Ditemukan 24 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Implementasi pengelolaan air minum rumah tangga (PAM RT) di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT)
Athena, Indah T.
JEK Vol.11, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dilivia Nur Baiduri; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Chandra Rudi Parulian Situmorang
Abstrak:
Read More
Akses terhadap air seharusnya dijamin bagi setiap individu, namun penyediaan akses air minum layak yang mencakup semua lapisan masyarakat merupakan salah satu isu yang paling kompleks untuk diselesaikan. Kebutuhan akan air minum di DKI Jakarta yang terus meningkat dikarenakan pertumbuhan penduduk tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya air perpipaan yang memadai sebagai akses air minum layak sehingga menyebabkan terbatasnya akses air minum layak di Kampung Muka, Jakarta Utara. Desain studi penelitian adalah deskriptif dan cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 91 penduduk yang mewakili populasi penduduk Kampung Muka. Hasil analisis univariat akses air minum pada penduduk Kampung Muka sebagian besar masih tidak layak (72,5%), berbeda dengan capaian akses air minum layak di DKI Jakarta secara umum menurut Badan Pusat Statistik tahun 2024 (99,96%). Rata-rata kebutuhan air penduduk Kampung Muka telah memenuhi standar, yaitu sebesar 208 liter/orang/hari. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,004) dan pengeluaran (p=0,000) memiliki hubungan signifikan terhadap akses air minum. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,022; 95% CI: 0,097–0,834) dan pengeluaran (p=0,001; 95% CI: 0,049–0,472) berpengaruh secara simultan terhadap akses air minum pada penduduk Kampung Muka Jakarta Utara tahun 2025.
Access to water should be guaranteed for every individual; however, providing safe drinking water access that reaches all levels of society remains one of the most complex issues to address. In DKI Jakarta, the increasing demand for drinking water due to population growth is not matched by the availability of adequate piped water resources as a source of safe drinking water, leading to limited access to safe drinking water in Kampung Muka, DKI Jakarta. This study employed a descriptive cross-sectional design with 91 respondents representing the residents of Kampung Muka. Univariate analysis showed that most residents in Kampung Muka still lack access to safe drinking water (72.5%), which contrasts with the overall safe drinking water access coverage in DKI Jakarta reported by BPS in 2024 (99.96%). Meanwhile, the average water consumption for domestic purposes met the standard, reaching 208 liters per person per day. Bivariate analysis indicated that age (p=0.004; OR=0.237; 95% CI: 0.087–0.648) and expenditure (p=0.000; OR=0.134; 95% CI: 0.044–0.403) were significantly associated with drinking water access. Multivariate analysis confirmed that age (p=0.022; 95% CI: 0.097–0.834) and expenditure (p=0.001; 95% CI: 0.049–0.472) simultaneously influenced access to drinking water among the residents of Kampung Muka, North Jakarta, in 2025.
Access to water should be guaranteed for every individual; however, providing safe drinking water access that reaches all levels of society remains one of the most complex issues to address. In DKI Jakarta, the increasing demand for drinking water due to population growth is not matched by the availability of adequate piped water resources as a source of safe drinking water, leading to limited access to safe drinking water in Kampung Muka, DKI Jakarta. This study employed a descriptive cross-sectional design with 91 respondents representing the residents of Kampung Muka. Univariate analysis showed that most residents in Kampung Muka still lack access to safe drinking water (72.5%), which contrasts with the overall safe drinking water access coverage in DKI Jakarta reported by BPS in 2024 (99.96%). Meanwhile, the average water consumption for domestic purposes met the standard, reaching 208 liters per person per day. Bivariate analysis indicated that age (p=0.004; OR=0.237; 95% CI: 0.087–0.648) and expenditure (p=0.000; OR=0.134; 95% CI: 0.044–0.403) were significantly associated with drinking water access. Multivariate analysis confirmed that age (p=0.022; 95% CI: 0.097–0.834) and expenditure (p=0.001; 95% CI: 0.049–0.472) simultaneously influenced access to drinking water among the residents of Kampung Muka, North Jakarta, in 2025.
S-12119
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adelia Suryani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Umar Fahmi Achmadi, Harnita
Abstrak:
Read More
Air minum merupakan kebutuhan esensial yang harus dipenuhi setiap harinya. Air minum yang terkontaminasi oleh bakteri patogen akan memberikan gangguan kesehatan bagi individu yang meminumnya. Kota Jambi merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Jambi. Sumber air minum terbanyak yang digunakan adalah air minum isi ulang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas bakteriologis air minum isi ulang, gambaran proses produksinya dilihat dari upaya pengamanan, penyehatan dan higiene sanitasi serta melihat hubungan dan faktor dominan yang mempengaruhi kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kota Jambi. Desain yang digunakan adalah potonng lintang dan dilakukan di Kota Jambi pada Januari – Februari 2023. Hasil menunjukkan 9,4% sampel belum memenuhi kualitas bakteriologis dan beberapa aspek yang belum terpenuhi pada upaya pengamanan adalah pemeriksaan air baku (56,3%), frekuensi penggantian sikat pencuci (50%) dan durasi pembilasan (66,7%). Pada upaya penyehatan ialah masa pakai media tabung filter (53,1%), tidak ada sistem pengurutan mikrofilter (52,1%) dan masa pakai lampu UV (58,3%). Sedangkan pada upaya higiene sanitasi ialah penggunaan pakaian khsus kerja (58,3%), tidak memiliki tempat sampah tertutup (83,3%) dan tidak memiliki tempat mencuci tangan disertai dengan sabun (55,2%). Variabel yang berhubungan dengan kualitas bakteriologis ialah upaya penyehatan (OR = 11,72; 95% CI; 2,25 – 60,98) dan higiene sanitasi air minum (OR = 10,34; 95% CI; 1,99 – 53,53). Variabel dominan berurutan ialah upaya penyehatan air minum (OR = 8,11; 95% CI: 0,76 – 86,02), higiene sanitasi (OR = 5,74; 95% CI: 0,99 – 33,31), dan upaya pengamanan (OR = 2,67; 95% CI: 0,53 – 13,33).
Drinking water is an essential need that must be fulfilled every day. Drinking contaminated water with pathogenic bacteria will cause health problems for individuals who drink it. Jambi City is the area with the largest population in Jambi Province. The most used source of drinking water is refilled drinking water.This research was conducted to give an overview of bacteriology quality of refilled drinking water, an overview of the treatment process in terms of security, health and sanitation efforts and to look at the relationship and dominant factors that influence the bacteriology quality of refilled drinking water in Jambi City. The design used is cross-sectional and carried out in Jambi City from January to February 2023. The results show that 9.4% of the samples did not meet bacteriology quality and several aspects that have not been fulfilled in the security efforts are the frequency of raw water inspection (56.3%), the replacement frequency of washing brush (50%) and rinsing duration ( 66.7%). The health efforts are the expired date of the filter tube media (53.1%), no microfilter sorting system (52.1%) and the expired date of the UV lamp (58.3%). Whereas in sanitation and hygiene efforts are the use working uniform (58.3%), not having closed trash bins (83.3%) and not having a place to wash hands properly accompanied with soap (55.2%). Variables related to bacteriology quality were sanitation efforts (OR = 11.72; 95% CI; 2.25 – 60.98) and sanitation hygiene efforts (OR = 10.34; 95% CI; 1.99 – 53, 53). The dominant variable respectively are health efforts (OR = 8.11; 95% CI: 0.76 – 86.02), sanitation and hygiene effort (OR = 5,74; 95% CI: 0,99 – 33,31) and security effort (OR = 2,67; 95% CI: 0,53 – 13,33).
T-6633
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yu Chen ... [et al.]
AJE Vol.178, No.3
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zilfia Adrianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Ririn Arminsih Wulandari, Juri Hendrajadi, Abdur Rahman
Abstrak:
Read More
Stunting merupakan permasalahan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dan menimbulkan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan perekonomian. Salah satu penyebab stunting yaitu terjadinya infeksi berulang. Infeksi terjadi dapat disebabkan oleh air minum yang dikonsumsi telah terkontaminasi oleh bakteri Eschericia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) pada air minum dengan kejadian stunting anak usia 12 – 59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 76 di wilayah kerja Puskesmas Aia Gadang yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan compact dry EC dan membrane filter untuk kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) dan juga menggunakan kuisioner serta dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), buang air besar sembarangan (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) dan cuci tangan pakai sabun (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum anak usia 12-59 bulan yang tidak memenuhi standar baku mutu berpeluang mengalami kejadian stunting 3,997 Kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak usia 12-59 bulan yang memiliki kualitas mikrobiologi air minum (Eschericia coli) memenuhi standar baku mutu setelah dikontrol variabel cuci tangan pakai sabun. Kata kunci : Stunting, Eschericia coli ,air minum
Stunting is a nutrition problem that affects growth and development and has an impact on the quality of human resources and economy. One of the causes of stunting is repeated infections. Infection can occur because the drinking water consumed has been contaminated Eschericia coli . This study aims to determine the relationship between microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water and the stunting in children aged 12 – 59 mounths. Thie study is an observational analytic research with a case control study design. The research sample was 76 in Puskesmas Aia Gadang consist of 38 cases and 38 controls. The data was collected using compact dry EC and membrane filter for microbiology quality (Eschericia coli) and quistionnaires and analyzed using chi square test and logistic regression. The results showed that the microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), open defecation (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) and hand washing using soap (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) associated with stunting in children aged 12-59 mounths. The Microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water children aged 12-59 mounths who do not qualified is 3,997 times higher risk of experiencing stunting than chikdren aged 12-59 mounths whose Microbiological quality ( Eschericia coli) qualified after controlling variable hand washing using soap . Keywords : Stunting, Eschericia coli, drinking water
T-7098
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lusi Sepriana Lasmaria Sinaga; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Martya Rahmaniati Makful, Elivin Sinaga B.
Abstrak:
Tantangan pengawasan kualitas air minum dengan risiko paling besar berada pada pasokan air minum bukan perpipaan. Fenomena penggunaan air minum isi ulang terjadi pada masyarakat terutama daerah perkotaan. Air produksi depot air minum (DAM) ini nyatanya belum bebas bakteri dan berpotensi wabah. Dinas Kesehatan memiliki keterbatasan dalam melaksanakan pengawasan sehingga tidak terpantaunya DAM yang kualitas airnya memenuhi dan tidak memenuhi syarat. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem informasi berbasis web yang memungkinkan berbagi data dan informasi akurat dengan sedikit usaha. Kemampuan sistem melakukan pencatatan dan pelaporan secara bersamaan mendukung pengambilan keputusan pada setiap level manajemen sesuai wewenangnya. Penerapan sistem informasi pengawasan online menjadi strategi efektif dalam melakukan upaya segera mengendalikan faktor risiko penyakit media air produksi DAM di perkotaan. Sistem informasi ini menciptakan kolaborasi pengawasan antara pemerintah sebagai penanggung jawab kesehatan masyarakat, penyelenggara air minum sebagai penyedia layanan, dan masyarakat sebagai konsumen. Kata Kunci : sistem informasi, pengawasan, depot air minum The challenge of monitoring the quality of drinking water with the greatest risk lies in non-piped water supply. The phenomenon of the use of drinking water refills from drinking water depots (DWD) occur in the community, especially urban areas. These kind of drinking water is in fact not yet bacteria-free and potentially plague. The limited resources of the Health Office as the supervisor caused the problem of unimpeded DWD whose water production quality meets and does not meet drinking water requirements. This research produces a prototype web-based information system that enables accurate sharing of data and information with minimal effort. The ability of the system to record and report simultaneously support decision-making at each level of management in accordance with its authority. Implementing an online surveillance information system becomes an effective strategy in making an immediate effort to control the risk factors of urine water production disease in urban DWD. This information system creates collaborative oversight between the government as responsible for public health, providers of drinking water as service providers, and the community as consumers. Keywords : information system, surveillance, drinking water depot
Read More
T-4935
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pebriani Pakpahan; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Rahmawati
S-8290
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syarifuddin Ahmad; Pembimbing: Abd. Rahman; Penguji: Budi Hartono, Sukanda
S-8504
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farizan Nathur Rachman; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Rahmawati
S-9612
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Luthfiyanisa; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Haryanto, Tri Lusmantoro
Abstrak:
Air menjadi kebutuhan esensial untuk masyarakat untuk memenuhi kebutuhan domestik. Namun, sulit untuk mengakses air bersih yang terjamin kualitasnya. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di kepulauan. Salah satu sumber air bersih yang dimanfaatkan adalah air hujan. Studi deskriptif kuantitatif ini dilakukan untuk menggambarkan kualitas air hujan yang dimanfaatkan sebagai air minum dan kondisi kesehatan masyarakat studi kasus di Pulau X, Kepulauan Seribu Tahun 2024. Variabel yang diteliti adalah untuk kualitas air hujan yang diambil di tiga titik sampel per RW, yaitu parameter bau, parameter biologi (E. coli), parameter kimia Selenium (Se), Mangan (Mn), Fluorida (F), dan Sulfat (SO4). Pengumpulan data parameter pendukung perawatan PAH, kondisi dan kualitas PAH menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 90. Kemudian, data sekunder terkait kondisi kesehatan masyarakat dengan indikator diare dan kaitannya dengan kejadian stunting akibat kerusakan vili usus dan menyebabkan malabsorbsi nutrisi akan diakses dari Puskesmas Pulau X. Setelah dilakukan uji laboratorium dan analisis univariat, kualitas air hujan di Pulau X belum memenuhi standar untuk konsumsi sehari-hari karena mengandung bakteri E. coli terdeteksi dalam sumber air hujan dan konsentrasi mineral esensial terdeteksi dalam jumlah yang sangat sedikit selenium, mangan, fluorida, dan sulfat yang diperlukan oleh tubuh sehingga dapat berkaitan dengan kejadian stunting akibat kekurangan mineral dan kejadian diare persisten.
Water is an essential to meet domestic needs. However, it is difficult to access drinking-water that is as safe as practicable. Especially for people who live on the small islands. One source of clean water that can be used is rainwater. This quantitative descriptive study was to describe the quality of rainwater used as drinking water and the health conditions of the community at X Island, Kepulauan Seribu. Biological parameters (E. coli), chemical parameters Selenium (Se), Manganese (Mn), Fluoride (F), and Sulfate (SO4). Data collection on supporting parameters for treatment, condition and quality of rainwater harvesting used a questionnaire with a total of 90 respondents. Then, secondary data related to public health conditions with indicators of diarrhea and its relation to the incidence of stunting due to damage to intestinal villi and causing malabsorption of nutrients will be accessed from the Island X Community Health Center. After laboratory tests and univariate analysis, the quality of rainwater on X Island contains E. coli were detected and essential mineral concentrations were detected in very small amounts so it can be related to stunting due to mineral deficiencies and persistent diarrhea.
Read More
Water is an essential to meet domestic needs. However, it is difficult to access drinking-water that is as safe as practicable. Especially for people who live on the small islands. One source of clean water that can be used is rainwater. This quantitative descriptive study was to describe the quality of rainwater used as drinking water and the health conditions of the community at X Island, Kepulauan Seribu. Biological parameters (E. coli), chemical parameters Selenium (Se), Manganese (Mn), Fluoride (F), and Sulfate (SO4). Data collection on supporting parameters for treatment, condition and quality of rainwater harvesting used a questionnaire with a total of 90 respondents. Then, secondary data related to public health conditions with indicators of diarrhea and its relation to the incidence of stunting due to damage to intestinal villi and causing malabsorption of nutrients will be accessed from the Island X Community Health Center. After laboratory tests and univariate analysis, the quality of rainwater on X Island contains E. coli were detected and essential mineral concentrations were detected in very small amounts so it can be related to stunting due to mineral deficiencies and persistent diarrhea.
S-11700
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
