of sleep a night with concentration.
Read More
S-7970
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Pratiwi; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Toha Muhaimin, Cut Yasmin
Abstrak:
ABSTRAK
 
 
Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, dan penyebabnya bukan hanya dari faktor wanita namun juga dari faktor pria. Jumlah sperma yang rendah atau kualitas sperma yang jelek merupakan penyebab utama terjadinya infertilitas pada pria. Rendahnya kualitas sperma ditandai dengan rendahnya motilitas sperma, jumlah sperma dan kelainan morfologis sperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan merokok dengan konsentrasi, motilitas dan morfologi sperma. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien klinik fertilitas ldquo;X rdquo; Jakarta. Sampel sebanyak 985 orang pria yang merupakan pasangan dengan masalah infertilitas yang melakukan pemeriksaan analisis sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang merokok memiliki peluang 1,018 kali lebih tinggi untuk memiliki konsentrasi sperma abnormal dibandingkan yang tidak merokok, dan memiliki peluang 1,074 kali lebih tinggi untuk memiliki motilitas sperma abnormal dibandingkan yang tidak merokok serta memiliki peluang 1,166 kali lebih tinggi untuk memiliki morfologi sperma abnormal dibandingkan yang tidak merokok.
 

 
ABSTRACT
 
 
Infertility is one of public health rsquo s problem. Determinant of infertility is not just from female factors but also from male factor. Poor sperm quality is a major cause of male infertility. The purpose of this study was to determine the correlation of smoking with concentration, motility and sperm morphology. The design of this study was cross sectional using secondary data from medical records of Klinik Fertilitas X Jakarta. A sample consist of 985 men with infertility issues who performed sperm analysis. The results showed that men who smoked had an odds to have abnormal sperm concentrations 1,018 times higher than those who did not smoke, and had an odds to have abnormal sperm motility 1,074 times higher than those who didn rsquo t smoke, as well as a 1,166 times higher odds of having abnormal sperm morphology than who didn rsquo t smoke.
 
Read More
S-9501
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive