Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosakawati; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto; Vetty Yulianty Permanasari, Astrid Saraswaty Dewi, Tuan Juniar Situmorang
Abstrak: Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, institusi rumah sakit harus menyediakan sarana dan prasarana serta standar pelayanan yang memperhatikan quality assurance bagi para pemberi asuhan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang profesional yang berpusat pada pasien. Rumah sakit harus memiliki kebijakan, pedoman dan panduan serta standar prosedur dengan mengedepankan keselamatan pasien sebagai fokus dalam setiap jenis pelayanan yang diberikan. Standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS) edisi 1 merupakan standar akreditasi baru yang bersifat nasional dan diberlakukan secara nasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Implementasi Early Warning System di Rumah Sakit Mandaya Penelitian kualitatif ini dilakukan pada bulan Januari - April 2018. Lokasi penelitian dilakukan di Departemen Rawat Inap RS Mandaya Karawang. Sumber datang diperoleh melalui wawancara kepada 31 informan yang terdiri dari direktur, dokter jaga, perawat penanggung jawab shift dan perawat pelaksana serta clinical nurse educator dan data rekam medis pasien rawat inap bulan januari 2018 mengenai kelengkapan pengisian formulir Catatan Observasi. Implementasi Early Warning System dilaksanakan dengan baik pada awalnya namun terdapat inkonsistensi dalam proses pelaksanaannya sehingga angka kejadian code blue tidak menurun pada bulan januari 2018. Perawat dengan masa kerja yang minim masih harus terus diberikan pelatihan-pelatihan oleh bagian diklat keperawatan dan menuntut observasi yang lebih ketat baik dalam tindakan keperawatan maupun dalam pendokumentasian. Selain itu tidak ada reward dan punishment yang jelas bagi staf klinis sehingga perlu menjadi perhatian penting bagi manajemen rumah sakit untuk peningkatan kelengkapan rekam medis. Profesi pemberi asuhan (PPA) wajib melengkapi dokumen rekam medis pasien dengan tepat dan benar sesuai dengan tindakan yang sudah dilakukan. Pengisian rekam medis pasien langsung dilakukan segera setelah melakukan tindakan agar tidak terlupakan dalam mencatat. Melengkapi sarana dan prasarana merupakan salah satu hal yang menunjang implementasi berjalan dengan baik
n order to provide healthcare services to the public, hospital institutions must be provide facilities and infrastructure also service standards that pay attention to quality assurance for health providers in providing patient-centered professional services. The organization should have policies, guidelines and guidelines as well as standard procedures by prioritizing patient safety as a focus in each type of service provided. The national standard of hospital accreditation (SNARS) edition 1 is a new national accreditation standard and applied nationally in Indonesia. This study aims to analyze the Implementation of Early Warning System at Mandaya Hospital This qualitative study was conducted in January - April 2018. The location of the research was conducted at the Department of Inpatient RS Mandaya Karawang. Sources came through interviews with 31 informants consisting of directors, physicians, shift nurses and implementing nurses as well as clinical nurse educators and medical records data of inpatients in January 2018 on completeness of the form of Observation Notes. Implementation of the Early Warning System is well implemented initially but there is inconsistency in the implementation process so that code blue incidence rate does not decrease in January 2018. Nurses with minimal working period still have to continue to be given training by nursing department and demands more rigorous observation both in nursing actions and in documentation. In addition there is no clear rewards and punishment for clinical staff so it is necessary to be of paramount concern for hospital management to improve the completeness of the medical record. The Professional Caregiver (PPA) is required to complete the patient's medical record documents correctly in accordance to the action that have been done. Filling patient medical record should immediately done after taking action so that nothing is forgotten in the recording. Completing facilities and infrastructure is one of the things that support the implementation goes well.
Read More
B-2108
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilma Fitria Nur Faiz; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Sri Mulyani, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Latar Belakang: Pelayanan rumah sakit masih menghadapi tantangan dalam mendeteksi secara dini penurunan kondisi klinis pasien yang berisiko menimbulkan kegawatan dan mengancam keselamatan pasien. Early Warning System (EWS) dikembangkan sebagai alat bantu klinis berbasis skor fisiologis untuk mendukung deteksi dini dan respons klinis yang tepat waktu. RS Roemani Muhammadiyah Semarang telah mengimplementasikan EWS sejak tahun 2022, namun kejadian Code Blue dan angka kematian pasien rawat inap masih menunjukkan pola fluktuatif dan belum menurun secara konsisten. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan EWS belum pernah dilakukan, sehingga terdapat kesenjangan antara kebijakan, implementasi, dan luaran keselamatan pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dianalisis menggunakan kerangka struktur–proses–outcome. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) terhadap tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam implementasi EWS, dengan pemilihan informan secara purposive. Selain itu, dilakukan telaah dokumen terhadap rekam medis, formulir EWS, laporan kejadian Code Blue, serta dokumen kebijakan dan prosedur rumah sakit untuk menilai aspek struktur dan proses implementasi EWS serta luaran keselamatan pasien. Penelitian dilaksanakan di RS Roemani Muhammadiyah pada November–Desember 2025. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses pengodean, pengelompokan tema, dan interpretasi, dengan penerapan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil: Implementasi EWS belum berjalan optimal. Pada aspek struktur, dukungan kepemimpinan dan mekanisme pendukung klinis telah tersedia, namun masih terdapat keterbatasan pada kesiapan sistem dan sumber daya dalam mendukung pelaksanaan EWS secara konsisten. Pada aspek proses, kepatuhan terhadap dokumentasi dan eskalasi klinis masih bervariasi, serta komunikasi antarprofesi berbasis skor EWS belum terstandar dan masih bergantung pada inisiatif individu. Pada aspek outcome, kejadian Code Blue masih terjadi secara fluktuatif meskipun EWS telah diterapkan, disertai angka kematian pasien rawat inap yang belum menunjukkan penurunan yang konsisten. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara implementasi EWS dan luaran keselamatan pasien. Kesimpulan: EWS di RS Roemani Muhammadiyah Semarang belum sepenuhnya berfungsi sebagai sistem deteksi dini yang efektif dalam mencegah kejadian Code Blue. Permasalahan utama tidak hanya terletak pada kepatuhan individu, tetapi juga pada aspek sistemik, termasuk tata kelola klinis, integrasi sistem, dan budaya komunikasi berbasis skor. Diperlukan pendekatan berpikir sistem yang menekankan penguatan struktur, standardisasi proses, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan pasien.

Background: Hospitals continue to face challenges in the early detection of clinical deterioration that may lead to acute emergencies and threaten patient safety. The Early Warning System (EWS) was developed as a physiology-based scoring tool to support early detection and timely clinical responses. RS Roemani Muhammadiyah has implemented EWS since 2022; however, Code Blue events and in-hospital mortality rates remain fluctuating and have not shown a consistent decline. Moreover, a comprehensive evaluation of EWS implementation has not yet been conducted, resulting in a gap between policy, practice, and patient safety outcomes. Methods: This study employed a qualitative case study design analyzed using the structure–process–outcome framework. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with healthcare professionals directly involved in EWS implementation, selected purposively. Document reviews of medical records, EWS forms, Code Blue reports, and hospital policies and procedures were also conducted to assess structural and process aspects as well as patient safety outcomes. The study was conducted at RS Roemani Muhammadiyah from November to December 2025. Data were analyzed thematically through coding, theme development, and interpretation, with source and method triangulation applied to ensure trustworthiness. Results: EWS implementation was not yet optimal. In terms of structure, leadership support and basic clinical support mechanisms were in place; however, limitations remained in system readiness and resource capacity to ensure consistent implementation. Regarding process, compliance with documentation and clinical escalation varied, and interprofessional communication based on EWS scores was not standardized and often relied on individual initiative. In terms of outcomes, Code Blue events continued to occur in a fluctuating pattern despite EWS implementation, accompanied by in-hospital mortality rates that did not demonstrate a consistent decline. These findings indicate a gap between EWS implementation and patient safety outcomes. Conclusion: EWS at RS Roemani Muhammadiyah Semarang has not yet functioned optimally as an effective early detection system to prevent Code Blue events. The challenges identified are not limited to individual compliance but reflect broader systemic issues, including clinical governance, system integration, and a culture of score-based communication. A systems-thinking approach that emphasizes structural strengthening, process standardization, and continuous monitoring and evaluation is required to enhance patient safety.
Read More
B-2572
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Yuliani Dewi AK; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Yuni Hartini, Ratna Budi \Hapsari
T-4778
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wawang; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Poppy Yuniar, Edy Purwanto
Abstrak: Sistem kewaspadaan dini dan respon bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya indikasi KLB, mendorong program melakukan respon terhadap alert yang muncul, mengetahui kecenderungan penyakit potensial KLB setiap minggu, mengevaluasi dampak intervensi program terhadap alert yang muncul serta mengetahui pemetaan setiap penyakit potensial KLB setiap minggu. Tujuan penelitian ini untuk menilai kelengkapan, ketepatan, akurasi Puskesmas di Kab/Kota di provinsi terpilih dan hal-hal yang mempengaruhi kualitas data SKDR di provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Papua, Sulawesi Barat dan Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Kelengkapan laporan SKDR pada minggu 1-20 tahun 2015 di tujuh provinsi sebesar 47 %. Ketepatan waktu melapor sebesar 29 %. Akurasi kasus penyakit di populasi sampel berdasarkan uji chi square , ditemukan data tidak akurat (nilai X ² hitung > X ² tabel) , Hal-hal yang mempengaruhi: tidak semua puskesmas mendapatkan pelatihan SKDR, double job, sarana kurang memadai, tidak ada dana khusus, server sering mengalami gangguan, adanya gangguan sinyal. Kata kunci : sistem kewaspadaan dini dan respon, kelengkapan, ketepatan, akurasi
Early warning and response system aims to detect early indications of outbreaks, pushing the program to respond to the alert that appears, knowing the tendency of potential disease outbreaks every week, evaluate the impact of the program interventions that appear alert and aware mapping any potential disease outbreak every week. The purpose of this study was to assess the completeness, precision, accuracy of Puskesmas in regency/city in selected provinces and the things that affect the quality of the data SKDR in Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Central Kalimantan, Papua, West Sulawesi and North Sumatra. The method used is quantitative and qualitative. Completeness report SKDR at 1-20 weeks of 2015 in seven provinces by 47%. Timeliness of reporting by 29%. Accuracy of cases of disease in a population-based sample chi square test, found inaccurate data (value X ² count > X ² table), things that affect: not all health centers receive training SKDR, double job, means less than adequate, there are no special funds , servers are often impaired, any signal interference. Keywords: early
Read More
S-8917
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiori Amelia Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ina Agustina Isturini
Abstrak: Universitas merupakan salah satu institusi yang memiliki kemungkinan terjadi bencana. Selama dua dekade, terdapat sejumlah bencana yang memberikan dampak negatif terhadap universitas. Ketangguhan adalah sebuah konsep penting yang telah dikembangkan dalam bidang manajemen bencana. Hal ini merupakan konsep yang menekankan untuk membangun kapasitas adaptif melalui pengembangan sosial, kompetensi komunitas, dan komunikasi yang kuat dan sistem informasi. Mahasiswa sebagai komunitas yang sering berada di kampus untuk melakukan aktivitas, baik kegiatan belajar, penelitian, maupun kegiatan organisasi memiliki risiko dan bahaya, dan merupakan hal penting bahwa mahasiswa seharusnya memiliki kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Sehingga mampu meningkatkan ketangguhan apabila terjadi bencana di universitas. Mahasiswa fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas ilmu keperawatan, dan fakultas farmasi universitas indonesia dalam menghadapi bencana sebagai upaya peningkatan ketangguhan menghadapi bencana di universitas. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa sudah tangguh dalam menghadapi bencana di universitas. Namun perlu dilakukan perbaikan pada beberapa variabel, antara lain persiapan menghadapi bencana di kampus, pengetahuan sistem peringatan dini di lingkungan kampus, kepemilikan asuransi bencana, sumber informasi, dan keikutsertaan dalam pelatihan penanggulangan bencana.
Kata kunci: bencana, manajemen bencana, kesadaran, kesiapsiagaan, ketangguhan, sistem peringatan dini bencana, respon tanggap darurat

The university is one of the institutions that have the possibility of disaster event. For two decades, there have been a number of disasters that negatively impacted the university. Resilience is an important concept that has been developed in disaster management. This is a concept that emphasizes building adaptive capacity through social capital development, community competences, and solid communication and information systems. Students as a community that is often on campus to conduct activities, both learning activities, research, and organizational activities have risks and dangers, and it is important that students should be prepared for the possibility of disaster event, as of to increase the resiliency of disaster at university. The purpose of this study is to explain the preparedness and awareness of the students from the faculty of medicine, faculty of dentistry, faculty of nursing, and faculty of pharmacy university of indonesia in facing disaster as efforts to enhance the resilience of the university. The research design of this study using cross sectional study conducted with a quantitative approach. The results show that students are already resilient facing disaster at university. However, several variables needs to be improved, there are: disaster preparedness, knowledge of disaster early warning system in university, disaster insurance ownership, resources of information, and participation in disaster management training.
Keywords: disaster, disaster management, awareness, preparedness, resilience, disaster early warning system, emergency responses
Read More
S-9519
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridha Stalli Adha; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Riyadh Firdaus, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai tingkat kesiapan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam menghadapi bencana. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectional dengan sampel sebanyak 417 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sudah siap terhadap bencana diantaranya dalam hal validitas sumber edukasi bencana, pengetahuan tentang langkah respon tanggap darurat, pengetahuan tentang adanya klinik di sekitar kampus, kesadaran terhadap potensi bencana di kampus, kesadaran persiapan bencana, dan kepemilikan asuransi bencana. Namun dibutuhkan peningkatan terhadap beberapa hal seperti pengetahuan sistem peringatan dini di lingkungan kampus, keikutsertaan dalam pelatihan dan simulasi bencana, langkah persiapan menghadapi bencana, dan persepsi tentang tingkat kesiapan bencana.
Kata kunci: Bencana, kesiapan, ketangguhan, langkah persiapan bencana, sistem peringatan dini, kesadaran, sumber edukasi bencana, pelatihan, simulasi, asuransi bencana, respon bencana, pemulihan.

This study discusses the readiness level of Public Health Faculty of University of Indonesia students in facing disasters. The design of this study uses a descriptive quantitative method with a cross sectional approach and a total sample of 417 respondents. The results of this study concludes that generally, Public Health Faculty of Indonesia students are prepared in facing disasters, specifically in terms of the validity of disaster education source, knowledge of disaster response, knowledge of health clinics around the campus area, awareness of the potential of disasters on campus, awareness of disaster preparation, and owning disaster insurance. However there are also several factors, such as preparation for disasters, knowledge towards early warning systems, involvement in training or simulations for disasters, readiness in facing disasters, and perception towards the level of readiness in facing disasters that needs to be improved.
Keywords: Disasters, readiness, resilience, disaster preparation, early warning system, awareness, disaster education source, disaster training, disaster simulation, disaster insurance, disaster response, recovery.
Read More
S-9362
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive