Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indirawati Tjahja Notohartojo, Magdarina D.A.
MPPK Vol.23, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hany Winihastuti; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Ahmad Zulkifli, Irma Setyawati
T-4106
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Hardiarini; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Nurrahmiati, Ida Farida
Abstrak:

Produktivitas dokter gigi sangat krusial dalam pemberian layanan kesehatan gigi kepada pasien. Dokter gigi juga harus menjalankan peran lain di pusksemas. Dokter gigi harus dapat menjawab tantangan ini dengan tetap mempertahankan produktivitasnya. Penelitian ini mengukur produktivitas dokter gigi di kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Rasio produktivitas dihitung dengan determinan dari dua faktor individu (jenis kelamin, umur, masa kerja, pelatihan, kehadiran dan status pegawai) dan organisasi (Jumlah Kunjungan pasien, Jumlah dental unit, tunjangan kinerja dan kepesertaan JKN). Menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengukuran produktivitas menggunakan metode Ilyas, dengan penghitungan jumlah kunjungan pasien dibagi dengan hari kerja dokter gigi di tahun 2023. Jumlah kunjungan pasien dan kepesertaan menjadi faktor tingginya produktivitas dokter gigi sedangkan faktor umur, jenis kelamin, masa kerja, pelatihan, jumlah dental unit dan tunjangan kinerja tidak ditemukan korelasi yang signifikan. Untuk produktivitas tertinggi di angka 13,25 dan terendah di angka 0,61, dengan rerata nilai 6,68. Produktivitas dokter gigi PNS sebesar 3,81 kurang dari setengah rasio Non PNS yang mencapai 8,48. Gap produktivitas ini merupakan konsekuensi rangkap jabatan fungsional dokter gigi PNS dan tugas strukturalnya. Untuk menjalankan dua fungsi ini secara seimbang, disarankan untuk membuat standar minimal jumlah pasien gigi harian dan pengukuran produktivitas dokter gigi secara periodik.


The productivity of dentists is crucial in providing dental health services to patients. Dentists also have other roles to play in community health centers. Dentists must be able to respond to these challenges while maintaining their productivity. This study measures the productivity of dentists in the Palmerah district, West Jakarta. Productivity ratios are calculated based on determinants from two individual factors (gender, age, length of service, training, attendance, and employment status) and organizational factors (number of patient visits, number of dental units, performance benefits, and participation in national health insurance). The study uses an analytical observational method with a cross-sectional design. The measurement of productivity uses the Ilyas method, by calculating the number of patient visits divided by the number of working days of the dentist in 2023. The number of patient visits and participation are factors contributing to the high productivity of dentists, while factors such as age, gender, length of service, training, the number of dental units, and performance allowances were not found to have a significant correlation. The highest productivity is at 13.25 and the lowest at 0.61 with an average value of 6.68. Civil servant dentist productivity is at 3.81, less then of non-civil servant dentists with 8.48. This gap is a consequence of the multiple functional roles and structural duties especially for civil servant dentists. To balance these two roles, it is recommended to establish minimum standards for daily dental patient numbers and periodically measure dentist productivity.

Read More
T-7155
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jessie Andrean; Pembimbing: Martya Rahmaniati M.; Penguji: Rico Kurniawan, Verry Adrian, Jhonson Hotsar
Abstrak:
Amanat Undang – Undang dan Peraturan Menteri Kesehatan telah mewajibkan dokumentasi data dan informasi pelayanan kesehatan beralih ke metode digital. Untuk itu praktik mandiri dokter dan dokter gigi diminta mengalihkan penyelenggaraan rekam medis dari manual menjadi elektronik. Pembinaan dan pengawasan terhadap praktik mandiri dokter dan dokter gigi tersebut mengalami beberapa kendala. Untuk mengatasi kendala tersebut maka dirancang sistem informasi untuk praktik mandiri dokter dan dokter gigi yang menggabungkan fungsi penyelenggaraan rekam medis elektronik dengan pembinaan dan pengawasannya. Identifikasi kebutuhan terhadap sistem informasi diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Sistem informasi dikembangkan dengan metode System Development Life Cycle dengan pendekatan prototipe. Pengujian terhadap prototipe dilakukan dengan metode blackbox. Umpan balik terhadap prototipe dilakukan dengan wawancara mendalam. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem informasi untuk praktik mandiri dokter dan dokter gigi. Sistem dapat diakses 5 level pengguna yaitu Dinas Kesehatan Provinsi, Suku Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas Kecamatan, Praktik Mandiri Dokter atau Dokter Gigi, dan Admin. Sistem informasi dapat memfasilitasi penyelenggaraan rekam medis elektronik, pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan, serta diseminasi data dan informasi. Melalui sistem informasi ini praktik mandiri dokter dan dokter gigi dapat mendokumentasikan pelayanan kesehatan secara digital serta dapat membantu pemerintah melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan.

The mandate of the Laws and Regulations of the Minister of Health has made it mandatory for the documentation of data and information on health services to switch to digital methods. For this reason, the private practice of doctors and dentists is required to shift the administration of medical records from manual to electronic. Guidance and supervision of the independent practice of doctors and dentists encountered several obstacles. To overcome these obstacles, an information system was designed for the private practice of doctors and dentists that combines the functions of administering electronic medical records with their guidance and supervision. Identification of the need for information systems is obtained through in-depth interviews, observation, and document review. The information system was developed using the System Development Life Cycle method with a prototype approach. Testing of the prototype was carried out using the blackbox method. Feedback on the prototype is done by in-depth interviews. This research produces a prototype of an information system for private practice of doctors and dentists. The system can be accessed by 5 levels of users, namely the Provincial Health Office, City Health Office, District Health Center, Private Doctor or Dentist Practice, and Admin. Information systems can facilitate the implementation of electronic medical records, recording and reporting of health services, as well as dissemination of data and information. Through this information system private practice of doctors and dentists can digitally document health services and can help the government carry out guidance and supervision activities.
Read More
T-6679
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiki Ramadhan; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Yudi Dimyati, Novalino
Abstrak:
Profesi dokter gigi rentan mengalami kelelahan tinggi yang disebabkan oleh objek kerja yang sempit, pergerakan terbatas, gerakan berulang, dan postur tubuh yang buruk. Di Provinsi DKI Jakarta, terjadi disproporsi antara penurunan jumlah dokter gigi seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Hal ini akan menyebabkan kelelahan pada dokter gigi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental, serta kualitas layanan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara faktor risiko individu, fisik, dan psikososial terhdap kelelahan yang dialami dokter gigi di Puskesmas Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan analisis analitik dengan desain cross sectional serta analisa data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dan open population, dimana total responden yang masuk dalam kriteria inklusi adalah 85 dokter gigi dari total 106 populasi yang dikumpulkan pada tahun 2025. Variabel dalam penelitian ini adalah faktor individu, faktor fisik, faktor psikososial, dan kelelahan. Faktor fisik diukur menggunakan alat Camry Electric Hand Dynamometer model EH101, faktor psikososial diukur menggunkan Work-Related Stress Questionnaire (WR-SQ), sedangkan kelelahan diukur menggunakan Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, masa kerja, kepuasan kerja, tuntutan pekerjaan, dan lingkungan kerja yang tidak nyaman berhubungan signifikan (p<0,05) dengan kelelahan pada dokter gigi. Didapatkan nilai R-Square sebesar 0,232, yang artinya variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 23,2%, selebihnya dijelaskan oleh variabel lain. Untuk menanggulangi kejadian kelelahan yang dialami dokter gigi, Puskesmas dan Dinas Kesehatan disarankan memberikan pelatihan mengenai pemahaman, determinan, manajemen dan mitigasi kelelahan, serta pemantauan pada dokter gigi secara berkala.

High susceptiblity of fatigue in dental professional caused by constrained work environments, restricted physical movement, repetitive tasks, and suboptimal posture. In DKI Jakarta Province, a disparity exists between the declining number of practicing dentists and the increasing population, which may exacerbate fatigue among dentists. Such fatigue has potential to negatively impact both their physical and mental health, as well as the quality of patient care provided. The objective of this study was to examine association between individual, physical, psychosocial risk factors and fatigue among dentists working in the South Jakarta Public Health Center. This research conducted analytical cross-sectional design, utilizing both descriptive and inferential statistical analyses. The study applied a total sampling technique with an open population framework. A total of 85 respondents who met the inclusion criteria were recruited from a population of 106 dentists in 2025. The variables assessed included individual factors, physical factors, psychosocial factors, and fatigue. Physical factors were measured using a Camry Electric Hand Dynamometer (model EH101), psychosocial factors were assessed with the Work-Related Stress Questionnaire (WR-SQ), and fatigue was evaluated using the Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI). The findings revealed significant associations (p < 0.05) between fatigue and age, length of service, job satisfaction, job demands, as well as unfavorable working conditions. The analysis yielded an R-Square value of 0.232, indicating that 23.2% of the variance in fatigue could be explained by the independent variables, while the remaining variance was attributable to other factors. To mitigate fatigue among dentists, it is recommended that public health centers and local health authority provide structured training on the determinants, management, and prevention of fatigue, accompanied by routine monitoring of dentists well-being.
Read More
T-7438
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilita Syamsi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Sri Rochmaryati, Wien Goerindro
Abstrak:
Dokter gigi merupakan pekerja profesional yang sangat rentan terhadap bahaya kesehatan kerja dan gangguan trauma kumulatif di tempat kerja. Dokter gigi sering duduk atau berdiri serta mempertahankan posisi menetap pada kepala, leher serta bahu untuk jangka waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko nyeri punggung bawah pada 5 dokter gigi terkait dalam posisi statis dan gerakan repetisi yang dilakukan oleh dokter gigi saat melakukan tindakan pembersihan karang gigi (scaling). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi pada dokter gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi statis pada punggung bawah berisiko untuk menimbulkan terjadinya Low Back Pain. Perbaikan terutama pada posisi bekerja, selain itu harus ditunjang dengan fasilitas dental unit yang memadai terutama pada kursi dokter gigi sebaiknya memiliki sandaran pada bagian punggung dan lengan sehingga diharapkan risiko Low Back Pain dapat diminimalisir

Dentists at work are susceptible to the occupational health hazard and the development of cumulative trauma disorders. They often sit or stand for prolonged periods and maintain the head, neck, shoulders in fixed positions. This study aims to analyze the risk factors of low back pain on 5 dentist involved in a static position and movement of repetitions performed by dentists when performing actions tartar cleaning (scaling). This research was conducted using qualitative descriptive methods. Data were collected by interviews and observations at the dentist. The results showed that the static position on the lower back at risk to cause the occurrence of Low Back Pain. Repair work primarily at the position, but it must be supported by adequate dental unit facilities such as the dentist chair should have a back rest and arm rest so that the expected risk of Low Back Pain can be minimized.
Read More
T-4090
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ervon Veriza; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Zarfiel Tafal, Dadan Erwandi, Dewi Kartini Sari, Yulia Sri Bono Widyastuti
T-3370
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Bella Hayana; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Ani Ruspitawati, Kurnia Permitasari
Abstrak:
Latar Belakang : Cikoko merupakan wilayah di Jakarta Selatan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, mobilitas masyarakat yang besar, variasi sosial ekonomi yang beragam. Hal ini membuat praktik mandiri dokter gigi di Cikoko sebagai representasi pelayanan kesehatan gigi primer perkotaan, menjadi gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi primer, dan praktik mandiri jarang dievaluasi secara sistematis. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilihara kesehatan gigi diperlihatkan dengan rendahnya angka kunjungan ulang pada praktik pribadi mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepuasan pasien dengan angka kunjungan ulang di praktik mandiri dokter gigi di Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik dan rancangan potong lintang (cross sectional) pada pasien yang melakukan kunjungan pertama kali di Dokter Gigi Praktik Mandiri Nanda Bella Hayana. Hasil : Gambaran kepuasan pasien menunjukkan persentase pasien yang merasa puas lebih besar pada dimensi Tangibles, Reliability, dan Assurance. Pernyataan pasien yang kurang puas terletak pada dimensi Responsiveness dan Emphaty. Pasien yang merasa puas 96,4% menyatakan akan kunjungan ulang dan 81,9% pasien kurang puas tetap ingin melakukan kunjungan ulang. Adapun penyebab pasien tidak ingin melakukan kunjungan ulang yaitu dokter tergesa- gesa dalam konsultasi, biaya perawatan mahal, staf tidak memberikan informasi pembayaran yang jelas. Hasil analisis menggunakan uji multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pasien dengan keinginan melakukan kunjungan ulang ke praktik mandiri dokter gigi, setelah dilakukan pengendalian terhadap variabel perancu (confounding variables). Kesimpulan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, termasuk pada praktik dokter gigi mandiri. Tingkat kepuasan rendah, pasien tetap memiliki keinginan kunjungan ulang karena pasien beranggapan satu atau dua dimensi (Assurance dan reliability) sudah cukup untuk alasan mereka kembali. Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap pelayanan, namun tidak berhubungan secara linear terhadap kunjungan ulang, ada beberapa faktor eksternal dan kontekstual perlu dipertimbangkan dalam evaluasi mutu layanan kesehatan.

Background: Cikoko is an area in South Jakarta characterized by high population density, high community mobility, and diverse socioeconomic conditions. These characteristics make independent dental practices in Cikoko a representation of urban primary dental health services, functioning as gatekeepers in the provision of primary oral health care. However, independent dental practices are rarely evaluated systematically. Limited public awareness regarding the maintenance of oral health is reflected in the low rate of repeat visits to private dental practices. This study aimed to determine the relationship between patient satisfaction and repeat visit rates at independent dental practices in Cikoko, Pancoran, South Jakarta, DKI Jakarta.Methods: This study employed a quantitative design with an analytic approach and a cross-sectional design among patients making their first visit to the Independent Dental Practice of Nanda Bella Hayana.Results: The description of patient satisfaction showed a higher proportion of satisfied patients in the dimensions of tangibles, reliability, and assurance. Lower levels of satisfaction were identified in the responsiveness and empathy dimensions. Among satisfied patients, 96.4% expressed an intention to make a repeat visit, while 81.9% of less satisfied patients also indicated an intention to return. The reasons for patients not intending to return included the dentist appearing rushed during consultations, high treatment costs, and staff providing unclear information regarding payment. Multivariate analysis showed no statistically significant association between patient satisfaction and the intention to make a repeat visit to an independent dental practice after controlling for confounding variables. Conclusion: Patient satisfaction is an important indicator in efforts to improve the quality of health services, including independent dental practices. Despite low overall satisfaction, patients still expressed an intention to return, as they perceived that one or two dimensions (assurance and reliability) were sufficient reasons to revisit. Service quality influences patient perceptions; however, it is not linearly related to return visits, as several external and contextual factors need to be considered in evaluating of health services quality. Keywords: Patient satisfaction, Service quality, SERVQUAL, Return visits, Dentist
Read More
T-7484
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairi Lufti Sinaga; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Doni Hikmat Ramdhan, Hanny Harjulianti, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Nyeri punggung bawah merupakan gangguan otot tulang dan rangka yang palingsering dialami dokter gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranfaktor risiko keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa profesi kedokterangigi saat melakukan pembersihan karang gigi. Penelitian bersifat cross-sectional,berlokasi di Klinik Integrasi 1 RSKGM X pada bulan Januari 2016 dengan objekpenelitian adalah kursi operator, kursi pasien dan postur. Data dikumpulkanmelalui kuesioner, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa desain kuri operator dan kursi pasien berdampak padatimbulnya postur janggal. Edukasi posisi ideal, prosedur pemeliharaan saranakerja, aktivitas fisik diharapkan dapat mengurangi keluhan nyeri punggungbawah.
Kata kunci: nyeri punggung bawah, postur janggal, dokter gigi, kursi operator,kursi pasien.
This study aims to describe the risk factors of low back pain of dentistry students whoperform scaling. The study design was cross-secctional descriptive analytic,located at Klinik Integrasi 1 RSKGM X with dental stool, dental chair and workposture as the object. Data collected from questionnaires, physical examinationand observation. The results showed that design of dental stool and dental chairaffected awkward posture of the operator. Training of ideal position, inspectionand maintenance procedures of facilities, training of physical activity are expectedto reduce low back pain.
Keywords: low back pain, awkward posture, dentist, dental stool, dental chair
Read More
T-4756
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive